Diary My Sekolah [S1-S2]

Diary My Sekolah [S1-S2]
25. Hancur


__ADS_3

" Kak, apa kakak ada masalah?". Tanya Ibu yang duduk di atas kasur ku.


" Gak Bu ".


" Coba jujur ke Ibu ".


" Ayu melihat Putra bermesraan sama wanita lain Bu ".


" Kak... Apa kakak belum bisa melupakan Putra?".


" Entahlah Bu. Kakak gak tahu ".


" Sudah lah Jangan di pikir ya. Kakak istirahat aja". Ibu lalu beranjak dari kasur ku seperti ingin keluar dari kamar.


" Bu !!". Panggilku lalu Ibu pun berhenti dan melihatku.


" Iya. Kenapa?". Tanya ibu.


" Terakhir Heru ingin Ayu menjadi pasangan nya. Tapi belum Ayu jawab ".


" Begini, kakak sudah besar. Apa keputusan kakak nanti jangan lupa ikuti kata hati kakak". Nasehat Ibu padaku.


" Baik Bu. Makasih Bu ".


Ibu pergi dari kamar ku dan aku kembali istirahat. Hingga siang hari aku di bangunkan Ibu untuk makan siang dan meminum obatku. Kembali rebahan di kasur, mengambil ponsel ku di meja dekat kasur. Ku nyala kan karena selama sakit, hp itu aku matikan sebentar. Beberapa menit ponsel di nyalakan.


Aku mendapat pesan wa dari Heru,mungkin lebih dari 10 pesan.


Aku :Maaf, aku baru balas karena kondisi ku masih sakit. Kamu hati-hati kerjanya.


Setelah itu aku kembali istirahat. Entah jam berapa aku kebangun karena Elli menggoyang kan tubuhku terus.


" Kenapa dek?".


" Kak.. tadi di sekolah ada perkelahian kak".


" Hah? Siapa?". Ucapku kebangun.


" Gery sama anak sekolah lain tiba-tiba masuk ke dalam sekolah. Gery di keroyok, jumlah mereka banyak kak. Pas pulang sekolah tadi".


" Jadi gimana? Kakak harus ke sana !".


" Jangan kak. Kakak masih panas. Sudah di tangani sama guru lain".Elli menahanku.


" Besok kakak ke sekolah ".


" Ya. Tapi jangan di paksa kak. Kakak rehat dulu aja !".


" Em". Aku kembali merebahkan diriku lalu istirahat.


Sore hari aku di bantu Elli menganti pakaian ku. Kondisi ku belum juga membaik, .akan di suapin Elli. Lalu aku duduk di atas kasur karena bosan baring terus. Tapi kepala ku masih terasa pusing, melihat ponsel iseng membuat status di wa.


Ku kira terbalaskan setelah aku menunggumu bertahun-tahun


Ku letakkan ponsel, kembali ku rebahkan tubuh lemah ini. Mata ku masih saja belum terpejam memikirkan kondisi patah nya hati ku. Beberapa menit kemudian, notif ponsel ku berkali-kali berbunyi. Namun, tidak aku peduli kan.


Karena bosan dikamar. Aku mencoba berjalan menuju pintu kamar ku, aku ingin keluar kamar dan berjalan sangat hati-hati karena kepala ku masih saja pusing. Beberapa langkah sudah ku tempuh sedikit lagi sudah sampai pintu. Baru saja mau membuka pintu malah terbuka sendiri, Heru lah yang membuka pintu. Melihatku lalu memeluk ku cepat.


" Ru-". Kataku.


" Aku khawatir. Aku baru pulang langsung ke sini". Heru memeluk erat sekali.


" Ak-".


" Kita kembali ke kasur mu ya. Aku bantu". Dilepasnya pelukan tadi dan mengendong tubuh ku ke kasur.


" Baru pulang?". Tanyaku.


" Iya. Maaf aku terlalu sibuk sampai gak bisa mengurus mu". Ucap Heru yang duduk di kasur ku.


" Gak papa kok ".


" Kenapa status mu begitu? Apa ini karena Putra?".


" Heru. Aku melihat Putra begitu mesra sama cewek di depanku". Ku adukan keluh kesah ku padanya.


" Sudah jangan bahas itu. Nanti sedih makin sakit". Mengelus kepalaku.


" Heru maaf aku belum bisa menjawab pertanyaan mu waktu itu ".


" Gak papa. Aku akan tunggu kok !!".


