
Hanin membawa Aska ke rumah yang ia tempati, tepat nya vila keluarga di sekitaran wisata,wajah nya tampah cerah memandangi Hanin yang ada di samping nya. Di rumah yang asri dan luas itu Hanin bersama Mama dan kakak nya Bagas.
Ma....
Ya sayang.....
Aska........!
Mama Hanin sangat terkejut melihat ada Aska di rumah nya,dia masih ingat dan tidak lupa sedikit pun wajah Aska dulu dan sekarang.
''Selamat siang tante,''apa kabar.?
''Baik Aska,kamu di sini.. ?''Mama Hanin masih tidak percaya ada Aska di sana.
''Ma Hanin bertemu Aska secara tidak sengaja,dia sedang liburan di sini... ''Hanin menjawab segala di raut wajah orang tua nya.
Mama Hanin masih tampak bingung,dia tidak tau harus bicara apa,sebab merasa tidak enak sudah pergi begitu saja membawa Hanin tanpa pamit dan kabar apa pun.
''Jadi selama ini tante dan Hanin tinggal di sini ya. ?''Aska bertanya begitu saja.
''Ia Aska..''Jawab Mama.
''Aska maaf selama ini kami...''
''Tidak apa tante,''Aska sudah tau jawaban nya.
''Kalau begitu tante masuk dulu sebentar ya..''Mama Hanin pamit masuk ke dalam rumah.
''Iya silahkan tante..''jawab Aska.
Mama Hanin masuk menemui bagas di dalam,dia ingin memberitahu jika Aska ada di rumah,Bagas pun sama dengan Mama nya,dia sangat terkejut mengetahui nya.
__ADS_1
''Bagaimana bisa Aska sampai kemari Ma..?''Bagas menanyakan rasa penasaran nya.
''Mereka tidak sengaja bertemu,''mungkin memang sudah waktu nya mereka bertemu jadi serapat mungkin kita menutupi pasti mereka akan bertemu juga.
''Mama benar mungkin memang sudah waktu nya,mari Ma kita temu Aska..''kata Bagas
Di luar rumah Aska dan Hanin duduk berdua, menikmati pemandangan yang asri,di sekitar rumah rumah Hanin banyak sekali pepohonan dan bunga bunga yang membuat rumah itu menjadi sejuk.
''Pemandangan di sini bagus ya..?''pantas saja kamu betah dan gak pernah pulang,sampai melupakan ku dan teman teman.
''Aku tidak pernah melupakan kalian,''bagaimana kabar yang lain pasti mereka sekarang tengah menikmati hari hari menjadi mahasiswa.
Aska memberikan senyum mendengar pertanyaan Hanin.
''Ya benar kami sedang sibuk kuliah,Boby dan Zahra satu kampus sementara aku dan Niko kuliah di kampus yang berbeda,sekarang Elea sudah memiliki seorang putri dia menikah dengan Niko setelah kelulusan karena Elea hamil.''
Raut wajah Hanin berubah mendengar Elea dan Niko sudah menikah.
''Apa Elea hamil saat masih sekolah..?''pasti dia sangat bingung saat itu,aku gak nyangka mereka berjodoh,pasti sekarang anak nya sangat lucu ya..?
Aska mengatakan dengan penuh penghayatan memancarkan ketulusan dari dalam hati nya.
Mata Hanin mengembun mendengar ucapan Aska, dia tau pasti Aska sangat tersiksa sama seperti diri nya.
''Maaf As,kamu pasti sangat menderita tapi aku pun sama dengan mu,betapa sakit nya harus menjauhi mu menjalani hari-hari yang berat selama ini menahan rindu dan menahan sakit .''
Hem hem.......
Bagas dan Mama datang menghentikan obrolan mereka.
''Serius sekali seperti nya..?''Mama mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
''Hai Aska,apa kabar..?''Bagas menyapa.
''Baik kak,senang bisa bertemu lagi dengan mu..'' ucap Aska.
''Aska saya ingin bicara dengan mu,apa bias. ?''Bagas meminta persetujuan Aska.
''Boleh..''Aska mengulas senyum.
Bagas membawa Aska ke taman samping untuk bicara,dia sengaja menghindari Hanin adiknya agar tidak mendengar pembicaraan nya.Suasana yang tidak baik akan mempengaruhi kesehatan nya.
''Aska saya ingin membicarakan banyak hal dengan mu.''Bagas memasukan ke dua tangan nya kedalam saku celana yang ia kenakan.
''Katakan saja Kak..!''
''Sebelum nya maaf kami pergi tanpa mengatakan apapun dangan mu,tanpa kabar dan menutup semua akses untuk mu.Bukan kami membenci dan tidak suka dengan mu,itu semua permintaan Hanin saat di rumah sakit..''Aska mengerutkan dahi nya mendengar ucapan Bagas.
''Permintaan Hanin..?bukan kah saat itu keadaan Hanin tidak baik bahkan untuk bicara saja dia tidak mampu.''Aska tidak yakin dengan ucapan Bagas.
''Memang benar keadaan Hanin saat itu memang tidak baik,tapi malam itu saat kamu kamu kembali dia mampu berkomunikasi walau tidak bicara,dia menggerakkan jari nya di layar ponsel untuk mengutarakan kemauan nya.''Bagas menjelaskan.
''Apa yang dia tulis..?''
''Hanin menuliskan tiga kalimat bawa aku pergi,'' kami paham maksud itu bahwa dia ingin kami menjauhkan nya dari mu,sebab dia tidak mau kamu bersedih terlalu lama,dia tau kamu menderita As dia juga tahu betapa hancur nya kamu melihat keadaan nya.Sehak awal memang Hanin tidak mau kamu tahu yang sebenar nya,bahwa dia sakit.Itu lah sebab nya saat itu saya mengajak mu melihat nya untuk yang terakhir di rumah sakit,karena Hanin akan kami bawa pergi.
''Mengapa harus dengan cara seperti itu..?''Aska masih tetap tenang walau batin nya bergejolak.
''Karena kami tahu kami pasti tidak akan setuju..''kata Bagas.
''Kalau kamu tahu hal itu mengapa masih di lanjutkan..?''apa kalian tahu betapa gila nya aku selama ini,setiap hari mencari Hanin kemanapun. Setiap rumah sakit aku dan teman-teman datangi untuk menanyakan keberadaan Hanin,setiap hari aku mengunjungi toko bunga berharap Hanin sudah kembali,semua sudah kulakukan tapi tidak membuahkan hasil sedikit pun.
Aska mengatakan kekecewaan nya,dia sampai meneteskan air mata nya.Semua kesedihan, kekecewaan dan segala yang mengganjal di hati nya ia katakan.
__ADS_1
''Itu yang tidak kami ingin kan As..''Seperti apa hancur nya,takut nya akan kehilangan Hanin dan kami tidak mau kamu merasakan itu.
''Tidak bisa Kak..!''Aska bicara dengan nada yang membentak sampai mengejutkan Bagas.