Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 30


__ADS_3

Aska dan Mami nya pun pulang ke rumah,di perjalanan Aska menceritakan kondisi Hanin yang sebenar nya.Mami Aska sangat terkejut mendengar nya,dia sangat marah ada guru yang sudah berani memberikan hukuman pada Hanin.


''Mami pasti akan menghukum guru itu nak'' Kata Mami.


Aska sudah tidak memiliki tenaga lagi,dia melangkah menuju kamar dengan langkah yang lemah.


''Biasanya saat malam tiba kita akan saling membalas pesan Hanin,aku sangat senang menggoda mu gadis bunga,kamu adalah bunga hidup yang sesungguh nya yang mampu mewarnai hari ku.Maafkan aku Hanin kemarin aku tidak memaafkan mu,aku seperti itu agar kamu tau jika aku ingin kamu terbuka dan jujur dengan keadaan mu.''


Aska tak mampu memejamkan mata nya,dia selalu terbayang wajah Hanin yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit,dia begitu sakit melihat Hanin tak berdaya.


Di sekolah Aska pun melamun dia selalu saja termenung,tidak pernah lagi ada canda tawa nya seperti dulu.Begitu juga dengan teman nya yang lain,mereka pun sama lemah tak bersemangat


Dua minggu sudah keadaan Hanin tidak ada perubahan,bisa di katan semakin memburuk. Keadaan itu membuat Papa Hanin kembali pulang, walaupun sebenar nya dia tidak bisa ijin karena sudah pulang sebelum nya,tetapi ia memaksakan diri karena kondisi anak nya yang semakin menurun.


Saat melihat Hanin di rumah sakit Papa nya sangat sedih,saat dia berangkat anak nya dalam keadaan sehat dan ceria.Ketika dia kembali Hanin sudah terbaring tak berdaya,bahakan untuk bernafas saja harus menggunakan alat bantu.Hatinya seakan remuk dan hancur menyaksikan nya,orang tua mana yang tidak sedih jika melihat kondisi anak nya seperti itu.


''Ma bagaiman bisa sampai seperti ini,bukan nya kemarin keadaan Hanin sudah membaik,?''Papa Hanin memang tidak tau detail nya kenapa sampai Hanin harus kembali sakit.


Mama Hanin akhir nya bercerita penyebab anak nya sampai tumbang,sambil menitihkan air mata nya Mama bercerita dari awal sampai akhir nya Hanin di bawa ke rumah sakit.


Papa Hanin mengepal kan tangan nya,dia meredam amarah yang begitu besar,sebagai seorang jendral dia mampu melakukan apapun apalagi jika harus menghukum orang yang sudah menyakiti anak nya.


Pagi ini Papa Hanin datang ke sekolah menggunakan seragam dinas nya,dia sengaja melakukan itu agar para guru tidak memandang rendah dirinya dan anak nya.Dengan emosi dan kemarahan yang memburu dia masuk kantor begitu saja mencari guru yang sudah menyuruh Hanin berjemur.

__ADS_1


''Selamat pagi,saya ingin bertemu dengan guru yang bernama Dina apakah dia ada..?'' Papa Hanin berkata dengan keras,mengejutkan semua guru yang ada di dalam.


''Saya Dina pak,apa ada yang bisa saya bantu..?''Kata Ibu Dina.


''Oh jadi anda yang bernama Dina,,''bagus sekali sekolah ini orang yang sudah menyebabkan anak saya terkapar masih bisa menghirup udara bebas.


''Mana kepala sekolah ini..?''Kepala sekolah yang baru saja datang,langsung masuk ke ruangan guru karena mendengar keributan.


''Saya kepala sekolah di sini Pak,mari kita bicara di tempat yang sudah di sediakan agar lebih nyaman..''Jawab pak kepsek.


Mereka membawa Papa Hanin keruang kepala sekolah.


Saya ingin bertanya pak,dimana ke adilan untuk anak saya..?saat anak saya jatuh dari tangga kami masih memaafkan pelaku dan pihak sekolah,tapi kali ini saya sudah tidak bisa mentoleransi lagi perbuatan kalian terhadap Hanin.


