
Hari ini semua guru dan dewan yayasan sedang mengadakan rapat,mereka harus menentukan hukuman yang layak untuk Faro dan yang lain nya.Bahkan Aska pun sedang menanti hukuman itu,tidak peduli dia siapa dan anak siapa Papi nya mau Aska tetap mendapatkan hukuman nya jika memang dia bersalah,untuk dijadikan pelajaran agar Aska sendiri tidak melakukan kesalahan lagi di kemudian hari.
''Aska,,kamu sudah siap menerima hukuman apa nanti dari kepala sekolah.?'' Niko bertanya.
''Sudah lah Nik,apapun itu kita harus siap'' Jawab Aska.
Faro ,Niko,Aska dan yang lain nya tengah menunggu di luar ruangan rapat sedangkan orang tua mereka berada didalam.Satu persatu orang tua mereka keluar dari ruangan dengan raut wajah yang berbeda,Aska segera menghampiri Mami nya.
''Mi..''
''Kamu diskors Satu minggu tidak boleh masuk sekolah,tetapi di beri tugas Full selama di rumah.'' Mami Aska berkata dengan tangan yang berkacak pinggang karena kesal.
''Iya mi maaf.'' Ucap Aska.
Ternyata hal yang sama pun dialami oleh Niko,dia di hukum sama seperti Aska.Mereka tidak masalah jika harus di skors,tetapi yang membuat sedih karena tidak bisa bertemu dengan kekasih nya, apalagi Aska dia kecewa karena tidak bisa melihat Hanin setiap hari nya.
Kegaduhan semakin menjadi setelah semua murid tau jika Faro dikeluarkan dari sekolah,keriuhan semakin menjadi karena ada yang pro dan kontra. Apalagi teman dekat dan satu geng mereka, beberapa ada yang menyalah kan Hanin dan juga Niko.
''Aku harus senang atau justru sedih karena Faro di Do dari sekolah,tetapi kalau dia tidak ada siapa yang akan membantuku lagi,tapi kalau dia masih di sini suatu saat pasti dia akan membongkar semua nya.'' Gisel merasa gelisah.
Gisel sedang fokus dengan pemikiran nya sendiri, tidak menghiraukan siapa saja yang ada di sekitar nya,dia begitu tegang,takut panik dan cemas.
''Sini Lo..'' Faro menyeret Gisel dengan paksa.
''Aw Faro jangan kasar dong..'' Gisel merasa kesakitan.
Faro tidak peduli dengan keluhan Gisel,mata nya merah menatap Gisel dengan tajam dan menusuk, amarah nya tak mampu ia redam lagi.Faro yang awal nya begitu memuja dan menuruti semua mau Gisel,kini berubah seperti seorang monster yang ingin menerkam lawan nya.
''Gw di Do dari sekolah,''semua ini gara gara Lo Gisel..bukan nya mengakui semua itu karena ulah mu, kenapa diam saja tak berbuat apapun untuk memebelaku.Ingat Gisel aku pasti akan membuat mu lebih hancur dan lebih malu,semua yang akan terjadi dalam hidup Lo pasti akan lebih menyakitkan dari ini.
Bokap gw marah besar,sekarang semua yang gw lakuin serba dibatasi,semua ini karena Lo..gw pasti akan balas semua ini.
Gisel merasa kesakitan,karena Faro menarik rambut Gisel dengan kasar,walaupun Gisel kesakitan dia tidak peduli lagi.
Faro pulang bersama orang tua nya,Papa nya sangat marah dengan kelakuan anak nya yang sudah kelewat batas.
''Kamu harus ingat Faro...!''fasilitas mu semua papa kurangi termasuk uang jajan dan yang lain termasuk mobil.
__ADS_1
''Pa tapi Faro..''
''Tidak ada penolakan Faro,kalau kamu masih membantah,Papa akan berikan hukuman yang lebih
menyiksamu.'' Faro ditarik paksa oleh Papa nya.
Di rumah Faro di kurung oleh orang tuanya,dia harus menanggung semua perbuatan itu,sebelum mendapatkan sekolah baru yang mau menerima nya,Fari tidak di ijinkan pergi keluar rumah.
''Hanin jaga diri dengan baik selama aku tidak ada,'' beritahu aku jika ada yang usil dan menyakitimu aku pasti akan membantumu.Aku tidak masalah mau berapa lama di skors dari sekolah,aku hanya khawatir dengan mu jika aku tidak ada.
''Aska aku bukan anak kecil lhoo,''jadi tidak usah terlalu khawatir begini,lagi pula kan masih Elea yang menemani ku,aku juga pasti akan menjaga diri dengan baik.
Aska terlalu khawatir memikirkan Hanin,karena dia tau Gisel pasti akan selalu menyakiti Hanin apalagi tidak ada diri nya di sekolah.
Hanin dan El merasa sepi,karen Aska,Boby dan Niko sedang di skors selama seminggu,sementara Zahra dai lebih sering ijin karena tidak fokus belajar.jadi tinggal lah Hanin dan El yang bersekolah setiap hari.
