Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 26


__ADS_3

Seharian itu tak ada kabar apapun dari Hanin, membuat Aska semakin panik dia sampai bingung harus melakukan apa,karena memang Hanin sangat sulit dimengerti


''Seperti nya ada sesuatu yang aku tidka tahu tentang mu Hanin,kemana kamu di saat aku susah mencari mu,pasti kamu memiliki rumah lain selian rumah bunga itu,tapi dimana sih...?'' Aska sangat kesal.


Pagi hari Hanin baru memberi kabar jika dirinya baik,tidak terjadi apapun pada nya.


''Aku baik Aska,maaf baru memberi kabar saat ini aku sedang pergi bersama keluarga ku..'' Hanya itu saja jawaban Hanin.


''Selalu saja seperti ini,kalau pergi harus nya kan bisa memberi kabar,mengapa tidak ada komunikasi apapun kamu suja sekali seperti ini Hanin, menghilang tanpa kabar sampai aku tidak tau keberadaan mu di manapun,di saat aku khawatir dan cemas tentang keadaan mu,kamu seolah tidak peduli apa kamu sengaja membuat ku tak bisa apa apa karena hanya memikirkan mu.''


Hanya membalas dengan hati yang kesal,dia marah karena Hanin seolah menyepelekan perasaan nya.Hanin tidak menjawab lagi pesan dari Aska,dia hanya membaca tanpa memberi respon itu sangat membuat Aska kesal dengan nya.


''Sekarang justru ponsel nya tidak aktif,maunya apa sih Hanin ini.Cuma dia yang susah ku cari,waktu Gisel berulah mudah buat ku menemukan dan mengungkap nya.Tetapi kaki ini kenapa aku tidak bisa berbuat apapun,benar benar seperti orang b*doh saja.''


Aska terus saja merasa kesal dengan Hanin..


Aska,Boby dan Niko sekarang sudah masuk sekolah,mereka sudah melewati hukuman yang diberikan pihak sekolah,mereka sudah bisa berkumpul lagi bersama teman teman nya.


Aska seperti mendapat angin segar bisa kembali bersekolah,dia sangat bersemangat karena pasti bisa bertemu Hanin kembali.Tetapi harapan itu hanyalah bayangan semu,kenyataan nya Hanin tidak masuk sekolah,membuat Aska semakin bingung dan khawatir dengan pacar backstreet nya itu.


''Aska kamu beneran tidak tahu keadaan Hanin,aku tidak bisa menghubungi nya.'' Elea bertanya.


''Aku sama sekali tidak tau El,dua hari lalu terakhir dia mengabari ku itu pun hanya menjawab kabar nya saja.


Mereka berempat bingung mencari Hanin,Zahra juga belum tampak berangkat ke sekolah karena keadaan nya belum memungkin kan.


Mereka melewati hari hari tanpa Hanin dan Zahra di sekolah,sampai tiba saat nya Zahra dan Hanin tanpa sengaja masuk kelas secara bersamaan padahal mereka bertemu didepan sekolah.


''Hanin,Zahra Aaaa....aku sangat senang kalian masuk sekolah lagi.'' El sangat gembira melihat sahabat nya kembali sekolah.


Aska,Niko dan Boby pun terkejut ketika masuk jelas kedua sahabat nya sudah ada di dalam kelas. ASka sebenar nya senang melihat Hanin dalam keadaan baik di hadapan nya,tetapi dia diam seolah tidak peduli agar Hanin tau jika Aska tidak suka dengan sikap nya.


''Hai para princess akhir nya kalian sudah kembali..'' Niko menggoda sahabat nya,agar tidak murung.

__ADS_1


''Niko bisa saja,,nanti princess yang sesungguh nya akan marah kalau kamu memanggil ku seperti itu.'' Kata Zahra.


''Iya niko,,bahaya kalau princess mu marah..''Hanin menambahkan.


''Tentu aku akan marah,kalau kalian menjadi princess nya Niko.'' El memasang wajah cemberut lalu tersenyum.


Hanya Aska yang diam dia pura pura sibuk dengan ponsel nya padahal sebenar nya untuk menghindari Hanin.Tetapi Hanin diam saja seolah tidak peduli dengan sikap kekasih nya,sampai jam istirahat pun mereka cuek saja seperti orang yang tidak saling mengenal.


''Aska kenapa diam saja,apa kamu marah dengan ku''Kata Zahra.


