
Para siswa sedang mengikuti pelajaran,suasana sekolah tampak hening semua fokus pada pelajaran yang tengah diberikan.Saat Hanin dan Elea mengerjakan tugas Zahra memberi kabar yang sangat mengejutkan,dengan isak tangis dan air mata yang terus mengalir dia mengirimkan sepenggal vidio pada Elea.
''El..Papa ku sudah tiada satu jam yang lalu.'' Zahra berkata sambil terisak.
Elea terkejut sambil membekap mulut nya sendiri, dia sangat begitu sedih melihat keadaan sahabat nya.
''Hanin,bokap nya Zahra meninggal tadi pagi..''Elea memberitahu Hanin.
''Apa..!'' Hanin pun terkejut.
Elea dan Hanin memberitahu semua teman dikelas nya dan wali kelas mereka,semua teman berencana datang ke rumah duka siang ini setelah jenazah sampai di kediaman keluarga zahra.
''Niko..bokap nya Zahra gak ada,kamu beritahu yang lain ya,tolong temani Zahra kasian dia.'' Elea menghubungi Niko.
''Baik Baby aku pasti akan menemani Zahra bersama Aska dan Boby kamu tidak perlu khawatir.'' Niko menenangkan Elea.
Semua teman satu jelas Zahra datang ke rumah duka termasuk Gisel,di rumah Zahra sudah ada Niko,Boby dan Aska.Zahra dan Ibu nya sempat pingsan karena syok dan terlalu bersedih,apalagi Zahra masih mempunyai adik yang masih membutuhkan peran seorang Ayah.
Para sahabat Zahra menemani sampai di pemakaman sore itu,tidak banyak percakapan yang terjadi di sana,karena Zahra pun belum bisa di ajak bicara.
''Zahra kami pulang ya,kalau perlu sesuatu kabari saja..setiap hari kami pasti datang menghibur mu'' Kata Aska.
''Terimakasih semua,kalian sudah banyak membantu keluarga ku'' Jawab Zahra dengan wajah yang masih terbalut duka.
Mereka pun pulang dari kediaman Zahra,saat itu hari sudah gelap.Di sepanjang perjalanan Hanin terlihat diam tanpa banyak berkata,mereka pulang bersama dalam satu mobil milik Niko.Bahkan Aska dan yang lain nya pun di antar sekalian oleh nya,termasuk Hanin.
''Hanin kamu kenapa diam saja,apa ada sesuatu..?'' Aska bertanya.
''Tidak papa,aku hanya mengantuk dan lelah saja.'' Jawab Hanin.
__ADS_1
Mendengar Hanin kelelahan,mereka mengantar kan Hanin terlebih dahulu,Aska yang paling ribet karena dia paling khawatir jika Hanin sampai sakit.
Hanin masuk kedalam toko bunga nya dengan langkah yang lemah,semua karyawan sedang bersiap menutup toko.
''Hanin mengapa baru pulang..?'' Mama Hanin bertanya.
''Ma..'' Hanin memeluk Mama nya.
''Kenapa nak..?''Mama pun bingung.
''Ma kasian Zahra kalau Hanin pulang terlalu cepat, teman teman juga pulang bareng Hanin kok'' Jawab Hanin.
''Nak keadaan mu berbeda dengan mereka..''Mama sangat khawatir dengan keadaan Hanin.
''Kita pulang yuk Ma.'' Hanin bicara sambil menahan tangis di pelupuk mata nya.
Sepanjang perjalanan pulang pun Hanin diam.,jarak dari toko bungan ke rumah Hanin memang tidak jauh,tapi dalam sekilas mata melihat pun Mama Hanin paham ada yang di sembunyikan oleh Hanin di balik wajah murung nya itu.
''Hanin hanya sedih ma melihat Zahra dan keluarga nya,jika nanti Hanin pergi Mama,Papa dan kak Bagas pasti sedih seperti keluarga Zahra'' Hanin berkata dengan air mata yang mengalir.
''Sayang jangan berkata seperti itu'' Mama Hanin menghapus air mata anak nya,walaupun diri nya sendiri menangis.
