![Diary My Sekolah [S1-S2]](https://asset.asean.biz.id/diary-my-sekolah--s1-s2-.webp)
Orang tua ku dan orang tua Heru mengetahui hubungan kami berdua. Heru sekarang aktif bekerja di cabang usaha orang tua nya. Begitu pula suami dari kak Yani.
Hubungan kami sudah berjalan 6 bulan lebih. Terkadang kami juga sering jalan bersama membawa si imut anak Kak Yani. Aku semakin nyaman dengan hubungan ini. Tapi belum berpikir ke jenjang yang sangat serius. Meskipun Heru terus melempar kode ke aku untuk menikah secepatnya.
Hari ini jam istirahat ku kerja, aku ke kantor Heru. Ini pertama kalinya aku ke kantornya. Untuk mengunjunginya dan makan bersama. Sampainya aku di kantor aku mencoba bertanya kepada seorang karyawan.
" Mbak. Apa Pak Heru Pramono Anwar sedang sibuk?". Tanyaku.
" Maaf Bu, Beliau lagi rapat". Kata nya menjawab pertanyaan ku.
" Oh. Ya sudah saya tunggu". Ujarku.
" Apa Ibu sudah janjian dengan Beliau?". Kembali bertanya.
" Belum sih Mbak. Gak papa saya tunggu saja". Gumam ku duduk di sofa dekat ruang resepsionis.
Pukul 12 hingga menjelang istirahat usai tak kunjung ada kabar dari Heru. Ku mencoba bertanya lagi ke meja resepsionis.
" Mbak, apa rapat nya masih lama?".
" Seperti nya begitu mbak". Balasnya ramah padaku.
Aku kembali duduk di sofa, masih ingin menunggu Heru. Ruang rapat berada di bawah dekat meja resepsionis tadi. Tak lama ruangan itu terbuka, satu persatu keluar. Aku berdiri untuk menyambut Heru. Tapi Heru malah berjalan ke arah lain dan di gandeng seorang wanita.
" Aku sudah nunggu lama-lama, ujung-ujungnya kecewa !!". Ucapku sungguh kesal.
Heru sudah berjalan jauh seperti nya memasuki ruangannya kembali bersama wanita berbaju ketat dengan rok pendek di atas lutut. Melihat nya saja jauh beda dari ku.
" Mbak, sampai kan ke Bapak Heru Pramono Anwar itu, bilang kalau Stella Ayu Wijaya minta putus !!". Ucapku emosi pada Mbak yang berjaga. Aku tahu bukan dia yang salah, tapi emosi saja.
" Baik Bu !!". Balasnya dengan wajah kebinggungan.
Segera aku pulang, aku sudah sampai di sekolah. Untung saja jam mengajar ku siang ini tidak ada. Aku pun makan sendirian di warung makan depan sekolah. Makan sambil emosi, muka kusut dan masam mengingat kejadian tadi. Apa semua pria seperti itu ya? Menjengkelkan !.
Singkat cerita~
Jam sekolah usai, aku masih di dalam perjalanan menuju rumah. Lampu masih merah. Masih memperhatikan jalan di depan. Aku melihat segerombolan orang menyebrang jalan, ada sosok Putra lagi berjalan.
Aku begitu memperhatikan dengan mata terbuka lebar. Tanpa sadar lampu hijau,mobil di belakang ku terus memencet klakson menandakan aku harus jalan. Aku melaju ke pinggir jalan . Dan keluar dari mobil. Mencari jejak Putra, baru saja aku lengah aku sudah kehilangan jejaknya.
" Apa tadi beneran Putra?" .Tanyaku sendiri tidak yakin.
Kehilangan jejak, aku kembali ke mobil dan pulang ke rumah. Menganti baju juga makan. Hari ini Ibu dan Ayah berada di luar kota. Aku sendirian di rumah. Tidur sebentar untuk meregangkan kelelahan yang hakiki ini.
