
"FIAAAAAAN"teriakan yang terdengar kesal dari arah luar menerobos masuk.
"kakak sudah sampai"ucap ara
"apa?"tanya fian dengan muka mengesalkan pagi rangga.
"KENAPA KAU MEMBAWA ADIK KU TANPA IZIN DARI KU HAH"teriak rangga saking kesal nya menatap fian tajam.
"dia bilang di suruh kakak,karna kakak kerja"ucap ara jujur.
"mana mungkin kakak gitu ar,emang pernah kakak ingkar janji sama kamu"ucap rangka
"dan gara gara dia,ayah dan ibu jadi khawatir tau ra"lanjut rangga sambil menunjuk nunjuk fian.
"benarkah,jadi dia(fian) berbohong ka?"tanya ara melihat fian dan kakaknya bergantian.
"iya,jangan percaya lagi sama dia ra,ayo"ajak rangga menarik tangan adik nya dengan di hentikan tangan fian yang juga memegang tangan yang lain yang langsung di tepis oleh tangan rangga.
"jangan pegang pegang,awas kau"ancam rangga sambil mengangkat tangan nya ke arah fian seperti ingin memukul nya sebelum membawa ara pergi dari sana.
"HEY TUNGGU"teriak fian sambil mengejar mereka berdua.
brak(suara pintu mobil di tutup oleh rangga)
"apa lagi"kesal rangga dari dalam mobil melihat rangga berdiri di depan mobil nya.
"saya ikut"ucap fian
"keman.."ucap ara
"gak"potong rangga
"EKIIIIII"teriak fian yang mengundang perhatian semua orang di restoran.
"iya tuan"jawab eki menghampiri tuan nya
"kau sudah bayar?"
"sudah tuan"jawab eki
"kita kerumah ara sekarang"ucap fian masuk ke mobil nya di ikuti eki.
ting(pesan dari ian)
"ara,jalan kan mobil nya,ian ikuti di belakang"
"cih,dasar anak itu"desis rangga yang membaca pesan nya dari ponsel ara.
"siapa ka"tanya ara
"siapa lagi selain teman sekaligus pacar mu itu"kesal rangga menjawab sambil menghidupkan mobil dan menjalankan nya dengan kecepatan sedang dengan di ikuti mobil fian di belakang.
"kenapa kau bisa bersamanya ar?"tanya rangga
"tadi kan ara sudah bilang ka"jawab ara
__ADS_1
"apa kau masih percaya lagi sama dia"ucap rangga melirik ara sebentar yang di balas gelengan ara.
"gak tau ka"ucap ara
di mobil belakang
"tuh kan,apa saya bilang tadi,mending izin dulu tuan"ucap eki
"diam kau,ini bukan salah saya,kalo izin ke paman juga pasti di izinin ko"ucap fian
"tapi masalah nya,tuan gak izin dulu,apa lagi ada kaka nya yang sangat menjaganya"tutur eki
"jangan menasehati ku seperti itu,kau itu sekertaris ku,bukan guruku,mending kau fokus saja menyetir jika kau tidak bisa diam"kesal fian sambil menunjuk jalan di depan.eki yang mendengar ucapan fian sekaligus diam.
tidak lama kemudian,merekapun datang di kediaman keluarga ara.
"assalamualaikum ayah,ibu"ucapan ara dengan di susul mereka bertiga di belakang nya.
"assalamualaikum ayah,ibu"
"assalamualaikum paman,bibi"
"assalamualaikum"
ucapan mereka bertiga barengan
"waalaikum salam"balas ayah dan ibu menghampiri.
"ara,kamu dari mana aja,kamu gak papa kan sayang"khawatir sang ibu memutar mutar tubuh ara yang langsung di hentikan oleh pemilik tubuh.
"ibu,ara gak papa,udah nya jangan khawatir kanya gitu,ibu udah makan"perhatian ara ke ibunya.
"eh,siapa mereka berdua ar"tanya sang ibu baru menyadari kehadiran fian dan eki di belakang ara.
