
Setelah dari sekolah Papa Hanin segera menuju rumah sakit,dia masih dalam kondisi dengan emosi yang tidak terkontrol.Setelah bertemu dengan istri nya baru lah amarah nya mulai berkurang.
''Pa,bagaiman..?''Mama tau suami nya pasti baru saja marah besar di sekolah.
''Tidak usah menanyakan keadaan di sekolah,yang harus nya bertanya itu Papa,bagaimana keadaan Hanin..?'' Kata Papa yang masih memendam emosi nya.
''Keadaan Hanin masih sama Pa..?Kata Mama.
Papa Hanin duduk dengan lesu di samping istri nya,
mereka hanya bisa berdoa untuk kesembuhan anak nya,usaha sudah di lakukan bahkan rumah sakit tempat Hanin dirawat pun merupakan rumah sakit terbaik di kota nya.
Sepulang sekolah Aska dan teman teman nya berkumpul,mereka tengah membicarakan Hanin.Di rumah Zahra mereka semua bersedih dengan keadaan teman dekat nya,Hanin yang selama ini terlihat lembut dan baik hati ternyata menyimpan sejuta rahasia yang tidak di ketahui oleh mereka.
''Hanin benar benar penuh misteri ya..''Kata Boby.
''Benar,gw gak sangka dia selama ini dia sakit..'' imbuh Elea.
''Mana Bokap nya serem banget lagi.''Niko menambahkan.
''Hanin tetap lah Hanin sahabat kita,walau bagaimanapun dia kita harus sellau mensuport dia..''Ucap Zahra.
''Itu Pasti Zahra..''Jawab teman teman.
Aska diam mendengarkan teman teman nya membicarakan Hanin,diantara mereka dirinya lah yang paling terpukul tetang yang menimpa Hanin. Selama yang mereka tau Aska dan Hanin memnag dekat karena saling menyimpan rasa,tetapi mereka tidak tau jika kedua teman nya itu sudah berpacaran.
Sore itu Aska datang ke rumah sakit seorang diri,di sana ia bertemu dengan kedua orang tua Hanin, karena Mama Hanin sudah mengenal nya,Aska dia terima dengan baik di sana.
''Selamat sore tante..'' Aska menyapa.
''Aska,kamu datang..?''Kata Mama Hanin.
''Tante,Aska mau melihat Hanin..''Jawab Aska.
__ADS_1
Mama Hanin menarik tangan Aska dan masuk kedalam ruangan,tetapi mereka tidak bisa masuk kedalam ruangan dimana Hanin dirawat.Melalui pintu kaca lah Aska bisa melihat Hanin dengan jelas,karena hanya orang tua nya saja yang dapat masuk kedalam.Sebab Hanin harus di isolasi dan tidak sembarangan orang di perbolehkan masuk.
Aska tersayat Hati nya melihat Hanin,sebab Hanin terbaring tak berdaya menggunakan ventilator untuk membantunya bernafas,dan masih ada lagi alat medis lain nya yang menempel di tubuh nya.Aska merasakan sesak di dada,dia berlari keluarga karena tak sanggup menyaksikan nya.
Di parkiran tangis nya pecah,dia melajukan motor nya dengan sangat kencang entah ingin kemana,dia melangkah tak tau arah tujuan.
''AAaaaaaaaaaaaaaaaaa.'' Aska berteriak di pinggir danau.
''Bodoh,kamu bodoh Aska..'' Aska menyalahkan diri nya sendiri.
Harus nya kamu sendiri yang menggantikan hukuman Hanin saat itu,''bukan nya membiarkan nya menerima begitu saja.''
Aska terus berteriak di sana.
''Kamu mungkin akan baik baik saja Hanin,''jika aku menggantikan mu,seumur hidupku akan selalu diliputi rasa penyesalan karena tak mampu menolong mu,justru membiarkan mu melakukan semua itu.
