Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 50.


__ADS_3

Keseruan demi keseruan selalu tercipta,kebahagian begitu terpancar pada diri mereka masing-masing, ke esok kan hari nya mereka menikmati liburan bersama di pantai,berbelanja dan mencicipi berbagai kuliner.


Mama Hanin dan Mami Bagas mereka enjoy berdua, tidak mengganggu keseruan anak-anak mereka.


''Kalian tahu gak sih,aku sudah lama sekali merindukan momen seperti ini,berkumpul,bercanda bersama kalian dan baru sekarang kita lengkap berenam.''mata Zahra memerah menahan air mata keharuan nya.


''Sama Ra,momen ini yang selalu ku harapkan apalagi sekarang kita sellau sibuk dengan kegiatan masing-masing.''ungkap El.


''Cewek-cewek pasti selalu melow bawaan nya,sudah lah sekarang waktu nya happy jangan bawa bawang.''Boby melarang mereka menangis


''Aku benar-benar salut dengan kalian,aku pikir persahabatan yang terjalin dulu hanya ada di saat sekolah,tetapi aku salah kalian masih memegang komitmen kita dulu untuk selalu bersama di saat senang ataupun susah sungguh mengharukan..''Hanin mengungkapkan rasa keharuan nya.


''Kita harus selalu bersama apapun yang terjadi.''ucap Elea yang memeluk Hanin dan di ikuti yang lain mereka berpelukan seperti anak kecil yang sedang bermain.


Seperti biasa mereka pasti menghabiskan waktu bersama menikmati setiap momen yang dilewati bersama.Dibalik kebersamaan mereka Aska selalu menyediakan waktu untuk berdua bersama Hanin,ia tidak bisa untuk tidak menggoda Hanin dan membuat nya tersenyum.


Kebersamaan mereka menjadi momen yang begitu mengharukan,apalagi keluarga Hanin mereka begitu senang melihat Hanin kembali ceria dan bersemangat untuk hidup.


Waktu tiga hari dua malam yang begitu singkat, tentunya sangat cepat untuk di lalui.Sampailah pada waktu yang mereka tidak suka yaitu berpisah,ya mereka memang harus berpisah banyak kesibukan yang harus di lakukan pekerjaan,kuliah dan berbagai kegiatan lain nya.


Aska menatap Hanin dengan penuh kasih sayang,di atas balkon rumah mereka duduk berdua,karena sebentar lagi Aska akan pulang mereka pasti menginginkan waktu untuk berdua.


''Hanin,pesan ku akan selalu sama untuk mu.Jaga kesehatan mu dan jaga dirimu baik-baik.kamu pasti sembuh yakin lah,kita akan melewati ini semua bersama,aku pasti akan selalu di menemani mu. ''Aska selalu memberikan kekuatan pada Hanin.


''Iya As,aku pasti akan selalu berjuang terutama untuk kamu.''


Aska membawa Hanin dalam pelukan nya, mendekap penuh kasih sayang meredam hati yang tengah bergejolak.


Sampai pada waktu nya untuk berpisah,melepas Aska dan sahabat nya membuat hati Hanin teriris,rasa nya ingin pergi bersama mereka tetapi itu tidak mungkin seba tempat pengobatan Hanin ada di sana.Jarak yang jauh juga menjadi kendala,sebab itu lah Aska rela datang tiap akhir pekan untuk menemui nya.

__ADS_1


Hanin melambaikan tangan saat mobil keluar dari parkiran rumah nya,air mata selalu menemani. Ponsel nya akan selalu dalam genggaman,baru saja mobil berjalan keluar notifikasi pesan dari Aska sudah memenuhi layar ponsel nya.


"Sayang,jangan menangis tersenyum lah."


"Berpisah memang menyakitkan,,jarak akan menjadi kekuatan buat ku untuk selalu mencintai mu."


