Diary My Sekolah [S1-S2]

Diary My Sekolah [S1-S2]
16. Kelas 3 Bag. IV


__ADS_3

Untungnya mata pelajaran esok sudah sangat aku hafal. Mungkin subuh aku akan belajar. Karena malam ini tidak sempat. Selang beberapa menit, Ayah dan Ibu datang menuju IGD dengan tergesa-gesa.


" Kakak bagaimana keadaan Silvi?. Tanya Ayah padaku.


" Pak. Makasih sudah mau datang kesini". Ucap Papinya Putra mendekat.


" Silvi masih di ruang IGD." Sela ku.


Setelah itu, Ayah dan Ibu duduk di dekat Heru dan yang lainnya. Melewati berjam-jam untuk menunggu dan menanti, akhirnya dokter dan perawat pun keluar menjelaskan keadaan Silvi.


" Alhamdulillah anak dan Ibunya sehat saja. Tapi Pak, tolong dijaga jangan sampai pasien mengalami setres berat. Itu akan bernasib buruk pada bayi nya". Jelas Pak Dokter dihadapan kami.


" Baik Dok. Saya boleh menjenguk istri sayakan dok?". Kata Putra meyakinkan.


" Biarkan dulu pasien sementara ini istirahat Pak. Saya permisi dulu !!".Perkataan Dokter pun membuat kami lega atas rasa khawatir yang dari tadi menghampiri. Pukul 10 malam kami pun pamit pulang .


" Besok ikut kami ulangan Put". Kata Heru menepuk bahu nya pelan.


" Iya Put. Lalu kita lulus bareng !!".Sambung ku. Hubungan pertemanan tetaplah penting.


" Iya, mulai besok aku akan sekolah dengan baik kok. Maaf sudah begitu membuatkalian khawatir". Jawabnya bernada lesu.


Persahabatan ini rasanya tak ingin ku akhiri. Meskipun rasa sayang dan suka ku pada Putra belum pudar. Tapi aku tidak ingin egois, karena Putra sudah memiliki keluarga sendiri. Kami bertiga pun berpelukan. ( Rindu ). Setelah usai melepas rindu, aku dan Heru pamit pulang.


*******


Akhirnya esok hari dimulai dengan riang. Aku bangun subuh belajar dan paginya disambut Heru dan Putra menjemput ku ke sekolah bareng. Kelas belum di mulai, aku duduk dan kembali membaca buku bareng sahabat ku yang lain. Oiya, aku dan Putra kembali berteman hanya saja kami menjaga jarak tidak seperti dulu. Karena dia sudah memiliki keluarga sendiri.


Bel tanda masuk kelas. Kertas pun dibagi. Ulangan dimulai dengan tenang tanpa adanya tingkah Putra yang amat parah. Kali ini mungkin dia sudah berubah. Tak lama yang dahulu keluar Ohta dan disusul aku. Meskipun selesai mengisi ulangan. Kami berdua masih saja belajar di luar kelas. Mulut komat-kamit menghafal. ( Itu sudah kebiasaan kami di kelas saat ulangan ).


Selesai itu, jam istirahat pun dimulai. Aku ke kantin untuk makan. Karena teman-teman ku ingin konsen belajar, aku mengajak Heru untuk membeli cemilan.


" Ru. Temani ke kantin". Kataku di luar kelasnya.


" Sendiri aja dulu. Aku belajar !". Jawabnya tidak mau beranjak dari kursi.


" Hah?".


" Maaf jangan ganggu saya !". Bernada menyebalkan untukku.


" Oke. Gak akan !!!!". Berdecak kesal. Aku pun ke kantin sendirian sambil membaca buku di jalan. Tapi sangking asiknya menghafal aku malah menabrak orang saat di jalan.


#BRUKKKKKK


" Maaf maaf aku tidak sengaja ". Aku berkali-kali menundukkan kepala.


" Gak papa yu !". Katanya. Suara itu tidak asing ditelinga ku. Saat ku angkat kepala, itu adalah Bimo. Malas sekali rasanya bertema lagi.


" Kantin kah? Bareng yuk !!". Mengikuti ku dari arah belakang.


" Hah? Anu-".


" Kenapa?". Melirikku.


" Aku buru-buru . Permisi !!". Tunggu, aku terhenti dan ada yang mengganjal. Tanganku di pegang Bimo. Aku menariknya tapi tidak bisa. " An- anu lepasin. Gak enak di lihat". Kata ku lagi yang begitu sangat risih.