Sampai malam Aska berada di sana,sebelum pulang ia melewati toko bunga milik Keluarga Hanin.Dia menatap rumah itu dengan penuh haru,mengingat kebersamaan nya bersama Hanin di sana,semua hanya tinggal kenangan yang akan selalu melekat dalam ingatan nya.
Melihat Aska pulang,Mami nya diam tanpa banyak bertanya sebab dia tau saat ini Aska sedang sedih, keceriaan tidak pernah lagi ada dalam wajah anak nya. Sebagai orang tua Mami nya sebenar nya sedih,tetapi dia tidak dapat melakukan apapun, karena yang menentukan nyawa seseorang bukan lah kuasa manusia.
setiap waktu setiap hari nya semakin berkurang siswa yang di periksa oleh pihak berwajib,tanpa terasa proses itu sudah berjalan selama beberapa hari.yang tersisa adalah tiga orang saat ini yaitu Gisel,dan kedua teman dekat nya.
Aska yang melihat itu langsung mengambil kesimpulan, bahwa Gisel lah yang melakukan fitnah tersebut.
''Aku yakin Gisel yang telah melakukan semua ini..''ucap Aska.
''Aku juga memiliki pemikiran yang sama As..''Kata Niko.
''Kalau memang dia yang melakukan nya,lebih baik ki cek*k saja leher nya biar tau rasa dia..!''Zahra sangat kesal.
Sepulang sekolah Aska dan teman lain nya menjenguk Hanin di rumah sakit,seperti biasa mereka hanya mampu melihat melalui pintu kaca.
Hanin....
__ADS_1
mereka begitu sedih dan menitihkan air mata,semakin hari keadaan Hanin bukan nya membaik tetapi semakin memburuk dan membuat tubuh nya semakin kurus.
''Aku tak sanggup melihat Hanin..''Kata Elea.
''Aku pun sama El,rasa nya dada ku sesak apalagi dia me derita penyakit yang seperti Papa.aku jadi ingat waktu tau kondisi dan penyakit Papa dia begitu lemah,mungkin dia tau dan dapat merasakan nya'' Ucap Zahra.
''Benar waktu itu Hanin memnag terlihat berbeda akan..?'' Jawab Niko.
Aska semakin menyesali kebodohan nya,saat itu dia lah yang menenangkan Hanin ketika di rumah sakit saat menjenguk Papa Zahra.
''Hatiku sakit Hanin,harua nya aku menyadari sejak saat itu.'' Aska kembali menyalah kan diri nya.
Semua teman teman nya sudah kembali pulang, tinggal Aska di rumah sakit menemani Mama Hani yang naru saja yang kebetulan sedang sendiri.
''Aska masuk lah ...!'' kata Mama Hanin.
Aska pun masuk melihat Hanin dari balik kaca,tetapi Mama Hanin menyuruh nya masuk ke dalam menemui Hanin secara langsung.
''Ke dalam Tante...?''Aska memastikan
''Benar Aska.''Jawab Mama.
Aska pun masuk kedalam menggunakan pakaian khusus yang sudah di sediakan,dia akhir nya bisa bertemu Hanin secara langsung.
Hanin...
''Hanin...''Aska menangis.
''Hanin maafkan aku,maaf.''itu lah kata yang selalu keluar dari mulut Aska.
''Maafkan kata kata ku kemarin yang marah dengan mu,aku menarik semua itu kamu tetaplah kekasih ku sayang kamu tetaplah milik ku.Hanin kamu harus kuat,yakin lah kamu pasti akan sembuh dan mampu melewati semua nya.''
Aska menggenggam tangan Hanin,dia ingin menyalurkan energi positif untuk menyemangati Hanin.
__ADS_1
Tanpa sengaja Aska menemukan buku diary Hanin di samping tas di atas nakas rumah sakit,sepertinya Hanin sempat menulis nya sebelum Ia koma.Aska pun Membaca buku Diary Hanin,hanya sekilas saja Aska membaca nya.
Tak lama Mama Hanin memanggil nya,karena memang tidak di perbolehkan terlalu lama berada di dalam.