Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 59


__ADS_3

Selama masa berkabung Papi memberikan kelonggaran pada Aska, dia boleh libur selama sepuluh hari dan tidak boleh lebih dari itu.


''Aska kamu boleh bersedih dan berduka,''Papi paham apa yang kamu rasakan. Papi memberikan kamu waktu sepuluh hari untuk menenangkan diri, untuk meratapi kesedihan mu.Papi tidak melarang walau kamu ingin menangis setiap saat, tetapi cukup hanya sampai sepuluh hari saja.


''Tapi Pi.. ''ucap Aska.


''Apalagi..?''orang berkabung itu sampai tujuh hari dan Papi memberikan kamu waktu lebih dari itu.Ingat Aska setelah sepuluh hari kamu harus bangkit kembali,hidup terus berjalan kamu tidak boleh lemah sedikit pun.Lihat lah Zahra dia itu wanita yang kuat, kamu harus belajar dari dia yang ditinggal Papa nya di usia yang masih muda.


Aska melihat Zahra yang memang sedang berada di rumah nya.


''Aska kamu harus selalu kuat ya,luka kehilangan memang tidak semudah itu akan hilang tetapi hanya waktu lah yang mampu menghapus semua nya. Tetaplah hidup dengan baik, masih ada hari esok yang harus di jalani.''Zahra memberikan nasehat nya untuk Aska.Di sana ada Niko Elea dan johan yang selalu support Aska.


''Aku akan berusaha.. ''Aska berlalu dan masuk kedalam kamar nya. Ko


''Aska.. ''Zahra ingin mengejar.


''Biarkan Ra, biarkan saja sendiri dia buruk waktu untuk menenangkan diri.''kata El.


Mami Aska benar-benar sedih melihat putra nya,dia sama sekali tidak memiliki semangat hidup Aska menjadi pendiam dan susah di ajak bicara.

__ADS_1


Di dalam kamar nya Aska melihat buku diary Hanin yang dia ambil secara diam-diam.Perlahan jemari nya membuka satu persatu halaman demi halaman, mencari tanggal awal dimana Hanin menulis agar Aska mengetahui apa saja isi hati Hanin saat itu.


Lembar demi lembar telah Aska baca,Hanin menuliskan bahwa ia menyukai tempat tinggal baru nya yang asri dan damai.Mata Aska berlinang saat dia tahu bahwa sebenar nya Hanin pun terluka ketika jauh dari nya.


"Diary,,, aku sedih harus menjauhi Aska.Hati ku sakit sekali, dia pasti juga sama dengan ku,tetapi aku tidak mau dia menjadi susah karena ku.Aska itu seperti malaikat hidup yang ada di samping ku, mana ada laki-laki yang tulus mencintaiku seperti dia,mencintai gadis penyakitan yang sebentar lagi pasti akan mati.Biarlah aku jauh dan menahan sakit ini,agar Aska bisa menemukan kehidupan dan cinta yang baru di sana.


Aska menangis,dia duduk di lantai bersandar pada sofa kamar nya, menahan kepedihan yang sedang dia rasakan.


''Hanin, aku akan mencintai mu sampai seumur hidup ku.Rasa ini sudah membekas di hati,kamu pergi begitu saja tanpa kata sedikit pun pada ku aku mencintaimu Hanin, mencintaimu.''Aska menangis dengan sesenggukan, meratapi kepergian Hanin yang begitu membuat luka di hati nya.


Walau dalam keadaan getir, Aska tetap membaca semua buku diary itu,tak terlewatkan sedikit pun.


" *Diary,, aku merindukan Aska, Lihat lah foto-foto ini..! Aska begitu tampan, ada teman-teman ku juga, aku juga merindukan mereka."


''Aku merindukan mu Hanin, aku selalu Merindukan mu.''Aska menjawab apa yang Hanin di tuliskan di buku nya


"Diary hari ini Aska ulang tahun, pasti dia sedang merayakan hari jadi nya bersama teman-teman.Aska happy birthday, semoga kamu selalu sehat dan bahagia.Tuhan aku tidak meminta apapun,berikan lah kebahagiaan untuk Aska,aku sudah merusak kebahagian nya jangan lagi berikan dia kesedihan.. amin."


"Terimakasih sayang kamu selalu ingat dengan ku walaupun kamu berada jauh dari ku." Aska memeluk foto Hanin.

__ADS_1


Masih banyak lagi yang Hanin tuliskan,Aska membaca sampai habis dengan di iringi air mata.


Tidak mudah bagi Aska menjalani hari-hari nya,dalam setiap hembusan nafas nya ada Hanin yang selalu terbayang dalam ingatan nya.Setiap Aska ingin tidur bayangan Hanin seolah hadir di hadapan nya yang membuat Aska semakin susah untuk melupakan.


Waktu sepuluh hari yang di berikan Papi nya sudah berakhir,sekarang saat nya Aska harus kembali di kehidupan yang sesungguhnya nya.Menjalani kuliah seperti sedia kala dan bekerja di perusahaan Papi nya.


"Aska mulai hari ini Papi tidak mau melihat mu bersedih, jika memang kamu masih bersedih ya silahkan tetapi Papi tidak mau masalah pribadi mu mengganggu kinerja mu di perusahaan.''


''Baik Pi. ''Jawab Aska.


Aska menjalani pekerjaan nya dengan tenang,justru ia semakin bersemangat sebab kesibukan membuat kesedihan nya teralihkan pikiran nya tidak selalu memikirkan Hanin dan Hanin.Walau terkadang ia masih melamun tetapi itu di anggap wajar okeh Papi nya.


Setelah lama libur kini saat nya Aska kembali ke kampus nya,menjalani kesibukan nya sebagai mahasiswa.


''HAlo bro bagaimana kabar mu.. ?''Johan menyambut kedatangan Aska.


''Hai Aska.. ''ucap Diandra yang berada di tempat yang sama.


''Hai.. ''Jawab Aska singkat.

__ADS_1


Karena memang Diandra juga dengan Johan jadi dia pasti akan sering bertemu dengan Aska.Tapi Aska yang berbeda dengan Aska yang dahulu, saat ini dia cenderung lebih pendiam dan tak banyak bicara walau bersama teman-teman terdekat nya.


Johan paham dengan sikap Aska yang jauh berbeda dari sebelum nya. Johan dan Diandra juga ikut ke pemakaman Hanin saat itu, tetapi mereka tidak dapat berinteraksi dengan Aska karena masih berkabung.


__ADS_2