Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
kantor


__ADS_3

"ih aneh banget dia,tadi dia panggil sayang,kenapa juga senyum senyum sendiri gitu"gumam ara pelan sambil memakan sarapan nya dengan kesal.


mereka bertiga akhirnya sarapan bersama di meja makan dengan tingkah fian yang berubah itu,gimana tidak berubah,biasa nya makan aja sebentar,bahkan kadang sarapan pun tidak karna mementingkan kerja kerja dan kerja,dan ini,ara yang mau makan sendiri saja harus dia yang suapi.


setelah makan


"ingat,jangan kemana mana ok"peringatan dari fian ke ara setelah setelah berada di luar rumah siap berangkat ke kantor sambil mengusap kepala ara.


"gak mau lah,ngapain juga di rumah orang lama lama"ucap ara menggeleng kan kepala


"dan lagi pula,hidup itu butuh uang,makan,jadi harus keja tau"ucap ara lagi dengan menggerak gerakan jarinya seperti sedang menghitung apa yang dia ucapkan


"sekarang gak perlu kerja lagi ara,cukup kau duduk makan dan tidur di rumah menunggu ku pulang"ucap fian lembut yang di khususkan untuk ara seorang


"bodo amat,terserah"ucap ara kesal


"ara mau pulang"ucap nya lagi berlari ke arah gerbang di rumah fian


"araaa"ucap fian mengejar ara dan


"iss fian apaan sih"ucap ara kesal ketika fian mencekal tangan nya


"kan sudah di bilangin,jangan pergi ara"ucap fian lagi tersenyum lembut

__ADS_1


"TUAN BENTAR LAGI RAPAT"teriakan eki terdengar begitu keras di telinga yang mendengar nya


"EKI,JANGAN TERIAK TERIAK"teriakan ara yang tidak kalah keras yang agak jauh dari eki di depan fian


"ara,jangan teriak teriak kanya gitu, nanti tenggorokan nya sakit ar"peringatan dari fian kepada ara


"ayo"ajak fian sambil menarik tangan ara menghampiri mobil yang sudah terbuka pintunya oleh eki.


"brak"suara pintu mobil di tutup oleh eki ketika ara dan fian sudah masuk ke dalam mobil


"mau dibawa kemana ara?"tanya ara ke fian di samping nya bingung ketika mobil sudah berjalan


"kantor"ucap fian singkat dengan melirik ara sebentar di lanjut ke arah kaca mobil di samping nya


"kerja lah nona"bukan fian yang jawab tapi eki,fian yang mendengar eki bicara langsung melototi ke arah kaca mobil di atas eki.


"ekh maap tuan,keceplosan"ucap eki pelan ketika melihat mata tuan nya sedang melihat ke arah nya.


"kerja sih kerja,tapi kenapa juga bawa saya"ucap ara ngegas mendengar penuturan dari eki sambil menendang kursinya yang di tumpangi eki hingga terguncang.


"ASTAGA"teriak eki refleks


"astaga nona, baru kenal dengan saya saja begini,apalagi kalo udah jadi nyonya muda" ucap eki pasrah terus mengemudi

__ADS_1


"karna ara ku ini harus temenin ian nya ini"ucap fian lembut sambil memeluk ara


"ian?"tanya ara ke fian yang sedang memeluknya


"heem"gumaman fian sambil mengangguk di pelukan nya


"jadi,jadi kau ian?"ucap nya kaget dengan mata mulai berkaca kaca,dia senang tapi juga sedih,dia kira ian nya itu udah melupakan dia dari dulu,ternyata dugaan nya salah.


"iya ara,ini ian mu"ucap fian melepaskan pelukannya


"maaf ian ara,ian gak lupa ko sama ara,walaupun ara pikir ian udah gak perduli lagi,tapi itu semua gak benar ara"ucap fian sambil menghapus air mata ara yang mulai menetes di pipinya.


"grep"pelukan ara tiba tiba ke ke pada fian sambil menangis kecil


"ian kemana aja? hiks"ucap fian menangis di dada fian dengan memeluk nya erat, jujur,sebenar nya dia rindu dengan ian nya itu,mangkanya dia memutus kan berpacaran dengan ifan berharap dia bisa melupakan orang yang dia rindukan yang tak terlihat itu.


"maaf ara,ian gak bermaksud ninggalin ara ko"hanya ucapan maaf yang keluar dari mulut fian sambil mengusap punggung ara dengan lembut.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2