Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 54.


__ADS_3

Waktu nya kesehatan Hanin di cek oleh Dokter,mau tidak mau Aska harus keluar ruangan hanya Papa Hanin yang berada didalam.


''Tante setelah Hanin sadar nanti Aska akan menikahi dia.''Mama Hanin tersentak mendengar nya.


''Aska kamu jangan ceroboh dalam mengambil keputusan.''kata Mama.


''Tidak tante aku sangat yakin,aku akan selalu menjaga Hanin seperti tante menjaga nya,Aska mau selalu berada di samping Hanin.''


Mama Hanin menemui Bagas, dia tidak mau terlalu keras melarang Aska yang memang sangat over bucin dengan anak nya.


''Gas,Aska bilang dia akan menikahi Hanin bagaimana menurut mu..?''Mama meminta pendapat Bagas.


''Ma,Bagas tidak masalah Aska orang yang sangat bertanggung jawab,''dia juga bukan anak kecil lagi.Kita tanya Hanin saja nanti,biar dia yang memutuskan.


Siang hari Hanin tersadar dalam keadaan yang begitu lemah,ketika dia membuka mata dengan perlahan orang-orang yang di cintia nya berada di hadapan nya.Papa,Mama,kakak dan kekasih yang begitu mencintai nya.Hanin tersenyum tipis melihat Aska,biasa nya ketika dia sakit keluarga nya lah yang menemani,sekarang ada Aska yang membuktikan janji nya untuk selalu berada di samping nya.


''Hanin,aku di sini kamu pasti akan sembuh sayang.''bisik Aska di telinga Hanin,Hanin pun tersenyum dan mengedipkan mata nya mengisyaratkan bahwa iya begitu senang.


''Aska,tolong jaga Hanin saya ada pekerjaan dan kabari kalau ada apa-apa dengan nya.''Bagas harus mengurus pekerjaan nya.


''Baik Kak..''


Aska setia menemani Hanin di samping nya,dua hati sudah Aska menemani Hanin di rumah sakit.Pai nya memberikan waktu hanya empat hari,sisa nya dia baru boleh menemani Hanin ketika akhir pekan.Pernyataan Papa nya membuat Aska semakin kalut,keyakinan nya untuk menikahi semakin kuat,setelah resmi menikah Aska akan membawa Hanin tinggal bersama nya.


Aska meminta Mami mya untuk datang sebab dia tidak memutuskan semua atas kemauan nya sendiri,ada orang tua yang harus ia hargai.Mami Aska datang bersama Zahra dan Boby mereka ikut serta sebab itu hari libur kerja dan kuliah.


''Aska Hanin gimana..?''Zahra begitu panik.


''Masih dalam perawatan Ra.''jawab Aska.

__ADS_1


''Mi Aska ingin bicara,mari kita ke kantin.''mereka menuju kantin bersama Zahra dan Boby.


Aska sudah meyakinkan diri nya untuk bicara dan memohon restu Mami nya.


''Mi Aska ingin menikahi Hanin.''Mami Aska tersedak saat sedang meminum teh hangat didepan nya.dalam sekejap beliau berusaha menetralkan diri nya.


''Aska,''Mami tidak setuju apalagi Papi mu,ingat sayang tanggung jawab mu besar di perusahaan, kalau kamu sudah lulus kuliah sampai S2 baru Mami ijinkan kamu menikah.Buktikan dulu pada Papi bahwa kamu pantas untuk di banggakan.


''Apa Mami yakin umut Hanin bisa menunggu sampai Aska sukses,Aska sudah memikirkan hal terburuk Mi.Jika Hanin tiba-tiba pergi,aku sudah merawat dan menjaga nya dengan tangan ku sendiri Mi.''Aska tampak tidak kontrol dengan diri nya dan terlihat emosi.


''Aska tenang,jangan emosi dia Mami kamu.''Zahra mencoba menenangkan.


