
"Dia sedang mengerjakan tugasnya"jawab fian sambil menancap kan gas mobil nya dengan kecepatan sedang.
"kita mau kemana?"tanya fian sedang menyetir sambil melirik ara sebentar.
"makan"jawab ara polos dan jujur menatap fian yang sedang menyetir.
"[astaga,yang ian maksud bukan itu ara,makan nya yang mau dimana]"ucap fian kesal dalam hati mendengar penuturan ara
"kenapa?,apa ian lagi pusing?"tanya ara ketika fian tiba tiba tepok jidat sendiri.
"enggak, ian gak lagi pusing ko"ucap fian menanggapi.
" oh"ucap ara hanya ber oh ria
setiba di restoran
"ayo turun"ajak fian ke ara ketika tiba di depan restoran
"iya"jawab ara.mereka berdua akhir nya turun dan masuk ke restoran dengan berdampingan.
"silahkan duduk"ucap fian mempersilahkan ara duduk sambil menarik kursinya.
"gak perlu gitu juga ian"ucap ara malu sambil duduk,ketika melihat kanan kiri,orang orang yang ada di sana menatap mereka berdua.sedangkan fian hanya tersenyum melihat ara malu begitu.setelah mereka duduk.
"permisi ,mau pesan apa tuan?,ucap pelayan restoran ketika di panggil oleh fian
"mau pesan apa ara?"tanya fian menatap ara di depan nya.
"terserah fian,tapi kalo di suruh milih..."jawab ara berhenti sejenak.
"yang ini,ini,ini,ini,dan ini mba,dan yang terakhir penutup nya cake rasa coklat mba"jawab ara menunjuk gambar pesanan yang dia pesan, pelayan tadi langsung mencatat pesanan ara yang akan di pesan,sedang kan fian hanya tersenyum melihat ara yang memesan begitu banyak makanan.
"kalau tuan nya?"tanya sang pelayan melihat fian yang hanya diam.
"saya pesan mie sama minum nya samain aja sama dia"jawab fian.
"dan nya,pesanan dia jangan terlalu pedas,walaupun pesanan nya pedas pedas semua"lanjut fian ke pada pelayan
"tapi ian..."ucapan ara terpotong,ketika fian menatap nya tajam.
"baik tuan, di tunggu"ucap pelayan sebum akhir nya pergi.
"ian"kata ara kesal ke arah fian
"apa?"jawab fian cuek melihat ara di depan nya
"kenapa bilang gitu,makan pedas itu enak tau,lagian yang di pesan ara tadi gak terlalu pedas"ucap ara lagi masih kesal melihat fian
"emang tadi pesan makanan pedas level berapa"tanya fian
"level sedang doang"ucap ara jujur,emang pesanan dia level sedang semua.
"gak boleh sedang sedangan,intinya,pedas nya pedas,titik"ucap fian tegas memperingati.
__ADS_1
"permisi tuan,nona"ucap pelayan restoran baru datang dengan sopan dan tersenyum ke arah ke duanya.
"eh iya mba"ucap ara,para pelayan yang berjumlah dua orang pun menghidangkan makanan yang mereka berdua di atas meja.
"silahkan di nikmati tuan,nona"ucap para pelayan sopan.
"iya makasih mba"jawab ara,setelah menyiapkan hidangan itu,pelayan pun pergi dari hadapan ara maupun fian.sedangkan fian hanya diam tanpa mau bicara.mereka berdua akhir nya makan.
"wah,makanan di sini enak enak ian"ucap ara senyum senang menatap fian yang menanggapi dengan senyuman.
"ara suka"tanya fian lembut
"iya, ini juga,ini juga,ini juga enak"ucap ara lagi ketika mencicipi semua pesanan nya.
"iya habiskan makanan nya ar,kalo suka"jawab fian menghentikan makannya.
"tapi ian,apa ini gak mahal"tanya ara menghentikan makan nya,dia ingat ketika dia pesan tidak melihat harganya,dia hany melihat gambar yang menurut nya enak.