Hanin dan Mama saling berpelukan,menumpahkan air mata yang yang sudah tak terbendung.
''Hanin,jangan pernah mengatakan hal buruk apapun itu''karena ucapan itu adalah doa,jadi jangan pernah mengulangi nya lagi,kamu akan tetap bersama kami
sampai kapan pun.
Saat mereka sedang menangis,datang lah Bagas dan Papa nya.Mereka baru saja olahraga malam, melihat dua wanita yang begitu di cintai menangis kedua lelaki itu pun terkejut.
__ADS_1
''Mama,Hanin kenapa..?''Papa dan Bagas berlari menghampiri.
''Tidak Pa,Papa nya Zahra teman Hanin kan meninggal,Hanin itu dekat sekali dengan Zahra jadi dia merasa kasian dengan teman nya.'' Jawab sang Mama.
''Ohh..''
Hanin pun masuk kedalam kamar nya setelah bicara beberapa kata pada keluarga nya,setelah membersihkan diri Hanin pun terbaring dengan pandangan yang kosong,melihat Zahra dan keluarga nya bersedih Hanin merasa sangat rapuh.Dia memposisikan itu pada keluarga nya saat dirinya harus pergi,dari siang hanya itu yang ada di pikiran nya.
"Diary,Bokap nya Zahra meninggal tadi pagi,kasihan sekaki Zahra dan keluarga nya.Mama dan adik Zahra mereka sangat terpukul,aku sangat sedih melihat nya.Bagaimana jika yang terbujur kaku itu adalah aku,keluargaku dan orang orang terkasih ku pasti akan menangis meratapi kepergian ku.Diary Bokap nya Zahra sakit seperti aku,dia yang seorang laki laki saja tidak mampu bertahan apalagi aku,aku takut meninggal kan orang orang yang ku sayang.
Aska pasti akan sangat sedih jika aku pergi,apakah aku harus jujur pada nya tentang penyakit ku,tapi aku tak sanggup mengatakan nya "
Ponsel Hanin bergetar..ternyata Aska mengirim pesan.
''Istirahat ah jangan berpikir terlalu keras Gadis bunga ku.!'' Hanin senyum senyum membaca nya.
"Siap " Jawab Hanin.
Cukup sampai di sana saja percakapan mereka, karena takut Hanin kelelahan Aska sengaja tidak mengganggu nya,agar Hanin bisa istirahat dengan nyaman.
Pagi ini Hanin tidak berangkat ke sekolah,keadaan psikis nya yang tidak baik sejak kemarin berpengaruh pada kesehatan nya,dia merasa badan nya sangat lemah dan demam,tetapi tidak menyebab kan kesehatan nya menurun drastis.
Awal nya Aska tidak tau jika Hanin tidak bersekolah, karena Hanin pun tidak menggunakan ponsel nya,Aska berpikir jika Hanin sedang fokus belajar di sekolah.Semua bermula ketika El mengunggah story di ponsel nya ,dia mengatakan jika semua teman dekat nya tidak masuk sekolah,barulah Aska tau jika Hanin bolos sekolah.
Seharian Aska menghubungi Hanin,bahkan samapi mendatangi toko bunga,tetapi dia tidak mendapatkan apapun.Pegawai toko mengatakan jika Hanin dan keluarga nya tidak berada di tempat, tanpa menjelaskan keman pergi nya mereka.
''Hanin kamu kemana sih,mengapa suka sekali membuat ku cemas dan khawatir seperti ini,Selalu saja mengabaikan penggilan dariku sebenar nya apa yang terjadi''
Aska terus saja gelisah karena tidak ada kabar apapun dari Hanin.Hal yang sama pun di rasakan oleh Gisel,tetapi bukan perasaan cemas dan khawatir,dia merasa kesal karena di saat ingin melakukan sesuatu hal yang tidak baik justru Hanin tidak masuk.
__ADS_1
''Sial aku sudah capek capek merencanakan sesuatu,Hanin malah tidak masuk menyebalkan sekali.Lihat saja ketika dia masuk nanti pasti aku akan membuat nya tersiksa.''