
Setelah kesal mengumpat Gisel,Faro pun menuju kamar nya karena orang tua nya melarang dia keluar rumah selama kasus nya di sekolah belum selesai.
Malam ini Hanin tidak bisa tidur,dia memikirkan apa yang harus dia jawab bagai mana juga kalau sampai salah bicara,Aska beberapa kali menghubungi ya pun tidak ia pedulikan.
''Kemana Hanin..?''Aska kebingungan.
Di sekolah Hanin tengah berada di ruangan yang tertutup,dia beri banyak pertanyaan oleh kepala sekolah dan guru lain nya.Hanin menjawab dengan begitu santai walau di awal dia merasa sangat tegang,dia menjawab apa ada nya yang menurut Hanin benar.Bukan hanya Hanin tetapi sang Mama pun turut di mintai keterangan,serta menunjukan rekam medis Hanin ketika terjatuh.
Orang tua Hanin berkata,jika pihak keluarga tidak ingin memperpanjang maslah ini karena yang terpenting Hanin sudah sehat kembali,mereka menyerahkan semua nya pada pihak sekolah apapun keputusan nya nanti.
''Hanin bagaimana,kamu diperlakukan dengan baik kan di dalam.?'' Aska khawatir.
''Iya Aska semua berjalan dengan normal kok.''Hanin meyakinkan.
Elea,Zahra Boby,dan Niko juga ada di sana.Mereka semua penasaran takut nya Hanin diperlakukan tidak adil sebagai murid baru.
''Zahra bagaimana keadaan orang tuamu..?'' Hanin justru mengkhawatirkan Zahra.
''Keadaan Papa masih sama,belum ada perkembangan yang baik.''Zahra berkata dengan murung.
''Zahra kita turut prihatin ya atas apa yang menimpa mu,sepulang sekolah nanti kita boleh kan menjenguk Papa mu ke rumah sakit.?'' Kata Boby.
''Boleh saja,'' Jawab Zahra.
''Maaf Zahra kemarin kita sibuk dengan permasalahan di sekolah,bukan berarti kami tidak peduli dengan mu,benar kata Boby kita pasti akan menjenguk orang tuamu..'' Aska pun ikut bicara.
''Iya aku mengerti,''terimakasih doa dari kalian buat Papa juga sudah membuat ku senang.
Sepulang sekolah mereka datang ke rumah sakit menjenguk Papa nya Zahra,sayang sekali karena keadaan yang tidak baik mereka tidak bisa melihat secara langsung karena berada di ruang ICU,hanya Mama Zahra yang bisa masuk,keadaan nya pun sangat kritis dalam keadaan koma.Mereka begitu gitu sedih melihat Zahra yang begitu terpukul dengan keadaan orang tua nya.
''Zahra memang om sakit apa sebenar nya,samapi seperti ini?'' Kata Elea.
''Jantung..!'' Jawab Zahra dengan lemas.
__ADS_1
Hanin yang mendengar nya,begitu terkejut kaki nya mendadak lemah seperti tak mampu menopang tubuh nya,hingga dia berpegang pada lengan Boby yang ada di sebelah nya.
''Hanin Kenapa..?''Kata Boby yang merasa terkejut.
Hanin diam saja,dia begitu syok karena dia pun memiliki penyakit yang sama.
''Hanin,..!'' Aska meraih Hanin,dan membawa nya duduk.
''Minum lah..!'' Aska menyodorkan air mineral.
Teman teman nya pun terkejut melihat keadaan Hanin,karena mereka baru pertama kali melihat Hanin seperti ini.
''Maaf ya teman-teman membuat kalian khawatir,'' aku baik baik saja tadi hanya terkejut saja mendengar ucapan Zahra,apa lagi sekarang keadaan nya seperti ini aku merasa tidak tega.
''terimakasih Hanin,sudah mengkhawatirkan ku seperti ini'' Ucap Zahra.
Setelah menemani Zahra di rumah sakit,mereka pun pulang karena memang tidak boleh terlalu lama berada di sana.Hanin pulang bersama Aska sementara Niko dan Elea bertiga dengan Boby.