''Tidak Zahra,jangan berpikir begitu ya aku hanya takut salah berkata dalam bicara atau pun bercanda,takut nya kamu belum siap jika aku membulimu.'' Aska berkata seolah mengerti suasana hati Zahra.


''Tidak lah As..''Jawab Zahra.


Hanin hanya tersenyum saja sambil mengobrol dengan Boby.


Sebenar nya dalam hati Aska merasa kesal,Hanin seperti orang yang tidak mempunyai salah apapun, kebiasaan nya yang suka menghilang itu sudah meresahkan hati Aska.


''Benar benar tidak mengerti perasaan ku.'' Batin Aska.


''Dasar wanita,udah tau cowok nya marah malah diam menyapa pun tidak,harus nya kan tanya kenapa aku begini bukan nya ikut diam seperti ini.'' Aska masih terus saja menggerutu.


Ketika mereka pulang,seperti biasa sebelum keluar sekolah mereka akan ngobrol dulu di parkiran,tapi Hanin langsung keluar karena sudah di jemput.


Aska membiarkan Hanin pergi,walaupun hati nya sakit oleh sikap Hanin pada nya.


''Ma kita ke toko bunga ya,,'' Ucap Hanin.


''Ia sayang'' Jawab Mama Hanin.


Di toko Hanin melakukan kegiatan nya seperti biasa,dia memandang bunga bunga yang indah yang memenuhi ruangan itu.


''Bunga wangi mu mampu menenangkan ku yang sedang gundah,warna mu mampu membuat ku tersenyum walau hati ini perih,keberadaan mu sungguh membuatku nyaman.''

__ADS_1


Hanin melamun memperhatikan bunga bunga indah di hadapan nya,dia mengeluarkan buku diary kesayangan nya yang biasa menjadi tempat nya bercerita tentang apapun.


''Diary Aska marah dengan ku,dia seharian cuekin aku tau,aku harus apa diary selam ini aku menghilang karena aku tidak mau Aska tau keadaan ku,kemarin aku sakit karena syok melihat kepergian orang tua Zahra,sungguh hati dan pikiran ku sangat rapuh saat itu.Aku ingin sekali menyapa nya tadi,tapi aku takut dia masih marah dan tidak mau menjawab ucapan ku,pasti akan sangat mengecewakan.''


Ketika Hanin sibuk menulis diary datang lah pelanggan yang mencari nya.


''Non Hanin ada yang mencari.'' kata pegawai toko.


''Oh iya mba mela''jawab Hanin


Hanin pun datang menemui orang yang mencari nya,dia sangat terkejut melihat siapa yang ada di sana.


''Tante Selfi..''Ucap Hanin.


''Hanin..apa kabar sayang'' ucap Mami Aska itu.


''Sangat baik tante,tante juga apa kabar..?''Hanin di peluk oleh mami Aska.


''Ini tante bawa cemilan untuk kita ngobrol ya,kamu pasti suka dengan kue ini karena rasa nya sangat enak.'' Hanin menerima nya dengan senang hati.


Mereka berbincang dan tertawa bersama,saat itu Mama Hanin tengah sibuk bersama sekertaris nya di lantai dua untuk mengurus semua pesanan bunga.Toko bunga milik keluarga Hanin memang selalu ramai setiap hari nya.


''Hanin tante bersyukur kamu sudah sehat,''kalau tante tau dari awal mereka mencelakai kamu,pasti mereka sudah sudah tante tendang jauh jauh hari dari sekolah..


''Tidak apa tante,''justru Hanin kasian mereka sampai harus di DO,Hanin pikir mereka akan di hukum sementara Tidak sampai seperi ini.


''Kalau sifat mereka begitu,di ampuni juga akan tetap sama,''mereka akan melakukan nya lagi jadi kamu harus berhati hati jika tanpa sengaja bertemu mereka.


''Baik Tante'' Ucap Hanin.


Hanin dan Mami nya Aska sudah bicara sangat lama, baru lah Mama Hanin datang menyapa.


''Oh ada tamu,Maaf jeng saya tidak tau..''Kata Mama Hanin.

__ADS_1


''Tidak papa jeng Alika,''justru saya tidak mau mengganggu pekerjaan mu yang padat,ngobrol berdua saja dengan Hanin sudah seru kok.


Sebelum Mami nya Aska pulang dia ngobrol dahulu dengan Mama nya Hanin,ibu ibu kalau sudah kumpul memang suka resek dan lupa waktu.begitu juga dengan mereka berdua.


__ADS_2