"saya pacar nya ara bi"fian memperkenalkan diri menjabat tangan ibu ara dan ayah nya.
"dan saya eki, sekertaris dari pacar anak anda nyonya"jawab eki ikut ikutan menyalami dengan tersenyum.
"pacar,pacar,saya gak mau nya punya adik ipar seperti mu"tolak rangga
"saya juga gak mau punya kakak ipar sepertimu"balas fian cuek
"kamm'u"ucapan rangga tercekat saking kesalnya.
"benarkah itu ar?"tanya sang ibu menatap anak nya.
"benar nyonya"bukan ara atau fian yang jawab,melain kan eki.
"waaaah, ternyata anak ibu banyak yang naksir nya yah"ucap sang ibu terdengar gembira di telinga mereka.
"iyah" sang ayah menyetujui sang istri.
"jangan bilang kanya gitu yah"peringat ara pelan di telinga ayah dan ibunya pelan,sambil melihat fian yang diam.
"kenapa?,emang betulkan,anak ibu yang manis dan cantik ini,banyak yang suka"ucap sang ibu tersenyum gembira dengan tidak menyadari perubahan wajah fian yang terlihat tidak suka mendengarnya.
__ADS_1
"iya iya,adik ku ini memang yang paling terbaik pokok nya,tapi di sini ada yang tidak suka mendengarkan aduk ku itu di sukai para pria bu"sindir rangga mengejek fian.
"siapa?"bingung ke duanya (ibu,ayah ara)
"siapa lagi kalo bukan.....,tuh"ucap rangga menunjuk fian dengan mencondongkan mulut nya.semua yang mendengar rangga melihat arah yang ara tunjuk dengan bersamaan perubahan wajah fian yang tersenyum paksa.
"nggak ko"fian beralasan
"alah,bener nggak marah jika ara ku ini di ambil pria lain"canda rangga
"mana ada,gak boleh"tegas fian tiba tiba.
"dia itu milik ku,ara ku,iya kan ra"lanjut fian tersenyum menatap ara.
"iya i.."ucap ara
"terserah"ketus rangga dan memilih masuk kerumah nya dengan di lihatin mereka semua, setelah itu,sang ibu ara pun mempersilahkan mereka semua masuk kerumah nya menuju ruang tamu.
"ibu,ara masuk ke kamar dulu nya"ucap ara menaiki tangga dengan di iyakan oleh sang ibu.
"siapa nama mu na"tanya sang ibu ketika semua sudah duduk melihat fian.
"menurut bibi siapa?"tanya fian tersenyum
"mana gue tau,emang gue pikirin"ucap rangga di samping ibu nya yang langsung dapat cubitan dari sang ibu di pinggang nya.
"auh,ibu,apa apaan sih,main cubit cubit segala"kesal rangga mengusap-usap pinggangnya.
"makanya jangan gitu,gak sopan"ucap fian mengejek.
"apa kamu bilang"geram rangga ingin menarik baju fian.
"rangga,sudah diam"gertak ibu menghentikan niat rangga yang langsung duduk kembali.
"huuuh"nafas kasar dari rangga.
"apa bibi sudah lupa dengan anak kecil yang pertama manggil bibi"ucapan fian yang membuat sang ibu mengingat kembali anak kecil yang memanggilnya bibi waktu itu,biasanya kan dia di panggil Tante oleh siapapun,begitupula dengan sang ayah.
"atau jangan jangan, kau fian yang di panggil ian nya ara waktu itu nya"tebak sang ayah yang hanya dapat anggukan dari fian.
"waaah,ternyata kau makin tampan saja na,dan bahkan jauh lebih tinggi dari ara"ucap sang ibu memeluk fian.
"bagaimana kabar mu selama ini fi dan mamah mu?"tanya ibu melepaskan pelukan nya.
"fian baik bi,begitu juga mamah"jawab fian tersenyum.
"syukurlah kalo gitu fi"ucap ayah
"paman,bibi,maafin fian nya tadi gak izin dulu sama kalian"sesal fian
"jangan di maafin yah"potong rangga ketika ayah nya mau bicara.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