Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
pertemuan ara dan mamah fian


__ADS_3

"Kau ini nya"senyum fian sambil mengacak acak rambut ara dan di perbaiki kembali oleh nya,ara yang di perlakukan seperti itu hanya tertawa kecil.


setelah perjalanan yang memakan waktu samapi lima puluh menit,akhirnya mobil yang di tumpangi ara dan fian plus eki pun sampai di tujuan,yaitu bandara.mereka semua akhirnya turun dari mobil dan mencari mamah nya fian,siapa tau sudah tiba.


"eki,mamah udah datang belum"tanya fian sambil berjalan bersama ara diikuti eki di belakang.


"nyonya harus nya mah sudah sampai tuan,bentar,biar saya telpon dulu..."ucap eki


"biar saya saja ki"potong fian dan menelepon sang mamah


tersambung


"hallo, assalamualaikum mah"ucap fian


"iya waalaikum salam"jawab sang mama di sebrang sana.


"mamah lagi dimana,kami sudah sampai"ucap fian


"kau membawa bodyguard?"tanya mamah


"enggak"jawab fian


"kenapa bawa nama kami segala?"tanya sang mamah


" iya kami,eki,sama calon mantu mamah"jawab fian mengagetkan sang mamah di sebrang sana.


"calon mantu,dimana,kapan kau berpacaran hah,kenapa kau tak memberi tahu mamah"ucap mamah gembira sekaligus aneh mendengar anak nya tiba tiba membahas calon mantu.


"iya,mamah dimana,kami mencari,biar mamah bisa melihat nya langsung"ucap fian


"mamah lagi di(melihat sekeliling)bentar,mamah melihat mu,kau lihat lah di arah samping mu"ucap mamah fian melihat anak nya yang tidak terlalu jauh.


fian langsung menengok arah samping dan melihat mamah ny sedang duduk,dan langsung mematikan sambungan telepon nya sepihak.


"dimana?"taya ara


"di sana,ayo"fian menarik tangan ara untuk mengikuti nya.


"assalamualaikum mah"ucap fian ketika sampai di depan mamah nya


"waalaikum salam fi"jawab sang ibu melihat ara.


"apa kah dia calon mantu mamah fi"tanya sang mamah gembira,dan langsung memeluk ara.

__ADS_1


"kau cantik sekali na"ucap mamah melepas pelukannya


"tapi benar kau ingin menikah dengan nya fi,bukan kah kau bilang,kau ingin menikah dengan dia seorang"lanjut mamah melirik fian sebentar tanpa melihat ara yang sudah menatap fian tajam.fian yang menyadari nya gelagapan sendiri dan ingin langsung menjelaskan nya kepada ara maksud dari mamah nya barusan.


"bu bukan begitu ra,mamah kalo ngomong itu yang jelas,ara bisa salah paham nanti"ucap fian mengingatkan sang mamah.


"ara?,dia ara",ara apriliani maksudmu"tanya sang mamah menatap fian,yang hanya di angguki.


"ara,kau sudah besar,kau tidak ingat dengan bibi mu hem"ucap sang mamah


"ingat,tapi lupa dengan wajah mamah nya fian,maaf nya bi"jawab ara tersenyum kuda.


"iyah,lagian itu sudah lama,kau juga masih kecil waktu itu,jadi lupa wajah bibi"ucap ibu


"jadi ara yang di maksud calon mantu oleh fian"ucap sang mamah membuat ara malu mendengar nya.


"udah nyonya,jangan membahas itu,tuh nona lihat muka nona udah mateng gitu"canda eki melihat muka nona nya sudah memerah,bahkan tambah memerah ketika mendengar kata katanya.


mereka yang melihat nya malah tertawa melihat wajah ara yang menurut mereka lucu itu.


"lagian kan fian sudah bilang mah,fian itu mau nya ara"ucap fian


"iya iya,mamah tau,yaudah yu pulang"ajak sang mama menarik tangan ara untuk berjalan berdampingan dengan nya.


