
Aska dan Niko pergi ke puncak pagi hari saat langit masih gelap,Niko tidak mengijinkan Aska mengendarai mobil sebab saat itu pikiran nya sedang kacau,jadi Niko lah yang mengendari mobil Aska.
''Niko semoga ada kabar tentang Hanin di sana ya.''hati ku sangat cemas memikirkan nya,takut sesuatu terjadi dengan nya.
''As,mengapa kamu menyembunyikan hubungan kalian,''melihat mu seperti ini tidak mungkin jika kekhawatiran mu hanya teman biasa kan,?Elea dan Boby sempat berkata jika mereka melihat ada yang dengan mu,setiap Hanin sakit atau terluka kamu lah yang paling panik di antara kami semua,kamu juga yang paling marah jika seseorang menyakiti nya.
Aku menghargai Hanin Niko,sebab dia berkata keluarga nya tidak mengijinkan jika dia pacaran saat masih sekolah,untuk menghindari itu kami menjalin hubungan secara tertutup bahkan dari kalian semua.Maaf jika kami tidak melibatkan kalian, sebenar nya aku sendiri pun bingung mgngapa Hanin itu selalu tertutup anak nya,tidak seperti kita yang selalu terbuka bahkan sakit pun tidak pernah bilang.
Baru ku tahu saat Kak Bagas mengatakan tentang sakit yang ia derita,semua itu sangat membuat ku terpukul.Kamu ingat kan setiap olah raga Hanin jarang sekali terlibat alasan nya kurang sehat dan bahkan sering tidak masuk,mengapa kita tidak pernah menyadari nya dari awal kalau tahi dia sakit aku pasti akan melarang guru menghukum nya,bahkan jika memang harus terjadi lebih baik aku yang menggantikan nya,aku menyesal Niko menyesal.
''Tenang lah Aska,berdoa lah semoga Hanin baik baik saja sekarang.''Kamu harus tau As,jika kami semua sahabat mu pasti akan selalu membantu mu sampai kapan pun.
Mereka telah sampai di Villa dimana Hanin menginap saat itu mereka pun menanyakan keberadaan keluarga Hanin tetapi tidak ada Hasil nya.Niko dan Aska melanjutkan perjalanan nya ke perkebunan bunga milik Hanin,yang tempat nya tidak jauh dari Villa itu.
Di perkebunan mereka bertemu dengan mandor yang di percaya untuk mengurus nya,tetapi pihak perkebunan mengatakan jika Bos nya itu sama sekali tidak pernah datang,terakhir datang saat bersama Aska saat itu.
''Kemana lagi kita harus mencari nya Nik..?''Aska sangat frustasi.
''Sabar As,kita cari lagi di tempat lain minta bantuan saja pada Mami dan Papi mu pasti mereka bisa membantu mencari nya.''Niko memberi saran.
Aska tertunduk lesu di tepian bunga,mata berkabut dan hati nya terluka,tak mampu menemukan Hani begitu menyiksa batin nya.
''Gadis bunga kamu di mana,?apa kamu tau di sini aku mencemaskan mu,aku merindukan mu tolong kembalilah,tuhan tolong beri petunjuk mu untuk ku.''
Hanin..........................!
Aska berteriak memanggil nama Hanin di tengah hamparan bunga yang harum dan indah,dia berharap bunga bunga itu menyampaikan pada cinta nya jika ia ingin bertemu.
''Tenang lah Aska,''mari kita pulang besok kita cari lagi keberadaan Hanin dan kamu juga harus meminta pendapat orang tua mu ..!
__ADS_1
Aska pun menuruti ucapan Niko,mereka pun akhir nya pulang tanpa hasil apapun.ketika sampai di rumah Aska langsung bicara pada kedua orang tua nya,tanpa peduli dengan rasa lelah di tubuh nya yang ia tau Hanin harus cepat di temukan.
''Pi,Mi tolong bantu Aska mencari Hanin,''Aka dan teman teman sudah mencari nya tetpi kami menemui jalan buntu tidka ada penunjuk apapun, bahkan rumah pribadi mereka pun sepi pegawai yang ada di sana tidka memberitahu apapun.
''Aska Mami tau kamu sedih,t''etapi Hanin kan bersama keluarga nya tidak sendiri mereka pasti akan menjaga nya dengan baik,mereka pergi pasti untuk memberikan pengobatan untuk Hanin.
