Diary My Sekolah [S1-S2]

Diary My Sekolah [S1-S2]
22. Kelas 3 Bag. VIII


__ADS_3

Hari pertama masuk sekolah adalah hari Senin. Tidak ada upacara karena lagi gerimis. Aku di antar sekolah bareng Ayah. Kaki ku masih saja pincang.


" Gimana kondisi mu?". Tanya Era.


" Lumayan !!". Jawabku.


" Maaf kami gak jenguk". Kata Ohta.


" ihh gak papa kok. Kalian nanya gini aja aku dah senang". Jawabku.


" Kak Ari gimana?". Tanya Eshi.


" Mereka baik-baik aja ".


Jam pelajaran dimulai, aku mengikuti pelajaran seperti biasa. Kakiku tidak sakit hanya pincang saja. Aku juga sudah minum obat penahan sakit tadi pagi. 3 jam pelajaran berlalu waktunya istirahat dimulai.


Yang lain pergi ke kantin, aku hanya menitip makanan karena perut ku lapar. Akhirnya, mereka makan bersama ku dikelas.


" Ayu !!!!!!!!!". Sahut Susi dari jauh lalu memeluk ku. ( Teman ku satu ini memang selalu memeluk di mana pun ).


" Ya. Kenapa? Kangen ya?". Ejekki. Lalu pelukannya lepas.


" Iya, bagaimana kaki mu?".


" Masih pincang aja kok. Ni juga minum obat biar cepat sembuh". Kataku menunjukkan obatku.


" Syukurlah. Oiya apa benar Heru pacaran sama Ade kelas namanya .....".


" Hah !!!! Aku gak tahu, sampai detik ini aja Heru gak pernah kabari aku". Jawabku kaget.


" Nah kan !!! Kalau gak salah namanya ituuuuuuuuu,...... Sulfa !!!".


" Tahu dari mana? Pasti hoax". Sahutku.


" ihhh enggak !!! Ini Heru yang bilang ke kami dikelas saat kepergok berduaan tadi pagi" Kata Susi.


" Serius? Itu anak gak ada cerita semenjak aku sakit !".


" Apa kalian bertengkar? ".


" Gak tahu. Tapi biarlah Si, dia sudah menemukan cintanya. Ya gak papa kan ".


" Gak cemburu?".


" Gak kok. Cuma kalau gitu, pasti dia sibuk sama pacarnya jadi aku di cuekin".


" ihhh cowok gitu aja masih banyak diluar. Kan masih ada kami !!". Sahut Susi.


Baguslah kalau Heru menjauh dari ku. Begitu pula Putra. Jadi, Rehan tidak perlu mengusik kalian. Hari demi hari aku lalui di sekolah hingga kaki ku sudah mulai kembali normal. Aku selalu melihat Heru bersama cewek yang bernama Sulfa didekat nya. Ingin ku tegur, tapi dia seperti membuang muka ke lain.


Putra pun sudah tidak pernah lagi berkunjung ke kelasku. Lega, tapi aku merasa sepi. Namun, aku harus fokus ke sekolah ku. Ini sudah hampir mau kelulusan. Giat belajar dan belajar jangan mikir cowok mulu, begitulah pikiran yang ku terapkan di kepalaku.


Pagi itu hari Jumat. Aku kedatangan tamu dari Ade kelas ku, Rehan. Aku tidak sudi mendekati nya, aku tetap duduk di kursi ku sambil mengerjakan tugas ku. Malah dia yang berjalan memasuki kelasku .


" Seperti nya 1 lagi yang akan pergi tinggalin kamu !!". Bisiknya padaku.


Aku tidak membalas perkataan nya hanya memandang sinis padanya. Dia tersenyum padaku. Lalu keluar kelas begitu saja. Entah apa arti dari kata-kata barusan. Terserah dia mau bilang apa, aku tidak peduli .


Beberapa hari kemudian, aku mendengar kabar yang mengejutkan ku. Kak Ari bertunangan dengan wanita satu tempat kerjanya. Aku menanyakan pada Ibu dan Ibu membenarkan kabar itu. Aku di undang tapi aku tidak bisa ijin sekolah, status ku sudah kelas 3 semester genap. Yang datang hanya Ibu dan Ayah. Aku dan Elli di rumah.


" Ahh sepi nya !!!". Keluhku dikamar sendirian. Telepon ku pun berbunyi.


Ohta : Ayu, jalan yuk !!!


Aku: Sekarang?


Ohta: Iya. Ayok. Aku jemput kalau sudah siap.


Aku: Oke oke. Tunggu ya dandan dulu.


Ohta: hahahaha jangan tebal-tebal bedaknya.


Aku: ihhhh Ohta kejam !!.


Ohta: Canda bah Beb Cepat sana aku tunggu.


