
''Jangan bicara begitu jeng....!''Kata Mami.
''Maksud saya bukan tidak merestui mereka,''saya juga menyayangi Hanin.Saya mau nya Aska menyelesaikan kuliah nya terlebih dulu paling tidak sampai S1 nya selesai,baru memikirkan pernikahan.
Papi Aska ingin dia menjadi penerus nya,paling tidak dia membuktikan bahwa dia mampu dan pantas menjadi pengganti Papi nya.Selama ini saya merestui mereka,mengijinkan Aska melakukan apapun untuk Hanin sebab saya tau dia begitu mencintai Hanin lebih dari dirinya sendiri.
''Saya minta maaf jeng selfi..''Mama Hanin meneteskan air mata.
''Mengapa minta maaf jeng...?''Mami Aska menyeka air mata Mama Alina.
''Hanin sudah menjadi beban untuk Aska,''kami sudah menyusahkan kalian dan teman Hanin yang lain,seandainya Hanin sehat seperti anak yang lain pasti tidak akan merepotkan seperti ini.Saya takut umur Hanin tidak akan lama,jika Aska menikahi nya dan mereka sedang bahagia menjadi suami istri, tiba-tiba istrinya di panggil Tuhan pasti Aska akan hancur.Bagas dan Papa nya tidak mau Hanin menjadi beban untuk Aska,selama ini kami membawa Hanin pergi jauh karena tidak ingin orang-orang yang menyayangi nya terluka.
''Jeng lina....''Mami Aska memeluk Mama Hanin.
''Kami semua menyayangi Hanin,kita harus yakin dia pasti sembuh.''Mereka saling memberi kekuatan.
Aska sedang berpikir dia harus bicara dengan Papi nya,daripada menunggu Mami yang menyampaikan pasti akan lama.Aska menghubungi Papi nya dan mengutarakan apa yang dia mau,apa Papi akan menyetujui nya,tentu saka tidak.
''Pi Aska ingin menikahi Hanin lusa,tolong berikan ikin dan restu untuk ku..''Papi Aska tersentak mendengar nya.
''Apa.....?''
''Apa kamu sudah gila lulus kuliah saja belum, mengurus pekerjaan belum becus sekarang bilang akan menikah dimana otak mu Aska.''Papi memijit pelipis nya yang mendadak pusing mendengar permintaan anak nya.
''Aska mohon Pi.''kata Aska mengiba.
''Tidak akan..''jawab Papi nya dengan tegas.
__ADS_1
''Aska tidak mau menjadi penerus Papi,lebih baik kakak saja yang meneruskan suruh dia kembali dan mengelola perusahaan.''Aska mengancam.
''Oh jadi kamu sudah berani mengancam Papi mu ini Aska..''
''Tidak Pi,Aska tidak memiliki tenaga dan pikiran untuk perusahaan,Aska hanya takut kehilangan Hanin.Aska takut Pi,takut tidak mampu karena dia sumber kekuatan ku.''jawab Aska.
''Pengecut kamu As..''ucap Papi nya.
''Aska mohon Pi,Aska rela bekerja siang dan malam tanpa lelah untuk perusahaan untuk Papi.Aska rela menjadi apa yang Papi mau,menuruti semua keinginan Papi asal Hanin bersama ku.''Aska memohon pada Papi nya.
''Anak keras kepala,bicara lah dengan Mami.Apa yang dia katakan itu yang Papi mau.''papi menutup telfon begitu saja karena kesal.
Aska seperti mendapat Angin segar,dia tau kalau soal perusahaan Papi nya pasti tidak bisa menolak. Aska segera mencari Mami nya dia sudah tidak sabar untuk menyampaikan pesan dari Papi nya.
''Mi...''
''Papi bilang kalau Mami setuju Papi juga merestui. Aska mohon Mi tolong ijinkan kami menikah.''Aska bersimpuh di kaki Mami nya.
''Mami belum bicara dengan Papi mu As,''biarkan kami berunding.
Aska menunggu Mami nya bicara dengan Papi, entah apa saja yang sedang mereka bicarakan sampai Aska merasa bosan untuk menunggu.Aska masuk ke dalam ruangan Hanin bergantian dengan yang lain,sebab tidak boleh terlalu banyak orang didalam.
''Sayang..''perlahan mata Hanin terbuka mendengar suara Aska.
''Aska..''Hanin berkata dengan lemah.
''Sayang,bagaimana keadaan mu apakah lebih baik..?''Aska mengecup pucuk kepala Hanin.
__ADS_1
''Ya''Hanin tersenyum.
''Sayang sebentar lagi kita akan menikah,kamu mau kan menjadi istriku..?''Hanin begitu terkejut mendengar perkataan Aska.
''Kamu serius As..?''Hanin tidak percaya.
''Sangat serius sayang,bahkan jika kamu menginginkan saat ini aku menikahi mu pasti akan ku lakukan.''Aska berkata penuh dengan keyakinan.
Air Mata Hanin berlinang membasahi pipi nya,rasa haru tak percaya menyelimuti hati nya,dia tidak menyangka jika Aska akan melangkah sejauh itu,menjadikan nya pendamping hidup walau keadaan nya tidak baik-baik saja.
''Kamu mau kan sayang..?''Aska kembali bertanya.
''Aska,jika yang maha kuasa memberikan umur yang lebih lama aku menerimamu,tetapi jika tiba-tiba jantung ini berhenti berdetak aku tak bisa bersamamu.''Hanin berkata dengan senyum.
''Jangan berkata begitu..!''kamu harus yakin semua akan terlewati,kamu pasti sembuh sayang.
''Iya As..''kata Hanin
Aska menemani Hanin,dia terlihat begitu bahagia selangkah lagi Hanin akan menjadi pendamping nya.Apapun keadaan Hanin sehat atau sakit akan selalu berada di samping nya,tidak akan bersembunyi atau lari dari sisi nya.
Malam hari Mami bicara dengan Aska,memberitahu apa yang Papi dan Mami nya bicarakan mengenai pernikahan nya.
''Mi bagaimana,Mami setuju kan..?''kata Aska.
Mai tidak menjawab dia memperhatikan Aska dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.
''Aska,sebelum menjawab pertanyaan mu Mami mempunyai syarat khusus yang harus kamu penuhi.''
__ADS_1
''Katakan Mi..!''ucap Aska.