"kau saja ki yang bawa,cuma satu doang ini"titah fian dan mengikuti mamah nya dan ara yang sudah melangkah pergi di ikuti eki di samping nya yang membawa koper dengan cara di dorong.


di perjalanan di dalam mobil


"sayang,apa kamu kerja,atau masih sekolah,atau apa gitu"tanya sang mamah kepada ara yang ada di samping nya.


sedangkan fian dan eki hanya diam mendengar kan obrolan mereka berdua.


"ara gak kerja bi..."ucap ara terpotong


"jangan panggil bibi,panggil aja mamah kaya fian"potong mamah


"eh,iya ma mah"ucap ara sedikit canggung


"ara gak kerja mah,baru tadi ara masuk kuliah"ucap ara tersenyum.


"oh,gimana kabar mu dan keluargamu selama ini ar"tanya sang mamah


"ara baik,begitu juga ayah dan ibu,apa lagi kakak ara"jawab ara.

__ADS_1


"apa kakak mu makin tampan sekarang?"penasaran sang mamah


"tampan dong mah,kakak ara gitu"ucap ara dengan gaya bangga.


"tampan apa nya,tampanan juga fian"jawab fian membanggakan diri.


"terserah,kami tidak berbicara dengan mu"ucap mamah dan ara bersamaan dengan melanjutkan pembicaraan nya kembali diiringi helaan nafas dari fian.


"haaaaah"


"sabar tuan"ucap eki terkekeh yang hanya di angguki fian pelan.


sedangkan di rumah ara,ifan yang tidak tau ara yang tidak ada di rumah nya berniat mengajak nya jalan jalan sebentar,sekaligus membicarakan tentang pernikahan dirinya yang di batalkan itu untuk meminta maaf dan berniat mengajaknya balikan kanya dulu.


"jadi dia sedang gak ada di rumah tan?"tanya fian ke ibu nya ara yang sedang berhadapan dengan nya di temani sang ayah ara di samping nya.


"iya,mungkin sekitar satu jam yang lalu,ya kan yah"ucap sang ibu yang di angguki sang ayah.


"emang ara kemana tan?"penasaran ifan,setau dia,ara gak terlalu suka keluar rumah,kecuali bekerja.


"dia di bawa sama pacar baru nya,katanya sih mau di kenalin sama orang tuanya"jawab sang ayah menyindir ifan yang kaget mendengarnya.


"kapan ara punya pacar lagi,perasaan dari kejadian di pantai sampai hari ini baru satu minggu" bingung fian


"enak aja mau cari ara lagi,udah nyakitin putri ku dengan cara berniat menikahi cewek lain,bisa bisa nya dia mencari nya lagi,apa dia gak punya pikiran apa"lanjut ayah kesal dalam hati,yah,dia tau kejadian putri nya yang dikhianati oleh orang yang di depan nya ini,karna ara selalu bercerita tentang apapun itu ke dirinya mau pun istrinya bahkan kakaknya pun.


"masa iya ara punya pacar baru lagi,baru juga satu minggu paman"bantah ifan tak percaya.


"kau juga bisa bisanya masih berstatus pacar anak ku malah bertunangan dengan yang lain,apa lagi ara yang kau buang selama satu minggu"balas ayah ara


"tapi paman,saya gak jadi nikah ko sama dia paman,jadi tolong paman,beri saya kesempatan lagi nya paman"mohon ifan


"mending kamu pulang saja fan,paman gak bisa nentuin dapat kesempatan atau tidak,tapi paman akan mendukung apa yang saya lihat terbaik untuk putri paman"setelah ayah mengucapkan itu,ifan yang mendengar nya langsung terdiam sebentar memikirkan ucapan yang dia panggil paman.


"tenang saja paman,saya akan membuat hal terbaik untuk putri paman"ucap ifan semangat


"saya permisi dulu paman,Tante"lanjut ifan pamit dan pergi dari rumah ara.


.


.


.

__ADS_1


bersambung 🍁


__ADS_2