
Saat itu sore hari Aska tertidur di pangkuan Mami nya,dia bermimpi dan mimpi nya itu sangat buruk sampai ia berteriak mengagetkan yang ada di sana.
Tidak Hanin,tidak tidak......!
Hanin,hani,hanin........!
''Aska,Aska bagun nak....!''Mami Aska menepuk pipi nya dengan lembut.
''Mi,Hanin Mi...''Aska begitu panik.
''Hanin kenapa..?''Mami nya pun ikut panik.
''Aska mimpi Mi,Hanin...''Aska memeluk Mami nya,seperti orang yang sedang ketakutan.Dengan telaten Mami Aska menyeka keringat dingin anak nya yang terus mengalir.
Mama Hanin menghampiri Aska,dia merasa tidak tega melihat menantu nya.
''Aska tenangkan dirimu..!''kata Mama.
''Ia Ma..''
Satu hari berselang Zahra dan Boby kembali ke kota dimana mereka tinggal,sebab pekerjaan dan kuliah mere tidak bisa lagi di tinggal.Mami Aska Aska pun tidka bisa menahan dirinya lebih lama lagi,sebab tugas sebagai istri sudah menanti nya.
''Aska Mami akan kembali besok,Papi mu sudah meminta Mami untuk pulang.Mami harap kamu bisa lebih bersabar dan kuat untuk Hanin.''Mami memeluk Aska untuk menenangkan putra nya.
''Iya Mi Aska mengerti,terimakasih sudah menemaniku di sini,terimakasih untuk pengertian Mami.''
Dokter datang membuat keluarga yang ada di sana segera berkumpul untuk mengetahui kondisi Hanin.Melihat wajah dokter yang tampak tenang dan ramah,membuat mereka tidak dapat memprediksi keadaan yang sebenarnya.
__ADS_1
''Dokter bagaiman keadaan anak saya..''pertanyaan Papa Hanin mewakili merela semua.
''Jadi begini Pak,saat ini kondisi pasien masih sangat lemah,detak jantung nya dalam setiap menit nya pun semakin melemah.Kami sudah berusaha untuk menstabilkan nya, tetapi tidak ada reaksi.Kami dari team dokter ingin menyampaikan kemungkinan terburuk nya,bahwa kemungkinan untuk sembuh sangat lah kecil.''mendengar ucapan dokter Aska meradang.
Dokter apa guna nya anda merawat nya jika hasil nya seperti ini,apa saja yang anda lakukan mengapa tidka bis menyembuhkan nya.Sembuhkan Hanin dokter sembuhkan..!''Aska histeris sampai mendorong tubuh dokter itu.
''Aska sabar jangan seperti ini..!''Mami Aska menenangkan nya.
''Maaf Dok,atas tindakan anak saya yang tidak sopan pada anda..''Mami merasa malu dengan tindakan Aska.
''Tidak apa bu saya mengerti.''kata Dokter.
Aska begitu lemah pandangan mata nya mulai buyar,dia hanya diam seolah jiwanya tak mampu menerima itu semua.Dia tidak siap jika memang harus kehilangan Hanin secepat itu.Seluruh keluarga sangat sedih,walau setiap Hanin di ambang kematian mereka selalu berusaha ikhlas dan berbesar hati tetap saja jika di hadapkan dalam situasi seperti itu hati mereka pasti berkecambuk.
Waktu yang terus berjalan menjadi bom untuk keluarga,sebab nyawa Hanin bisa saja melayang di setiap detik berikut nya.mereka hanya mampu saling menguat kan dan saling berpegangan erat untuk menerima kenyataan terburuk nya.
''Haning tolong bertahan,ya tuhan tolong berikan kesembuhan untuk istriku.Sebagai manusia yang hina ku mohon dengarkan doa hamba yang hanya mampu meminta padamu.Jangan biarkan Hanin pergi,berikan lah kami waktu lebih lama untuk bersama,Tuhan ku mohon....''Aska berdoa hanya dia yang masih duduk bersimpuh di tempat ibadah,Aska menangis berserah untuk mendoakan Hanin.
Kenapa,kenapa takdir seolah mempermainkan ku.Takdir mempertemukan kita,menyatukan kita lalu memisahkan kita dalam waktu yang sangat lama,lalu ia mempertemukan kita kembali memberikan kebahagiaan yang begitu singkat. Sekarang takdir juga mempermainkan ku lagi,dia ingin mengambil mu Hanin.Mengapa aku selalu dipermainkan oleh takdir mengapa..?''dalam diam nya hati Aska berperang dengan batin nya,seakan dia ingin marah dengan keadaan hidup yang seakan mempermainkan nya.
Tiba-tiba ada seorang bapak yang sedang berdoa dan menangis,dia memohon untuk kesembuhan anak nya.Tetapi yang membuat Aska terkejut dan terenyuh saat bapak itu berucap dalam doa nya,beliau berkata..
Tuhan jika kamu ingin mengambil kembali anak hamba yang engkau titipkan hamba ikhlas,jika yang terbaik dia harus kembali padamu hamba ikhlas. Berikan lah kekuatan dan kesabaran yang lebih besar lagi untuk hamba agar mampu menerima semua keputusan mu.
Aska mendekati orang tersebut dia bertanya,apa yang sedang ada dalam pikiran nya.
''Maaf pak saya ingin bertanya..''ucap Aska.
__ADS_1
''Apa yang ingin kamu tanyakan anak muda.''kata bapak itu.
''Mengapa bapak merelakan anak bapak yang begitu bapak sayangi untuk pergi,apa bapak rela berpisah dengan nya dan tidak akan pernah bertemu lagi.''begitulah yang Aska tanyakan.
''Nak siapakah namamu..?''
''Aska pak.''
''Aska,anak itu titipan tuhan yang wajib kita besarkan dan kita sayangi.Tetapi tuhan lebih berhak atas diri nya,sebagai manusia kita hanya mampu berserah, berdoa dan menerima semua kehendak nya.Anak bapak sudah sakit lima tahun terakhir,keadaan nya sudah sangat mengkhawatirkan.kasian jika dia harus merasakan sakit lebih lama lagi,sudah cukup selama ini dia menderita.Jadi bapak harus rela dan ikhlas jika memang dia harus pergi,walaupun saya tidak akan pernah siap jika dia harus pergi.
Karena tidak akan ada orang yang siap,jika harus kehilangan orang yang di sayangi apalagi anak''
''Terimakasih Pak,''ucapan bapak membuat hati saya lebih tenang
Aska kembali menuju ruang perawatan Hanin,dalam setiap langkah nya dia selalu memikirkan ucapan bapak yang ia temui.
''Aku belum bisa ikhlas Hanin,aku belum bisa menerima dan aku belum siap jika kamu harus pergi.''
Ketika Aska kembali semua sudah panik,membuat Aska bingung dengan keadaan di sana.
''Mi ada apa,mengapa Mami gelisah.?''
''Ma,ada apa ini..?''
''Aska dokter sedang menangani Hanin,''dokter bilang Hanin kejang,bisa saja dia tidak akan selamat.
''Tidak Mi,tidak mungkin..''Aska berlari mendekati pintu,dia memaksa untuk masuk tetapi dihalangi oleh Bagas.
__ADS_1
''Aska kamu jangan bodoh,Hanin sedang berjuang di dalam sana jangan membuat kekacauan.!''Bagas mencegah.
Aska meninju tembok rumah sakit yang kokoh,tak peduli dengan rasa nyeri dan lebam di punggung tangan nya.Hanya itu lah yang dapat ia lakukan untuk meredam sakit di hati nya.