![Diary My Sekolah [S1-S2]](https://asset.asean.biz.id/diary-my-sekolah--s1-s2-.webp)
Lanjut~
Sesampainya aku dirumah pun menceritakan musibah yang menimpa kak Ari ke Ibu. Ternyata Ibu sudah di kabari. Setelah bercerita, aku ke kamar dan membersihkan diri lalu membantu Ibu menyiapkan makan malam.
" Kak !!". Panggil ibu padaku.
" Ya Bu ".
" Ibu harap kakak lekas move on ya, jangan memikirkan yang berlalu".
" ih Ibu, tahu-tahu aja ya isi hati kakak hehehe". Candaku pada Ibu.
" Mau kakak tutupi pun, ibu bisa lihat kok".
" Iya Bu, kakak tahu kok. Seiring waktu pasti hilang juga Bu". Balasku. "Foto-foto tadi Ibu sudah cetak kah?".
" Besok baru ibu cetak sayang ".
" Oya Bu , liburan kakak ke tempat Ayah ya sekalian lihatin Kak Ari disana ".
" Ibu sama Elli memang rencana mau kesana kak. Dari pada Ayah bolak-balik terus".
" Horeeee !!!!". Sorak ku kesenangan.
" Kita sekalian liburan kak "
" Asikkk kakak bisa jauh dari Heru "
" Nanti rindu, baru tahu rasa". Si Ibu menyinggung ku. Tapi tidak aku sahut.
**********
" Aku harus tanyakan Rehan tentang kejadian-kejadian hari ini". Ucapku sendiri di kamar.
Aku: Hallo
Rehan : Kenapa telepon aku?
Aku: Apa kamu yang membuat Heru, Putra dan Kak Ari terluka ?.
Rehan : Hahahahaha, aku tidak tahu !
Aku: Kenapa kamu tertawa? Ini gak lucu.
Rehan: Itu kan salahmu sendiri !! Jadi pacar aku aja gak mau.
Aku: Rey, mereka gak salah apa-apa. Yang kamu siksa itu aku aja jangan mereka.
Rehan: Terserah aku donk !!.
Aku: Rey , plis kalau gini terus aku gak akan tenang !
Rehan: Bodok amat. Bukan urusan ku !!.
Aku: Sekali lagi kamu begitu, aku yang akan mencelakakan diriku sendiri didepan matamu.
Ku matikan telepon yang tersambung, terserah dia mau tertawa ngakak. Menjengkelkan, aku serius pada omongan ku dia hanya tertawa seperti bahagia di atas penderitaan orang lain.
*Hari Minggu*
Tidak ada rencana jalan-jalan karena aku unmood masih memikirkan tentang Rehan. Mandi pagi, sarapan dan duduk nonton anime di ruang keluarga. Sedangkan, Elli dan Ibu pergi ke pasar .
" Hemm... Aku bosan!!". Ku rebahkan tubuh ku di sofa.
" PERMISI !!!". Teriak seseorang didepan rumah. Aku pun berjalan ke depan dan membuka pintu, lalu ke depan gerbang.
" Ya mas, ada apa?".
" Paket mbak".
" Hah". Pikirku aku tidak memesan apapun secara online. Ku lihat sampul paketnya, memang tertuju pada ku
" Betulkan alamat nya disini?". Tanya pria tersebut.
" i-iya mas. Makasih ya". Ucapku yang masih heran.
Paket pun aku bawa ke dalam dan berukuran cukup besar. Ku buka sangat hati-hati dan itu sebuah kotak merah maroon yang berisi sebuah baju dress mini dan sandal high heels dengan warna senada yang tingginya kira-kira 7 cm.
" Ini cantik banget, tapi siapa yang ngirim?". Ucapku sendiri di ruangan.
" Assalamualaikum !!!". Ucap Ibu.
" Walaikumsalam !!!". Balasku masih duduk diruang keluarga.
" Kakak gapain?". Tanya Elli mendekat. "Wahhh, kakak beli baju? Ini cantik banget kak". Tutur Elli terpukau.