Aku sudah siap dan aku pun di jemput. Kami nongkrong di cafe berdua. Sambil ngobrol biasa ." Ayu, kamu gak kesepian?".


" Kok gitu nanya nya ?".


" Hanya kamu yang masih sendiri di antara yang lain ".


" Ohta, kamu mau tahu gak rahasia ku?".


" Apa ?".


" Karena kamu sahabat terbaikku. Aku harap kamu jaga rahasia ini !!". Pinta ku.


" Oke janji ".


Aku menceritakan tentang rasa ku pada Putra yang masih saja ada. Ku ceritakan masalah aku dan Rehan, yang sampai sekarang terus meneror ku dan membuat orang lain celaka. Dengan suara pelan aku menceritakannya pada Ohta.


" Ayu, move on !! Putra sudah ada yang lain".

__ADS_1


" Aku mau fokus ke sekolah dulu Ta, karena belum ada yang bisa buat aku senyaman Putra !!!".


" Tapi dia sudah hampir menjadi ayah, itu gak mungkin". Kata Ohta padaku.


" Aku tahu, mungkin lebih baik begini aja Ta. Aku gak perlu punya pasangan hidup". Kataku


" Gak, pasti nanti ada yang membuat mu berubah yu".


" Entahlah, aku sangat menyayangi Putra. Aku pasti akan menunggu nya sampai kapanpun !!". Jawabku dengan tegas.


Selang beberapa menit setelah obrolan ku dan Ohta. Ayah dan Ibu datang ke cafe tempat kami berdua nongkrong, tepat banget didepan ku. Padahal mereka ijin padaku ke tempat kak Ari, mungkin saja sudah pulang. Aku menutup wajah ku dengan buku menu, aku menyuruh Ohta mengikuti ku agar tidak ketahuan.


Sepertinya mereka menunggu kedatangan seseorang. Tak lama, duduklah seorang bapak dan ibu satu meja bersama orang tua ku. Mereka seperti membicarakan sesuatu yang penting.


" Maaf pak tentang yang waktu itu. Mungkin kami belum bisa menerima nya". Ucap Ayah ku.


" Loh, kenapa Pak?". Jawab Pria berbaju rapi.


" Gini Bu,Pak. Anak kami sudah kami jodohkan dari kecil!!". Kata Ibu.


" Apa? Di jodohkan? Sama siapa?". Kataku melihat Ohta yang kala itu dekat dengan ku.


" Iya kami tahu. Tapi anak itu sudah beristri Bu, udah bertunangan dan yang lain juga sudah punya pacar !". Jawab Bapak-bapak tadi.


" Kami tahu. Entah kenapa kejadian ini menimpa anak kami. Jadi, kami tidak bisa menerima lamaran anak bapak". Jawab Ibu.


" Anaknya siapa?". Tanya Ohta padaku.


" Bu, ini hanya tunangan saja belum menikah karena mereka masih sekolah. Lagian Rehan itu anak kami, pasti Ayu tidak bakal kekurangan apapun". Jawab istrinya.


" Rehan?". Kagetku.


" Jadi yang melamar mu Rehan?". Tanya Ohta.


" Wah gak bisa di biarin ini. Aku harus tanya !!!". Baru saja mau berdiri, Ohta melarang ku dan aku kembali ke posisi awal ku.


" Kita dengarin dulu. Jangan gegabah !". Kata Ohta.


" Kami tahu, Bapak dan Ibu orang berada. Tapi anak kami belum mau Bu !!". Kata Ayah.


" Maaf Bu". Tambah Ibu.


" Ya sudah kami tidak memaksa kalian !". Kata Ibu Rehan.


" Maafkan kami Bu !!". Jawab Ibuku.


" Reh-".


" Maaf saya lancang menguping. Tapi berikan saya waktu untuk menjelaskan ke Ibu dan Ayah Rehan". Kataku yang menerobos dari pertahanan Ohta.


" Bu, andai sifat anak Ibu baik pada saya sejak awal. Mungkin saya akan mempertimbangkan nya. Tapi baru awal saja saya dijadikan barang taruhan sama Bimo. Dan baru-baru ini dia meneror saya sampai kemarin saya kritis di RS !". Kesalku masih berdiri di tepi meja.


" Maksudnya ?". Ibu Rehan binggung.


" Saya punya bukti itu Bu, surat-surat dan kiriman dari Rehan. Meskipun sudah saya bakar tapi saya foto !". Kata ku menunjukkan foto-foto itu ke mereka.


" Kenapa Rehan begini?". Ibunya.


" Saksinya Heru. Dialah yang di keroyok oleh orang suruhan Rehan saat kami di luar kota. Tolong rahasiakan ini pada Rehan dan ijinkan saya untuk berbicara berdua sama Rehan esok malam". Ucapku pada mereka.


