Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 53.


__ADS_3

Aska tetap bersikap profesional di depan klien nya,walau hati nya tidak tenang.Tetapi Papi Aska dapat melihat semua itu,sebab ia tau seperti apa anak nya.Sesampai nya di hotel Papi menanyakan kegelisahan Aska.


''Aska ada apa..?''kata Papi.


''Aska baik-baik saja Pi.''jawab Aska


''Tidak usah di tutupi,Papi tau kamu sedang gelisah.''


''Aska hanya bingung Pi,sebab Hanin dan keluarganya tidak bisa di hubungi.''ucap Aska dengan raut wajah yang begitu lelah.


''Aska Papi sudah pernah bilang,''jangan sampai masalah mu dengan Hanin mengganggu pekerjaan mu.Sekarang baru hal kecil seperti ini saja kamu sudah seperti ini,Papi juga herna mengapa mereka hobi sekali menghilang,apa yang mereka takutkan dari mu.


''Iya pi Aska mengerti,''Aska hanya khawatir terjadi sesuatu di sana.


''Istirahat lah Aska,papi tidak mau debat dengan mu masalah ini,yang Papi mau jangan sampai semua pekerjaan ini terganggu.''


''Iya Pi..''Aska menjawab dengan begitu lemah.


"Hanin semoga tidak terjadi sesuatu dengan mu sayang,semoga tuhan melindungi mu ."


Sampai malam Aska menunggu tak ada satu pesan pun dari Hanin,Aska marah sangat marah jika memang terjadi sesuatu dan Bagas merahasiakan dari nya.


''Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Hanin dan Kak Bagas merahasiakan dari ku,kamu sangat keterlaluan Kak.''Aska mengepalkan tangan nya.


Di lain tempat Niko dan Ellea sedang terbang ke Jepang untuk berlibur,Ellea menerima ajakan Niko untuk memperbaiki semua nya.


''Baik aku akan tera permintaan mu Nik,kesempatan ini terakhir untuk mu.Jika suatu hari nanti kamu berulah lagi,aku tak akan pernah bisa maafkan mu.'' ucap El pada Niko yang tengah memeluk erat diri nya.

__ADS_1


''Iya sayang terimakasih,''aku janji tak akan mengulangi semua itu.


Menikmati liburan berdua membuat mereka semakin dekat,El yang biasanya di sibukkan mengurus Najwa kini dia memiliki waktu lebih untuk memanjakan suaminya.Niko pun yang biasa nya disibukkan dengan urusan kampus dan usahanya,kini dia memiliki waktu yang lebih untuk membahagiakan istri nya.


Mereka seperti pengantin baru yang sedang menikmati bulan madu.Begitu mesra dan saling perhatian membuat El seakan lupa dengan rasa kecewa nya.


Saat sedang makan siang Aska terkejut melihat notifikasi pesan di ponsel nya,pesan itu dari Bagas.


''Aska,Hanin drop dia di rawat di rumah sakit khusus kesehatan Jantung di kota Y.''


Aska gemetar mata nya memerah,tetapi apa yang harus ia lakukan,saat ini ia tengah makan siang bersama kolega Papi nya,jika mengetahui Aska panik pasti dia akan marah.


''Tidak ada pilihan aku garus tetap tenang sampai acara ini selesai.''batin Aska.


Aska melewati makan siang dengan tidak tenang, waktu terasa berjalan begitu lambat sehingga ia memutus kan untuk ke toilet agar bisa menghubungi Bagas.


''Ah mengapa kak Bagas tidak menerima panggilan ku,Hanin sabar sayang tunggu akau datang.''Aska sudah semakin kacau.


Setelah acara makan siang selesai,Aska dan Papinya kembali ke hotel tetapi bukan berarti pekerjaan mereka selesai,masih ada jadwal lagi untuk bertemu klien yang lian.Padat nya jadwal membuat Aska merasa sangat frustasi.


''Pi,Hanin masuk rumah sakit.''ucap Aska.


Papi menoleh dan dia pun berkata


''Tetap lah profesional,jadwal yang sudah di buat tidak boleh dibatalkan.''Aska pun mengerti maksud itu,dia juga sudah berjanji untuk selalu profesional.


Dengan profesionalitas nya Aska menyelesaikan pekerjaan sampai malam hari,setelah selesai dia segera menuju bandara untuk terbang menuju kota dimana Hanin di rawat.Dia pergi seorang diri sebab Papi nya tetap harus mengurus pekerjaan nya di kantor.Mengetahui Hanin di rawat Mami Aska pun panik,tetapi dia tidak bisa berbuat apapun karena ada suami yang harus di urus.

__ADS_1


Jam 4 pagi Aska sampai di Bandara,dia segera menuju rumah sakit.Sesamapi nya di rumah sakit dia berlari mencari ruang inap Hanin.


Aska..!


Aska menoleh ke sumber suara itu,ternyata itu adalah Papa Hanin.


''Om...''mereka berjabat tangan.


Papa Hanin membawa Aska menemui putri nya, betapa runtuh nya hati Aska saat dia harus kembali menyaksikan tubuh Hanin terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


Hanin...


Aska menangis.


''Tante pagi-pagi Hanin masih merespon pesan ku,bagaimana bisa sekarang dia begini.?''Aska begitu kebingungan.


''Aska,keadaan Hanin memang baik semua terlihat seperti biasa nya.Walaupun Hanin tidak mengeluh atau kesakitan,tetapi penyakit nya bisa kambuh kapan pun tanpa kita tau.Hanin sedang merapihkan bunga-bunga yang ia tanam,tiba-tiba dia merasa nafas nya begitu sesak,dia juga bilang sangat sulit untuk bernafas.Saat tante membawa nya kemari Hanin masih sadar,dia juga mengeluh dada nya begitu nyeri dan sakit.Sampai akhir nya dokter memberikan dia perawatan dan belum menunjukan hasil yang baik.''


''Maaf ya,tante dan Bagas telat memberimu kabar, sebab kami harus fokus dengan pengobatan Hanin dulu setelah semua beres baru kami bisa berpikir dengan baik,karena walaupun sudah terbiasa membawa Hanin ke rumah sakit tapi tetap saja kami sangat panik.''Mami Aska menceritakan kronologi nya.


''Iya tante,Aska mengerti.Bagaimana keadaan Hanin saat sekarang.?''


''Hanin sedang tertidur karena pengaruh obat,kalau dia sadar pasti akan bicara dengan mu.''kata Mama Hanin.


Aska melangkah mendekati Hanin,tangan nya gemetar saat membelai kepala Hanin.


''Sayang.....''Aska meneteskan air mata.

__ADS_1


''Aku tidak akan pergi darimu sedetik pun,''jangan pernah menyuruhku untuk pergi dari mu,kamu harus tau apapun akan kulakukan untuk kesembuhan mu.Kalau kamu sembuh aku akan menikahi kamu,agar aku bisa merawat mu seperti Mama mu menjaga mu.Aku janji sayang aku janji.''


Aska terus menggenggam tangan Hanin,dia begitu terisak ketika bicara.


__ADS_2