Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
di jemput fian


__ADS_3

"Kok bisa kamu yan jemput,emang kakak ke mana?"penasaran ara


"kakak mu sibuk kerja,jadi aku yang jemput"jawab fian


"mau kemana ini ian"tanya ara ketika menyadari bukan arah pulang kerumah nya


"ke restoran dulu ar"jawab fian


"ian,terus ira emang nya di bawa kemana?"penasaran ara


"di bawa kerumah ku"jawab fian


"APAAA,KERUMAH MU"pekik ara mengagetkan mereka berdua


"araaa,apaan sih teriak teriak,udah di bilangin jangan teriak,nanti tenggorokan mu sakit ar"kesal fian.


"ngapain juga membuatku kaget"ucap ara


"mau di apa in samapi di bawa kerumah segala ian"lanjut ara curiga


"jangan menuduhku yang tidak tidak ar,mana mungkin ian seperti itu,lagian dia kerumah ku bukan karna apa apa,dia di suruh bekerja di sana,biar tau rasa,bisa bisa nya dia mencelakai ara ku"lanjut fian


"mau mencelakai bukan mencelakai ian"ucap ara


"tidak,dia bahkan sudah membunuh mu jika aku dan eki tidak bertindak"jawab fian membenarkan.


"kapan"bingung ara


"waktu ara pertama kerumah ian,dia mencelakai mu waktu malam malam sendiri,jadi kami menculik mu diam diam,dan benar saja,ternyata di kira ara sudah meninggal waktu itu"jawab fian kesal mengingat hal itu.


"benarkah,bisa bisa nya dia seperti itu,sudah merebut pacar ku,ingin membunuh ku pula,awas aja kau"kesal ara tanpa di saring


"dia bukan pacar mu"tegas fian


"iya iya,maksudnya mantan pacar"jawab ara nyengir


"jangan bilang kaya begitu lagi,sekarang udah ada ian ara,ok"ucap fian sambil mengelus kepala ara.


"iya ian"jawab ara tersenyum.


"tuan sudah sampai"ucap eki ketika sampai di restoran.


"silahkan tuan"eki membuka kan pintu fian dan keluar dan fian beralih membuka kan pintu ara dengan biru ²takut keburu keluar.


"silahkan sayang"ucap fian membukakan pintu untuk ara.


"gak usah kanya gitu juga kali ian"ucap ara sambil turun dari mobil.


"gak papa ara,ayo"ajak fian menggandeng tangan ara masuk ke restoran di ikuti eki di belakang.


"apa kau sudah memesan ruangan nya ki?"tanya fian


"sudah tuan,ruangan restoran nya nomor 6 tuan"jawab eki


"selamat datang di restoran kami tuan,nona"sambut pelayan restoran tersenyum ramah dan hanya di balas oleh ara seorang,fian dan eki hanya diam dan terus berjalan ke dalam ruangan yang di pesan nya tadi melalu handphone eki.


"mau makan apa ar"tanya fian setelah mereka bertiga duduk


"jika ara yang pilih,pasti ian akan marah,jadi.."ucapan ara sengaja di hentikan

__ADS_1


"ian mu yang pilihkan"di lanjut fian dengan tersenyum.dan memilih menu apa yang akan mereka makan untuk makan siang sekarang.


"dan mba satu lagi,jangan lupa cake rasa coklat satu"ucap fian setelah memilih menu makanan.


"ian suka coklat?"tanya ara penasaran


"sejak kapan ian mu ini suka coklat?"tanya ian balik


"mana ara tau,kan yang suka coklat diantara kita cuma ara"ucap ara


"naaah itu ara tau"ucap fian tersenyum


"jadi tadi pesan coklat untuk ara"ucap ara kaget


"ya iyalah siapa lagi,mana mungkin untuk eki,iyakan ki"ucap fian melihat eki di samping nya.


"iya tuan"jawab nya singkat


"silahkan di nikmati makanan nya tuan"ucap ramah pramusaji ketika sampai dan meletakkan makanan nya di meja.