" Gak akan. Biarin !!!". Bimo pun menarik ku dan membawa ku ke kantin. Malu, aku dilihat semua pasang mata di dekatku.


" Anu aku gak mau jadi pusat perhatian. Malu !!!". Ujarku.


" iya iya . Aku lepas. Aku hanya mengantarkan mu ke kantin !!!". Sampailah aku ke kantin dan Bimo pun pergi entah kemana. Membeli beberapa cemilan dan beranjak dari kantin. Berjalan dengan rute yang berbeda. Masih menghafal sambil mulut penuh dengan makanan.


#BRUKKKKK


Entah itu siapa yang menabrak ku dari belakang . Sedikit lagi aku tersungkur di lantai. Tapi aku bisa menahan tubuh ku yang ringan ini dan cemilan masih selamat.


" Maaf maaf kak maaf !!". Ucapnya padaku dari belakang ku.


" Oh ya gak papa !!". Aku pun melanjutkan langkahku ke depan sambil menghafal .


" Ayu ! Maaf !!!". Ucapnya.


Aku hanya memberi kode dari jari ku 'OK' tanpa berbalik badan. Karena aku sudah tahu siapa yang menabrak ku. Itu pasti Rehan yang tidam jelas itu. Perjalanan kembali ku lanjutkan, melewati perpustakaan.


#BRUUUKKKKKKK


Kali ini yang menabrak ku pasti di antara mereka berdua. Hampir saja aku jatuh ke lantai. Kesal.

__ADS_1


" Aduhhhh bis-".


" Uwekkkkkkk ๐Ÿ˜".


" Ni anak lagi". Aku memukul pundak nya Heru terus-menerus karena kesal dari tadi ada aja yang nabrak.


" Hahahahaha !!!". Masih tertawa padahal aku memukulnya. Aku berjalan kembali dengan cepat menghindari Heru.


" Ngambek ?".Katanya bergurau.


Mulut ku masih komat-kamit menghafal . Heru hanya berjalan di sampingku. Hingga sampai dikelas aku duduk sambil belajar. Tak lama ulangan dimulai. Mengikuti nya dengan lancar. Jam 12 tandanya ulangan sudah selesai.


************


Jadwal ulangan pun usai, aku dan Heru mempunyai rencana untuk melihat kondisi Silvi. Malam Minggu aku dijemput Heru untuk berkunjung kerumah Putra. Karena Silvi sudah keluar dari rumah sakit. Akhirnya, sampai lah kami dirumah Putra dan disambut dengan Maminya.


" Malam Tante !". Ucapku menyapa.


" Iya, mau jenguk Silvi kah?".


" Iya Bu !". Kata Heru.


" Oh ya sudah masuk . Silvi lagi baring dikamar". Mami pun berjalan dan kami mengikuti nya dari belakang. Tak lama sampailah kami di kamar yang besar.


" Silvi. Ada Ayu sama Heru datang !". Katanya.


" Kak !". Panggilnya. Kami duduk di bibir kasur besar Silvi. Dan sang Mami Putra terlihat keluar .


" Sehatkan?". Kataku.


" Alhamdulillah kak ".


" Putra kemana Vi?". Tanya Heru.


" Entah kak, gak lihat. Mungkin di ruangan Papi ".


" Ohh. Apa sudah ketahuan jenis kelamin nya apa?". Tanyaku penasaran.


" Belum sih kak ".


" Apa Putra masih kasar sama kamu?". Tanya Heru.


" Sssstttt jangan gitu. Kamu sehat-sehat ya jaga bayi nya. Kami pasti nemani nanti saat kamu lahiran. Oke". Kataku senyum


" Beneran? Makasih kak ".


" Apa kamu ingin pergi ke sekolah lagi?". Tanya ku.


" Hah? Gak ah kak. Aku malu sama guru dan teman sekelasku kak !!".


" Tenang. Aku dan Heru punya rencana kok". Memainkan alis melirik si Heru.


" Rencana agar kamu tidak ketahuan orang. Kan sayang !". Pekik Heru.


" Sayang pala mu botak !!!". Ucapku ceplos yang membuat Silvi tertawa kecil. ( Itu ejekan berasal dari daerah ku ).


*****


Kami kembali ke aktivitas kelas masing-masing dengan di adakan classmeeting. Kali ini berbeda, dari jadwal seminggu ada hari Jumat dan Sabtu untuk acara bernama festival. Tiap kelas bebas membuat apa saja, entah cafe atau yang lain yang bisa pengunjung beli.


