
Karena hari sudah gelap Selfi pun pamit untuk pulang,Mama Hanin pun semakin dekat dengan Mami nya Aska secara mereka sangat nyambung ketika bicara dan bercanda.
Saat sampai di rumah,Aska melihat Mami nya membawa bunga bunga yang indah,Aska tau itu pasti bunga dari toko Hanin.Dengan melihat nya saja Aska paham karena semua bunga yang di bawa adalah bunga favorit Hanin.
''Aska,coba tebak Mama baru bertemu dengan siapa.?'' Mami Aska ingin memberi kejutan.
''Ma,melihat semua bunga yang Mama bawa Aska sudah tau.''Jawab Aska.
''Yah gak suprise dong kalu begini,''Aska pergi ke kamar meninggalkan Mami nya.
''Anak resek,Mami nya bicara kok malah pergi'' Mami Aska ngomel sendiri.
Di kamar nya Aska menghubungi Hanin,dia tidak bisa lama lama diam tak bicara dengan pacar nya, walaupun dia harus menelan kekecewaan jika memang Hanin tidak merespon nya.
Ponsel Hanin berdering......
Tetapi,Hanin sedang makan malam bersama keluarga nya.
''Masih saja tidak merespon panggilan ku..'' Aska mengeluh.
Aska mengulangi panggilan nya berkali kali,tetapi tetap saja Hasil nya sama..mengecewakan.
''Apa dia masih belum mau bicara dengan ku,atau Hanin sudah memiliki pria lain yang membuat nya lebih nyaman,kamu benar benar membuat ku gila Hanin.''
Sampai malam Hanin tidak membuka ponsel nya sama sekali,hal itu membuat Aska semakin kesal.
saat terbangun tengah malam Hanin baru menyadari jika dia sama sekali tidak membuka ponsel nya sejak sore.
Aska menghubungi ku banyak sekali,pasti dia semakin marah karena aku tidak merespon nya.Aduh..kenapa bisa sampai lupa tidak membuka ponsel dari tadi.
''Aska maaf aku tidak membuka ponsel,karena ketiduran.''Hanin mengirimkan pesan pada Aska.
Hanin kembali tidur setelah mengirimkan pesan pada Aska.
Tak lama Aska menghubungi nya,mungkin Aska memang belum tertidur saat itu.Hanin pun terkejut mendengar ponsel nya berdering apalagi ia baru saja terlelap kembali.
''Haloo..''Ucap Hanin.
__ADS_1
''Kamu jahat Hanin..''Hanin membulatkan mata nya yang sedang terpejam.
''As,mengapa berkata seperti itu..?''Ucap Hanin.
''Kamu menghilang tanpa kabar dan kamu datang tanpa bicara apapun pada ku,apalagi memberi penjelasan.Apa kanu tidak tahu betapa khawatir nya diriku memikirkan keadaan mu,tetapi kamu hanya menganggap semua ini seperti permainan tanpa memikirkan perasaan orang.'' Aska mengutarakan kekesalan nya pada Hanin.
''Maaf Aska,aku tidak bermaksud...''Ucapan Hanin dibantah oleh Aska.
''Maksud Apa..?apa memberi kabar dengan ku suatu kesalahan,apa menyapaku di sekolah kamu merasa rugi..?'' Aska terus saja bicara.
Setelah Aska berhenti bicara Hanin pun masih diam,seketika keheningan tercipta di antara kedua nya.Aska diam memendam kekesalannya,suara Hanin tertahan dengan rasa bersalah yang telah ia lakukan.
''Maaf..'' Hanin bicara.
''Sungguh aku tidak marah dengan mu As,aku pikir setelah ku berikan kabar beberapa waktu lalu kamu akan mengerti jika aku baik baik saja.Justru di sekolah aku merasa kamu marah dengan ku,jadi aku tidak berani menyapa mu.'' Hanin menjelaskan.
''Kabar beberapa waktu lalu kamu pikir itu cukup, seorang teman saja setiap saat menghubungi teman nya dengan suka hati,tetapi sebagai pacar aku tidak bisa menghubungi mu,apa aku sudah tidak dibutuhkan lagi oleh mu,apa perasaan mu telah berubah untukku.?'' Aska mengutarakan semua rasa sesak di dada nya.
Hanin menitihkan air mata mendengar keluhan Aska terhadap dirinya, ia tak mamou lagi berucap karena berasa sangat bersalah.
''Mungkin lebih baik kita instrospeksi diri masing masing saat ini Hani.!''Aska kembali berkata.