" Makasih ya Ru. Kamu baik banget sama aku".


" Ya sama-sama. Kamu tidur ya ".


" Belum ngantuk ".


Heru meminta ku menunggu nya sebentar karena ingin pulang ganti baju. Beberapa jam kemudian, Heru kembali ke kamar ku membawa gitar dan duduk di dekatku.


" Buat apa?".


" Biar kamu tidur. Aku nyanyikan ?".


" Emmm..mauuuu".


****


Aku kembali lagi mengajar. Hari ini hari Jumat, seluruh siswa senam. Aku tidak mengikuti karena aku mengawasi gerak-gerik Gery Mahesa siswa dari Jurusan Penjualan kelas 2. Tampang nya memang seperti preman di kelas. Aku sudah berapa kali mengingat kan dia untuk tampil rapi.


Senam usai, semua siswa berhamburan pergi ke dalam kelas ada juga yang mungkin ke kantin. Aku ke ruangan Piket dan meminjam mic untuk memanggil Gery.


"Gery Mahesa kelas 2 Penjualan. Harap ke ruangan BK". Ucapku.


Aku pun menunggu Gery di ruangan ku. Tak lama dia datang lalu duduk. Banyak pertanyaan yang ku ajukan padanya. Setelah jam pelajaran di mulai, aku mempersilahkan Gery kembali ke kelas mengikuti pelajaran .


Jam sekolah usai. Aku pulang bersama Elli menggunakan motor. Tak lama sampai lah di rumah. Kami makan siang bersama Ibu lalu istirahat. Entah jam berapa, aku di bangunkan sama Ibu.


" Ya Bu ?".


" Kakak bisa kah ke rumah Mami Putra. Ibu masih ada rapat di sekolah".

__ADS_1


" Bisa Bu ".


" Elli mana?".


" Jam segini kan tahu Elli gak bisa di ganggu. Sibuk nonton di kamarnya".


" Yalah Bu. Kakak sendirian aja ".


" Maminya masih sakit. Kakak duluan ya nanti sore baru Ibu ke sana". Jelas Ibu.


Aku lalu mandi dan bersiap-siap ke rumah Putra. Ibu menitip kan makanan untuk beliau. Katanya ini makanan kesukaan Beliau. Entah kenapa Mami Putra sakit-sakitan. Papi nya pun masih sibuk kerjaan di kantor pusat.


Sampailah aku di halaman rumah Putra. Aku menggunakan motor pemberian Ayah untukku. Masuk ke rumah, karena rumah itu tidak di kunci. Aku masuk menuju kamar Mami Putra.


" Assalamualaikum Mi". Ucapku membuka pintu kamar.


" Walaikumsalam. Sini masuk". Jawab Beliau padaku dan duduk di kursi.


" Sudah makan Mi? Ini Ibu masakin kesukaan Mami. Katanya Mami suka masakan Ibu ?". Jelasku.


" Hehehe iya, Ibu ayu buatin apa?".


" Nasi Padang kesukaan Mami ".


" Mami mau coba boleh?".


" Boleh". Aku membantu Beliau duduk di kasur dan ku suapin makan.


" Pelayan yang lain kemana Mi?". Tanyaku.


" Em... Bilang Putra ke Mami. Semua di pecat nya ".


" Kenapa. Apa mereka salah?".


" Mami kurang tahu ".


" Jadi siapa teman Mami di rumah?".


" Sendirian aja. Makan ya Mami masak di dapur".


" Mami kan sakit?".


" Gak papa sayang ".


" Mi, apa Putra tidak mengurus Mami di rumah?".


" Dia kan sibuk. Pulang juga jarang ".


" Ya sudah. Mami tinggal tempat Ayu ya. Malam ini Ayu bawa mobil ke sini. Oke?Gak pakai bantah. Dari pada Mami sendirian di sini ".


" Ya sudah kalau anak Mami bilang begitu. Mami nurut aja". Beliau tersenyum padaku.


Sore hari Ibu datang berkunjung. Aku menceritakan tentang Mami di rumah sendirian. Ibu pun setuju membawa nya ke rumah dan membereskan baju-baju lalu membawa pulang. Aku pamit pulang, malam aku balik menjemput beliau ke rumahku.


Malam hari,


Aku sudah di rumah Putra. Aku masuk ke rumah. Ku mendengar suara aneh di rumah itu dan mencari asal suara seperti suara orang. Sampai lah aku di depan kamar Putra yang bahkan tidak tertutup rapat. Suaranya memang berasal dari kamar nya. Ku coba mengintip sedikit.