Ide ini dari Ohta, festival budaya yang umum di adakan disekolah Jepang. Kali ini kami mengadakannya dengan kearifan lokal budaya di sini. Ide itu diterima oleh OSIS lainnya. Dan diberi hadiah bagi yang menjadi posisi 3 besar dengan cara voting para siswa dan masyarakat umum yang boleh masuk karena tiket yang diberikan.


Karena kelas kami tidak mengikuti lomba-lomba. Jadi kami hanya fokus pada festival . Dan pastinya kami membuka cafe dengan menu bertema dessert. Nama yang di usul wali kelas kami adalah ' Beautiful Cafe ' karena alasannya sudah jelas. Dikelas ku hanya para kumpulan cewek saja.


Kebijakan sekolah kami boleh memakai kostum apa saja yang bebas pantas dan sopan. Tapi tetap ke sekolah harus menggunakan baju sekolah dan kostumnya diganti disekolah.


Hari pertama classmeeting di adakan pertandingan futsal, basket hingga hari Rabu di lanjut lomba masak antar Guru dan di lanjut pameran kostum yang disponsori oleh jurusan Busana Butik.


Saat itu aku hanya sebagai penonton. Jam 9 pagi peragaan busana di mulai dengan para Juri adalah Guru-guru sekolah termasuk KaJur Busana Butik. Dan peserta nya dari semua jurusan boleh memakai baju yang telah di sediakan.


Saat itu gedung ramai dipenuhi siswa, duduk dengan tertib di kursi yang sudah tersedia. Peserta nya pun hampir semua cewek. Semua cantik ditambah dengan make up yang cetarrrr. Saat aku menonton, aku tak sadar di depanku adalah Iwan dan teman-temannya.


Kali ini yang berlenggak-lenggok adalah Ana pacarnya. Cantik dan body seperti model berjalan di depan kami.


" Mantap cewek mu bro !!". Kata temannya. Mereka terlihat menyemangatinya Ana .


Mau di apa? Aku tidak mungkin bersaing dengan Ade kelas yang jauh sangat cantik dari pada aku. Hanyanya tepuk tangan ku persembahkan melihat tampilannya dan mengikuti penonton di gedung. Setelah penampilan Ana aku tidak mood untuk nonton. Aku kembali ke kelas sendirian. Karena Susi masih menemani temannya nonton. ( Hingga kini dirinya begitu membuat ku iri. Apalagi saat bertemu di kampus ).

__ADS_1


Aku kembali ke kelas untuk menyiapkan cafe. Kelas lain ada yang mengadakan rumah hantu, cafe yang unik, ramalan, kuis couple dan lain-lainnya. Semua kelas ikut dan mempersiapkan kebutuhan.


Kelas ku masih sibuk mengatur tata ruang dan lainnya. Untuk urusan menu makanannya kami serah kan pada Sari, Ila ,Eni dan Tina karena mereka jago dalam masak kue. Untuk bagian Promosi kami pilih yang paling menonjol di kelas, Ohta,Era,Nur dan Nia untuk membagi brosur agar pengunjung tertarik ke cafe kami. Untuk bagian belakang layar alias bersih-bersih adalah Uni,Eyam,Azi,dan Mai mereka sendiri yang mengajukan diri karena bagian mereka tidak wajib menggunakan kostum karena hanya bersih-bersih didapur mini.


Bagian penyambut tamu adalah Eshi, Efi, Fani dan Juli karena mereka murah sekali senyum dan berbaur. Sedangkan aku dan sisanya adalah pelayan alias waiters cafe. Oiya, karena nama cafe kelas ku ' Beautiful Cafe ' kami sepakat memakai baju masing-masing dengan kategori tidak menonjolkan lekuk tubuh dan berwarna Pink Putih sesuai dekorasi cafe .


Hingga pukul 3 sore kelas ku sudah siap untuk acara esok. Cukup melelahkan sekali. Aku pun pulang ke rumah sendirian karena Heru dan Putra pulang lebih awal. Kelas Putra mengadakan rumah Hantu dan kelas Heru mengadakan acara Coffee Cafe.


Malam sekitar jam 7 aku ingin membeli baju untuk esok. Karena aku pikir baju yang dilemari ku kurang bagus dipake.


Aku: Ohta dimana


Ohta : Dirumah


Aku: Cari baju buat besok yok


Ohta: Baru aja aku mau ngajak


Aku: Oke aku otw


Ohta: Ditunggu yaa...


Tak lama aku sampai dirumah Ohta dan kami pergi menggunakan mobil nya. Setelah sampai di toko-toko baju. Kami mencari baju berwarna Pink Putih.