Malamnya aku bersiap mencari makan di luar karena malas masak dan capek. Aku jalan-jalan ke warung pinggiran jalan. Aku mencoba mencicipi bakso. Setelah itu aku jalan lagi singgah ke penjual sate dan nanti mie ayam. Begitu terus hingga perut dan hati ku puas. Ke bawa masalah siang tadi, jadi emosinya di lampiaskan ke makanan.
Terakhir ini aku mencoba memakan ayam goreng di pinggiran kota tak jauh dari tempat tinggal Heru. Rumahnya pun terlihat dari tempat ku makan. Sambil makan sambil melirik ke arah rumahnya. Hingga detik ini tidak ada dia menghubungi ku. Entah si Mbak tadi menyampaikan pesan ku atau tidak.
Pukul setengah 9 malam aku masih duduk menunggu mobil Heru tiba. Tak lama, mobil berwarna merah sudah berhenti di depan rumah. Penjaga membuka gerbang pagar dan mobilnya terlihat masuk. Aku melihat sosok wanita keluar dari depan di susul Heru.
" Jadi gini bilang setia". Aku langsung berjalan kaki ke rumah Heru dan masuk memergoki nya.
Satpam rumah Heru sudah mengenalku, aku masuk begitu saja. Pintu rumah terbuka berjalan di iringi emosi. Dan di ruang tamu, wanita itu duduk sendirian.
" Heru mana?". Kataku padanya
" Hah? Di dalam !!".
" Kamu siapanya?". Tanyaku masih di depan pintu.
" Kenapa sih?". Jawaban itu terdengar risih dan tidak suka.
" Tanya aja . Jawab !!"
" Ohhh aku pacarnya !"
" APAAAAAA !!!". Kagetku.
Heru datang ke arah kami.
" Ayu?" Ucapnya melihatku.
#PAKKKK
Ku menampar pipi Heru. Tepatnya sebelah kanan.
" Ternyata kamu sama aja". Tukasku padanya. Memang sama kan? Sama-sama buaya .
" Maksudnya ap-?".
Ku buka kalung yang di berikan Heru padaku saat itu dan membuangnya ke depan muka yang terlihat binggung pada masalah di depannya.
" Kita putus. Jangan pernah berhubungan dengan ku kalau kau cuma mempermainkan ku !!! Hatiku sudah menerima mu tapi kenyataannya begini". Ku lalu pergi keluar rumah dengan air mata sudah mulai jatuh. Jiwa yang mulai bergerimis. Pelik rasanya jalan asmaraku.
Masuk mobil lalu pulang ke rumah. Aku tidak peduli dengan telepon darinya. Aku langsung tidur. Esoknya aku bertemu Heru di depan rumahku saat ku berangkat kerja. Aku tidak memperdulikan nya sedikit pun. Berlalu begitu saja hingga aku sampai sekolah dan mengajar seperti biasa.
*****
Sudah hampir 2 bulan aku terus mencuekin Heru. Terserah di mau apa, aku tidak peduli lagi. Lebih baik jomblo seumur hidupku. Malam hari aku berjalan bersama bayanganku alias sendirian. Berjalan mutar-mutar kota dengan mobil. Lagi, aku melihat sosok Putra berjalan kaki di pinggir jalan.
Mobil ku hentikan dan ku ikuti langkah Putra dengan sembunyi-sembunyi dari belakangnya. Entah jalan kemana tapi aku terus mengikuti hingga sampai ke rumah kontrakan tidak begitu besar. Dari jauh aku melihat dia membuka kunci rumah lalu masuk.
" Apa Putra tinggal di sini ?". Tanyaku sendiri sambil mengintip dari kejauhan.
" Mbak !!". Suara orang begitu dekat di telingaku.
" AGHH !! Ya Allah". Mengeryit kaget, ternyata ada bapak-bapak di belakang ku.
" Mbak nyari siapa?". Tanya Beliau.
" Pak, bapak kenal siapa tinggal disitu ?".Tunjukku ke arah rumah yang di tepati Putra tadi.
" Oh, yang tinggal disitu Mas-mas muda gak salah namanya Putra. Tinggal sendirian Mbak". Jelasnya.
" Oh ".
" Mbak jangan ngintip malam-malam ntar di culik orang". Bapak-bapak itu lagi pergi.
