Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 16


__ADS_3

Aska menghampiri Hanin,dia meminta ijin terlebih dahulu pada Mama nya Hanin terlebih dahulu. Setelah dipersilahkan barulah Aska mendekati Hanin.


''Hanin,akhir nya kamu sudah sadar.''Aku dan teman-teman sangat khawatir,besok mereka akan datang untuk menjenguk mu lagi.Sekarnag aku pamit ya kamu istirahat lah,semoga lekas sembuh.


''Terimakasih Aska,sampaikan terimakasih ku untuk mereka juga..!'' Aska tersenyum dan mengangguk.


Setelah berpamitan dengan Mama Hanin dan juga Bagas Aska segera pulang.Dia melajukan motor nya dengan sangat kencang,di benak nya dia marah karena ada yang mencelakai Ayu.Sesampai nya di rumah Aska tidak bertemu Mama nya,dia bersyukur tidak mendapat banyak pertanyaan tentunya.


Sebelum tidur Aska masih saja kepikiran dengan Hanin,dia harus bisa mendapatkan bukti dan mencari tau siapa dalang sebenar nya dari semua ini.


''Aku harus cek Cctv-nya,semoga saja dapat gambar yang di tangga.''


Aska berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya,dia mempunyai misi yang harus diselesaikan.Tidak susah untuk Aska melihat Cctv di sekolah, semua mudah untuk nya.


Ketika Aska melihat nya,dia merasa memang ada yang janggal di sana.Mereka seperti sengaja berdesakan dan salah satu diantara nya mendorong Hanin.Aska mengenal siapa mereka,dia juga tahu dalang dibalik semua ini tanpa dia harus mencari tahu.


Aska kembali kedalam kelas setelah berhasil mengcopy vido itu,dia harus memberitahu pada teman-teman nya agar mereka bisa membantu nya.


Setibanya dikelas semua teman nya sudah berada di sana, Aska membisikan sesuatu pada Niko,dia juga memperlihatkan Vido itu.


Sementara memang Niko yang tahu,karena waktunya tidak tepat jika harus membicarakan nya didalam kelas.


Dikelas Gisel tersenyum bahagia,tidak ada Hanin yang menghalangi pandangan nya.Gisel selalu menatap Aska dengan senyum kemenangan,karena tidak ada lagi yang menjadi saingan nya.


Berbeda dengan Gisel,Aska justru sinis melihat nya.


Dai menatap tajam Gisel dan semakin lama semakin menakutkan.Gisel sampai tertunduk tak berani lagi menatap Aska.


''Sial,mengapa Aska menatap ku seperti itu apa dia mencurigai ku..?''Gisel menjadi Gelisah.


Saat istirahat Aska menunjukan vidio itu pada teman-teman nya,merek apun sangat terkejut melihat nya.Dari vidio itu sangat terlihat jelas jika kejadian itu memang disengaja.


''Apa yang harus kita lakukan untuk mengungkap kasus ini Aska..?'' Zahra bertanya.


''Sedang aku pikirkan Ra..'' Jawab Aska.


''Apa kita serahkan bukti ini pada kepala sekolah saja.?'' El memberi saran.


''Jangan dulu,''kita harus menghajar mereka terlebih dahulu,setelah kita puas barulah serahkan ke pihak sekolah.


Boby memberi ide,Aska pun menanggapi dengan senyum yang penuh arti.

__ADS_1


''Ide mu bagus juga Bob..'' kata teman-teman nya.


''Besok baru kita mulai semua nya,''nanti kita bicara dengan Hanin soal ini.Dia kan korban nya biar Hanin yang memutuskan,hukuman apa yang harus kita berikan untuk mereka.


Mendengar saran dari Niko Aska pun menuruti nya,karena dia tidak ingin egois dengan pemikiran nya sendiri.


Gisel menemui Faro,karena dia sangat senang,Faro berhasil melukai Hanin.


''Faro bagus juga kerja mu,''tapi bagai mana keadaan gadis menyebalkan itu.kalau dia hanya sakit sementara ya percuma saja,kenapa tidka kau h*bisi saja dia..?


''Kamu jangan memaksaku,'' untuk melakukan hal yang lebih kejam Gisel,pikirkan resikonya.Jika terjadi sesuatu yang fatal dengan nya,bukan hanya aku tetapi kamu juga akan masuk kedalam penjara.


Kalau kamu ingin menjadi psikopat,lakukan saja sendiri tidak usah menyuruh ku.


''Kamu tidak bisa bermain cantik Faro..!'' Gisel menyalahkan Faro


''Apa kamu mampu..?'' Faro menantang Gisel.


