Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 28.


__ADS_3

Ayo Hanin,Hanin,Hanin...


teman teman pun bersorak riuh memberi semangat untuk Hanin.


''Aska diam saja melihat Hanin,''dia sebenar nya tau jika Hanin tidak terlalu suka pedas,padahal Aska sudah memberi kode agar Hanin tidak memakan cabai tetapi dia tidak menyadari nya.


Hanin pun akhir nya memakan bakso dan cabai yang sudah di sediakan,dia mengunyah bakso dan cabai itu secara bersamaan,tiba tiba wajah nya memerah dan mata nya sampai menangis karena terlalu pedas.


hu ha hu ha hu ha pedas...


''Air dong...'' Kata Hanin.


''Minumlah..''Aska memberikan es pada Hanin.


Hanin langsung menyambar es itu dan meminum nya,sampai es satu gelas penuh itu habis tak bersisa.


''Terimakasih As..'' Jawab Hanin.


''Lain kali tidak usah sok,makan cabai saja seperti makan petasan..''Ucap Aska tanpa senyum sedikit pun.


Hanin diam saja,dia tau Aska marah dengan tingkah nya.


''Aduh aska Hanin kan hanya ingin bertanggung jawab saja.''Zahra membela.


''Tinggal bilang saja kan kalau gak mampu,''kalau udah begini kan repot,jika tiba tiba sakit perut kalian mau tanggung jawab.


Hanin mandang wajah Aska sekilas,dia tau jika sebenar nya Aska khawatir dengan nya.


Setelah puas dengan permainan nya,mereka pun akhir nya pulang karena hari sudah gelap.Biasanya Hanin di antar oleh Aska,karena mereka sedang ada konflik Hanin meminta Boby mengantar nya.


''Hanin tumben minta di antar Boby,biasanya dianter sama Aska kan..?'' Boby bertanya karena memang biasanya tidka seperti itu.


''Kan Boby juga teman Hanin,memang Boby gak ikhlas ya nganterin Hanin pulang.'' Jawab Hanin.


''Ikhlas dong Hanin..'' Kata Boby sambil tertawa.


Malam hari Hanin termenung di dalam kamar nya, dia merindukan sosok Aska yang biasanya selalu mengajak nya bercanda lewat pesan pesan yang ia kirimkan.Sekarang tak ada lagi canda tawa Aska untuk nya,hidup Hanin kembali hampa.


"Diary rasa nya sepi sekali tanpa Aska,biasanya dia selalu menggodaku dengan kekocakan dan candaan nya."


Dilain tempat Faro yang sudah mendapatkan sekolah baru kini tengah berkumpul dengan teman lama nya.


Faro,''memang nya apa yang ingin kamu lakukan untuk memberikan pelajaran pada Gisel,?dia harus diberi pelajaran yang setimpal..!'' Tanya seorang teman nya.


''Gue sudah menyiapkan sesuatu untuk nya,setelah itu pasti dia tidak akan punya muka di sekolah..!'' Faro menjawab dengan sinis.

__ADS_1


''Lihat lah Gisel,kamu pasti akan lebih sengsara ...'' Faro tersenyum licik.


Setelah pindah sekolah baru Faro memang sudah tidak lagi berhubungan baik dengan Gisel,semenjak di Do Faro menjadi benci dengan Gisel padahal dulu nya ia begitu menggilai wanita itu.


''Gue balik dulu..'' Ucap Faro.


''Oke bro..'' Jawab teman teman nya.


Faro melajukan motor nya dengan sangat cepat, melihat minimarket dia menepi untuk membeli sesuatu,dia melangkah masuk ke dalam dan membeli sebungkus r*kok favorit nya.


Saat ingin keluar,dia bertabrakan dengan seorang wanita muda yang membawa belanjaan lumayan banyak.


Bug..


Belanjaan yang dibawa oleh wanita itu berserakan di lantai,membuat pemilik nya kesal dan sedikit marah.


''Gimana sih jalan nya,kan jadi berantakan..'' Wanita itu berkata dengan kesal.


''Maaf ya saya gak sengaja..''Ucap Faro.


Faro membantu memunguti belanjaan yang tercecer.


''Zahra...!''Ternyata wanita yang ia tabrak adalah Zahra teman satu kelas nya Gisel


''Faro..!'' Zahra pun terkejut melihat Faro,orang yang sudah membuat Hanin terluka.


Zahra marah marah,dia semakin kesal saja dengan Faro.Sambil ngomel ngomel Zahra langsung keluar menuju mobil nya,tanpa menghiraukan Faro yang memanggil nya.


''Zahra tunggu zahra,,aku minta maaf.'' Faro mengejar tapi Zahra tidak peduli.


''Kenapa sih mesti bertemu dengan cowok menyebalkan itu,''berani bernai nya dia muncul di hadapan ku,ingin sekai aku menghajar nya tadi.


''Kenapa Non..''Kata supir Zahra.


''Gak ada pak,cuma kesel sama orang yang tadi nabrak Zahra.'' Jawab Zahra.


''Ohhh.''


Zahra marah sekali dengan ku,padahal kan cuma tertabrak begitu doang barang belanjaan nya juga tidak ada yang rusak seperti nya,dasar gadis aneh.


