Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 34.


__ADS_3

''Mi Aska takut terjadi sesuatu dengan nya..'' Aska memeluk Mami nya.


''Kamu boleh taku,tetapi jangan berlebihan itu sama saja kamu berpikiran buruk terhadap tuhan kita, sebab dia lah yang berhak menentukan semua nya, berdoalah memohon pada nya agar Hanin


mendapatkan yang terbaik.'' Mami Aska mencoba untuk menenangkan putra nya


Aska pergi ke rumah sakit,padahal Mami nya meminta nya untuk pulang tetapi hatinya tidak akan tenang jika belum menemui Hanin.Menatap Hanin melalui pintu kaca membuat hati nya semakin tertusuk,dia mengingat ucapan Mami nya untuk berdoa.Langkah yang semaki lemah ia paksa menuju tempat ibadah,tak peduli seberapa jauh dan seberapa lelah ia melangkah ia tetap melanjutkan keinginan nya.


Aska berdoa dan memohon,air mata nya tampak tak terbendung ia begitu tulus dan ikhlas meminta kesembuhan untuk Hanin.Hatinya pun semakin tenang,bersama keikhlasan yang terpancar dari dalam diri nya.Setelah tenang Aska kembali menemui Hanin,di sana tidak ada siapa pun hanya ada suster jaga yang menemani Hanin.Enrah kemana keluarga Hanin saat ini,Aska tidak menemukan nya sejak ia samapi di rumah sakit.


Di sekolah susana nya cukup menegangkan,sebab Papa Hanin sangat marah mengetahui jika Gisel yang telah menjebak Hanin.Dady Gisel yang seorang pengusaha kaya dan sombong itu tak mampu berkutik,memiliki banyak uang tentunya memudahkan nya untuk melakukan apapun,tetapi itu tidak berlaku untuk keluarga Hanin.Harta orang tua nya pun banyak,usaha nya dimana mana dan sebagai seorang pekerja militer dia tidak mempan disogok apapun oleh lawan nya.


Dady Gisel yang biasa nya garang dan angkuh saat ini nyali nya menciut,sebab orang dihadapan nya bukan lah lawan nya.Segala cara damai yang sudah ia lakukan tak mampu meluluhkan orang tua Hanin,dia tetap dengan pendirian nya bahwa Gisel harus di hukum sesuai kemauan nya.


Proses nya memang sudah selesai,Gisel dikeluarkan tidak hormat dari sekolah dan mungkin saja dia tidak bisa melanjutkan di sekolah manapun .Sebab Gisel sudah di Blacklist sebagai hukuman nya oleh Papa Hanin,mungkin hanya sekolah kelas bawah lah yang mau menerima nya itu pun harus penuh perjuangan.Tidak ada hanya itu Pihak Gisel haris membayar ganti rugi yang sangat besar,untuk biaya rumah sakit Hanin sampai sembuh,inilah yang tidak di inginkan oleh orang tua Hanin.Tetapi Gisel masih enam belas tahun,itu menunjukan dia masih di bawah umur,yang membuat nya tidak bisa di hukum berat.Tetapi Gisel harus selalu lapor kekantor polisi selama beberapa bulan.


Melihat anak nya kacau dan berantakan Dady Gisel pun sedih,tetapi dia tidka mamou melakukan apapun,sebab uang nya tak mampu berkuasa.


''Gisel mengapa bisa berbuat seperti ini,''lihat apa yang sudah kamu lakukan,barusan Dady mendapat kabar jika video asusila mu sudah tersebar kemana mana,sangat memalukan sekali mau ditaruh mana muka Dady jika seperti ini,bagaimana bisa kamu berbuat hal semacam itu.Dady benar benar kecewa dengan mu..!


Plak....!


Gisel dit*mpar oleh orang tua nya,Dady nya menyeret Gisel untuk pulang.Mereka bertemu dengan orang tua Hanin di parkiran,melihat Gisel Papa Hani hanya menatap tajam seperti ingin menerkam.

__ADS_1


Tapi ada kejadian memalukan sebelum nya, sepanjang perjalanan semua teman di sekolah mencemooh Gisel didepan Dady nya,hal itu membuat Dady nya Gisel kesal dan merasa dipermalukan.