"makasih mba"ucap ara


"sama sama nona"balasnya tersenyum ramah


setelah kepergian pramusaji tersebut,akhirnya mereka bertiga makan dengan tenang dengan sesekali fian menyuapi ara dengan lembut,dengan di temani saksi mata kisah mereka oleh sekertaris fian,yaitu eki yang hanya melihat cara makan mereka berdua sambil memakan makanan nya sendiri.


"ara,gimana tadi kuliah pertama mu?"tanya fian setelah mereka bertiga selesai makan dengan ara yang sedang memakan cake nya sendiri.


"biasa aja sih,gak ada yang seru,dan mereka semua juga gak jahat dan gak baik juga"ucap ara membingungkan.


"maksudnya?"bingung fian mendengar cerita ara


"terus kenapa tadi sama cowok lain segala"ucap fian


"jangan mulai deh"males ara menatap fian


"ingatnya ara,kamu itu milik ku,titik"ucap fian menegaskan.


"iya iya,lagi lagi begitu,sudah berapa kali dia bicara tentang hal ini ki"tanya ara kesal


"gak tau nona,gak mau ngitung"jawab eki menggeleng


"eki,kau ingin melawan ku"kesal fian


"maaf tuan"jawab eki diam


"siapa sih yang biasa nya kalo ngomong itu salah,aku atau dia,aku mulu yang kena"ucap eki


di rumah ara


"assalamualaikum"ucap rangga masuk rumah


"waalaikum salam,tumben udah pulang"tanya sang ibu


"dimana ara bu"tanya rangga


"bukan nya masih di kampus?"bingung sang ibu


"di kampus gak ada bu"ucap rangga,sebenarnya tadi dia mau menjemput ara di sekolah nya,tapi sekolah nya bilang udah pada keluar yang sekolah pagi, makanya dia pulang,siapa tau udah di rumah' pikir dia

__ADS_1


"jadi ara belum pulang bu?"tanya rangga lagi memastikan.


"belum rang,gimana ini,kamu bener bener gak tau"ucap sang ibu mulai khawatir


"ada apa ini bu,rang"tanya sang ayah baru datang mendekati mereka berdua.


"ayah,ara gak ada di kampus"sang ibu khawatir


"gak ada,gimana maksudnya,rangga,kemana adik mu,kan pagi tadi kau yang nganter adik mu rang"tanya ayah berturut turut ikut khawatir.tiba tiba rangga teringat dengan seorang pria yang selalu membuat nya kesal,siapa lagi kalo bukan fian.


"astaga,dasar fian sialan"geram rangga pelan


"ayah,ibu,kalian jangan khawatir,rangga tau ara sedang sama siapa,dan di mana"ucap rangga menyakinkan orang tuanya agar tak terlalu khawatir.


"dimana?"tanya serentak


"kita telepon aja ara"ucap rangga dan menelepon adik nya yang langsung di angkat.


"assalamualaikum ra,lagi di mana?"tanya rangga


"lagi di restoran sama ian ka"ucap ara


"kenapa?"terdengar bingung


"gk papa,di restoran mana,kaka akan jemput sekarang"tanya rangga


"di restoran biasa kita makan ka,tapi di ruangan VIP nya"ucap ara di sebrang sana


"ok"jawab rangga dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


"gimana?"tanya sang ibu


"ara lagi di restoran bu,rangga mau jemput dulu nya, assalamualaikum"ucap rangga sekaligus pamit langsung keluar rumah.


"iya, waalaikum salam,hati hati"jawab mereka berdua


"IYA"teriak rangga dari luar.


"bisa bisa nya dia membuat kami semua khawatir"geram rangga kesal menghidupkan mobil nya.


di restoran


"siapa?"tanya fian


"ka rangga"jawab ara yang dapat anggukan dari fian.


"ayo pulang"ajak fian sambil beranjak dari duduk nya bersiap pergi.


"tar dulu"cegat ara menghentikan


"ngapain.."ucapan fian terpotong


"FIAAAAAAN"teriakan yang terdengar kesal dari arah luar menerobos masuk.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2