
Dari kejauhan tampak Niko melangkah dengan begitu terburu-buru.Sesampai nya di depan ruang perawatan,dia menatap satu persatu wajah orang yang ia kenali dengan pancaran yang begitu suram, Niko paham bahwa keadaan Hanin saat ini pasti tidak baik.
Aska.. !
Niko memeluk sahabat nya itu dengan erat,tanpa Aska bicara pun Niko paham apa yang sedang di rasakan nya.
''Yang sabar As..''hanya itu yang mampu di ucapkan oleh Niko.
Dalam beberapa jam berikut nya Dokter tiba-tiba memberitahu bahwa keadaan Hanin semakin menurun,semua diam mereka hanya mampu berdoa untuk Hanin.
''Bapak,Ibu saya ingin memberitahu bahwa keadaan saudara Hanin saat ini sangatlah menurun,kami sudah meningkatkan detak jantung nya dengan kemampuan kami dan ala-alat untuk menunjang kesembuhan nya,tetapi hasil nya tetap sama.Berdoa lah semoga pasien mampu melewati masa kritis nya.''
kata-kata dokter terus terngiang di telinga Aska hingga ia berteriak dengan begitu kencang nya di area rumah sakit.
''Aaaaaaaaaaaa''
''Aska...!''Mami menghampiri nya.
''Ini tidak mungkin Mi, tidak mungkin. Hanin akan sembuh kan Mi dia pasti sembuh,katakan sama dokter Mi dia pasti salah suruh dia bekerja dengan benar Mi..!''Aska terus saja bicara dan menyalahkan dokter.
''Aska, jangan seperti ini kamu harus berdoa untuk Hanin,''jangan pernah menyerah tetap lah berdoa.!
Setelah Aska tenang,tak berselang lama Dokter kembali datang.Saat ini wajah dokter begitu terlihat pucat,entah apa yang sedang terjadi.Semua keluarga begitu tidak sabar ingin mendengar kabar selanjut nya.
''Dokter bagaimana keadaan anak saya?''Papa Hanin bertanya mewakili semua yang ada di sana.
__ADS_1
''Dengan berat hati saya ingin menyampaikan bahwa saudara Hanin, sudah meninggal dunia.Kami dari team Dokter sudah mengupayakan yang terbaik,tetapi hasil nya Tuhan yang menentukan.Kami ikut berduka cita, semoga semua keluarga kuat menghadapi cobaan ini. Saya sebagai Dokter yang sudah merawat Hanin tiga tahun terakhir pun,merasa begitu sedih dan kehilangan.Hanin anak yang kuat, sabar dan terus bersemangat tanpa pernah menyerah.''
Semua begitu terpukul,apalagi Mama Hanin dia langsung pingsan mendengar nya.
"Tidak dokter..!"Aska membentak.
"Anda harus bekerja dengan benar, anda pasti salah.Hanin masih hidup dia pasti sedang menunggu ku,ayo periksa dia lagi dokter Kasian Hanin nanti kesakitan.. !"Aska berlari memasuki ruangan dimana Hanin terbaring.
"Hanin sayang yang sabar ya dokter akan mengobati kamu,sebentar lagi rasa sakit nya pasti akan hilang."Aska memeluk Hanin yang sudah terbujur kaku.
Bagas berlari mengejar Aska, dia tau jika Aska pasti begitu terpukul sehingga tidak mampu mengontrol diri nya.
"Aska cukup..!"kita harus ikhlas jika Hanin pergi.Kasian dia jika kamu seperti ini, dia akan sedih dan tidak tenang di sana.
"Tidak,,tidak..!"
Papa Hanin yang mengurus semua kepulangan jenazah putrinya,sementara Bagas dia mengurus Mama nya yang tak sadarkan diri.
Hanin akan di makam kan di tempat pemakaman keluarga besar nya,yakni di kawasan puncak yang tak jauh dari perkebunan bunga milik keluarga nya. Hanin menyukai bunga semasa hidup nya,saat dia pergi pun tempat peristirahatan terkahir nya akan di kelilingi bunga-bunga yang indah.
Sebelum di terbangkan, jenazah Hanin di semayamkan di rumah duka selama beberapa waktu, karena banyak sekali tamu yang datang untuk menyampaikan suka cita.
Aska hanya mampu memandang wajah istri nya,dia diam seribu bahasa hanya air mata nya yang berbicara.
Sewaktu ia sadar dari pingsan nya, Mami nya memberikan banyak nasehat yang mampu menguatkan anak nya.
__ADS_1
Berada di dalam kamar Hanin,Aska memandangi foto-foto wanita yang begitu di cintai nya dengan senyuman kepedihan.Ia menemukan tumpukan buku diary yang begitu membuat nya penasaran,dengan tangan gemetar Aska mengambil beberapa buku dengan ukuran dan warna yang sama.
Ketika membuka buku itu Aska begitu terkejut melihat goresan tinta yang di tulis oleh Hanin.
"Jika aku pergi,hal yang berat untuk ku adalah meninggal kan mu As."
Prak.....
Aska menjatuhkan buku itu di lantai, dia tampak terkejut membaca nya.Bergegas dia mengambil dan keluar duduk bersama keluarga besar.
''Hanin,kalau berat mengapa kamu harus pergi.Aku tak bisa tanpamu sayang,, mengapa harus secepat ini mengapa.. ?''dalam diam nya Aska menyimpan berjuta pertanyaan yang tak mampu ia jawab.
Waktu nya Jenazah di terbangkan menggunakan pesawat militer. Sesampai nya di puncak, jenazah di sambut dengan kesedihan yang begitu mendalam dari keluarga besar nya, apalagi yang dekat dengan Hanin.
Setelah proses pemakaman selesai, Aska hanya memandangi batu nisan yang bertuliskan nama Hanin.Aska tak mampu lagi untuk menyangkal nya, tulisan itu begitu jelas dan nyata.
''Hanin.. ''Aska meneteskan air mata di balik kaca mata hitam nya.
''Rasa nya aku tak percaya bahwa kamu telah pergi,sungguh aku ingin marah dengan keadaan sekarang.''Aska meremas taburan bunga yang ada di atas kuburan istrinya.
''Aska kita pulang yuk.. ?''Mami menepuk lembut bahu Aska.
''Mi Aska masih ingin di sini.''Kata Aska.
''Aska ayo pulang..!''Papi berkata dengan lembut tetapi penuh penekanan.
__ADS_1
Aska pun berdiri mengikuti kemauan Papi nya,Aska memang akan menuruti kemauan Papi nya.Sebab dia telah berjanji jika di ijinkan menikahi Hanin, akan menuruti perintah Papi nya.
Tidak cuma Aska dan keluarga besar Hanin yang merasa sedih dan kehilangan.Ada para sahabat Hanin yang juga merasa kehilangan, Niko, El, Zahra dan Boby pun merasakan kesedihan yang begitu mendalam.