Ya, Putra lagi bercumbu dengan wanita waktu itu. Dengan kondisi tubuh di balut selimut dan wanita itu duduk di atas tubuh Putra. Entah kenapa Putra seperti laki-laki ******** sekarang. Aku cepat berlari ke kamar Mami lalu menutup pintu.


Aku berjalan mendekati Mami dan aku menangis lagi. " Mi. Kita harus cepat keluar dari sini ".


" Iya Mami tahu. Tapi kamu kenapa?". Mami memelukku.


" Mi. Ayu gak kuat nahan sakit gini".


" Kenapa. Jelasin ada apa?".


" Putra Mi ...".


" Kenapa dengan Putra ?".


" Putra berduaan di kamar sama cewek".


" APAAAAAA !!!".


Mendengar perkataan ku, Mami langsung turun ke bawah seperti ingin menemui Putra. Aku mengejar untuk menghentikan Beliau. Dan sampailah di depan kamar Putra, Mami membuka pintu.


" Mi. Kita pergi dari sini". Tarikku.


" Jadi ini kerjaan maksud kamu?".


Putra kebingungan karena ketahuan. Mereka menutupi tubuh mereka dengan cepat. Wanita itu sangat santai melihat kami.


" Mi. Bukan Mi-".


#Pakkkk


Tamparan di wajah Putra. " Mami kecewa. Mami akan kasih tahu Papi mu !!!".


" Mi-"


#Pakkkk


Tamparan di wajah Mami." Ehhh wanita tua. Jangan sentuh tunangan saya ya !!!". Reina berani menampar Mami.


" Kurang ajar kamu jadi wanita !!!". Ucap Mami terlihat geram


" Mi. Ayok kita pergi". Ucapku.


" Mami. Ayu. Ak-". Putra.


" Gak usah jelasin apa-apa lagi ke kami. Aku kecewa. Kamu tidak peduli sama Mami mu karena cewek ini".


" Mami akan telepon Papi ".


" Gak peduli !!". Ucap Reina.


" Diam Lo !!!". Bentak Putra.


" Kok marah sih sama aku". Balasnya.

__ADS_1


" Ayu aku-".


" Aku kecewa sama kamu, aku menunggu perasaan mu ke aku kembali. Kamu begini. Bersetubuh sama dia bukan istri mu. Aku akan pergi !!". Kataku mulaimenitihkan air mata.


" Yu ak-".


" Ayok Mi. Kita pergi !!!".


Aku membawa Mami yang terus menangis di mobil dan menelepon Papi pun masih menangis. Aku terus menenangkan Beliau. Sampai lah di rumah aku di sambut Ibu, Ayah dan Elli. Setelah Ibu menenangkan Mami, aku menjelaskan semua nya pada Ayah dan Ibu.


****


Esok hari aku pulang kerja ingin melihat kondisi Mami Putra dirumah. Tapi saat masuk rumah, Papi Putra sudah di sana duduk bersama orang tua ku dan aku melihat Putra duduk dekat Maminya.


" Yah !!".


" Kak sini dulu". Ucap Ayah padaku lalu duduk dekat Ayah.


" Ayu. Maaf kalau ini mendadak buat kamu. Sebenarnya Papi sayang sama kamu". Ucap Papi Putra.


" Kenapa. Ada apa ini. Kok wajah disini pada sedih?".


" Ayu ak-". Putra.


" Diam kamu. Ini karena Mu !!!". Bentak Papi Putra. " Putra melakukan hal itu sudah berkali-kali bersama Reina, ketahuan sama pelayan di rumah. Putra pun memecat mereka".


" Hah?".


" Kami sepakat untuk menikahi nya sama Reina". Sambung Mami nya.


" Apa? Mi ak-". Putra.


Aku hanya diam mendengar nya.


" Jadi, mulai saat ini perjodohan antara Ayu dan Putra di batalkan. Maafkan keputusan kami". Balas Mami.


" Em.. gak papa Mi, itu keputusan Mami sama Papi. Ayu setuju kok". Aku tersenyum tapi air mataku jatuh. Dengan cepat aku menghapusnya lalu berlari ke atas masuk ke kamar.


Hari berlalu demi hari, sudah melewati 3 minggu aku mendengar pernyataan itu. Aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, mengajar dan lainnya. Persiapan pernikahan Putra sudah sampai 50%. Aku belum berani berkunjung atau bahkan membantu nya.