" Gak tahu siapa yang ngirim".
" Emang kakak gak mesen kah?". Tanya Ibu.
" Gak Bu".
" Coba periksa, siapa tahu ada petunjuk lainnya". Ucap Ibu padaku.
" Gak ada Bu ". Ibu pun membantu ku. Tak lama jatuh kertas kecil ke pangkuan Ibu.
" Rehan?". Kata Ibu.
" Hah". Kagetku lalu merampas kertas tadi dari Ibu dan ku baca dengan baik.
" Rehan itu yang jemput kakak pake mobil kuning waktu kakak kelas 2 kan?". Tanya Ibu meyakinkan.
" a-a-a-a anu, gak tahu Bu". Kataku gugup.
" Kakakkkkkkk". Ibu menatapku tajam. " Pacar kakak kah?". Sambung Elli.
" Kalau dia teman kakak, kenali ke Ibu ya !!". Saran Ibu padaku.
__ADS_1
" Iya Bu". Aku menjawab hanya tertunduk dan membawa paket tadi ke kamar. Dengan berani aku mengirim pesan pada Rehan.
Aku: Apa maksud baju ini?.
Rehan: Pake ini. Kalau pikiran mu berubah.
Aku: Tidak akan berubah !!
Rehan: Nanti juga pikiran mu berubah !
Aku: GAK AKAN !
Rehan: Oke, lihat saja nanti.
" Apaan sih, makin ke sini makin gila". Ucapku sendiri di kamar. Ku singkirkan ponsel tadi lalu membuka laptop untuk streaming anime kesukaanku untuk melepas semua kebingungan. Jam makin berlalu. Sudah jam 3 sore aku terus berhadapan dengan laptop membuang segala macam pikiran yang menggangu ku. Dentingan pesan berbunyi.
Heru : My Girl
Aku: Kenapa Ru?.
Heru: Boring !
Aku: Gimana luka-luka mu?
Heru: Itu dia. Kamu gak jenguk aku. Aku bosan dikamar terus.
Aku: Ya sudah aku siap-siap dulu ya.
Aku bersiap-siap , sebelumnya aku sudah ijin pada Ibu. Ibu pun menitip makanan untuk diberikan pada Heru nanti. Selesai bersiap, aku memanas kan motorku lalu tancap gas ke rumah Heru.
Lanjut,
Aku sudah sampai di rumah Heru. Rumahnya sama seperti Putra, besar seperti orang kaya saja. Aku tidak begitu sering melihat sosok Ayahnya, katanya Beliau begitu sibuk bekerja. Aku pun dibolehkan masuk dan pasti disambut Kak Yani.
" Nikmati waktu kalian berdua ya". Ucap kakak Heru itu lalu pergi membiarkan pintu tertutup.
" Kamu gak papa?". Tanya ku mendekat.
" Kepala ku aja masih sakit, luka yang kemarin sudah di obati kok ".
" Memar gini Ru, terus gimana caranya kamu Senin masuk?".
" Aku bisa aja sekolah tapi Bunda melarang ku, untuk raport juga di ambil Bunda ".
" Ta-". Aku lirik meja kecil didekat kasur Heru, tepatnya di bawah lampu tidur nya. Ada sebuah bingkai foto yang persis sama dengan foto yang aku temukan saat aku membersihkan kamarku. Foto bayi cewek bersama 3 bayi cowok. Aku ingin menanyakannya tapi aku tidak ingin tahu urusan pribadi orang.
" Kenapa yu?".
"Aaaaa gak papa kok !!". Ucapku langsung melihat Heru.
" Itu apa yang kamu bawa ?".
" Oya aku lupa. Ini dari Ibu. Kamu sudah makan kah?".
" Sudah sih. Tapi aku mau itu". Rengekan super manja.
" Emmmmmmmmmmmmmmm". Heru melirikku.
" Apaan?".