Singkat cerita,


Esok malam aku mengajak Rehan bertemu di cafe. Aku menunggu dia datang, tak lama dia menghampiri ku dan duduk di satu meja bersama ku.


" Tumben, kenapa?". Tanyanya.


" Rey. Aku minta maaf sama kamu karena menolak lamaran mu !!".


" APAAAAAA !!!". Kagetnya.


" Dengar kan dulu !!! Cobalah bersikap baik padaku. Kalau dari awal baik mungkin aku akan mempertimbangkan rasa mu ke aku".


" Kenapa kamu menolaknya ".


" Rey. Aku tidak tahu kenapa segitunya kamu mengusik hidupku. Sekarang kak Ari sudah jauh dari ku bahkan Heru atau putra. Sekarang kamu mau apa ? ".


" Aku sudah susah payah berpikir caranya agar kamu mau bersama ku. Apa sih bagusnya mereka dimata mu? Aku lebih kaya kan? ". Rehan tersulut emosi.


" Rey, stop bicara tentang harta !!! Aku mau kamu berubah. Orang tua mu sudah tahu semua keburukan mu. Aku takut karena kelakuan mu, kamu di marahi". Ucapku.


" Rehan !!! Papah akan mengurus surat pindah mu secepatnya". Entah dari mana datangnya orang tua Rehan.


" Papah !!! Sejak ka-".


" Mamah gak nyangka ,kamu menghilangkan nyawa demi rasa yang tidak terbalaskan. Rey, sadar, Nak". Ucap mamahnya.


" Mah. Kenapa kalian tidak membujuk orang tua Ayu menerima lamaran ku ?".


" Sampai kapan pun, Rehan hanya sebatas teman ku saja !". Ucapku lancang.


" Kak,ku mohon. Jadilah istr-". Rehan memohon pada ku.


" Cukup REY !!!! Kita pulang sekarang !!". Bentak Papah Rehan yang menyeret tangan Rehan dan masuk mobil. Aku sebenarnya gak tega pada Rehan, tapi aku tidak mau menerima dia hanya rasa kasihan.

__ADS_1


****


Esoknya di sekolahan. Lagi, Heru bahkan sedikit pun tidak memandang dan menegur ku. Aku bahkan tidak tahu masalah nya apa. Aku membiarkan dia bertingkah semaunya. Aku mencoba bertemu Putra. Untuk menanyakan tentang Silvi. Katanya, perkiraan Silvi lahiran saat ujian nanti .


Aku melewati bulan demi bulan tanpa mereka Heru, Putra atau bahkan Kak Ari sudah tidak bisa aku hubungi. Dan Rehan pun sudah dipindahkan orang tua nya ke luar kota, syukurlah aku bisa lebih konsentrasi dengan sekolahku. Ujian praktik pun detik-detik dimulai. Senin ujian praktek jurusan dilaksanakan, jadwal juga telah di bagi.


Hari Minggu aku gunakan sebaik mungkin untuk belajar, esok hari pertama ujian praktek menelepon dalam 2 bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


****


Pagi, seluruh jurusan kelas 3 mengadakan ujian praktek. Khusus Jurusan ku alias Sekretaris atau Administrasi Perkantoran di minta menggunakan rok span hitam selutut jas yang dalamnya baju putih bebas. Kecuali yang berjilbab mengunakan rok panjang span namun tidak ketat. Rambut di sanggul rapi, dan berdandan ala wanita kantoran. Sandal high heels maksimal 7 cm. Karena penampilan juga di nilai. ( Sedikit saja tidak enak di pandang, akan di tegur KAJUR. Sumpah Ibu KAJUR ku serem ).


Dengan rapi dan sudah sarapan, aku pamit pada Ibu dan Ayah minta doa dari mereka agar ujian ku lancar. Aku menggunakan motor ku ke sekolah. Hingga sampailah ku di kelasku. Seperti kumpulan wanita kantoran saja, semua pasang mata memandang jurusan kami karena lebih menilai tampilan yang menarik. Yang cowok pun mengunakan stelan jas hitam putih rapi.


Aku mengikuti ujian praktik dengan lancar saat giliran ku maju menelepon bersama pengawas. Sehari jadwal ulangan hanya 1 mata pelajaran yang di praktikan. Waktu istirahat pun di mulai. Aku gerah dengan sandal yang membuat ku tidak leluasa berjalan. Ku ganti sandal jepit. Begitu juga teman-teman lain.


Aku ke kantin lalu makan disana bersama sahabat ku. Asik makan dan mengobrol, aku di labrak cewek bernama Sulfa, pacarnya Heru. Entah kenapa, Ade kelas jaman sekarang berani bertingkah hanya karena cowok.


#pakkkk


Dia memukul meja tempat ku makan,sontak semua orang di kantin melihat kami.


