Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 37.


__ADS_3

Aska kemudian menghubungi kontak teman Bagas yang diberi oleh Vera,dia begitu semangat untuk mencari informasi yang ingin ia dapat kan.


Semua nya sudah ia hubungi bahkan ada yang samapi bertemu,ada pula di antara yang sudah Aska kenal karena sempat menolong nya,tetapi mereka semua bilang tidak mengetahui kemana Bagas pergi.


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.


Aska berteriak kesal,dia marah pada keadaan yang tidak memihak nya.


Kenapa waktu seolah mempermainkan ku,kenapa tidak membiarkan aku bertemu dengan mu Hanin, mengapa sulit sekali mencari mu.?


Hari hari yang di jalani terasa sangat berat dan lambat,tak ada Hanin dia semakin frustasi.Aska menjadi seorang yang pendiam berbeda dengan dirinya yang dulu berbeda dengan dirinya yang dulu aktif dan selalu berprestasi.


Kesempatan terakhir Aska adalah orang tuanya sendiri,bukan kah Papi nya sangat berkuasa pasti akan mudha untuk menemukan Hanin.


''Pi,bagaiman pencarian Hanin bagaimana juga kasus kecelakaan kita waktu itu..?''Aska bertanya dengan Papi nya.


''Itu adalah rekan bisnis Papi yang kalah tender.'' tenang saja Papi sudah bereskan dia,kalau keberadaan keluarga Hanin Papi belum dapatkan nak.


''Pi masa hanya mencari tau keberadaan mereka saja tidak bisa..?''Aska mengeluh.


''Aska,Papa nya Hanin itu seorang militer,''orang yang berkuasa tidak akan mudah untuk kita menembus nya privasi nya pasti di jaga dengan baik,apalagi para anak buah nya juga pasti akan menutup nya dengan rapih.kamu harus bersabar perlu waktu yang cukup lama untuk menemukan mereka,berdoa lah semoga Hanin baik baik saja itu jauh lebih baik untuk saat ini.


Mendengar petuah yang di ucap kan Papi nya Aska hanya mengangguk,dalam hati nya ia kecewa karena kembali tak mendapat kan apapun.


Waktu terlewati silih berganti dan setiap hari nya Aska pasti akan mampir ke toko bunga untuk menanyakan Hanin,takut para karyawan ilfil terkadang Aska hanya memandang bangunan itu dari luar,tidak ada yang berubah toko bunga itu masih berjualan seperti saat pemilik nya ada di sana.


Aska berharap ketika dirinya datang menunggu di luar toko Hanin akan keluar menyambut nya,itulah ilusi yang selama ini selalu ada dalam benak Aska.


Di sinilah sosok Aska berada berdiri di tepian pantai seorang diri,pandangan nya fokus ke depan menatap jauh ke ujung lautan lepas.


''Hanin,bersama pergi nya dirimu yang tak pernah kembali tanpa ada kabar apapun membuat ku sedih dan terpuruk.Selama beberapa bulan ini hanya ada kenangan yang selalu dalam ingatan,senyum mu canda tawa mu dan lembut nya dirimu masih selalu ku ingat.''

__ADS_1


Hanin aku rinduuuuuuuuuuuuuuuuuuu.........


Aska berteriak di tepi lautan mengutarakan rasa rindu nya,dia tertunduk lesu perlahan tubuh nya melemah dan Aska berlutut,tangan nya mengepal menggenggam pasir dan membuang nya sejauh mungkin.


Setelah lelah dia kembali dengan perasaan yang tetap sama,semua kegundahan hati nya hanya hilang sekejap saja saat dirinya berteriak setelah nya semua rasa tetap sama.


''Aska..''Mami Aska memanggil.


''Ya mi''Aska menjawab dengan suara yang pelan dan lemah.


''Mami tidak suka kamu selalu seperti ini,'lupakan Hanin dan lanjutkan hidup mu dengan baik,sekolah mu terbengkalai semua aktivitas mu terganggu sampai kapan akan begini..?


''Jadi Mami melarang Aska memikirkan Hanin..?''kata Aska.


''Ia Aska..''jawab Mami dengan lantang.


''Aska tidak suka..!''Aska berkata dan pergi begitu saja dengan perasaan kecewa pada Mami nya.


Aska Aska....!


Omongan Mami nya tidak di pedulikan oleh Aska,dia masih tetap menjadi Aska yang berbeda.Ketika ujian sudah di depan mata semua siswa tengah mempersiapkan mental nya,mereka belajar dengan giat untuk mendapat nilai terbaik.Begitu juga dengan Aska di tengah kegalauan hati nya dia tetap belajar dengan giat.


Hari ini semua siswa sedang mengikuti ujian Nasional di sekolah, Aska tampak tenang mengerjakan nya,para teman teman nya pun sama mereka sangat antusias mengerjakan nya.


''Hai semua...''Zahra menyapa teman dekat nya.


''Berisik tau Zahra,bikin heboh saja..!''kata Boby.


''Syirik aja sih Bob.!''ucap Zahra.


''Teman teman sebentar lagi kita akan lulus sekolah,kita akan berpisah nanti nya sebab kita memiliki cita cita kuliah di jurusan yang berbeda, aku pasti akan rindu kalian '' Zahra membuat suasana menjadi haru.

__ADS_1


''Bener kata mu Zahra,kita pasti akan narang 1 aku pasti akan merindukan kalian juga.'' Elea pun merasakan hal yang sama


''Kita harus sering sering kumpul nanti nya,apapun yang terjadi kita harus tetap solid sampai kapan pun.''kata Niko.


''Pasti lah sob,kita harus terus bersama saling membantu dalam suka dan duka.''Boby menambahkan.


''Bersorak untuk kekompakan kita.''kata Zahra.


yeeeeeeeeeeeeeeeee.


mereka bersorak penuh kegembiraan....


Setelah ujian Nasional selesai mereka mulai di sibukkan dengan kegiatan masing masing,mereka tengah fokus untuk bisa masuk ke Universitas favorit mereka.


Niko dan Elea memutuskan mendaftar di kampus yang sama,kampus yang di ingin kan oleh mereka juga termasuk kampus pilihan Aska.Sementara Zahra memilih kampus yang berbeda,kampus yang dia inginkan rupa nya sama dengan pilihan Boby.


''Hari minggu nanti kita olahraga bareng yuk..?''Boby mengajak teman nya untuk kumpul.


''Boleh juga Bob,biar kita bis kumpul..''kata Niko.


''Oke beres...''Boby sangat senang.


Hari minggu yang di nanti pun tiba,kelima sahabat pun berkumpul di sebuah stadion olah raga favorit mereka.


''Yea kita kumpul..''Zahra sangat senang.


''Menyenangkan bukan..''Kaya Boby.


mereka melakukan pemanasan dengan berlari kecil bersama sama,beluma satu putaran tiba tiba Elea pingsan.


''Elea,El el bangun el...''Niko panik.

__ADS_1


''Elea.......!''Zahra pun sama.


''Ayo angkat Nik,bawa dia ke rumah sakit...!''Aska membentak dengan spontan.


__ADS_2