Kembali ku mendekati rumah tadi berjalan ke depan pintu Putra. Lalu mengetuk nya.
" Siapa? Heru kah?".
" Heru?" Bisikku . Terbukalah pintu itu dan kagetnya Putra melihatku.
" Ayu!!!".
" Putra. Kamu kemana aja . Aku mencari mu terus". Ucapku
" Masuk dulu ya, gak enak malam-malam di luar". Menarik lenganku.
__ADS_1
" Oke. Tapi aku parkir mobil di sini ya. Mobilku jauh takut gak bisa balik "
" Ya sudah".
Beberapa menit kemudian, aku sudah duduk di rumah itu dan mengobrol bersamanya.
" Apa maksudnya kamu bilang Heru. Apa Heru tahu kamu di sini?".
" Maaf. Selama ini cuma dia yang tahu aku di sini. Kadang aku di bawakan makanan". Jawabnya.
" Put. Pulang ya. Mami papi rindu sama kamu". Rengekan ku mulai
" Aku gak bisa !"
" Kenapa?".
" Aku gak bisa melanggar janji ku". Ujar Putra tegas.
" Janji apa sih ?". Mulai heran.
" Apa kamu sudah menerima Heru ?".
" Aku baru saja memutusi dia tadi siang bermesraan di rumah sama cewek !!!!". Balasku santai meskipun hati memang tak enak.
" Aku rela kamu sama dia. Asal orang tua ku tidak di celaka kannya".
" Maksudnya?". Jawab ku semakin binggung.
Putra menceritakan semua perjanjian Heru dan dia yang mengatas nama kan ku. Sungguh aku tidak menyangka Heru sejahat itu. Semua kejadian menimpa keluarga Putra bukan lah yang di sebabkan Reina atau Putra sendiri. Tapi Heru dengan rapi menyusun skenario bak film sinetron. Kaget dan tidak menyangka, sahabat baik bisa segitu jahatnya di belakangku.
" Sudah lah aku tidak peduli dengan dia. Kita pulang sebelum Heru ke sini !!". Ajakku.
" Tapi pulang kemana? Heru pasti tahu nanti !".
" Aku punya rencana".
Ku bawa Putra pulang, beruntung Heru belum kelihatan batang hidungnya. Aku ke rumah Mami dan Papi untuk membawa mereka ke rumahku. Untung saja dengan Putra cerita dari A hingga Z , mereka percaya dan mau mengikuti ku kerumah. Sudah sampai di rumah. Aku menelpon Ibu untuk membatalkan perjodohan-perjodohan semasa kecilku. Aku tidak butuh itu.
Aku : Assalamualaikum Bu
Ibu : Walaikumsalam
Aku: Bu. Ibu sama Ayah bicarakan baik-baik ke orang tua Heru. Kalau perjodohan kakak dan dia semasa dulu batalkan saja.
Ibu: Loh kenapa?
Aku: Heru jahat Bu. Dia lah yang mencelakakan Gery dan Reina . Tolong ya Bu. Kakak sudah bertemu Putra.
Ibu: Ya sudah jaga diri kakak baik-baik ya sayang.
Aku: Ya Bu. Wassalamu'alaikum
Ibu: Walaikumsalam.
Malam ini kami tidur dengan aman. Esok hari aku dan Mami menyiapkan sarapan lalu makan bersama sebelum aku berangkat kerja.
" Ayu, terimakasih sudah mau mencari Putra". Kata Mami Putra
" Sama-sama Mi. Selama ayu kerja Mami, Papi dan kamu Put. Di rumah saja. Kalau ada yang bertamu intip dulu . Kalau asing jangan dibuka atau telfon aku". Jelasku berbicara ke arah Putra.
" Bosen dong ". Gumam Putra.
Aku sudah berada di sekolah. Mengajar dan mengawasi siswa yang keluar kelas saat pelajaran di mulai. Memeriksa toilet terkadang bau asap rokok. Entah siapa yang merokok. Anak jaman sekarang gak rokok gak hidup kali ya. Masih muda mengundang penyakit datang.