''Hanin,sepi ya tidak ada teman teman..'biasanya mereka selalu membuat kita tertawa dengan tingkah nya.
''Iya El,aku pun sama merasa ada yang hilang tidak ada mereka di sini.'' Jawab Hanin dengan wajah yang murung.
''Hampa sekali,''tidak seru kalau begini suasananya jadi membosankan,kalau seperti ini aku jadi malas jika sekolah lebih baik tidur saja itu lebih menyenangkan.
''Kalau Aska dan Niko di skors selama seminggu itu tandanya tidak ada yang mengawasi Hanin,aku bisa lebih leluasa ngerjain Hanin pasti akan sangat menyenangkan,tidak akan ada yang membela nya tidak ada juga yang akan menyalahkan ku,karena aku akan memikirkan ide yang cemerlang supaya tidak diketahui siapapun.''
Gisel bukan nya berpikir setelah melihat Faro di Do, bukan nya merasa bersalah dan memperbaiki diri justru malah semakin menjadi,apalagi tidak ada Aska di samping Hanin.
Di temani malam yang dingin langit yang penuh bintang,Hanin duduk di balkon kamar nya dingin nya angin yang berhembus tidak membuat nya berlalu, dia tetap duduk termenung dengan tenang.
"Banyak yang terjadi dalam beberapa hari ini diary,
tanpa ku ketahui ternyata Aska berantem dengan Faro.Aku begitu khawatir dengan nya,sungguh aku tidak mau jika sesuatu terjadi dengan nya,bahkan di sekolah perkelahian itu kembali terulang walaupun Niko yang memulai semua itu ,tetapi Aska pun ikutan terlibat.kekacauan dan keriuhan terjadi selama beberapa hari di sekolah,hari hari terasa sangat menegangkan bagi kita semua.Aska di skors dari sekolah aku pun tak bisa bertemu dengan nya,hati terasa hampa tidka ada dia,hari hari terasa membosankan.Bukan hanya Aska yang tidak ada tetapi teman yang lain juga,Niko Boby pun sama meraka di skors juga,sementara Zahra dia tengah bersedih karena orang tuan nya sakit parah di rumah sakit,dia pasti sangat sedih.Aku pun sedih melihat teman teman ku susah begini,mereka begitu baik dengan ku andai ad ayang bis aku lakukan untuk membantu mereka."
Hanin masuk kedalam kamar nya,dia berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponsel nya.
''Aska sedang apa ya,kalau telfon dia takut nya banyak tugas yang belum selesai,aku jadi bingung.''
Mungkin Aska merasakan di rindukan oleh Hanin, ketika Hanin bimbang memikirkan untuk menghubungi nya,justru Aska lah yang menghubungi Hanin terlebih dahulu tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Hanin tersentak melihat panggilan masuk di ponselnya,mata nya berbinar menandakan dia sangat senang.
''Halo Aska..''Hanin berkata dengan gembira.
''Hai sayang,kamu pasti sedang merindukan ku ya''Aska bicara dengan sangat percaya diri.
''Kok mau tau sih'' Jawab Hanin.
''Kare aku pun sangat rindu dengan mu,''beberapa hari tidak melihat mu membuat ku jadi kurus,karena tidak ada yang menyuapi ku makan.
Hanin tertawa mendengar penuturan Aska.
''Kamu kan sudah besar bisa makan sendiri,jangan manja karena tugas mu itu memanjakan ku.''Hanin pun ikutan gombal seperti Aska.
''Oh kamu mau nya dimanja ya,kemari biar ku peluk dan ku timang timang''Hanin tertawa geli mendengar nya.
''Memang nya aku bayi..?''Jawab Hanin.
''Kamu itu Baby ku,,gadis bunga impian ku yang harus ku sayang agar tidak pernah layu.Tetap lah tersenyum dan mekar dengan indah,aku tidak mau melihat mu murung dan sedih.Hanin tetap lah naga diri mu dengan baik,setelah aku kembali sekolah pasti aku yang akan menjagamu.''
Hanin tersenyum menyentuh pipi Aska didalam ponsel nya.
''Iya As,pasti aku akan jaga diri ku.'' Mereka tersenyum bersama dan saling memandang, mengisyaratkan rindu yang terpendam.
''Selamat tidur Gadis bunga ku..''Ucap Aska.
''Selamat tidur juga Aska,,,''Jawab Hanin.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terimakasih yang sudah membaca Novel ini,cerita yang awal nya ditulis dengan terpaksa karena bingung memikirkan akur dan konflik anak sekolah, karena author sudah lama tidak sekolah.tetapi berjalan nya waktu author menemukan inti dari cerita ini yang membuat semangat untuk menulis.
Jangan lupa baca novel author lain nya ya..
*MENGGAPAI CINTA LAMA.
*CINTA GADIS MALANG.
__ADS_1
Jangan lupa vote,lime komen dan hadiah nya ya.
terimakasih banyak..😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