''Karena Hanin terbukti mengambil ponsel teman nya pak.''Jawab Bu Dina.


''Apa anda punya bukti..?''Kata Papa Hanin.


''Saya menemukan ponsel itu didalam tas Hanin pak.''Jawab Bu Dina lagi.


Apa itu bisa membuktikan jika Hanin yang mengambil,apa anda melihat saat Hanin memasukkan nya,apa anda menyaksikan sendiri saat dia mencuri ponsel itu.Anda harus tau saya tau bagaimana anak saya dia tidak mungkin melakukan nya,bahkan kalau dia mau seratus ponsel pun mampu saya belikan.Anak saya bukan orang miskin yang kekurangan uang hingga harus mencuri,saya seorang jendral jika anak saya bersalah saya sendiri yang akan menghukum nya.


Sekarang dia terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit,''dimana simpati kalian semua terhadap anak saya..?''ingat ya jika terjadi sesuatu dengan anak saya,sekolahan ini akan saya tuntut.

__ADS_1


''Pak saya hanya memberikan hukuman yang ringan, saya tidak menyuruh nya berlari atau bekerja berat, bahkan guru lain ada yang lebih kejam jika menghukum murid yang bersalah'' Kata Bu Dina.


''Apa kata anda ringan,apa itu manusiawi menghukum anak saya dibawah sinar matahari siang,apa anda pikir anak saya itu jemuran.Hanin itu sakit dia memiliki penyakit yang sangat serius,apa anda pikir dia mampu dan pantas menerima itu.


''Maaf Pak saya tidak tau jika Hanin ternyata sedang sakit.'' Bu Dina menjelaskan


''Saya tidak peduli,''mulai detik ini juga saya akan usut semua ini saya ingin menyelidiki kasus pencurian ponsel itu,jika terbukti Hanin tidak bersalah bersiaplah kalian mendekam di penjara.


Papa Hanin memaksa kepala sekolah untuk membawa nya kedalam kelas,semua cctv-nya juga tidak luput dari penyelidikan.


Saat Papa Hanin datang semua sangat terkejut,apa lagi seorang jendral datang secara tiba tiba,setelah Pak Kepsek menjelaskan jika beliau adalah orang tua Hanin mereka semakin terkejut,termasuk Aska dan Gisel.Hanin tidak pernah bercerita dia siapa dan anak siapa,melihat siapa orang tua Hanin sebenar nya nyali Gisel menciut apalagi saat kepala sekolah menjelaskan maksud kedatangan mereka.


''Sial..ternyata bokap Hanin Jendral bisa bahaya kalau sampai dia tau jika aku penyebab semua ini.''Gisel sangat cemas.


''Jadi ini Papa Hanin,kamu memang sangat tertutup Hanin sampai aku tidak tau siapa kamu dan orang tua mu,selama aku memnag tidak mengerti apa apa tentang mu.'' Aska menyesal karena mang tidak pernah mengerti seperti apa Hanin sebenar nya. Yang dia tau keluarga Hanin memiliki toko bunga,hanya itu saja.


Dia bertanya satu persatu siswa saat kejadian itu terjadi,termasuk Gisel dia juga tidak luput dari berbagai pertanyaan dari pihak sekolah.


''Kalian tidak perlu takut jika tidak bersalah,ini semua demi kebaikan Hanin'' Kata Papa Hanin. semua guru tampak diam


Sampai siang penyelidikan di hentikan,semua akan di lanjutkan esok hari karena tidak mungkin pihak sekolah mengintimidasi para siswa nya.


Sebelum pulang.. Papa Hanin kembali menegaskan akan mengusut semua nya samapi tuntas tanpa terkecuali,mereka tampak diam dan takut.Kepala sekolah pun tidak dapat berbuat banyak,apalagi Papa Hanin adalah orang penting yang tidak buta hukum jadi mereka pun tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti proses yang berjalan.

__ADS_1


__ADS_2