Aku melewati hari ku bersama sahabat ku untuk melupakan semua sakitku. Mereka menghibur ku membuat ku sedikit tertawa. Tapi, saat aku sendiri kembali, aku masih teringat sakit nya hati ini yang begitu berharap cinta yang tidak terbalaskan. Dan 2x melihat orang yang ku sukai menikah dengan wanita lain.


Tibalah di saat yang di tunggu, seluruh Guru di undang di pernikahan Putra dan Reina. Aku tidak datang ke acara akad maupun resepsi malamnya. Aku menghabiskan waktu di kamar menonton Anime. Hingga umur segini aku masih menyukai kartun produksi dari Jepang.


Resepsi di mulai dari jam 8 hingga 10 malam. Sekarang pukul 8 malam. Ibu dan Ayah bersama Elli masih di acara pernikahan yang berada di Gedung Hotel. Bahkan sahabatku datang ke acara Putra. Hp ku berbunyi.


Heru: Buka Pintu !!!


Aku: Gak.


Heru: Aku bawa manga Boruto sama Action Figure Sabo One Piece dari Jepang.


Heru: Serius? Oke tunggu yaa.


Aku pun dengan cepat menuruni tangga dan membuka pintu. Heru sudah di pintu rumahku." Mana ?". Aku menagih bicaranya.


" Apanya?". Jawab Heru.


" Kamu bohong?".


" Iya !!".


" Ya sudah". Aku kembali masuk ke dalam . Tapi, tanganku berasa ditarik.


" Ayok kita ke resepsi mereka !".


" Gak !".


" Ayu, kamu kenapa kek anak kecil gini".


Ku balik tubuhku dan aku menangis di pelukan Heru." Gak mau. Aku gak kuat ".


" Bentar aja ya. Aku akan bersama mu biar kuat ya ".


" Gak !". Heru menjepit kedua pipi ku dengan kedua telapak tangannya." Kamu tahu. Ini juga membuat ku sakit hati melihat mu begitu menyukai Putra, apa ini jawabanmu ke aku?.


Aku terdiam untuk beberapa menit sembari berpikir. " Em. Aku pergi".


" Oke. Kunci rumah lalu ikut aku ".


" Ke undangan baju tidur?". Ucapku.


" Ikut aja ".


Heru membawa ku masuk dalam mobil. Aku masih sangat rembes tapi di bawa ke Mall entah apa maksudnya. Sampai di dalam Mall aku di jejal semua gaun mini dan mencoba di depan Heru. Mencoba seluruh sandal high heels dan di dandani.


Aku sudah siap Heru pun sudah siap. Malam ini kami menggunakan baju warna sama, warna hitam putih. Heru stelan jas hitam dan aku mini dress hitam yang cukup memperlihatkan bentuk tubuhku. Sandal high heels putih dan rambut di tata dengan lucu berbandana putih. Heru terus melihatku benggong.


" Aneh kah. Kok gitu lihatnya ?!".


" Entah kenapa malam ini, aku melihat bidadari di depan ku". Tutur Heru


" Gombal !!".


" Foto dulu yuk. Mau aku upload dengan caption Calon Ku".


" Ayok foto !!". Kami foto bersama di cermin besar di Mall. Aku tidak menyangka wajah ku segini nya kalau di dandani. Ku upload di sosmed ku, begitu pula Heru dengan menandai ku.


Tak lama sampai lah kami di lokasi acara. Aku melihat tamu masih banyak. Baru saja kami masuk sudah jadi pusat perhatian tamu. Malu tapi Heru terus bercanda padaku. Aku bertemu teman-teman sekolah ku dan Ibu.


" Ibu".


" Kakak datang juga ?".


" Heru maksain Bu".


" Hehehe ".


Keluarga ku dan keluarga Heru berbicara sambil makan di meja. Tak lama aku di ajak Heru naik ke atas pelaminan untuk bersalaman lalu pulang. Aku mengikuti dibelakang Heru, bersalaman pada Mami Papi lalu Putra kemudian Reina dan keluarga nya.


" Yu. Foto dulu". Teriak Mami Putra.

__ADS_1


" A-". Aku.


" Ayok !!". Heru menarikku. Ku berdiri di antara mempelai wanita. Sedangkan Heru di dekat Putra. Aku melirik nya seperti Heru membisik kan sesuatu pada Putra.


__ADS_2