Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 33.


__ADS_3

''Sebentar saja zahra..!''Faro menahan tangan Zahra.


''Ngapain sih pegang pegang.. '' Zahra tidak suka.


Zahra terus menolak Faro,tetapi Faro justru semakin memaksa.


''Zahra pliss,aku ingin tau soal Hanin apa benar dia di fitnah dan sekarang masuk rumah sakit lagi.?'' Kata Faro.


''Terus apa peduli mu,untuk apa menanyakan nya bukan kah itu juga tujuan mu ha..!'' Zahra marah Faro bertanya soal Hanin.


''Zahra sorry,dulu memang gue bersalah menyakiti Hanin,tetapi itu bukan keinginan ku percaya lah.Aku yakin orang yang melakukan ini masih orang yang sama.''Faro menjelaskan pada Zahra.


''Atas apa aku harus percaya dengan mu,dasar pria aneh jangan berani lagi kamu muncul di depan ku,aku tidak suka bertemu dengan mu.!'' Zahra sangat jutek dengan Faro.


Zahra meninggalkan Faro dan bergegas masuk ke dalam mobil nya.Faro paham mengapa zahra tidak suka dengan nya,mereka memang tidak dekat dari awal apalagi Faro pernah menyakiti Hanin,itu membuat Zahra ilfil pada nya.


Di kedai itu Faro bertemu teman teman nya,mereka banyak bercerita tentang kejadian kejadian di sekolah,apalagi menyangkut Gisel Faro haru mengetahui semua nya.


''Bagaimana menurut kalian ide ini..?''kata Faro.


''Keren bro,pasti akan sangat mengejutkan..ha ha ha'' teman teman Faro pun tertawa.


''Bermain lah dengan cantik,agar tidak semua nya aman..!'' kata salah satu teman Faro.


''Beres...''kata Faro.


Pagi ini di sekolah di salah satu kelas sedang heboh,di sosmed salah satu siswa ada video menghebohkan yang di peran kan oleh satu teman sekolah nya.Wajah nya terpampang dengan jelas, sungguh sangat mengejutkan semua pihak.


Suasana semakin riuh ketika Video di unduh dan dibagikan ke grup kelas,dalam hitungan detik dan menit semua nya tersebar ke penjuru sekolah.


''Gak nyangka ya Gisel seperti itu..''


''Mengapa harus di vidio sih..''

__ADS_1


''Ternyata dia murahan ya..?''


''Gila body nya aduhai''


''Kalau Gisel mau dengan gue,pasti gue rela bayar kok.


''Memalukan...!''


Masih banyak lagi cacian dan cemoohan teman teman untuk gisel,awal nya gisel bingung dengan semua itu,dia benar benar tidak mengerti.salah satu teman nya memberitahu tentang vidio yang sedang viral di sekolah,betapa terkejut nya Gisel melihat itu.


Dia marah tapi tak mampu berkata apapun,rasanya ingin bersembunyi dan menghilang dari keramaian sekolah.


''Gisel bagai mana bisa semua ini tersebar..?''Tanya teman nya.


''Pasto ini semua ulah Faro,br*ngsek dia,sialan berani sekali dia menyebarkan ini semua,ah bodoh nya aku mengapa haru lupa soal ancaman nya.'' Gisel merasa frustasi.


''Lebih baik aku bolos saja,pusing dengan semua ini..'' Gisel berniat pergi bolos dari sekolah,tetapi langkah nya terhenti ketika guru BK memanggil nya.


kehebohan Vidio itu cepat sekali sampai pada guru mereka,membuat pihak sekolah segera bertindak. Gisel sedang mengahadapi masalah besar,pasal nya pihak sekolah tidak bisa mentoleransi vidio asusila.


''Gisel mengapa kamu membuat vidio seperti ini..?''


''mengapa kamu sampai menyebarkan semua ini..?''


Masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang ditanyakan pada Gisel.


Belum lagi masalah lain yang sedang menghantui nya,tanpa Gisel ketahui saat ini orang tua nya sedang menghadap kepala sekolah sebab dia di nyatakan bersalah telah memfitnah Hanin.Lanar ini di beritahukan pada teman sekelas agar mereka tidak resah sebab pelaku nya sudah di ketahui yaitu Gisel.Di kelas kehebohan semaki menjadi,dalam satu hari Gisel membuat kehebohan yang sangat mencengangkan.


Aska yang mendengar nya sangat marah rasanya dia ingin mencabik-cabik mantan kekasih nya itu, dia tidak terkejut melihat vidio itu,sebab Aska sudah tahu semua itu.


''Br*engsek kamu Gisel,berani nya kamu melakukan semua ino terhadap Hanin,kalau kamu ada di hadapan ku pasti akan ku remuk kan semua tulang di tubuh mu.