Pagi ini saat nya para siswa kembali bersekolah, memulai aktifitas belajar mereka.Zahra bercerita dengan teman teman nya di sekolah,jika ia bertemu dengan Faro di sebuah minimarket malam tadi.


''El aku bertemu dengan Faro tadi malam,dia menabrak ku saat mau keluar setelah belanja.'' Ucap Zahra pada El.


''Ngapain malam malam,kamu ke minimarket..?''Elea justru bertanya.

__ADS_1


''Ya belanja dong,masak tidur di sana.''Jawab Zahra menjelaskan.


''Kalian kan tidak sengaja bertemu dan dia menabrak mu,terus mengapa kamu harus marah marah Zahra..?'' Hanin pun bertanya.


''lho aku itu masih kesal dengan nya karena waktu itu dia sengaja menyakiti kamu Hanin..'' Hanin tersenyum mendengar ucapan Zahra.


''Sudah lah Zahra tidak perlu sampai seperti itu,''aku saja sudah melupakan,jangan memiliki dendam dengan siapapun karena itu akan terus tumbuh dan berkembang sehingga kamu akan selalu menjadi orang yang pemarah nanti nya.


''Benarkah begitu..?'' Zahra menggaruk kepalanya.


Obrolan mereka terhenti karena jam belajar sudah di mulai,sampai istirahat pertama tiba mereka belajar dengan baik.kegaduhan terjadi saat mata pelajaran ketiga setelah mereka istirahat,salah satu siswa mengatakan jika ponsel nya hilang. Guru yang saat itu mengajar pun membantunya mencari di seluruh ruangan kelas itu,karena ponsel itu tidak di temukan juga saat dihubungi pun tidka berdering karen di silent.Guru itu memutuskan menggeledah seluruh tas siswa nya,semua murid di harus kan maju ke depan kelas,ketua kelas membantu guru itu memeriksa satu persatu tas mereka.Yang mengejutkan ponsel itu akhirnya di temukan didalam tas milik Hanin.


Aska sebagai ketua jelas pun terkejut,dia merasa tidka percaya jika Hanin melakukan semua itu,ingin membela di depan guru dan teman teman nya pun sulit karena bukti menunjukan jika ponsel itu ada di dalam nya.


''Tas siapa ini..?'' Guru pun bertanya.


''Hanin Bu...'' Jawab semua murid.


''Hanin mengapa kanu mengambil ponsel milik rehan,?''Guru itu bertanya pada Hanin.


''Saya tidak mengambil nya Bu...''Hanin menjawab dengan tubuh yang bergetar.


''Bukti ini ada pada kamu,mengapa kamu tidak mengakui?''Guru itu membentak Hanin.


''Saya tidak tahu bu,saya tidak pernah mengambil nya.''Hanin bersikeras tidak mengakui nya.


Sekarang kamu berdiri ditengah lapangan, menghadap tiang bendera sampai pelajaran ibu selesai,setelah ini Ibu akan memanggil orang tua mu ke sekolah.


Hanin melangkah menuju lapangan upacara dan berdiri menghadap tiang bendera sesuai arahan gurunya,dia menjadi tontonan para siswa yang melihat nya.


Aska menatap Hanin dengan rasa iba,dia yakin jika Hanin tidak melakukan semua itu,sebagai orang yang pernah menjadi teman spesial Hanin,dia tau jika wanita yang di cintai nya tidak mungkin melakukan semua itu.


''Minumlah agar kamu tidak dehidrasi saat ini cuaca sangat panas.''Aska memberikan satu botol mineral pada Hanin.


''Aska aku tidak melakukan nya.'' Hanin berkata dengan suara yang serak menahan tangis.


''Aku percaya,tenanglah bu guru menyuruhku mengawasi mu,katakan lah jika kamu butuh sesuatu .'' Aska menepuk bahu Hanin memberikan kekuatan.


''Terimakasih As..'' Hanin tersenyum,Aska masih peduli dengan nya.


''Terimakasih Aska,aku sangat senang kamu masih peduli dengan ku dan yang terpenting kamu percaya dengan ku.''


Lebih dari tiga puluh menit Hanin berdiri di tengah terik nya matahari,dia merasa kepala nya sangat berat,mata nya semakin buram saat melihat bibir nya pucat padahal dia sudah minum air pemberian Aska.Tetapi tubuhnya tak mampu menahan sengatan matahari yang begitu terik,badan berkeringat dingin di tengah panas nya cuaca di sana.


Hanin jatuh tersungkur di atas lapangan,dia pingsan karena tubuh nya semakin melemah.Aska yang melihat nya seketika berlari dengan kencang,dengan perasaan khawatir dia mengangkat Hanin dibawa ke UKS sekolah.Di UKS Hanin diberi minyak kayu putih dan pertolongan lain nya,tetapi Hanin tak kunjung sadar.Karena merasa sangat khawatir Aska membawa Hanin ke rumah sakit terdekat,dengan di temani guru nya.

__ADS_1


Saat sampai di rumah sakit Hanin segera masuk IGD,suster mengatakan jika kondisi Hanin sangat lemah.


__ADS_2