
Ketika Hanin berada di ruang IGD Aska menghubungi keluarga Hanin,Mama Hanin tampak terkejut mendengar nya,tak menunggu lama dia segera menuju rumah sakit yang di beritahu okeh Aska.
''Aska mengapa bisa begini..?''Mama Hanin panik saat sampai di rumah sakit.
Aska pun menceritakan kejadian sebenar nya, bahwa Hanin dituduh mencuri ponsel milik teman sekelas nya.
''Astaga,siapa yang tega melakukan itu Hanin tidak mungkin melakukan itu,tante tahu seperti apa anak tante Papa nya mampu membelikan ponsel apa saja yang dia mau,tetapi Hanin tidak mau.'' Mama Hanin menangis mendengar nya.
''Aska percaya tante,Hanin tidak mungkin melakukan semua itu'' Ucap Aska.
Hari semakin larut tetapi Hanin tak kunjung sadar, sampai malam hari ketika bagas datang pun Hanin tetap belum sadar.Keadaan Hanin membuat semua nya khawatir,Aska sampai tertidur di rumah sakit sampai pagi karena ingin melihat Hanin sadar.Tapi nyata nya sampai pagi hari pun keadaan nya masih tetap sama,Hanin masih menutup rapat mata nya.
''Aska lebih baik kamu pulang,kamu harus sekolah nanti atau besok kam bisa datang lagi kemari,orang tuamu pasti mencari mu.'' Bagas menyuruh Aska pulang.
''Baik kak,aku akan pulang tapi nanti pasti aku datang lagi.'' Ucap Aska.
Aska pun kembali ke rumah nya,si sepanjang jalan pikiran nya hanya terpusat pada Hanin,saat sampai di rumah pun dia selalu memikirkan nya,mengetahui anak nya pulang Mami Aska segera menghampiri nya,dia sangat marah karena anak nya pulang pagi sampai tidak masuk sekolah.
Aska,''Aska buka pintu nya Mami mau bicara..!'' Mami Aska menggedor pintu dengan sangat keras.
''Ya mi..''dengan wajah lesu Aska membuka pintu kamar nya.
''Masih ingat pulang kamu,pulang pagi,tidak sekolah apa kamu mau jadi berandalan..?'' Mami marah marah.
''Maaf Mi ..''Ucap Aska
''Mami stres mikirin kamu Aska ..''Mami ngomel terus sampai telinga Aska panas.
''Mi,Aska di rumah sakit menemani Hanin.Dia pingsan kemarin di sekolah sampai pagi ini belum sadar.'' Aska menjelaskan.
''Apa..?'' Mami sangat terkejut.
''mengapa bisa sampai begitu..?''Mami ingin tau.
Aska pun menjelaskan jika Hanin tengah di hukum karena ketahuan mencuri ponsel dan menyembunyikan didalam tas nya.
__ADS_1
''Apa mungkin Hanin melakukan itu,''bukan kah uang orang tuanya banyak,toko bunga nya sangat ramai belum pekerjaan orang tuanya,kakak saja calon dokter mereka itu bukan orang susah kan..?
''Aska juga yakin Mi jika Hanin tidak mungkin melakukan nya''
Di kelas keriuhan semakin menjadi ketika Aska mengabarkan jika Hanin belum sadar,pihak sekolah pun ikut khawatir apalagi saat Mami datang dan marah marah.
Setelah pulang sekolah Aska dan Mami nya datang menjenguk Hanin,kesedihan sangat terlihat dari wajah Mama Hanin.Tanpa didampingi suami nya dia menemani anak nya seorang diri,karena Bagas sedang ada jadwal kuliah.
Jeng Alina,''bagaimana keadaan Hanin..?''Mami Aska memeluk Alina yang terlihat rapuh.
''Hanin...''Mama Hanin menangis dalam pelukan Selfi.
''Tenang kan dirimu jeng menangis lah agar hatimu lebih tenang.!''Mami Aska menenangkan nya
''Hanin sudah sadar tetapi dia masih sangat lemah,bahkan saya pun belum di perbolehkan masuk ke dalam.'' ucapan Mama Hanin membuat Aska sangat terkejut.
''Sebenar nya apa yang terjadi dengan Hanin,dia hanya pingsan karena kepanasan dan mungkin lelah tetapi kenapa bisa sampai separah ini,harus nya dia sudah sadar dan hanya melakukan pemulihan saja.''
Aska bingung dengan kondisi Hanin yang sebenar nya
''Kenapa bisa sampai seperti itu jeng,apa yang terjadi dengan Hanin..?'' Mami Aska pun bingung dengan keadaan Hanin.