Hampir jam 9 malam kami berkeliling di Mall karena toko-toko baju sudah kami kunjungi. Tak lama Ohta sudah menentukan pilihannya. Sedangkan aku masih mencari-cari baju yang pas untukku. Hampir jam setengah 10 aku masih mencari sedangkan Ohta asik makan cemilan.


" Aduhhh binggung !!". Keluhku.


" Santai jam 5 subuh juga aku temani kok".


" Yaelah. Toko dah tutup Bu". Balasku.


Tak lama. " Eh itu bagus tu". Ohta menunjuk patung didepan kami berjalan.


"Mana?". Kataku mencari yang di maksud.


" Ini. Bagus gak?". Ohta sudah berdiri di samping patung tadi.


Oke, Atas ke bawah ku perhatikan seperti nya aku jatuh cinta pada baju ini. Aku coba kata Ohta sangat pas . Aku pun merasa begitu. Akhirnya aku membeli nya dengan harga yang lumayan. Tapi tidak apa, sekali-kali buat kelas juga siapa tahu aku bisa sedikit memberi nilai untuk kemenangan.


Setelah itu aku pun pulang ke rumah dan Menganti baju tidur lalu tidur. Namun, aku mendapat telepon dari Heru saat mata ku mulai hanyut dalam pulau bantal.


Aku: Hemmm


Heru: Gimana rencana?


Aku: Iya sudah ketemu.


Heru: Baguslah. Baru pulang ya?.


Aku: Udah ah ma-


Heru: Sampai ketemu besok Jelek !!!


Aku: Ahhh gak ada kata yang romantis kah selain itu.


Aku berbicara sangat pelan karena ngantuk, baru saja aku ingin mematikan telepon tadi Heru langsung menjawab kataku. Aku kira dia tidak mendengar kan nya.


Heru: Selamat malam My Girl


Heru lalu mematikannya. Dan aku pun tidur


****


Esoknya aku , Heru dan Putra berangkat bersama seperti biasa. Tak lama sampai lah ke sekolah. Gerbang sekolah di hiasi dengan indah. Bertulis kan ' FESTIVAL BUDAYA LOKAL '. Aku berasa seperti di dunia Anime Jepang.


Pagi-pagi sudah pada sibuk, pembukaan di buka jam 9 pagi. Jadi kami bersiap-siap menyiapkan hidangan untuk cafe. Oiya, tiap Siswa diberikan 3 tiket untuk diberikan kepada kerabat atau keluarga siswa sendiri, meskipun untuk umum. Tetap saja hanya yang terpilih boleh masuk sekolah. Jadi tiket ku , ku berikan pada Ibu, Elli dan Kak Ari. Itu berlaku dimulai hari ini hingga esok.


Acara belum dimulai. Kelasku sungguh sangat sibuk. Di atur oleh ketua kelas si Ohta agar semua menjalan kan tugas masing-masing dengan cepat dan baik. Jam 8 pagi, hidangan sudah siap di tata kalau pun habis Sari sudah menyiapkan semua alat untuk membuat kue.


Untuk bagian Promosi, brosur sudah siap di buat oleh Era tinggal cara menyebarkannya saja di koordinir oleh Ohta sendiri. Untuk bersih-bersih dan membantu membuat kue jika kurang ,ditambah 3 orang lagi. Yaitu, Ati, Ziah dan Marni.


Hampir selesai. Kami bergantian memakai baju di ruang ganti dan ruang make up yang kami buat sendiri. Giliran ku terakhir, menganti baju lalu dandan sedikit. Dari rumah rambutku sudah aku keriting kan dan ku gerai saja . Di kelasku hanya aku dan Wiwi rambutnya yang paling panjang, ku beri bandana bunga kecil karena kesepakatan bersama pagi tadi. Bagian waiters dan promosi wajib dandan. Alhasil, aku di dandani Era karena katanya make up ku tidak begitu kelihatan.


Tak lama detik-detik pembukaan Acara. Tiap wakil dari kelas berkumpul di ruang piket. Kali ini kami menggunakan suit. Siapa yang kalah dia yang ke ruang guru. Akhirnya final aku dan Era . Setelah beberapa suit akhirnya aku yang kalah. Sial, malu keluar kelas dengan baju beginian, pikirku.


" Wahahahaha aku menang !!!". Kata Era kegirangan.

__ADS_1


" ih aku kalah, ada yang mau gantiin aku gak?". Kata ku melihat mereka. Sama sekali mereka tidak merespon. Dengan pasrah aku lah yang akan ke ruang piket untuk mendengarkan arahan panitia.


__ADS_2