" Ehhhh, jauhi cowok ku !!!". Bentaknya.


" Emang cowok mu siapa sih ?". Tanya Eshi.


" Diem Lo hitam !!". Tunjuk nya pada Eshi.


" Mulutmu dek adek. Rempong". Balas Eshi


" Di-". Sulfa.


" Gini ya Mbak. Sedikitpun saya tidak menyentuh pacar mbak. Sejak mbak mengambil sahabat saya, saya tidak lagi dibutuhkan !!!". Jelas ku.


" Jelasinnya biasa aja donk !". Balasnya nyolot


" Intinya, ambil saja dia. Saya tidak ada urusan dengan dia, kamu dan siapapun. Saya gak peduli. Pergi Lo jangan ganggu mood ku makan !!"


" Nyolot Lo ya !!". Balasnya.


" Pergi atau gak aku siram sama kuah soto, biar Lo makin jelek !!!". Ku berdiri dan memegang mangkuk soto ku. Teman ku hanya tertawa dan senyum melihat tingkahku. Sulfa ketakutan lalu pergi dari hadapan kami.


" Memang betul kata orang. Orang diam terus sabar kalau marah galak abisss". Ejek Era.


" Mulai deh. Makan sudah kalau gak aku yang makan". Ucapku.


Makanan telah habis. Kami kembali ke kelas lalu pulang, dilanjut esok ujian praktik nya. Rasanya ingin pulang cepat gak mood banget di sini. Sudah hampir dekat, aku melihat Heru berdiri di kelasku. Aku bodok amat, ku lewati begitu saja dengan muka jutek.


" Ay-". Heru.


" Aku lagi gak mood. Pergilah menjauh sejauh yang kau mau". Ucapku membereskan meja ku.


" Ma-".


" Gak usah minta maaf. Masa bodok aja sama hubungan kita !!!". Kataku.


" Ayu jangan gitu !!". Ucap Ohta padaku. Saat ini kelas hanya aku dan para sahabat ku yang lain sudah pulang duluan bersiap untuk esok.


" Aku muak sama cowok yang wujud nya begini. Ada pacar, sahabat ditinggal ! Gak usah kita berteman !!!". Bentakku.


" Aku bisa jel-". Heru.


" Gak perlu. Aku sudah malu di labrak cewek-cewek yang gak jelas di depan orang. Aku di cap pelakor padahal aku gak tahu apa-apa !!".


" Ayu. Sabar". Kata Eshi menasehati.


" Aku pulang duluan ya". Kataku pada teman-teman, lalu berjalan melewati Heru yang hanya diam kaku di depan kelasku.


" Aku benci sama kamu !!". Ucapku lalu berjalan menjauh dari Heru. Hari itu aku pulang ke rumah. Aku coba hilang kan pikiran ku tentang hal yang gak jelas.


Malam hari,


Aku kembali belajar demi mendapatkan nilai terbaik. Besok ujian Mengetik cepat esoknya lagi ujian surat menyurat dibarengi melipat surat, menyusun schedule atasan, menulis steno, pembukuan dan ujian duduk, berdiri, jalan dan bahkan tata Krama memegang gelas dan semacamnya. Harus jadi sekretaris yang berwibawa banyak banget aturannya. ( Serius, jurusan ku memang menggandakan ujian begitu, kalau jurusan kalian seperti apa? Semoga tidak ribet ya ).


Bagiku yang berat itu ujian dari penampilan. Kami di minta satu-satu berjalan bak model, duduk dan sejenisnya. Itu di nilai sampai bau badan pun di nilai. Susah untukku berjalan menggunakan sandal setinggi ini. Bagiku yang perfect itu Era, sangat-sangat mirip sekretaris sungguhan. ( Dia sangat cocok ).


Jam istirahat dimulai lega akhirnya usai sudah ujian praktek ini. Kami melepas semua sandal high heels yang menyiksa kaki beralih ke sandal jepit. Kami belum boleh pulang, karena ada pengumuman untuk besok.


Aku membuka jas hitam ku karena gerah. Aku menggunakan blues putih di ikuti teman-teman ku. Karena perut laper, kami pergi nongkrong makan di kantin.


" Ayu. Sini !!!". Panggil Putra dari jauh.


" Tunggu ya. Aku di panggil !!". Kataku sama temanku. Lalu berjalan mengikuti Putra.


" Kenapa?."


" Apa kamu sama Heru bertengkar?".


" Biasa aja !".


" Terus ke-".


" Gimana Silvi ?".

__ADS_1


" Sehat kok. Cuma ada masalah dalam kandungan nya. Tapi kami rutin memeriksakan nya ".


" Sehat terus ya. Udah ahhh aku mau ke kantin Dahhhh". Ucapku berpamitan padanya.


__ADS_2