Mengetahui jika Gisel berada di ruang BK,Aska dan teman teman nya segera menghampiri nya.Mereka di penuhi rasa amarah,bukan hanya teman dekat Hanin siswa lain pun ikut menyerang Gisel.

__ADS_1


''Kemari wanita rubah..!'' Aska menyeret paksa Gisel ketengah lapangan,para pun tak mampu menahan amarah semua siswa.


''Wanita seperti mu tidak pantas berada di sini..!'' Aska menyeret dan mendorong Gisel sampai jatuh tersungkur di tengah lapangan,dia tidak peduli dengan rintihan kesakitan Gisel.


Aska mencaci maki Gisel,membuat nya menjadi tontonan seluruh siswa di sekolah.Gisel seakan tidak punya muka lagi berada di sana,malu,takut dan sakit ia rasakan sendiri.


''Aku bisa saja membuat mu terbaring seperti Hanin Gisel,aku juha bisa membuat mu tak berdaya seperti dia,apa kamu wajah cantik mu ini ku bikin hancur lebur.bahkan jika ku gores wajah mulus ini dengan gunting sekalipun tidak akan sakit seperti apa yang telah kamu lakukan pada Hanin selama ini.''


Keadaan semakin tak terkendali ketika Aska tidak mampu mengendalikan emosi nya,ia bahkan menampar Gisel didepan banyak siswa.Di antara ratusan siswa yang melihat tidak ada satu pun yang menolong apalagi membela nya,bahkan sahabat nya pun tidak berani berkutik sama sekali.


Para guru akhir nya menarik Aska menjauh dari Gisel,untuk menghindari hal yang tidak di ingin kan Aska di bawa ke ruang kepala sekolah.Sementara Gisel dia di tahan di sekolah menunggu orang tua nya yang sedang rapat bersama pihak sekolah dan Papa Hanin.


Berada di gedung yang sama,tetapi orang tua Gisel tidak tau apa sedang menimpa putri nya.Sebab mereka berada di ruangan yang tertutup dan sedang membicarakan hal yang serius.


''Tenangkan dirimu Aska...!'' Kata guru nya.


Aska diam dia mencoba meredam emosi nya yang sudah tak terbendung itu,bayangan wajah Hanin yang terbaring pucat selalu menghantui nya,rasa sedih dan bersalah semakin kuat tertanam dalam benak nya.


''Saya harus menghajar wanita ibl*s itu pak,sebab dia yang sudah membuat Hanin sekarat,dia harus mendapat balasan yang setimpal.'' Aska masih saja emosi.


''Aska....!'' Guru itu membentak.


Merasa susah menenangkan Aska,guru kain mencoba menghubungi Selfi Mami nya,yang saat ini Selfi tengah mengikuti rapat bersama orang tua Hanin.Melihat pesan tentang Aska,Selfi segera menemui anak nya di tempat yang sudah ia ketahui.


''Aska,apa yang kamu lakukan..?'' Kata Mami yang panik melihat penampilan anak hancur berantakan.


''Mi wanita itu harus ku lenyap kan,dia yang sudah membuat hati sekarang sakit ..'' Aska pun bicara hal yang sama dengan Mami nya.


''Oh sudah merasa jagoan kamu ya,mau jadi apa kalau seperti ini.Apa kamu pikir Hanin akan bangga padamu jika melakukan ini semua,lihat penampilan mu seperti preman pasar yang gak diurus.Memang kamu ini siapa,Papa nya Hanin saja dengan tenang menjalani proses ini,walaupun dia tau tetapi dia tidak berbuat brutal seperti mu,dia mampu melakukan apapun dengan kekuasaan nya,sekali tembak saja mungkin anak itu sudah tak berdaya.Semua ada aturan nya,proses sedang berjalan kamu harus menghormati nya kalau kamu melukai nya,itu sama saja kanu seperti dia.''


Aska diam saja mendengar Mami nya bicara,dia memang di kalahkan oleh amarah nya sendiri, dikuasai emosi yang membutakan pikiran nya, hingga ia tak mampu mengontrol perilaku nya sendiri.


''Aska,terkadang hidup memang tidak berjalan dengan apa yang kita harapkan,sebab itu manusia harus berjuang dan berusaha untuk membuat semua nya menjaga seperti yang kita mau,ada yang melakukan dengan cara yang benar dan salah,ada pula yang pula yang sakit dan sehat.Begitu pun dengan Hanin,mungkin dia harus berusaha lebih keras lagi untuk sembuh,hal yang menimpa nya itu tidak terjadi begitu saja,sudah ada campur tangan tuhan di dalam nya.Berdoalah agar dia bisa kuat dan cepat sehat,bukan amarah seperti ini yang membuat nya justru semakin sulit.''

__ADS_1


__ADS_2