"Dua minggu itu waktu yang tidak lama,tetapi untuk bertemu dengan mu berasa dua tahun untuk di lalui.Tetap lah menunggu ku di sana,aku pasti akan datang,tetap lah tersenyum dan senyuman itu yang aku selalu menemani kerinduan ku calon istriku."


''Aska kamu selalu saja mempunyai cara untuk membuatku tersenyum,kamu selalu tau apa yang sedang kurasakan saat ini.Kamu selalu mengerti harus melakukan apa untuk menenangkan ku.''


"Hei tuan Aska,hati-hati lah jaga hati dan perasaan mu untuk ku,di sini ada permaisuri yang selalu menunggu."


Aska senyum-senyum membaca pesan Hanin,dia merasa yakin pasti Hanin sedang berbunga membaca pesan nya.


"Bukan kah kamu sudah memanggil polisi untuk mengunci nya,tidak akan ada yang berani membuka nya,bahkan aku pun tak mampu membuka untuk yang."


Aska memenuhi janjinya untuk datang dua kali dalam sebulan,itu benar-benar ia lakukan sesuai janji nya.Tetapi itu hanya tiga bulan saja sebab pekerjaan kantor terkadang sangat sulit untuk ia tinggal,apalagi tugas kampus dan kegiatan lain nya sebab Aska harus mengerjakan skripsi nya dan kegiatan lain.


Awal nya memang Hanin bersedih,tetapi ia mengerti bahwa Aska memiliki kesibukan untuk masa depan nya.


Di kampus Diandra selalu menjaga jarak dari Aska,semenjak ia tau bahwa hati Aska sudah ada yang mengisi.


''Di,sampai kapan kamu akan menghindar setiap bertemu Aska.?Johan bertanya.


''Aku tidak menghindar Jo,''tetapi menjaga hati agar tidak semakin dalam menyukai nya.


''Apakah cara itu berhasil ?''Johan berbisik menggoda Diandra.


''Berhasil lah..''kata Diandra dengan yakin.

__ADS_1


''Jujur saja pada Aska jika kamu menyukai nya,siap tau dia memberikan sebagian hati nya untuk mu haaaaa.''Johan bercanda.


''Gila kamu Jo,cinta itu harus diperjuangkan tetapi jika sudah memiliki cinta lain ya jangan di kejar.Jangan mematahkan hati orang untuk membahagiakan hati kita.''Diandra bicara panjang lebar.


''Wow bijaksana sekali kamu Di,tetapi tetap saja Aska harus tau jika kamu mencintai dia.''Johan memaksa.


''Tidak Jo,aku sudah tidak cinta dia lagi.''


''Jangan berbohong,!''aku akan tetap bilang pada Aska jika kamu cinta mati dengan nya.


Diandra ingin mengejar Johan yang akan berlari menggoda nya,tetapi bukan hanya langkah nya yang terhenti,langkah johan pun terhenti melihat Aska ada di hadapan mereka.Terkejut dan malu membuat Diandra gugup dan berlari pergi menghindari Aska.


''Awas kamu Jo..!''Diandra berbisik dan pergi.


Di.....!


Aska memanggil tetapi Diandra tak peduli.


''Aduh malu sekali,bagaimana jika Aska sampai mendengar semua nya.Pasti Johan sengaja memancingku,dia pasti sudah tau ada Aska di sana awas saja kamu Jo.''Diandra kesal.


''Jo,apa semua yang kalian bicarakan itu benar?''Aska menanyakan.


''Benar As,apa kamu tidak melihat dan menyadari nya.Diandra sudah lama menyukai mu,bahkan dari sejak awal kalian dekat.''Johan menjelaskan.


''Aku berpikir kedekatan kami murni berteman.''kata Aska.


''Ya lah semua mata dan hatimu sudah tertutup oleh Hanin,tapi beruntung nya Diandra bijaksana untuk berhenti mencintaimu As.''


Aska tersenyum dia paham seperti apa Diandra,dia selalu memegang teguh komitmen nya walaupun harus bertentangan dengan hati nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2