
HANIN....!
Air mata Aska berlinang menatap mata yang ada di hadapan nya,seketika dia memeluk tubuh kecil itu dengan haru.Gadis dalam pelukan nya diam seribu bahasa, tubuh nya kaku lidah nya kelu tak mampu berkata apapun.
''Hanin,ini benar kamu kan..?''Aska berta nya,tapi gadis itu masih tetap diam.
''Hanin jawab aku..!''Aska tak sabar menanti mulut itu berbicara.
''Aska kemari lah..!''Boby memanggil Aska,tapi Aska tak peduli dia tetap fokus dengan gadis di hadapan nya.
''Bolot sekali Aska,mentang mentang bertemu gadis cantik gue di cuekin.''Boby ngomel sendiri.
''Hanin bicaralah..!kamu kenapa ..?mengapa diam saja apa yang terjadi..?''Aska menyentuh kedua pipi itu,gadis itu memandang nya dengan tajam.
ASKA...
''Aska aku....''Hanin tak mampu bicara,air mata nya sudah turun dengan deras membasahi pipi.
''Hanin..''Aska kembali memeluk Hanin,melepas rindu nya karena selama beberapa tahun telah berpisah.Tak ada lagi kata yang terucap dari mulut mereka,hanya bahasa tubuh saja yang berbicara.
"Aska memeluk siapa,?baru dua hari di sini dia sudah mendapat kan cewek gitu,tapi kan gak pakai pelukan segala bener bener si Aska kelewatan dia,apa jangan dia ke sambet di dalam hutan ini,aduh bahaya dong lebih baik aku sadarkan dia saja." Boby menghampiri Aska.
"Aska kamu mesum dengan siapa..?"Boby menarik lengan Aska.
''Apaan sih Bob.?Aska kesal.
"kamu itu....''Boby bengong tak jadi bicara.
HANIN.......!
__ADS_1
"Hanin oh may darling ini beneran kamu..?"Boby juga terkejut.
''Boby." ucap Hanin.
''Aaaaaaaaaaaa......,"kau mengenaliku jadi kau memang Hanin sahabatku,Hanin aku kangen dengan mu.
Boby memeluk Hanin sebab ia juga rindu dan terkejut.
''Lepas Bob,jangan terlalu lama menyentuh nya.!''Aska cemburu.
''Astaga Aska lebay sekali,''aku sahabat nya mengapa cemburu buta sih.
''Hanin mari kita bicara,Bob kamu kembali saja bersama teman teman kami masih ada urusan.''Aska membawa Hanin pergi dari tempat itu dia ingin bicara penting berdua dengan Hanin.
''Sebentar As..''ucap Hanin.
''Adik adik,kalian tunggu di sini ya jangan kemana mana,kalau kalian bosan lebih baik pulang saja tapi ingat harus kasih kabar ya.''Hanin bicara dengan dengan anak anak yang datang bersama nya.
''Justru Boby yang akan nyasar kalau mereka tidak akan mungkin, mau lubang semut sekalipun pasti akan mereka temukan.''Hanin memastikan kalau mereka pasti aman,Aska pun tersenyum mendengar ucapan Hanin.
Aska membawa Hanin duduk di atas bebatuan yang tertata rapih di dalam hutan,semua itu memang sudah di siapkan untuk para pengunjung jika ingin beristirahat.
''Hanin kamu kemana saja mengapa pergi tanpa kabar.?apa kamu tamu bagai mana perasaan ku,bagaimana gila nya aku mencari mu setiap detik setiap waktu tak pernah ku lewati tanpa memikirkan dirimu.''
Hanin sudah menitihkan air mata nya mendengar Aska mengutarakan kesedihan nya.
''Aska lebih baik memang harus begitu,aku ini sakit dan aku berbeda dengan yang lain,aku tidak pantas buat mu.''kata Hanin.
''Tidak Hanin,jangan bicara begitu.''
__ADS_1
''Aska....!itu kenyataan nya.''Hanin menyela ucapan Aska.
Aska diam,seperti nya dia sedang mengontrol emosi dalam diri nya.
''Hanin..''Aska menghela nafas.
''Apapun keadaan mu mau seperti apapun kamu,'' sakit ataupun sehat itu tidak mempengaruhi hati ku.Hanin hati ini tulus dengan mu tak pernah sedikitpun ada niatan untuk pergi dan menjauh dari mu hati ini sangat rapuh tanpa mu.
''Aska menjauh lah dari ku...!''Hanin tidak ingin Aska dekat dengan nya.
''Jangan pernah menyuruh ku untuk pergi,biarkan lah aku di samping mu dan me jaga mu,berikanlah sisa waktumu untuk ku menjalani hari hati bersama ku.''Aska berlutut di hadapan Hanin dan memegang kedua tangan nya.
''Jangan merendah kan dirimu Aska aku wanita yang tidak pantas untuk mu...!''Hanin berlari meninggalkan Aska.
Hanin mau kemana,Hanin....!
Aska mengejar Hanin,tetapi Hanin tidak peduli dia terus melangkah tanpa memperdulikan Aska.Tapi Hanin lupa Aska lebih tinggi darinya dan kaki nya lebih panjang,kalau hanya mengejar Hanin itu sangat mudah untuk nya.
''Berhentilah..!nanti kamu lelah jangan memaksakan diri.''Aska sudah berdiri di hadapan Hanin.
''Aska tolong....''aku tidak sanggup menatap setiap hari bahwa aku akan pergi dari mu meninggalkan mu dan membuat mu bersedih,apa kamu tidak mengerti dengan maksud ku.
''Maksud apa yang kamu ingin kan,,?''memang kamu tuhan yang menentukan nyawa manusia,apa kamu pikir hanya orang yang sakit saja yang akan mati. Banyak orang yang sehat tiba tiba dia meninggal dengan sebab yang berbeda beda,lalu apa yang kamu takutkan.? bukan kah tiga tahun lalu kamu terbaring lemah tak berdaya.Sekarang kamu lihat dirimu Hanin,kamu berdiri tegak di hadapan ku dengan sempurna tanpa cacat sedikit pun.
''Tapi aku hanya akan selalu menyusahkan mu As,''tiga tahun yang ku lalui tidak lah mudah dan umur yang ada saat ini,itu mukjizat dari yang maha kuasa yang terlalu baik pada ku.
''Hanin,Tuhan telah menunjukan mukjizat nya untuk mu mengapa kamu menyerah,?''harus nya kamu lebih semangat dan berjuang agar apa yang tuhan berikan itu tidak sia sia.Kamu juga harus tahu Hanin,bahwa aku pun bisa mati kapan pun bahkan esok hari sekalipun,semua orang di dunia ini pasti akan mati tidak hanya dirimu saja.
Aska meraih tubuh Hanin kedalam pelukan nya,dia menangis sesenggukan,menumpahkan semua rasa yang mengganjal di hati nya.Setelah tenang baru lah Aska mengajak nya bicara kembali.
__ADS_1
''Maaf aku terlalu kasar bicara dengan mu.''Aska menghapus air mata Hanin.
Hanin membawa Aska ke rumah nya,meninggal kan Boby dan yang lain nya.Bertemu dengan Hanin itu lebih dari apapun bagi Aska,dia tidak peduli dengan keindahan alam dan berbagai wahana yang ada di sana.