Lewat kelas Keahlian Penjualan alias KP, selalu ribut. Aku mengintip dari jendela kelas mereka. Ternyata asik main bola di dalam kelas. Ku berjalan lalu pas di depan pintu. Melihat ku, mereka pura-pura duduk.
" Main di lapangan jangan di kelas !!!" Kataku
"....."
" Kenapa diam? Tadi heboh main, disuruh main di lapangan gak bergerak !!".
" Maaf BUUUU ". Ucap cowok-cowok nya.
" Kalian pelajaran apa? ". Tanyaku memasuki kelas.
" Bahasa Inggris Bu ".
" Gurunya mana. Kenapa gak di panggil?".
" Mereka bilang gak usah Bu". Kata seorang siswa cewek.
" Siapa ketua kelas di sini? Panggil Guru nya kalau gak kalian saya hukum hafal rumus bahasa Inggris". Perintahku.
" Ya buuuuuu ". Seru mereka dalam kelas.
Ketua kelasnya seorang siswi. Berjalan bersama ku lalu ke ruang Guru memanggil Guru yang mengajar. Masalah pun selesai, mereka belajar dengan tenang.
Istirahat kedua di mulai. Aku pulang sebentar ke rumah melihat kondisi mereka. Sesampainya aku dirumah, Mami sudah masak banyak di meja makan. Lalu kami semua makan siang bersama.
" Ayu !".
" Ya Pi". Kataku sambil makan.
" Kenapa kamu membatalkan perjodohan mu sama Heru?". Tanya Beliau
" Gak papa Pi. Ayu cuma mau laki-laki yang jujur". Jawab ku lagi.
" Em. Ya Papi tahu. Ibu mu sudah cerita tadi di telepon".
" Apa Heru ke sini?"
" Tadi sih. Malah papi ngajak masuk. Akhirnya panjang lebar berbicara. Heru mengaku". Jelas Putra.
" Biarlah. Terserah dia !!". Ungkap ku masih tersisa kekesalan yang mendalam." Jadi Kamu kapan kembali kerja?". Melirik Putra.
" Lusa !".
" Baguslah. Semangat jangan takut sama Heru. Lawan aja". Ucapku geram.
" Malam Minggu nanti jalan yuk !". Ajak Putra
" Apa kamu gak sibuk. Kan kerja ?".
" Gak lah !!! ".Balas Putra.
****
Hari ini, Putra kembali bekerja dan Papi bersama Mami pun di luar kota. Aku juga sibuk dengan kerjaan ku. Ibu kembali pulang ke rumah bersama Ayah. Katanya ada urusan penting di sini. Hari Sabtu pulang dari sekolah. Aku bertemu Heru di depan rumahku.
__ADS_1
" Apa !" .Kataku
" Maafin aku !". Memelas.
" O ". Aku masuk ke rumah meninggalkan nya.
" Aku ngelakuin ini karena aku ingin kamu jadi milikku". Serunya dari depan pagar.
" Ku kira kamu baik ternyata bikin kecewa ".
" Kakak, biarkan Heru menjelaskan semua nya biar hubungan kalian membaik lagi". Nasehat Ibu
" Gak mau Bu. Sudah terlanjur kecewa". Bisik ku pada Ibu yang tepat di depanku.
Ibu tidak perduli kata ku. Ibu memangil Heru masuk. Aku bergegas ke kamar ku.
" Bicara dulu nak sama Heru . Seperti nya dia sudah menyesali perbuatannya".
" Gak mau Bu !!".
" Sebentar saja ya ".
"...."
Aku membuka pintu kamar. Dan turun kebawah duduk di sofa mendengar kan Heru mengoceh.
" Aku minta maaf !".
" Em ". Masih tidak peduli.
" Aku harus apa biar kamu maafin aku?".
" Gak tahu !".
" Aku akan lakuin apa aja, asal kamu mau maafin aku ".
" Apa aja kan?". Mengulang kembali permintaan nya.
" Iya apa saja ".
" Jauhi aku !! ".
" Tap-".
