Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
pacar tuan fian?


__ADS_3

"Iya juga"ucap yang lain ketika mendengar percakapan mereka berdua.


"jadi kau sudah punya pacar ian"tanya ara kesal ketika tidak ada jawaban dari fian


"sudah ar,kakak kan sudah bilang, jangan mau sama dia,walaupun dia teman yang kau sayangi,cukup jadi teman aja nya"ucap rangga di samping ara dengan pelan yang masih bisa di dengar fian yang menatap rangga kesal.


"jangan bicara sembarangan karang,saya benar ² gak tau dia siapa"ucap fian sambil menunjuk wanita yang mengaku ngaku sebagai pacarnya sebentar.


"lagi lagi karang"gumam rangga kesal yang hanya bisa di dengar oleh nya


"terus dia siapa ian"tanya ara mulai ngegas sambil menunjuk wanita itu lagi.


"hey,kau siapa,cepat jawab"ucap ara lagi dengan membentak wanita itu yang hanya diam,sambil mendorong nya keras tapi tidak sampai terjatuh,hanya tergeser kebelakang sedikit.


"sa saya pacar nya tu tuan fi fian"ucap wanita ini gagap dengan keadaan seperti takut ketahuan.


"jangan asal bicara kamu, tuan saya gak pernah bawa wanita sepertimu"ucap eki membentak wanita itu,eki jua ikut nimbrung yang tadi hanya diam menyaksikan,dan semua nya melihat eki sebentar,termasuk ara yang sedang menatap nya tajam.


"gak pernah bawa wanita sepertinya?,jadi kau sering bawa wanita ke sini hanya tidak sepertinya?"ucap ara marah melihat fian.


"astaga,niat membantu,malah salah bicara lagi,membuat masalah saja"ucap eki sesal sambil melihat mata fian yang menatap nya tajam


"awas aja kau eki" maksud tatapan fian yang melihat nya.


"bu bukan begitu ra"ucap fian gagap melihat ara sedang marah.sedang kan wanita tadi yang di bentak eki tambah takut.


"hey,jelaskan sekali lagi,siapa kamu?"ucap ara lagi dengan marah sambil melihat wanita tadi.


"saya benar pacar nya tuan fian"ucap wanita tadi memberanikan diri menatap ara yang sedang marah.


"jangan sembarangan"bentak fian dan eki barengan ketika mendengar ucapan dari wanita tadi yang menurut nya salah


"diam!"bentak ara lagi ke arah ke duanya yang seketika diam


"saya tanya sekali lagi,kau sedang tidak berbohong"ucap ara tiba tiba pelan ke arah wanita itu yang terdengar menyeramkan di telinga semua orang yang ada disini.


"ti tidak"jawab ny lagi dengan gagap


"kau ingin berbicara jujur,apa ingin di pukul oleh ku hemm"ucap ara lagi menatap wanita ini dengan wajah yang tadi nya imut menjadi garang sambil mengepalkan tangan kanan nya di atas seperti siap akan memukul seseorang.


"sa saya beneran ko"ucap wanita tadi memberanikan diri tanpa menatap ara.


"udahlah ra,mana mungkin juga dia mencintaimu"ucap rangga sambil melirik fian dan eki yang hanya diam bekas di bentak tadi.

__ADS_1


"kakaak,udahlah kita pulang aja yu"ucap ara tiba tiba memutuskan untuk pulang sambil menarik tangan kakak nya keluar lobi perusahaan.


" e e eh mau kemana kalian"ucap fian mengikuti langkah keduanya keluar lobi perusahaan.


"pulang"jawab rangga ketus melihat ke arah gian di belakang nya dengan ketus sambil di tarik tangan nya keluar oleh ara.


trink'suara pesan dari handphone eki


isi pesan


"urus dia"dari fian


"baik tuan"balas eki


"ara,ara,jangan begitulah ar"ucap fian ingin menarik ara tapi di halangi oleh tubuh rangga ketika memasuki taksi.


"arrr"ucap fian sedikit berteriak ketika ara benar benar masuk ke mobil taksi.


brak'suara pintu mobil yang di tutup rangga ketika sudah masuk mobil dengan sedikit keras.


