![Diary My Sekolah [S1-S2]](https://asset.asean.biz.id/diary-my-sekolah--s1-s2-.webp)
" siapa sih bertamu malam-malam?". Aku membuka pintu rumah.
" Ayu !!!".
" Gapain malam-malam ke sini ".
" Buka dulu pagarnya ".
Aku berjalan ke pagar rumah." Apa?". Kataku berdiri berdiam melihatnya.
" Aku bawain komik kesukaan mu". Menunjukkan 3 kantong plastik.
" Gak mau. Pulang sana !!".
" Kamu mar-".
" Udah ah aku mau masuk, pulang aja sana". Kataku meninggalkan nya dan mengunci pintu kembali masuk ke kamar, tidak jadi makan.
*****
Esok paginya aku ke sekolah seperti biasa mengajar kalau ada jam pelajaran. Sekitar jam 10 pagi Guru mengadakan rapat untuk ulangan semester genap. Aku mengikuti rapat untuk membahas ulangan nanti. Keputusan rapat, ulangan di laksanakan Minggu depan.
Istirahat aku makan di depan sekolah bersama guru-guru yang lain. Selesai itu kembali dan duduk di ruangan. Jam mengajar ku sudah habis saat rapat tadi. Akhir-akhir ini siswa tidak berbuat ulah, aku merasa lega karena tidak marah-marah terus.
Lanjut,
Malam hari aku di kunjungi Heru lagi. Dengan malasnya aku, terpaksa keluar dari kamar menemui nya di teras rumah.
" Kenapa?". Kataku berdiri di depan pintu rumah.
" Duduk dulu lah ".
" Iya ". Aku duduk.
" Kamu marah?".
" Biasa aja ".
" Ayu aku minta maaf kalau gak ngasih tau kamu balik ke sini ".
" Em ".
" Dan wanita itu bukan siapa-siapa dia hanya s-".
" Hanya apa? Gak mungkin teman semesra itu ?".
" Kamu cemburu ?".
" Aku gak cemburu. Aku kecewa . Gapain kamu nembak aku tapi di belakang ku kamu pacaran. Jujurlah dari awal". Aku menjelaskan nya sambil terus memandang ke depan.
" Dia bukan pacar ku ".
" O ".
" Dia itu s-".
" Udah ah malas bahas nya. Kamu mau apa aja terserah kamu Ru. Kamu balik aja aku mau tidur ".
" Dengar du-".
" Pacar kamu bawa ke hotel? Itu bukan urusan ku. Pergi sana !!". Usirku padanya.
" Hah? Oke kalau kamu gak mau dengar penjelasan ku !!".
Aku masuk ke rumah dan menutup pintu rumah. Masuk ke kamar, entah Heru sudah pulang atau tidak. Aku tidak peduli lagi dengannya. Aku baru saja mau membuka hatiku padanya tapi kenyataannya dia sama saja seperti laki-laki lain.
Esok hari Guru pada sibuk menyiapkan soal untuk ulangan nanti. Aku tidak begitu sibuk hanya membantu saja. Karena mata pelajaran yang ku ajar, tidak tergantung nilai di kertas tapi akhlak dan perilaku di sekolah. Esok begitu juga, aku membantu guru-guru lain hingga dekat hari ulangan tiap kelas membersihkan kelas nya dan merapikan kursi yang ada.
Hari Senin di mulai, aku sebagai pengawas di ruangan Elli dan Naka. Kelas mereka tenang dan damai. Disusul hari-hari berikutnya, saat aku mengawas kelas Gery alias jurusan Penjualan. Lumayan berisik, beberapa kali aku menegur mereka. Tetap saja ribut ketahuan menyontek.
" Boleh nanya teman tapi jangan ribut. Nanti ketahuan pengawas lain. Ibu di marah ". Ucapku di kelas mereka.
" Ya buuuuuu !!!". Balas mereka.
Ulangan genap selesai. Classmeeting pun di adakan. Para guru sibuk mengoreksi dan menghitung nilai. Tugas ku mengoreksi nilai. Sampai kertas ulangan aku bawa ke rumah dan ku koreksi di rumah. Terkadang juga lembur.
Malam Rabu aku begitu jenuh melihat banyak kertas di meja kamar ku. Jalan-jalan sejenak untuk mencari hiburan. Aku singgah di tempat makan sendirian. Tempat makan ini di pinggir jalan sederhana seperti warung dengan gerobak bakso biasa.