''Kamu ma.pu tanpa diriku bukan..?selama ini tak pernah ada arti nya saya bagi mu''Aska bicara dengan formal..seperti bicara dengan orang lain.
Aska..''itu tidak benar'' Hanin membantah semua ucapan Aska.
''Semua itu benar Hanin,mulai saat ini kita break saja dulu,saling instrospeksi diri dan memahami hati masing masing'' Hanin meneteskan air mata nya mendengar ucapan Aska.
''Tidak Aska,tidak perlu sampai seperti itu aku minta maaf sayang..'' Hanin berusaha meyakinkan Aska.
''Maaf Hanin,keputusan ku tetap sama selamat malam..'' Aska mematikan ponsel nya.
Hanin menangis tengah malam di kamar nya sendirian,dia menahan kepedihan di hati nya karena keputusan Aska.Niat hati menyembunyikan keadaan nya yang tidak baik justru berimbas pada hubungan cintanya.
"Diary..aku sangat sedih saat ini Aska minta putus dariku,walaupun aku menolak nya tetapi dia tetap saja tidak mau dengar,mengapa Aska tega sekali dengan ku.Diary apakah kamu tahu dia lah lelaki yang mampu menggetarkan hatiku,dengan nya aku merasa berarti dengan pula aku merasa di cintai dan di hargai,tetapi sekarang semua hilang bersama hancur nya perasaan ini.''
"Aska,,kamu adalah alasan aku kuat menjalani sisa hidup ku yang tak berarti ini,kamu lah orang yang mampu membangkitkan semangat ku yang setiap hari kian runtuh bersama sakit yang kuderita.Aska,,
__ADS_1
di cintai olehmu,di miliki kamu merupakan anugerah terbesar dalam hidup ku,bagaimana aku bisa me jalani sekolah ku dengan hubungan kita yang sudah hancur ini,bagai mana bisa aku bertemu dengan mu setiap hari dengan perasaan yang sekarang,Aska kamu tetaplah pemilik hati yang rapuh ini,kamu tetaplah penjaga hatiku yanng selalu kucintai,I love you Aska."
Hanin tertidur memeluk buku diary nya itu,dia bangun dengan mata yang sembab,dengan perasaan nya yang hancur dia tetap semangat dan bangkit untuk sekolah.Walaupun hati nya harus sakit bertemu Aska dengan status yang berbeda, tetapi dia harus tetap semangat melanjutkan hidup nya.
''Semangat Hanin,kamu harus tetap kuat walau tanpa Aska,yakinlah semua akan baik baik saja.''
Sampai di sekolah Hanin melihat Aska masuk bersama Boby,dia tampak Acuh dan enggan menatap Hanin walau sedetik pun.
''Menatap aku satu detik saja,Aska sudah tidak mau''
walaupun saling diam tetapi mereka masih tetap konsisten dengan teman yang sama,mereka masih tetap ke kantin dan makan bareng.Hanin dan Aska masih tetap ngobrol jika di hadapan teman teman nya,bersikap seolah tidak terjadi apa apa.
''Hanin,Aska bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita main ke rumah Zahra,biar rumah nya ramai dan Zahra tidak sedih di rumah.'' Elea mengajak mereka main.
''Boleh..'' Jawab Aska.
''Jadi cuma mereka saja Gw enggak nih..'' kata Boby meledek Elea.
''Ya lu juga Bob..''Kata Elea.
Pulang sekolah mereka main ke rumah Zahra, di sana seperti biasa mereka bercanda dan bergurau. Orang tua Zahra pun senang melihat anak nya terhibur,biasanya jika tidak ada teman teman nya datang dia pasti murung dan mengurung diri.
''Kita makan besar nih..'' Mereka bersorak senang karena bibi di rumah Zahra membuat banyak makanan untuk mereka.
Keseruan pun tercipta ketika mereka bermain tebak tebakan,kalau kalah harus makan bakso pakai cabai.
''Hanin,malam apa yang sangat mengerikan..?''Boby memberikan pertanyaan.
Hanin berpikir sejenak,karena memnag Hanin tidak banyak bergaul sebelum nya,jadi ia bingung harus jawab apa.
''Malam Jum'at kliwon..'' Jawab Hanin.
''Haaaa salah,,jawaban nya maklam pir..''Kata Boby sambil tertawa.
Semua tertawa karena Hanin salah menjawab.
Ayo Hanin kamu harus makan 1butir bakso goreng, dengan 1cabai rawit.
__ADS_1
Hanin melotot,mungkin bagi sebagian orang itu hal yang wajar tetapi tidak bagi Hanin dia makan 1 cabai saja menghabiskan tiga gorengan yang besar.