''Jangan menyuruhku seperti kacung mengerti,'' berikan sala hak mu nanti malam.Jika kamu berbohong tamatlah riwayatmu di sekolah bahkan didepan Aska.


''Oke nanti malam aku akan menemui mu.!'' Jawab Gisel.


Sepulang sekolah Aska dan teman-teman datang menjenguk Hanin,di sana hanya ada Mama Hanin karena Bahas sibuk kuliah.Hani jiga terlihat lebih segar,walaupun masih dalam keadaan yang lemah.


''Hanin bagaimana keadaan mu baby.?'' Zahra dan El


sangat antusias melihat Hanin sudah sadar.


''Sudah lebih baik..'' Jawab Hanin.


Aska hanya menatap Hanin,dia tidak banyak bicara karena keadaan nya ramai dia juga tidak menunjukan rasa sedih nya dihadapan teman-teman nya.Karena Hanin pasti tidak akan suka jika melihat nya seperti itu,jadi dia harus bersikap sebagaimana semestinya seorang teman bukanlah pacar.


Mama Hanin pun ikut senang,melihat anak nya memiliki teman yang sayang dan peduli dengan Hanin.Semakin banyak yang menyayangi Hanin, semakin banyak juga yang akan menjaga nya.


Di kamar nya Aska termenung,biasanya dia akan mengirim pesan untuk Hanin.Bercanda dan menggoda Hanin,Aska merasa ada yang kurang dalam dirinya.Ingin rasanya menghubungi Hanin tetapi itu tidak lah mungkin,Hanin harus Istirahat dia juga pasti ditemani Mama nya tidak mungkin Aska menghubungi nya.


''Hanin,apakah kamu memikirkan aku seperti aku yang sellau memikirkan mu.?'' Saat Aska sedang memikirkan Hanin,ponsel nya berbunyi.


''Malam Aska..'' Hanin menyapa.


''Malam Gadis bunga..'' Jawab Aska dengan hati yang berbunga,karena Hanin mendengar rindu hatinya.

__ADS_1


''Terimakasih panggilan sayang nya.'' Kata Hanin.


''Aku rindu kamu Hanin..''Aska semakin bucin saja.


''Sama aku juga rindu kamu..''Balas Hanin.


Mereka pun saling berbalas pesan sampai Hanin tertidur,karena obat nya bekerja dengan baik.


''Selamat tidur hadis bungaku...''Aska mengirim pesan terakhir sebelum dirinya pun tertidur.


Aska dan Niko sudah tau harus melakukan apa, ketika istirahat Zahra memancing ketiga pria yang bersinggungan langsung dengan Hanin.Mereka dibawa Zahra ke belakang gudang sekolah,di sana sudah ada Niko,Azka dan Boby.


''Zahra mengapa ada mereka,kamu bilang kita akan bersenang-senang dengan gadis lain di sini..?'' Salah satu dari ketiga pria itu bertanya.


''Sudah lah kalian tidak usah banyak bertanya,mau rokok atau jajan tuh ambil saja.'' Perintah Zahra.


Aska berjalan mendekat kearah mereka,sebenar nya mereka terlihat ketakutan.Tetapi Aska tidak peduli dengan itu,dia harus bisa mendapatkan apa yang dia mau.


''Kalian lihat Vidio ini dengan jelas..!'' Aska membentak.


Mereka pun melihat Vidio yang ada di ponsel Aska,


wajah mereka seketika menciut,karena perbuatan nya kemarin,di ketahui oleh mantan ketua OSIS di sekolah nya.


''Katakan siapa yang menyuruh kalian melakukan nya..!'' Aska berkata dengan pelan tetapi tatapan nya sangat lah tajam.


Mereka diam tidak ada yang berbicara sedikitpun, sehingga membuat Aska semakin marah.


''Katakan..!''jika tidak Vidio ini akan sampai ke tangan Kepsek,atau akan ku c*k*k leher kalian satu persatu.


Menciut Lah nyali mereka,Aska terkenal sebagai atlet taekwondo di sekolah nya.Apa tidka beneran patah itu l*her mereka nanti nya.


''Jangan Aska,aku akan jujur siapa yang menyuruh kami melakukan nya.'' Aska tersenyum sinis.


''Katakan cepat..!'' kata Niko.


''Faro,ini semua perintah Faro...''Jawab mereka.


''Sudah ku duga..'' Ucap Aska.


''Kalau kalian berani berulah lagi akan kup*tahkan juga kedua kakimu itu,pergi...!'' Mereka terbirit-birit berlari karena ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2