''Hanin kamu keliatan terpukul sekali tadi,memnag nya kenapa sih..?'' Aska merasa ada yang aneh, karena yang lain pun terkejut dan khawatir tapi tidak bereaksi berlebihan seperti Hanin.
''Ohhhhh...'' Kata Aska.
Aska mengendarai motor nya dengan pelan,dia ingin menikmati momen berdua dengan Hanin, karena semenjak Hanin sakit mereka tidak pernah jalan berdua lagi.
''Aska kita langsung pulang ya,''Papa nanti marah apalagi dia akan segera bekerja lagi momen ku untuk bertemu dengan nya pasti akan susah,karena Papa ku sibuk dengan pekerjaan nya.
''Siap Gadis bunga..'' Aska berkata dengan sangat bahagia.
Aska mengantar Hanin sampai depan toko bunga, karena sampai saat ini memang yang Aska tau itu lah rumah Hanin.
''Masuk lah Hanin..!'' kata Aska.
''Kamu jalan saja dulu As,baru aku masuk..!''Ucap Hanin.
__ADS_1
''Tidak kamu masuk lah dulu,setelah itu aku baru akan pergi.''Aska tetap dengan pendirian nya.
''Tapi Aska,aku ingin melihat kamu pulang''Hanin pun sama.
''Hanin aku ingin memastikan kamu selamat sampai di dalam,''jadi kamu harus masuk aku tidak ingin kamu terluka sekecil apapun itu,ayo masuk..!
''Baik lah aku masuk..'' Hanin mengalah dan segera masuk,dengan senyum berseri di wajah nya.
Aska pulang,kerumahnya di sana kedua orang tuanya sudah menanti,Papi nya sudah menanti kedatangan nya.
''Aska dari mana kamu,''setiap hari selalu pulang saat sudah gelap,apa kanu tidak kasihan dengan Mami yang selalu menunggu setiap hari.
''Pi,tadi Aska ke rumah sakit sebentar,''Papa nya Zahra di rawat dan keadaan nya memburuk,sebagai teman masak Aska tidak menjenguk nya kan tidka enak.
''Tapi bukan berarti tidak memberi kabar seperti ini..!'' Papi Aska bicara dengan sedikit membentak anak nya
''Maaf Pi.''Jawab Aska.
''Papi dengar kamu terlibat perkelahian,''Papi tidak mau dengar apapun alasan nya.Kalu kamu mengulangi nya lagi Papi akan kirim kamu keluar negeri menyusul kakak mu,atau sekolah di desa saja. berama Nenek di sana.
Mami Aska diam saja,karena dia tau anak nya pasti akan menurut dengan Papi nya.
''Jangan sampai Papi mengirim ku pergi jauh dari sini,aku tidak mau berpisah dengan Hanin.''
Di rumah Faro merasa sangat bosan,dia begitu kesal dengan Gisel dia seolah diam saja tidak menunjukan sikap prihatin sedikit pun,padahal Faro seperti itu karena membantu nya.
ponsel Gisel berdering,ketika dia melihat nama Faro yang tertera di ponsel Gisel begitu ragu untuk menerima nya,dengan segala pertimbangan akhir nya dia pun menjawab juga.
''Halo..'' Ucap Gisel.
''Bagus kamu Gisel,puas kamu melihat gue sekarang banyak masalah,kamu jangan senang dulu gue memang tidak membawa nama mu dalam pemeriksaan di sekolah.Tapi kamu jangan berbesar hati,karena gue sudah menyiapkan hal sangat mengejutkan untuk mu brengs*k,semua ini karena mu tetapi seolah tak bersalah kamu diam saja tanpa menanyakan kabar gue sedikit pun bo*doh.''
''Faro bukan nya begitu,aku diam karena aku takut bukan tidak peduli dengan mu.'' Jawab Gisel.
__ADS_1
''Aku tidak akan percaya lagi dengan mu Brengs*k'' Faro mematikan ponsel nya dengan sangat kesal.
Awas kamu gisel,berani nya mempermainkan ku kau harus membayar nya...!!!!