''Tapi tidak dengan cara seperti ini Mi mereka menutup semua akses untuk Aska dan teman teman maksud nya apa..!'' Aska tidka setuju dengan pendapat Mami nya.
''Aska mereka itu keluarga nya semua keputusan mereka adalah benar dan mutlak,mungkin mereka tidak ingin merepotkan mu atau ada hal lain mungkin.'' Papi Aska mencoba menjelaskan agar Aska paham.
''Tolong cari tau Pi..''Aska memohon.
''Ya Papi akan bantu tapi kamu harus sabar,Papa Hani itu Jendral jadi tidak mudha melacak keberadaan nya.
''Baik Pi''Kata Aska.
Setelah mendengar jawaban dari orang tua nya, Aska pun kembali ke kamar nya dia kembali membuka buku diary Hanin yang ada bersama nya.
Pagi ini Aska datang ke sekolah dengan wajah yang lesu,dia benar benar tak memiliki energi seperti biasa nya,asupan energi nya sudah tak lagi ada di samping nya,setiap dia menatap bangku tempat Hanin biasa duduk hati nya berdesir seperti teriris dan terasa menyakitkan.
''Hanin,kembalilah sayang...''batin Aska memanggil nya.
''Aska mari istirahat bersama ?''Zahra mengajak nya.
''Iya Zahra..''Azka mengikuti zahra dan yang lain untuk ke kantin.
''Makan bakso itu enak nya pedas kalau tidka bakan kue saja biar manis..''kata Boby.
''Aku tidak terlaku suka pedas Bob.''zahra berbicara.
__ADS_1
Aska teringat saat Hanin kalah permainan di rumah Zahra,saat itu mereka sedang ada maslaah tetapi Aska memberi Hanin minum.karena tak tega melihat nya menahan rasa pedas.
''Hanin,semua tentang mu masih teringat jelas di pikiran ku sampai kapan pun semua itu tidak akan mudah terhapus.'' Aska bengong sementara teman teman nya bersenda gurau.
''Aska bukan nya kami tidak bersimpati pada mu dan Hanin,tetapi kamu harus tau hidup mu juga pasti masih terus berjalan,semangat lah yakin lah suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu kembali.
''Terimakasih teman teman..''ucap Aska.
Pulang dari sekolah Aska menyempatkan dirinya mendatangi toko bunga dan rumah pribadi keluarga Hanin,Aska mengingat jika bagas kuliah di sebuah universitas yang tak jauh dari tempat tinggal nya,dengan cepat Aska mencari ke sana kebetulan juga dia memiliki kerabat yang bersekolah di tempat yang sama dengan Bagas.
''Kak vera..''Aska memanggil.
''Aska...!''Vera agak terkejut.
''Kamu ngapain kemari..?''Vera bertanya.
Aska bercerita jika ia ingin mencari Bagas dan ternyata Vera pun mengenal nya,sebab mereka ternyata satu jurusan.
''Aska setahuku Bagas sudah pindah kuliah..''Vera menjelaskan.
''Pindah kemana kak. ?''Aska penasaran
''Menurut teman teman dia pindah ke Inggris,''tapi itu juga belum tentu benar sebab tiba tiba saja dia pindah,jadi kami tidak tau dia kemana.
Bagas itu biasa nya orang nya tidak tertutup dia bergaul dengan siapa saja di sini,aku juga sering ngobrol dengan nya,tapi belakangan dia mengatakan jika adik nya di rawat di rumah sakit sejak itu dia menjadi pendiam dan jarang bergaul.
''Menurut teman kakak Bahas sangat bersedih,''dia juga selalu menyalahkan dirinya sebab tidak mampu menjaga adik nya,sepertinya dia begitu menyayangi adik nya itu,makanya dia menjadi pendiam dan terlalu fokus belajar untuk bisa menyembuhkan adik nya.
''Ya kak adik nya memnag sakit,'' adik nya itu adalah kekasih ku sekarang kami terpisah dan aku tak tau harus mencari nya kemana.
__ADS_1
''Sabar Aska pasti kaan ada Jalan,''coba saja kamu bertanya pada teman dekat nya ya,ini ada nomor ponsel nya kami bisa hubungi mereka.