"nggak, makan aja ar,gak perlu mikirin harga,kalo ara suka yang tinggal ambil, bukan cuma makanan,jika ara butuh sesuatu untuk di beli,bilang aja ar ke ian,ok"ucap fian tersenyum perhatian sambil mengacak acak rambut ara.
"isss ian,berantakan tau"ucap ara kesal memandang fian sambil merapikan rambutnya kembali.
"iya maaf,maaf ya ara sayang"ucap fian sambil terkekeh melihat muka ara memerah dengar ucapan nya.
"ah,kenapa itu mukanya merah,apa kepedesan ar?"tanya fian bercanda melihat muka ara
"ihhh apaan sih ian"ucap ara tambah malu di hadapan fian
"ahahaha,lagian kenapa juga harus malu kanya gitu,kamu kan pacar aku ar"ucap fian
"apa maksudmu?"tanya fian tanpa ekspresi di depan ara
"iya kapan kita pacaran,kita hanya teman dari kecil,itu ajakan"ucap ara polos dan emang kenyataan nya bahwa dia gak pacaran dengan fian,setau ara.
"ara,kau itu sudah jadi pacarku,calon istriku, dulu atau pun sekarang"ucap fian masih dengan muka yang sama,sambil memakan makanan nya kembali.
"emang iya,kapan kamu bilang kalau kamu suka ara"ucap ara lagi sambil melihat fian yang sedang makan.
"ian jaw...aaaa"ucapan ara terpotong dengan cake yang masuk ke mulut nya oleh fian.
"makan,jangan banyak bicara ar"ucap fian menyuapi ara makan dengan cake.
"ian"ucap ara sambil mengunyah cake nya dari fian
"makan ara"ucap fian lagi dan hanya di balas anggukan ara.
"aku mencintai mu ar" lanjut fian lagi sambil menatap mata ara.
"uhuk uhuk"batuk ara kaget mendengar kata kata fian barusan
"araaa"kaget fian sambil memberikan ara minuman dan membantu nya minum.
"apa kau serius ian"tanya ara setelah minum sambil menatap mata fian mencari kebohongan,dan memang tidak terpancar kebohongan di matanya.
__ADS_1
"menurutmu"ucap fian tersenyum menatap ara, bahkan mereka tidak menyadari semua orang yang ada di sana sedang menatap mereka berdua.
"iaaaaan,tapi kenapa kalau ian mencintai ara,kenapa tiba tiba menghilang kaya gini"ucap ara mulai berkaca kaca dan menunduk.
"araaa"ucap fian mendekati kan kursi nya ke kursi ara biar jadi dekat.
"maaf kan ian nya"ucap ara memeluk ara,dan di pandangi semua orang.
"kau juga mencintai ku kan"tanya fian sambil melepaskan pelukan nya.
"menurutmu"ucap ara menirukan suara fian tadi.
"ais,kau ini"ucap ara tertawa kecil mengacak acak rambut ara.
"jadiiii,apa ara menerima ian nya ini"lanjut fian lagi sambil tersenyum.
terima
....
terima
.....
terima
suara mereka semua yang menyaksikan mereka berdua menyadarkan fian dan ara sambil bertepuk tangan
"sejak kapan mereka semua memerhatikan kita?"gumam kecil ara terdengar fian
"sejak pertama kali kita masuk"jawab fian pelan sambil tersenyum menatap ara.
terima
....
terima
...
ara dan fian saling tatap dengan wajah ara bersemu merah.
"iya,ara mau ian"jawab ara singkat dan langsung menyembunyikan wajah nya dia dada fian.
"yeeeeeeh"suara semua orang di sana yang menyaksikan nya ikut senang.
"selamat tuan,nona"ucap salah satu wanita di sana,yang di balas anggukan oleh mereka berdua.
"eh,bukan kah dia tuan fian,tuan fian suharja"ucap seseorang di kerumunan sana baru menyadari,bahwa yang mereka lihat tuan fian yang memiliki perusahaan besar di negaranya.
.
.
__ADS_1
.
bersambung 🍁