"Emmmmmmmmmmmmm". Lagi, memandang ku lalu ke rantang nya.
" Oh. Tunggu ya. Aku cari sendok dulu".
Aku mencari sendok di dapur. Entah arahnya dimana dan letak dapurnya dimana. Rumah ini begitu luas. Aku kesana kemari mencari dapur, belum juga ketemu. Sendok telah di dapatkan, aku kembali ke kamar Heru. Duduk di dekatnya dan menyuapkan makanan yang aku bawa.
" Enak deh kalau di suapin gini". Ucap Heru.
" Biasa aja". Balasku sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Masakan Ibu mu enak banget, sering-sering kali ya. Aku makan dirumah mu". Canda Heru padaku.
" Gak usah, nanti Ibu repot masak banyak". Singgung ku.
" ihhh kata-kata nya nyakit !!!".
" Bunda kemana?".
" Kerja ".
" Oya , habis bagi raport. Aku liburan ke tempat Kak Ari ".
" Uhukkk....uhukkk...uhukkkk".
" Nah kan, makan itu yang betul. Nelan aja gak bisa !!!". Omel ku.
" Apaan ! Kamu nyendoknya penuh gitu ke mulut aku !!!" Balasnya lagi.
" Hahahaha sengaja". Tawa ku. " Gak boleh. Kamu istirahat dirumah aja jangan banyak keluar. Bahaya !!!".
" Kenapa bahaya ? Emang siapa yang mau mencelakakan aku?". Aku kaget dan ke ingat tentang Rehan. " Hah? Gak tahu pokoknya jaga diri kalau keluar dari rumah".
Sekitar jam 5 aku pamit pulang. Baru sampai depan pintu aku di sambut sosok laki-laki tua namun kekar dan masih terlihat muda keluar dari mobilnya menggunakan stelan jas rapi.
" Permisi Om". Pamit ku. Laki-laki tua itu menurun kan sedikit kacamata nya untuk melihatku. Aku menundukkan kepalaku lalu melangkah kaki menuju motor yang terparkir kan.
" TUNGGU !!!". Kata nya. Dan aku menghentikan langkahku, ku balikkan tubuhku.
" Anaknya Pak Wijaya ya?".
" Hah iy-". Belum selesai ku bicara, Beliau lalu memeluk ku.
" Kamu sudah besar ya sekarang, Rindunya Om sama kamu ".
" An- anu om.. om siapa?".
" Lah, ya om Ayahnya Heru. Masa gak kenal sih !!". Melepaskan pelukannya padaku.
__ADS_1
" Oh ayahnya Heru,om apa kabar? Baru pulang kerja?".
" Iya.Sehat. Kamu gak bilang-bilang kalau mau ke rumah. Masuk dulu yuk. Jangan malu". Membawa ku masuk kembali.
" Tadi ud-".
" Jangan malu, anggap aja Om ini seperti Ayah mu sendiri ". Masuk, beliau mempersilahkan aku duduk di ruang tamu. Dengan wajah heran, aku mengikuti saja yang Beliau suruh.
" Bi.. BIBIIII !!!".
" Ya Pak"
" Siapin minum ya buat tamu kita. Sekalian saya juga pesan es kopi. Oke". Ujarnya terdengar ramah.
" Baik Pak". Terlihat galak dengan brewok di wajahnya dan kumis. Ternyata beliau cukup lucu.
" Ibu mu gimana?".
" Sehat kok om !".
" Oiya, kamu ke sini tadi. Mau ngapain nak?".
" Jenguk Heru om".
" Hah? Heru sakit ? Kok om gak di kabari !!".
" Iya om, di sekolah tadi ada kecelakaan dikit. Jadi Heru luka ".
" Gak papa. Dia itu kuat. Kuat buat jagain kamu kan?".
" Hah? Maksudnya?".
" Loh kok gak tahu, kan i-".
" Oohhhh Ayah, mainannya sekarang anak SMK ya ".
" Bunda ? Baru balik ya ?". Sahut suaminya.