''Aska,jika Mami memberimu restu apa kamu yakin Papi akan merestui pernikahan mu''


Aska benar-benar tidak mendengar ucapan Mami nya,justru dia tersinggung dan tidak terima.


''Apa Mami sekarang sama seperti Papi,''selalu melakukan apa yang dia mau tanpa memikirkan kemauan ku.


Mereka justru terlibat keributan kecil di sana,Boby dan Zahra tidak berani ikut campur urusan ibu dan anak yang tengah berdebat.


''Bukankah selama ini Mami selalu mendukung mu,tidak semua kemauan mu harus Mami turuti kan.Apa Mami tidak boleh menentukan arah hidup anak Mami sendiri.?''


''Maaf Mi..''ucap Aska melihat Mami nya marah nya.


''Untuk kali ini,Aska akan tetap memilih jalan yang sudah Aska pilih.Aku akan tetap menikahi Hanin Mi,tapi Mami dan Papi tidak usah khawatir pekerjaan dan kuliah ku pasti akan tetap berjalan.''Aska bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ruang perawatan Hanin.


''Aska,Aska dengar Mami As..''Aska tetap melangkah tanpa mendengar ucapan Mami nya.


''Tante sabar ya,saat ini Aska pasti sedang terpukul bukan kah tante tau bagaimana dia menyayangi Hanin.Jadi sekeras apapun kita melarang dia akan tetap keras kepala.''Zahra menenangkan Mami.

__ADS_1


''Tante tidak habis pikir dengan anak itu,''bukan tante tidak mengizinkan dia berhubungan dengan Hanin, tapi lihat kondisi Hanin juga lagi sakit bagaimana mungkin dia memikirkan pernikahan.Apalagi kalau Papi nya tau pasti dia akan marah,tante tidak mau mereka bertengkar,kamu tau kan Papi Aska bagaimana.?


''Iya tante Zahra mengerti..''kata Zahra.


''Aska....''Boby mengejar Aska.


''Kenapa Bob,kamu menentang ku seperti Mami.?''Aska sewot.


''Tidak..''Boby menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Tanpa berkata Boby mengikuti Aska,dia ingin berkata tetapi takut menyinggung Aska.Boby paham kalau menyangkut Hanin pasti Aska akan ada dalam mode waspada setiap saat,jadi Boby harus berhati-hati.


Boby selalu mengekori Aska dia mengikuti apa yang Aska lakukan,kemanapun dan dimana pun sampai Aska heran dibuat nya.


''Bob,mengapa kamu mengikuti ku..?''Aska menatap Boby penuh tanya.


''Tidak As,aku hanya bingung saja harus apa...''kata Boby salah tingkah.


''Kamu duduk saja,''berdoa untuk Hanin kalau lapar makan lah,jangan membuat ku bingung.


''Iya As,sensi amat.''


Mami Aska dan Zahra menemui Mama Hanin yang sedang menemani Hanin bersama suami nya,dia melewati Aska begitu saja yang sedang duduk bersama Boby.


Setelah melihat kondisi Hanin,Mami Aska keluar bersama Mama Hanin sepertinya ada yamg ingin mereka bicarakan berdua.


Di Taman Rumah Sakit


''Jeng Alina,tadi Aska bilang dia ingin menikahi Hanin bagai mana menurut mu.Apa tidak terlalu dini,terus terang saja saya kurang setuju sebab takut Papi nya tidak mengizinkan.''ucap Mami.

__ADS_1


''Iya jeng,Aska juga sudah mengatakan hal itu dan saya juga sudah melarang nya.Hanin itu sakit,saya tidak mau Hanin menjadi beban buat Aska,dia masih muda masa depan nya masih panjang.Jika dia selalu mengurus Hanin takut nya masa depan nya tidak akan berkembang.''Alina berkata sambil terisak.


''Jangan bicara begitu jeng....!''Kata Mami.


__ADS_2