Ku pesan bakso dan es teh lalu duduk menunggu pesanan datang sambil memainkan ponsel ku. Ku lihat status-status teman ku pada liburan ke luar kota bahkan ke luar negeri bersama pasangan nya masing-masing. Nasib jomblo ya gini, menikmati waktu dengan kerja.
" Ayu !!!".
" Em ". Aku lirik mata ku ke arah yang berada di depanku.
" Aku minta maaf". Ucapnya.
" Minta maaf apa?". Sambil makan.
" Aku 2x melecehkan mu". Kata Putra duduk di depanku.
" Gak papa. Sudahlah jangan di ingat lagi".
" Makasih sudah mau maafkan aku".
" Iya, sudah makan kah. Pesan aja nanti aku bayar!!! . Gak usah malu, kamu tu tetap temanku ".
" Makasih". Dengan semangat Putra memesan bakso dan es tak lama pesanan datang.
" Kabar Reina gimana?". Tanyaku.
" Aku gak tahu. Aku sudah menceraikan dia".
" Kenapa?". Kagetku.
" Gak papa. Kamu tidak perlu tahu". Tak lama, aku berpamitan pulang. " Put. Aku duluan ya". Selesai aku membayarnya.
" Tunggu !!". Makan dengan cepat dan menghampiri ku.
" kenapa?". Kami sambil jalan keluar dan di depan mobil.
" Kamu mau gak kasih kesempatan aku?".
" Buat apa?".
" Dekat sama kamu lagi?".
" Maaf Put. Aku gak tahu. Kamu perbaiki sikapmu pada orang tua mu". Masuk ke mobil dan tidak menghiraukan Putra.
****
__ADS_1
Classmeeting usai. Pembagian raport pun selesai. Elli memperoleh peringkat 1 di kelasnya. Kalau Naka dapat peringkat 3. Sedangkan Gery tidak memperoleh apa-apa, hanya naik kelas seperti biasa. Liburan semester pun di mulai. Elli meminta hadiah padaku, karena hanya aku yang belum memberikan kado. Sedangkan ayah dan Ibu sudah. Aku mengunjungi kamarnya lalu baring di kasur dengan tiba-tiba.
" Mau hadiah atau mau jalan bareng Gery?". Ucapku.
" ih kakak. Malu lah jalan berdua sama dia".
" Kalau gak mau berdua, nanti kakak ikut".
" Gak seru lah kalau ada kakak ".
" Serba salah deh ".
" Heheheheh ".
" Ya sudah, tunggu aja nanti oke". Aku keluar kamarnya. Esok hari aku berkunjung ke rumah Mami Putra. Disambut mereka bahkan Gery ada di sana bersama Papi.
" Mi, jalan-jalan yuk ".
" Kemana?".
" Ke mana aja biar gak bosan di rumah ".
" Ajak Putra sekalian ya". Ucap Mami.
" Em. Terserah Mami aja. Yang penting mami ikut ".
Hingga hari H nya, Mami pun tidak bisa ikut padahal aku sudah siap berangkat. Papi juga tidak bisa ikut karena menjaga Mami yang sakit. Tersisa aku dan Elli. Kami pun tetap berencana liburan ke pantai berdua.
" Dari pada membuang uang mu. Lebih baik kita ke pulau nya Papi". Sahut Putra saat itu aku dan Elli menjemput Mami. Kami duduk di ruang tamu.
" Hah? Pulau apa?".
" Pi, boleh kan Pi?". Putra bertanya pada Papi nya.
" Pergi aja, sekalian bawa Gery. Kasihan dia di rumah gak ada temannya". Balas Papi duduk diruang tamu.
" Kesana naik apa kak?". Tanya Elli.
" Helikopter aja, nanti kakak pesan kan ".
" Apa naik helikopter. Mau ikut dong yah". Kata Gery tiba-tiba ke ruang tamu.
" Baru mau di ajak. Oke kita berempat ke sana. Aku telepon orang nya dulu. Gery cepat beres barang-barang mu dan sekalian ayah juga !!!". Perintah Putra lalu mereka sibuk menyiapkan nya di kamar atas.