" Ya iya. Udah jangan ganggu Ayu. Ayah mandi dulu !!". Aku senyum dan mencium tangan Bunda Heru sebagai tanda salam ku padanya.
" Tapi ayah belum selesai bicarakan tentang itu ".
" Itu apa om?". Tanyaku penasaran melihat mereka saling merangkul.
" Gak papa kok. Ayu mau pulang kan? Hati-hati ya di jalan. Maaf Ayah Heru tu suka gak jelas !".
" Hah. Iya Bun. Ayu pulang dulu ya". Ku cium tangan mereka lalu berpamitan pulang kerumah. Membersihkan diri lalu membantu ibu seperti biasa.
" Bu tadi kakak ketemu ayahnya Heru ".
" Terus?".
" Beliau orangnya lucu ya,padahal tampangnya garang ".
" Ya memang begitu lah orangnya". Jawab ibu santai.
" Tapi Bu, kakak heran sama Ayahnya. Seperti mau nanya sesuatu ke kakak".
" Tentang apa kak?".
" Tentang itu ".
" Serius? Jadi gimana kak?".
" Ke potong, Bunda Heru datang Bu ".
" Syukurlah !".
" Apanya Bu yang syukur? ".
" Gak papa sayang !". Pembicaraan terhenti lama. Dan fokus membantu ibu ,setelah itu makan malam siap kami makan bersama. Selesai makan, duduk di atas kasur dan masih memikirkan Rehan dan Rehan. Namun, aku kepikiran kak Ari belum juga ada kabar. Aku mencoba mengirim pesan ke nomor nya .
Aku: Kakak,gimana kabarnya?
" Ku harap di balas". kataku sendirian menggenggam ponsel.
Kak Ari: Lumayan dek.
" Ahhhh syukurlah dibalas". Ku ketik lagi SMS padanya.
Aku: Alhamdulillah. Libur sekolah ayu ke sana kak. Cepat sembuh ya biar bisa ngajak Ayu jalan-jalan.
Kak Ari : Pasti dek. Ditunggu yaa.
*Esok hari *
Adalah hari dimana akhir sekolah sebelum memasuki semester 2 alias pembagian raport. Karena orang tua hadirnya jam 9, jadi kami di haruskan berangkat seperti biasa.
Sampailah aku ke sekolah, hari ini Heru dan Putra tidak memasuki sekolah di karenakan sakit dan Putra ada keperluan mendadak. Sebelum pembagian dimulai, aku bersama sahabat ku berkumpul di halaman kelas sambil menunggu para orang tua kami hadir.
Jam 9 acara dimulai, siswa diluar dan orang tua di dalam kelas mendengar arahan dari wali kelasku. Setelah beberapa menit arahan diberikan. Waktunya pengumuman paling terpenting sedunia.
" Bapak-bapak ibu-ibu. Hari ini, saya akan mengumumkan anak-anak yang sangat berprestasi di kelas ini .....
" Aku deg degan". Kata ku yang berada di luar kelas dengan kondisi pintu terbuka.
".... Di mulai dari bawah dulu. Untuk juara 3 itu jatuh ke Stella Ayu Wijaya..."
" Hah, kok bisa aku". Kataku tak percaya.
" Selamat ya yu !!!". Ucap Ohta bangga melihatku. Ayah pun maju ke depan dan duduk di kursi yang telah disediakan oleh kami. Mengobrol sebentar pada wali kelasku lalu keluar.
" Kak, mau pulang sekarang atau ditungguin?". Tanya ayah.
" Ayah duluan aja. Kakak bawa motor ".
" Ya sudah". Aku mencium tangan ayah dan berpamit pada ayah.
__ADS_1
Setelah mengobrol, waktunya aku pamit pada mereka. Karena esok aku sudah berangkat. Ku coba ke kelas Heru untuk bertemu Bunda namun Beliau sudah keburu pulang. Dan Papi Putra pun sudah pulang. Alhasil, aku tidak bisa berpamitan pada mereka.