Diary Hanin (Gadis Bunga)

Diary Hanin (Gadis Bunga)
Chapter 52.


__ADS_3

Pagi hari Aska selalu telfon Hanin,itu kegiatan rutin nya setiap pagi.Dia harus melihat wajah Hanin setiap hari,jika dia lelah dan jadwal nya padat tetap saja dia akan menghubungi Hanin walau hanya satu menit.Semua itu membuat Hanin menjadi terbiasa dan selalu bersama ponsel nya.


''Hai gadis bunga sayang..''Aska menyapa.


''Hai Aska..aku sudah menunggu panggilan mu..''Jawab Hanin.


''Hati ku di penuhi bunga mendengar jawaban mu sayang..''Hanin tersenyum renyah mendengar nya.


''Hanin mengapa wajah mu pucat.?''Aska khawatir.


''Apakah pucat..?''Hanin memperhatikan wajah nya di layar.


''Pasti semalaman kamu lelah begadang karena memikirkan ku ya.''


''Aska...''Hanin cemberut.


''Jangan cemberut sayang nanti aku semakin cinta..''Aska menggoda Hanin.


''Aska jangan menggodaku terus,''bersiaplah pekerjaan mu banyak.!


''Siap Sayang..''


Sambungan telfon pun terputus,Aska segera bersiap untuk pergi ke kantor bersama Papi nya.Saat ini dia tengah sibuk dengan pekerjaan yang sudah di siapkan oleh orang tua nya,sebagai pewaris Aska harus di didik sejak dini,semenjak lulus SMA dia sudah memegang tanggung jawab berat di pundak nya.


Di meja makan.


''Aska lusa kita ada meeting ke luar kota,nanti siska dan roby akan memberitahu mu apa saja yang harus kamu siapkan,di sana kita akan menginap selama tiga hari.Jadi selesaikan semua tugas kuliah mu dan yang lain nya,Papi tidak mau semua terganggu selama kamu bekerja.''


''Baik Pi,akan ku siap semua nya.''Jawab Aska singkat.

__ADS_1


''Pi jangan terlalu maksa Aska nanti dia stres kalau pekerjaan nya terlalu padat,kasian kan dia Pi.''pinta Mami.


''Mi,Papi tau seperti apa kemampuan nya jadi kamu tidak perlu khawatir.Setiap bulan nya juga dia jalan bertemu Hanin,Papi rasa tidak ada pekerjaan yang berat selain menahan rindu.''kata Papi.


Pi....


Mami membulatkan mata nya mengetahui Suaminya menggoda Aska,tetapi Aska cuek saja memang benar kenyataan begitu.


''Jangan seperti lagi,nanti Aska marah..''Mami berbisik.


''Tidak akan,memang kenyataan nya anak kita bucin nya kebangetan.''


Aska sudah siap Pi ayo berangkat,''kalau masih ingin berduaan dengan Mami Aska duluan saja.


Mendengar ucapan anak nya mereka tertawa,sepertinya Aska tau jika kedua orang tua nya tengah membicarakan nya.


''Sayang....''Niko memanggil El.


''El lihat ini...!''Niko menyerahkan amplop pada istrinya.


Dengan alis yang bertaut karena heran,Ellea membuka amplop itu.Setelah membuka dia tampak bingung melihat dua lembar tiket di dalam nya, sebab dia tidak memesan dan tidak merencanakan pergi kemanapun.


''Aku tidak memesan nya untuk apa kamu menyuruh ku membuka nya,apa kamu ingin pamer dengan ku jika akan pergi berlibur.''Ellea menyerahkan amplop itu.


''Sayang siapa yang ingin pamer,''aku sengaja menyiapkan ini untuk mu,untuk kita berlibur berdua.


''Aku tidak mau..''ucap El.


''Sayang kita kan sudah lama tidak liburan berdua,supaya kita lebih dekat dan memperbaiki hubungan kita,kamu mau ya.Nanti Najwa kita titip sama Mama selama kita pergi.''El tampak diam dan berpikir.

__ADS_1


"Terima atau tidak ya permintaan Niko,tapi nanti aku pasti rindu dengan Najwa."


''El...''Niko mengejutkan Ellea.


''Akan ku pikir dulu..''jawab Ellea.


''Jangan terlalu lama berpikir,kita akan berangkat besok pagi,aku sudah siapkan semua kebutuhan kita.Walaupun kamu tidak mau aku akan tetap memaksa El,kamu harus ikut.''kata Niko dengan tegas.


El hanya memandang sinis suami nya itu,merasa kesal karena semaunya sendiri.


''Maksa...!''ucap El.


''Demi cintamu sayang..''Niko memeluk El.


Hari sibuk pun tiba,Aska menjalani pekerjaan ya yang sudah terjadwal dengan rapih.Semua pekerjaan yang sudah di atur Papi nya harus di jalankan,Aska tidak pernah protes dan menolak sebab ia tau tanggung jawab nya sangat besar pada perusahaan,apalagi jika nanti Papi nya pensiun pekerjaan nya pasti akan lebih berat dari ini.Dia hanya meminta waktu luang di akhir pekan untuk bertemu Hanin,selain itu Aska tidak membutuhkan waktu luang yang lain.Mengetahui Hanin sebagai sumber semangat anak nya, Papi pun menyetujui nya asal tidak mengganggu kuliah dan pekerjaan.


Mengenakan stelan jas warna hitam Aska terlihat begitu tampan dan berwibawa,tampak jelas sekali dia menjadi terlihat dewasa lebih dari umur nya saat ini. Aska melangkah dengan penuh keyakinan dan mencerminkan bahwa dia pantas berada di posisi nya,di setiap pekerjaan nya dia pasti akan totalitas fokus dan tegas.


Dalam kesibukan nya sesekali Aska memberi kabar pada Hanin,walaupun hanya sebuah pesan singkat.Sore hari setelah pulang bertemu klien Aska berkali-kali menghubungi Hanin tetapi tidak ada jawaban,pesan yang ia kirim dari pagi pun belum ada balasan.


Aska mulai gusar,dia mondar-mandir didalam kamar hotel tempat nya menginap.perasaan nya sudah tidak karuan,sebab semua keluarga Hanin tidak memberi respon apapun saat Aska menghubungi nya.


''Kemana Hanin mengapa dia tidak menjawab telfon ku,Tante dan kak Bagas pun sama mengapa mereka tiada kabar.''Aska gelisah.


''Aska..''Papi memanggil nya.


''Iya Pi.''Aska berusaha tenang.


''Waktu nya kita berangkat.''Papi Aska sudah menunggu.

__ADS_1


''Baik Pi.''


Aska dan Papi nya tengah menghadiri pertemuan dengan klien yang berbeda.


__ADS_2