
Katakan Mi..!''ucap Aska.
Aska merasa sangat cemas,takut orang tua nya memberikan syarat yang berat untuk nya.Wajah Aska sudah pucat pasi melihat raut wajah Mami nya .
''Banyak syarat dari Papi mu.''ucap Mami.
''Ya mi,Aska siap katakan lah..!''pinta Aska.
''Kamu harus tetap melanjutkan kuliah mu minimal S1,kamu tetap bekerja di perusahaan seperti apa yang sudah di sepakati sebelum nya,apa pun yang terjadi dengan Hanin nanti nya dan apapun keadaan nya kamu harus tetap profesional.Sisa nya akan Papi jelaskan sendiri di rumah.''
''Iya mi aku paham.''ucap Aska.
Keluarga Hanin menyiapkan semua persiapan pernikahan mereka di rumah sakit,karena semua nya mendadak sementara mereka akan menikah dibawah tangan.Papi Aska dan Kakak nya pun tidak bisa hadis karena waktu yang tidak tepat,Niko dan El pun tidak bisa hadir.
Wajah Aska seperti bulan yang tengah bersinar, begitu cerah dan bercahaya.Melihat Hanin ikut bahagia membuat nya semakin yakin dengan keputusan nya.
Semua persiapan telah selesai,kedua belah pihak keluarga telah berkumpul.Hanin yang terbaring di ranjang rumah sakit bun sudah siap menyambut pernikahan nya.
Dihadapan Papa Hanin Aska mengucapkan janji pernikahan nya,dengan lantang dan tegas dia menikahi Hanin secara sah.Senyum kebahagiaan terurai dari semua wajah yang ada di sana,termasuk Bagas yang di langkah oleh adik nya.
''Aska Hanin,sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri,semoga pernikahan menjadi kekuatan untuk Hanin agar sakin semangat untuk sembuh ya sayang.''Mami Aska membelai lembut anak dan menantu nya.
''Iya Mi..''kata Aska.
''Hanin,Mama sangat bahagia bisa menyaksikan pernikahan mu nak,selamat ya sayang semoga kamu dan Aska selalu bahagia.''Mama Hanin tak dapat membendung air mata nya.
Zahra pun sama,pipi nya sudah basah oleh air mata.
dia mengirimkan video pernikahan kedua sahabat nya itu pada Niko dan El,alhasil mereka pun sama berurai air mata kebahagian.
__ADS_1
''Hanin Aska selamat ya..''Zahra memeluk Hani.
''Terimakasih Ra..''ucap Hanin dengan senyum mengembang.
Sekarang waktu nya Aska yang menemani istri nya,sebagai pengantin baru ia pasti ingin berduaan seperti pengantin pada umum nya.
''Sayang aku sangat bahagia..''Aska mencium lembut tangan Hanin.
''Aska suamiku,maaf aku tidak bisa melayani mu seperti istri pada umum nya''wajah Hanin murung.
''Sayang jangan bicara seperti itu,''aku tidak peduli dengan semua itu bisa memilikimu saja itu suatu anugrah buat ku,karena kamu itu sumber semangat dan kebahagiaan ku.
Air mata Hanin berlinang,hati nya bergejolak. Walaupun ia bahagia menjadi istri Aska,tetapi sebagai wanita ia sangat merasa sedih tidak mampu menjalan kan kewajiban nya.
''Sayang jangan menangis,setelah kamu sehat dan pulang kamu bisa melakukan apapun untuk ku.Sekarang yang terpenting adalah kesembuhan mu, jadi jangan memikirkan hal yang membuat keadaan menurun.''
Mata Aska memerah mendengar nya,tetapi dia berusaha menahan laju air mata nya agar tak mengalir.Dia harus tampak tegar di hadapan istri nya.
''Sayang kamu pasti bisa,jangan pernah membicarakan itu lagi ya.'' Aska mengalihkan pembicaraan Hanin.
''As..cepat atau lambat semua akan terjadi.Aku mohon hiduplah dengan baik walau tanpa aku,berjanjilah..!''dalam keadaan lemah Hanin tetap bicara walau Aska melarang nya.
''Tidak Hanin...''Aska menggeleng.
''Berjanjilah Aska..!''Hanin terus mendesak.
''Ya sayang,aku akan menuruti permintaan mu.''ucap Aska.
''Terimakasih As,aku mencintai mu suamiku.''Aska tak dapat lagi menahan air mata nya yang tiba-tiba mengalir dengan deras.
__ADS_1
Malam hari Aska tertidur di samping Hanin,dia terbangun ketika suster datang mengecek kondisi Hanin.Seperti nya Aska terlalu lelah sampai tertidur begitu pulas.
''Suster bagaimana istri ku..?''Aska melihat melihat raut wajah suster yang tidka enak di pandang,hati nya sudah panik seperti nya itu sinyal tidak baik.
''Sebentar pak kami sudah menghubungi dokter untuk segera datang,beliau lah yang lebih tau kondisi pasien.''jawab suster.
Dokter datang dan meminta Aska untuk keluar karena ada pemeriksaan lanjutan,Aska pun keluar dengan panik mencari keluarga nya.ternyata semua sudah kembali ke rumah Hanin termasuk Mami nya,yang ada di sana hanyalah Bagas.
''As ada apa..?''Bagas heran melihat raut wajah Aska yang kacau.
''Kak sepertinya terjadi sesuatu,seperti nya keadaan Hanin tidak baik,aku melihat dokter begitu panik.''Aska menjelaskan.
Bagas tertunduk lesu,dia sudah biasa mendapati keadaan adik nya seperti itu,tidak pernah ada hari yang tenang untuk ia lewati.Was-was,panik ketakutan dan lain sebagai nya.
Dokter memberitahu keadaan Hanin kembali memburuk,membuat hati Aska hancur berkeping-keping.Wanita yang batu saja ia nikahi tengah berjuang antara hidup dan mati,sementara dia tidak dapat berbuat apa pun kecuali doa.
Dalam setiap waktu yang berjalan,di setiap detik menit dan jam yang terus berputar,hati Aska dan semua yang ada di sana selalu diliputi kecemasan.Selama dua hari keadaan Hanin semakin tidak baik,bisa di katan sangat tidak baik.
Mami Aska,Zahra dan Boby yang sebenar nya sudah menentukan jadwal untuk pulang oun menunda nya.El dan Niko yang baru saka kembali dari liburan nya pun akan segera menyusul ke rumah sakit.
''Dokter Bagaimana keadaan istri saya saat ini..?''Aska sangat panik.
''Begini Nak Aska,jantung istri anda semakin melemah segala upaya sudah kami lakukan dan hasil nya nol.Berdoalah supaya pasien kuat melewati masa kritis nya.''
Aska tak banyak bicara di keluar dari ruangan dokter dengan pandangan yang kosong dan wajah nya yang pucat.
''Aska bagaimana..?''Mama Hanin bertanya.
Aska hanya menggeleng saja tanpa mampu berucap apapun.
__ADS_1