Mami Aska kembali menenangkan nya,karena Mama Hanin belum bisa di ajak bicara,saat dia sudah kembali tenang dan ingin mengatakan keadaan Hanin.
''Hanin mengalami...''
''Ma..''Bagas datang.
''Ma,gimana keadaan Hanin..?''Kata Bagas dengan penuh kecemasan.
''masih sama Gas,''Ucap Mama.
Bagas tertunduk lesu mendengar nya,dia duduk di kursi tunggu tanpa ada tenaga,melihat Bagas seperti itu Aska pun semakin panik.Mama dan Kakak Hanin sangat lemah itu pertanda memang Hanin sangat tidka baik baik saja.
''Hanin,apa yang terjadi dengan mu sayang..?''Aska semakin frustasi dengan tidak jelas nya keadaan Hanin.
__ADS_1
Aska dan Mami nya di rumah sakit sampai malam, menemani Ma Hanin yang begitu rapuh.
''Aska terimakasih,tante terimakasih sudah menemani Mama di sini.'' Kata Bagas.
''Tidak perlu berterimakasih nak Bagas 'Kata Mami Aska.
''Kak Bagas kita ke kantin Yuk..?'' Aska mengajak Bagas.
''Boleh..''Kata Bagas.
Mereka ngopi berdua,banyak hal yang ingin Aska ketahui soal Hanin dari Bagas.
''Kak sebenar nya Hanin sakit apa..?'' Aska langsung bertanya tanpa basa basi.
Bagas diam di tidak tau harus menjawab apa,antar jujur atau tidak.
''Mengapa diam kak apa memang ada di sembunyikan..?'' Aska bertanya lagi.
'''Sebenar nya keadaan Hanin memang tidak baik Aska,dia berbeda dengan gadis di luaran sana.'' Bagas kembali diam dan menarik nafas nya sangat dalam.
''Maksud nya Kak..?'Aska tidak mengerti.
''Dulu Hanin tumbuh sehat seperti anak anak lain nya,''dia ceria aktif dan pintar.Adik ku gadis yang berbakat dia pandai bernyanyi,pandai bela diri dan sedikit tomboi karena selalu mengikuti apa yang kaka nya sukai,termasuk basket dan bola.
''Di bukan anak yang lemah,''walaupun dia perempuan tetapi mental nya seperti laki laki,dia bahkan berani menghajar preman kampung saat kita pulang ke rumah Nenek.Hanin itu lucu dia itu tidak bisa diam,bisa dibilang sangat usil.Bagas bicara sambil tertawa getir.
Tetapi semua keceriaan itu sirna,''saat perlahan kondisi tubuh nya menurun,''awal nya kami berpikir dia sakit biasa karena kelelahan.Tetapi berjalan nya waktu kondisi Hanin bukan nya membaik justru semakin memburuk,perlahan kami tau dengan melalui banyak proses jika Hanin menderita sakit Jantung.Kenyataan itu membuat kami begitu syok,segala macam pengobatan telah kami lakukan untuk kesembuhan nya,perlahan kondisi nya membaik tetapi dering juga di drop lagi dan lagi.
''Bahkan dia sempat tidak bersekolah,''karena merasa kondisi nya sudah membaik dia ingin kembali bersekolah.Mungkin dia merasa jenuh dan sepi karena tidak memiliki teman,Papa akhir nya memenuhi permintaan Hanin untuk menempati rumah kami di sini,karena sebelum nya kami menempati rumah dinas Papa di kota lain.Benar saja Hanin terlihat lebih ceria dan aktif kembali,saya pun senang melihat dia banyak teman karena jika dia bahagia itu membuat energi positif yang baik untuk tubuh nya. Selama ini saya protektif dengan nya bukan nya tanpa sebab,karena setiap saat saya sellau mengkhawatirkan keadaan nya di luar rumah.
Aska begitu syok mendengar nya,dia tidak pernah tau keadaan Hanin yang sebenar nya selama ini.
''Jadi selama ini dia tidak pernah masuk sekolah sellau menghilang tanpa kabar itu karena Hanin sakit.?'' Aska menanyakan rasa penasaran nya selama ini.
''Ia..'' Jawab Bagas.
__ADS_1
''Hanin...mengapa kamu tidak bercerita dengan ku'' Aska sangat frustasi.
''Dia tidak mau orang lain tahu keadaan nya yang sebenar nya '' Bagas menjawab rasa penasaran Aska.