"jangan ikuti ara ian"ucap ara membuka kaca mobilnya sedikit dengan nada dingin.


"awas aja kau"ucap fian geram ketika mobil ara sudah pergi dan masuk ke lobi perusahaan nya.


"di mana wanita tadi"tanya fian dingin ke arah salah satu karyawan di sana yang dia lihat.


fian yang mendengar nya langsung menuju ke lantai yang di yakini eki membawa wanita tadi ke atas menggunakan lift yang di khusus kan untuknya.


"dimana wanita tadi"ucap fian dingin ketika masuk ke ruangan yang dituju, yang ternyata ruangan tempat mereka meeting.


"di sebelah sana tuan"jawab eki sambil menunjuk wanita tadi yang sedang duduk ketakutan terhalang oleh kursi.


fian langsung saja mendekati wanita tadi sambil berjongkok di depan nya sambil mengangkat dagunya dengan menatap nya dingin.


"siapa yang menyuruhmu"tanya fian dingin


"ma maap tu tuan"jawab nya dengan menangis


"saya tanya sekali lagi,SIAPA YANG MENYURUHMU,kalo tidak..."ucap fian menakutkan di telinga sambil menepuk nepuk pipi wanita di depan nya.


"saya pastikan hidup keluargamu akan sengsara setelah ini"lanjut fian sambil berdiri tanpa memperdulikan wanita tadi yang masih menangis.


"ja jangan tuan,sa saya mohon,jangan ganggu keluarga saya tuan"sambil menangis sesenggukan memegang bawah kaki fian dengan gemetar dengan dapat tepisan dari kaki fian.

__ADS_1


"saya hanya memberi dia pelajaran dengan menamparnya melalu tangan anggota kita yang perempuan tuan"jawab eki sopan ketika fian menatap nya seperti bertanya.


"sa saya di suruh nona ira tuan"jawab nya dengan menunduk takut melihat fian di depan nya


"lagi lagi dia"geram fian dan eki bersamaan


"eki,besok harus ada kabar tentang kebangkrutan keluarga itu,paham"perintah fian dingin sambil keluar ruangan meeting tersebut.


"TUAN TUAN JANGAN GANGGU KELUARGA SAYA TUAN,SAYA MOH.."teriakan wanita itu dari dalam terpotong


"suuuuut DIAM"bentak eki geram


"ta tapi gak akan ganggu ke keluarga sa saya kan?"tanya nya gugup.


"sebaiknya kau keluar,dan jangan tampilkan wajah mu yang berantakan itu di karyawan sini,PAHAM"bentak eki sebelum keluar dari ruangan tersebut meninggal kan wanita itu di dalam sendiri sambil memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan karna menangis tadi dan pergi keluar ketika di rasa sudah rapi dengan jalan menunduk.


🌿🌿🌿🌿🌿


"ara,kenapa dia bisa membohongi mu?"tanya rangga ketika memasuki kosan ara bersamanya.


"padahal kan tadi kita mau menguji dia terhadap mu ar"lanjut rangga.


"udah ka,DIAM"kesal ara mendengar pertanyaan kakanya itu dan memilih membereskan pakaian nya untuk di bawa pulang yang ada di kamar kosan nya.


"terus pekerjaan ara gimana ka?"tanya ara


"udah kaka bereskan tadi,ara udah gak perlu kerja lagi di sana"jawab sang kakak


"oh yaudah,yu"ucap ara sambil berjalan ke luar kosan di ikuti kakanya.ara yang mau keluar dari kosan nya pun menemui yang punya kosan nya dan memberikan kunci kamar nya.


"ayo"ajak rangga ke arah mobil nya sambil membawakan barang barang sang adik yang tak begitu banyak menaruhnya ke dalam mobil.


di kantor ruangan fian


"tuan,orang orang kita memberikan kabar tentang nona ir.."kalimat eki terpotong


"jangan panggil dia nona di depan ku,dia bukan nona mu"jawab fian dingin tanpa melirik eki yang berdiri di depan nya.


"iya,baik tuan"jawab eki patuh.


.


.

__ADS_1


.


bersambung 🍁


__ADS_2