Gisel diseret dan di paksa masuk kedalam mobil, selama perjalanan pulang Gisel di maki habis habisan oleh Dady nya.Gisel hanya mampu diam dan menangis sebab jika Gisel menjawab,Dady nya akan kembali menampar nya.


''Masuk dan berdiam diri di rumah,''kamu tidak boleh pergi kemana pum kecuali ke kantor polisi ketikan melapor.Kalau kamu berani membantah Dady akan memberikan hukuman yang lebih untuk mu...!


''Sial sial...'' Gisel marah marah di kamar.


Mengapa semua jadi begini,mana aku tau Hanin penyakitan,kenapa dia tida m*ti saja sekalian membuat ku susah saja.Faro dia juga membuat ku susah,berani nya dia menyebar kan vidio ku brengs*k kamu faro.


''Aaaaaaaaaaaaa aku bisa hila hidup seperti ini, sampai kapan di kurung di dalam rumah tanpa melakukan apa apa.''


Gisel membuka sosmed nya,di sana banyak hujatan dan cacian dia begitu stres membaca nya, sanjungan dan pujian yang dulu ad aki berganti hinaan terhadap diri nya.


Semenjak Gisel di keluarkan dari sekolah dia hanya di rumah saja,sebab Dady nya menarik semua fasilitas untuk nya,hidup nya justru lebih sengsara di bandingkan dengan Faro yang bebas berkeliaran kemanapun.


Setiap hari Aska pasti mengunjungi Hanin di rumah sakit,di setiap kedatangan nya Aska selalu berharap jika Hanin sudah melewati masa kritis nya.Semakin hari keadaan Hanin semakin lemah,di tak mampu walau hanya untuk bicara.


Hari ini Aska datang bersama kedua orang tua nya,Papi nya ikut serta bersama nya.mereka bertemu dengan kedua orang tua Hanin,saling sapa dan saling mengenal.


Aska melakukan hal yang sama setiap mengunjungi Hanin,selalu berdoa dan memberi kekuatan.


''Aska..''Bagas memanggil.

__ADS_1


''Hai kak.''Aska menyapa nya juga.


''Jadi selama ini kalian berpacaran.?''Mama ku bilang Hanin menyukai mu dan kalian berhubungan secara sembunyi sembunyi.


''Benar Kak,kami memang pacaran awal nya Hanin tidak mau tapi saya berhasil meyakinkan nya,kami pun sepakat untuk tidak bicara pada siapapun.'' Aska menjelaskan.


''Saya tidak melarang kalian pacaran,''hanya saja kondisi Hanin seperti ini dan saya tidak mau jika pacar nya tau dia sakit meninggal kan Hanin di saat dia sedang bahagia di cintai.Sekarang kamu sudah tau keadaan nya bukan,saya mempersilahkan kamu pergi dari hidup nya sebab jika tiba tiba kamu yang pergi begitu saja akan menyakiti nya


''Tidak kak,apapun kondisi Hanin saya akan tetap setia di samping nya.'' Aska menegaskan akan setia pada Hanin.


''Kamu serius,apa kamu tidak alan menyesal nanti nya.?''Bagas bertanya lagi.


''Tidak Kak,walaupun jika saya tau dari awal Hanin sakit,saya akan tetap di samping nya.'' Aska tetap dengan pendirian nya.


''Terimakasih Aska,Hanin pasti senang mendengar nya orang yang di cintai nya ternyata tetap ada di saat dia lemah seperti ini.''ucap Bagas.


Bagas mengajak Aska masuk ke dalam ruang perawatan Hanin,dia bilang Hanin pasti akan senang melihat Aska datang.Ternyata benar yang di katakan oleh bagas,saat Aska masuk Hanin membuka mata nya.


''Hanin,aku datang sayang...''ucap Aska.


''Hanin,berjuanglah aku selalu berdoa untuk mu..'' Mata Hanin berkaca melihat Aska,mungkin dia terharu atau bahagia ada Aska di samping nya.


Sebelum keluar Aska mengecup pucuk kepala Hanin,air mata Aska menetes di pipi nya begitu juga dengan Hanin,saat ia merasakan pipi nya basah,dia pun ikut menangis.

__ADS_1


__ADS_2