Dia Milik Ku

Dia Milik Ku
alergi


__ADS_3

Setelah selesai memeriksa ara,para suster yang ada di sana pun di suruh keluar oleh sang dokter, tinggallah mereka berdua di ruangan dengan ke adaan sunyi.


"kenapa dia?"tanya fian datar ke arah sang dokter tanpa melihat nya dan fokus melihat ara yang sedang berbaring lemah.


"nona sepertinya alergi terhadap makanan yang dia konsumsi tuan"jawab dokter sopan


"alergi?"ucap fian bingung,perasaan dia gak memberi makanan yang membuat ara alergi,dia tau ara alergi terhadap udang,jadi dia memerintah para pelayan jangan membuat makanan yang mengandung udang.


"iya tuan,dan yang membuat dia alergi cuma udang tuan"jawab dokter


"iya tau,jadi,mana mungkin saya memberikan dia makanan yang membuat nya bahanya"jawab fian


"yaudah sana,ngapain masih di sini,dokter gak ada kerjaan kamu"lanjut fian mengusir dokter dengan nada seperti pada umum nya.


"iya tuan,baik,permisi"jawab dokter pergi ke luar


di dalam ruangan rumah sakit


"araaa,cepat sadar ny,ian gak akan akan bentak bentak ara lagi apa lagi dengan suara keras kaya tadi, bahkan bukan cuma sekarang,tapi selamanya ara,jadiiii,cepat bangun nya"ucap fian berbicara sendiri menatap ara yang belum sadar dari pingsan nya,dan mencium keningnya.


"tapi siapa yang membuat ara kanya gini"pikir fian


tuuut


tuuut


tuuut


suara telpon dari handphone eki di kantor bos nya


"iya tuan"jawab eki ketika mengangkat telepon dari tuan nya


"kau tinggal kan dulu pekerjaan mu ki,cari tau yang menjahili ara melalui cctv rumah"ucap fian di sebrang sana dengan nada dingin melebihi dingin nya tadi ke pada ara.


"emang nya nona kenapa tuan?,tadi pagi biasa biasa aja kan?"tanya eki


"ara masuk rumah sakit,makanya kau cari tau dia kenapa"ucap fian sebelum telpon terputus.


"baik tuan"jawab eki pelan ketika sambungan terputus,eki langsung saja bergegas ke rumah tuan nya untuk memeriksa cctv yang ada di sana,tidak ada orang yang tau jika rumah ini ada cctv nya,hanya dia dan sang bos yang tau.


"selamat pagi menjelang siang tuan"ucap pelayan di sana ketika melihat eki masuk.


"heem"jawaban eki sambil berjalan ke ruangan kerja bos nya dan memeriksa cctv di setiap sudut rumah dan kamar ini,kecuali kamar mandi.


"yaaaah,ketemu juga kau rupanya"ucap eki gembira setelah menemukan penyebab nona nya ke rumah sakit.


"tenang saja nona,saya dan tuan akan membalasnya untuk mu,cepat sembuh nona"gumam eki pelan.

__ADS_1


di rumah sakit,terlihat fian sedang duduk di samping ara yang belum terbangun dari pingsan nya sambil mengusap kepala ara lembut.ketika pandangan nya sedang melihat ke luar jendela dengan tangan nya masing mengusap kepala ara.


"ian?"terdengar suara ara memanggil namanya,dan langsung melihat ke arah suara.


"ara,,kau sudah sadar"ucap fian bahagia langsung memeluk ara ke dekapan nya.


"ara dimana?"tanya ara menatap fian yang sedang memeluk nya dengan sedikit mendongak menatap wajah fian.


"jangan mendongak kanya gitu"ucap fian melepaskan pelukannya dan menidurkan ara.


"kenapa?"tanya ara


"nanti leher nya sakit ara,gitu aja gak tau"jawab fian mengacak acak rambut ara.


"emang tadi ara kenapa ian?"tanya ara


" dan tadi juga ara kan minta nya pulang, bukan kerumah sakit"ucap ara tiba tiba kesal,lagi lagi fian tidak mendengarkan ucapan nya.


"jadi ara gak mau kerumah sakit"tanya fian tersenyum menatap ara.


"iya"ucap ara mengangguk,sambil bangun lagi untuk duduk.


"mau kemana?"tanya fian melihat ara berubah posisi jadi duduk


"ini rumah sakit mana?"tanya ara yang tidak di tanggapi oleh fian.


"nggak, mau tau aja kok"jawab nya singkat


"oh iya, dimana tas kecil ara"tanya ara ketika mengingat tas nya.


"di kantor, ara meninggal kan nya tadi,kenapa?"jawab fian sekaligus bertanya


"itu ada uang sama hp ara ian"jawab ara


"nya terus,apa hubungan nya,kan tinggal balik lagi aja ke kantor"tanya fian bingung


"oh iya,ayo"ucap menarik tangan fian keluar kamar rumah sakit.


"kemana?"tanya fian


"kantor"jawab ara


setiba di kantor


"selamat siang tuan fian,nona..."ucapan karyawan terhenti


"rara"ucap ara ketika ucapan para karyawan terhenti

__ADS_1


"selamat siang nona rara"lanjut para karyawan


ara langsung saja berjalan setelah mendengarkan para karyawan menyapa nya,tanpa memperdulikan fian yang menatap nya di belakang,begitu pula semua yang ada di sana menatap tuan nya yang di cuekin itu.


"apa tuan tidak mengikuti nya tuan?"tanya salah satu karyawan


"diam"ucap fian dingin mengikuti ara ke dalam lift khusus dirinya dan eki dan sekarang untuk ara juga.


"apa udah gak sesak ara"tanya fian perhatian melihat ara.


"masih,sedikit"jawab ara singkat,dan itu membuat fian khawatir lagi


"astaga ara,kenapa kau gak bilang,harus nya kita masih di rumah sakit,kalo masih sesak ara,ayo kerumah sakit lagi"ucap fian khawatir kearah ara,dan itu menurut ara berlebihan.


"apaan sih ian,jangan berlebihan kaya gitu kali"ucap ara


ting' lift terbuka,fian dan ara pun keluar dan masuk ke ruangan fian.


"emang tadi ara kenapa gitu ian"tanya ara setelah duduk di sopa di ruangan di ikuti fian.


"alergi"jawab fian singkat


"tapi tadi gak makan udang,dan gak ada makanan udang kan"ucap ara menatap fian


"mana mungkin ian memberikan makanan yang membahayakan ara kan"ucap ara lagi,dia juga ingat ketika dia kecil,ian bahkan melarangnya makan udang,dia aja gak tau kalo dia alergi udang waktu itu.


"udah jangan di pikirkan kan ara,ara lapar?"tanya fian ketika melihat jam di tangan nya sebentar lagi menunjukan jam makan siang.


"eh mana tas ara"ucap ara baru ingat


"tuh"jawab fian menunjuk tas di atas meja kerja fian dengan dagu nya.arapun langsung mengambil nya dan kembali lagi ke hadapan fian.


"ayo makan"ajak ara tiba tiba


"ayo"jawab fian tersenyum dan menarik tangan ara sampai keluar kantor


"eki mana?"tanya ara ketika kedua nya sudah di dalam mobil


"dia sedang mengerjakan tugasnya"jawab fian sambil menancap kan gas mobil nya dengan kecepatan sedang.


.


.


.


bersambung 🍁

__ADS_1


__ADS_2