Aku dan Elli hanya membawa baju di badan karena pikir ku Pulang Pergi saja. Mau pulang pun binggung, aku menunggu mereka bersiap. Beberapa menit, kami menuju tempat entah dimana karena Putra yang membawa mobilku.
" Put, kami gak bawa baju. Kami singgah ke rumah dulu aja ya". Kataku duduk di sebelahnya.
" Kelamaan. Di sana aja beli nya sudah". Ucap Putra.
Tak butuh waktu lama, kami sudah sampai di Pulau yang Putra katakan. Sebelumnya kami menyewa helikopter untuk ke sana, butuh beberapa jam kami sudah sampai. Pulau ini, berpenghuni dan sudah berfasilitas tempat belanja dan sarana lainnya.
" Sebelum ke hotel kalian belanja dulu baju". Sahut Putra.
" Dimana?". Tanya ku.
" Tu di sana !!".Tunjuk Putra ke tempat toko baju arahnya di depanku.
Aku mengajak Elli masuk dan memilih baju . Putra dan Gery menunggu di luar sambil duduk. Aku mencoba melihat harga-harga baju, harga yang cukup mahal untuk ku. Sedangkan uang gaji ku hanya setengah ku pakai dan setengah nya aku tabung. Kami keluar dari toko membeli masing-masing satu potong baju.
Berjalan kaki ke hotel, karena pulau tidak begitu luas, hanya ada sepeda disini dan pejalan kaki. Mobil dan motor tidak di pergunakan. Sudah sampai hotel, aku bersama Elli satu kamar. Merebahkan tubuh dan istirahat sejenak.
****
" Put, kita berapa hari di sini ?.
" Em aku sih mau nya seminggu ".
" Hah? Lama banget !!!". Kagetku.
" Lah kata mau liburan. Gak mungkin liburan kita pulang pergi aja". Jawab Putra.
" Ya sih tap-".
" Tapi kak. Kami hanya beli 1 baju, gak cukup seminggu disini". Ceplos Elli
" Kok 1?".
" Gak papa Put heheheh". Balasku lalu melirik Elli tajam.
" Maaf kak". Bisiknya.
" Ya sudah. Itu gampang aja oke ".
Selesai makan lalu meninggalkan hotel. Kami di bawa Putra jalan-jalan, keliling berjalan kaki di malam hari, angin sepoi-sepoi cukup dingin. Putra membawa ku ke tempat baju tadi. Lalu masuk menggandeng ku.
" Suka gak baju di sini?".Tanya nya.
" Suka sih tapi mah-".
" Mbak !!!!". Panggil Heru.
" Ya Tuan Putra . Ada yang bisa saya bantu?". Jawab pelayan itu.
" Bungkus semua baju di sini ya ".
" Baik Tuan !!!". Pelayan itu pergi menyiapkan semua perintah Putra.
" Hah. Semua? Banyak betul !!!".
" Kan di pake bareng Elli". Melihat Elli.
" Em. Makasih ya kak". Jawab Elli.
" Gery, kenapa dari tadi diam ?". Tanya Putra.
" Gak papa yah ".
Cukup banyak bawaan yang kami bawa di bantu Gery dan Putra, ke hotel kembali lalu aku istirahat di kamar ku. Ponselku kembali berbunyi.
Aku: Hallo
Heru: Hallo. Ayu kamu dimana?
Aku: Hallo. Aduh gak dengar
Heru : Kamu dimana. Kamu sama Putra kah?
Aku: Aduh, sinyal jelek banget di sini.
__ADS_1
Heru : Ay-
" Malas !!!!!". Ku matikan telfon dari Heru.
" Perasaan jaringan di sini baik-baik aja deh kak !!!". Sahut Elli.
" Alasan aja. Malas kalau Heru telepon ".
" Cie ngambek kan". Goda Elli.
" Kenapa gak jalan sama Gery sana". Kataku.
" Gak mau. Ade malu lah !!".
" Malu tapi mau !!!". Ejekku.
Pukul 9 malam Elli sudah tertidur di kasur. Mata ku masih saja belum tertutup. Aku keluar kamar menuju kebawah. Belakang hotel ini ada tepi pantainya, aku tertarik saat ku lihat dari jendela hotel, waktu aku makan malam tadi. Aku berjalan ke sana, lumayan angin malam menusuk tulang ku.