" Lupain aku. Aku sangat kecewa sama kamu Ru. Aku gak suka sifat mu begini".
" Maa-"
" Minta maaf tu sama keluarga Putra jangan aku !".
" Ya sudah kalau itu mau mu. Aku jauhi kamu sejauh yang kamu mau "
"Em". Balasku lalu Heru pamit padaku . Aku kembali ke kamar ku untuk istirahat. Apa aku terlalu keras? Semoga dari ini dia bisa belajar menjadi orang baik, tidak mengkhianati persahabatan !.
****
Malam Minggu ~
Sudah rapi sudah dandan juga ala kadarnya. Tunggu di jemput aja. Panggilan masuk ke ponsel ku ternyata Putra.
Putra: Maaf. Aku ada urusan. Kamu ke cafe duluan ya
Aku: Hah !!!! Yalah
Putra: Bentar aja kok. Nanti aku susul kok
Aku: Em.
" Asemmmm !!!". Omel ku mematikan teleponnya.
Aku menuruni anak tangga . Mengambil kunci mobil lalu ke Cafe yang di bilang Putra. Di perjalanan aku melihat Heru lagi berduaan di mobil bersama cewek yang waktu itu di kantor. Aku turuni kaca mobilku. Lalu tancap gas lagi. Sesampainya aku di cafe. Aku duduk di kursi dekat panggung live music Cafe.
Aku sudah memesan makanan dan minuman. Makanan datang ke meja ku, aku makan sambil menunggu Putra. Seperti nya di depanku akan tampil sebuah band. Mereka lagi bersiap .
" Lama banget sih Putra. Sempat aku nambah makanan lagi ". Omelku melihat layar ponsel. Tidak ada kabarnya dari tadi. Keburu Nasi goreng ku habis.
Lihat kembali ke panggung. Ada 3 orang masing-masing memegang alat musik. Anehnya mereka memakai topeng. Yang jelas postur mereka pasti laki-laki.
🎶Takkan pernah terlintas
Tuk tinggalkan kamu, jauh dariku kasihku...........🎶
" Lagu Jaz !!". Kataku.
Aku mengikuti lirik-lirik lagunya dan menikmati suara si vokalis. Pengunjung lain pun sama. Fokus menonton mereka yang lagi tampil di panggung.
🎶Aku milikmu, kamu milikku
Aku kan s'lalu ada, hingga di hari tua......🎶
Aku ikuti vokalis itu bernyanyi. Tapi dengan nada pelan hanya aku yang mendengar. Lagu sudah habis. Aku baru sadar, aku melupakan sesuatu.
" Putra mana sih ! Kalau dia PHP. Ku gak akan tegur !!". Ucapku sendiri di meja ku.
Suara tepuk tangan pengunjung terdengar riuh. Aku pun ikut bertepuk tangan.
" Terima kasih". Ucap vokalisnya di depan panggung.
" Suaranya ...." Kata ku menerka-nerka.
" Mohon doa nya malam ini. Saya berdiri di panggung ini bernyanyi untuk seseorang yang sekarang di sini...."
" Aku curiga". Gumam ku masih duduk.
" .... Malam ini saya ingin melamar seorang wanita dari dulu sejak sekolah bahkan masih kecil saya sudah menyukai nya...."
" Mampus !!!" .Ku tutup muka ku.
" Dia berbaju hitam duduk di depan "
" Aduh bikin malu aja si Putra ni !!!". Kataku masih menutup wajah ku.
" Namanya Vivi !!!". Kata vokalis tadi
" HAHHHH !!!". Kagetku.
Naik lah cewek yang dia sebut. Dan dibuka lah topengnya. Sial aku geer duluan, ternyata bukan Putra. Kataku dalam hati. Pengunjung bertepuk tangan. Seorang pelayan pun kembali membawakan pesanan yang ku berupa Mie goreng. Ku buka mie-mie tadi. Ada yang mengganjal. Seperti keras.
" Cincin ?" .Kataku memegang Cincin dengan kebingungan. Apa lagi ini? Siapa yang sedang mengerjai ku saat ini?
__ADS_1