" Sepi di sini ". Ucapku sendiri lalu duduk di sisa potongan pohon yang berada tengah pantai. Melamun entah apa yang aku lamunkan. Aku memikirkan Heru aku belum menjawab nya dia sudah cepat sekali move on dari ku.
" Dasar !!! Laki-laki sama aja !!". Omelku menghentak kan kaki ku terus ke pasir.
" Sama bagaimana?".
Ku lirik sebelah kiri ku. Ternyata Putra. " Hah? Gak papa !!".Jawabku lalu dia duduk di sampingku.
" Kamu rindu Heru?".
" Hah? Gak kok". Jawabku.
" Ayu maafin aku, aku tidak membalas perasaan mu !!".
" Put, kenapa kamu sama Reina ?".
" Entahlah. Aku terbujuk sama rayuannya. Dia menggunakan tubuhnya menggoda ku yu. Maafin aku". Tanya nya sambil melihatku.
" Putra, aku bahkan tidak tahu rasa aku ke kamu sekarang bagaimana lagi". Balasku.
" Aku tahu. Aku akan ngembalikan rasa mu ke aku. Sebelum Heru mengambil mu".
" Putra apa kamu tidak tahu kesalahan fatal mu ?".
" Apa?".
" Masa gak tahu?".
" Serius gak tahu ".
" Dingin ya di sini".
" Siapa suruh kamu ke sini malam-malam gak pake baju tebal". Dia memberikan aku jaketnya untuk ku kenakan.
" Em... Makasih !!". Ucapku senyum.
" Iya. Jadi kesalahan ku apa ?". Tanyanya penasaran.
" Malu !!!".
" Kenapa malu?".
" Kamu sudah mencium bibir ku 2x". Kataku lalu ku tutup wajahku.
" Kok di tutup?". Putra memegang kedua tanganku lalu membuka nya. Melihat wajahku dengan dekat dan dekat. Kepala ku semakin kebelakang. Makin dia dekat makin kepala ku jatuh kebelakang.
Aku tidak menjaga keseimbangan ku. Aku hampir saja terjerembab ke belakang, untung Putra menangkap ku dengan memposisikan lengannya di belakangku. Tidak sanggup berkata apa-apa dengan situasi semacam ini. Mata kami saling memandang Putra mengembalikan posisi duduk ku tapi dia tiba-tiba saja memelukku.
" Put-".
" Aku rindu saat seperti ini sama kamu".
" Ak-".
" Maaf aku sudah mencium mu tanpa ijin dulu. Aku juga minta maaf sudah kasar sama kamu. Itu pengaruh minuman dan obat perangsang !!".
" Hah buat apa obat itu?". Putra melepaskan pelukannya.
" Reina memasukan nya ke minum ku gara-gara aku tidak mau tidur lagi sama dia".
" Putra !!".
" Ya My Sauw ". Senyumnya.
" Boleh peluk lagi?".
" Mau di sini apa di kamar?".
" Hah? Gak jadi !!!". Ucapku.
Putra memelukku lagi, ya rasa nyaman itu ternyata masih ada aku temukan saat bersama nya. Tapi, aku masih takut untuk terlalu berharap sama balasan cintanya ke aku. Berkali-kali menyakiti batin ku meskipun sudah ku maafkan tapi luka itu masih ada .
" Ayu !!".
" Emmm ". Kami masih berpelukan.
" Kalau aku melamar mu? Kamu terima gak ya?".
" Hah? Maksudnya?".
" Aku mau menikahi mu !!". Kata Putra.
" Kalau kamu serius, benahi dulu sikap dan perilaku mu yang dulu Put !!".
" Iya pasti kok. Asal kamu jadi istri ku ".
" Emmmmmm". Aku berpikir.
" Kok em? Apa Heru menembak mu saat aku tidak ada ?".
" Iya. Cuma aku belum bisa memberikan jawaban ku. Dia ketahuan jalan sama cewek lain ".
" Ya gak usah sama dia ".
" Tapi Put. Perjodohan kita sudah di batalkan".
" Aku tahu. Nanti kalau kita sudah fix menikah tidak ada yang membatah kok". Ucapnya padaku.
" Kalau aku terima Heru. Terus kamu gimana?".
" Ya aku kembali nakal lagi. Hidup gak ada kamu rasanya hampa !!".
__ADS_1
" Alah gombal ". Selesai itu kami berdua kembali ke kamar masing-masing.