![Diary My Sekolah [S1-S2]](https://asset.asean.biz.id/diary-my-sekolah--s1-s2-.webp)
" Kalian ini mau jadi apa kalau nakal begini?". Omel ku.
" Kami iseng Bu !!".
" Iseng apanya kalau berani merokok di sekolah?". Sahut ku lagi.
" Ya iseng biar kami ketemu Ibu terus di marahin Ibu deh !!". Mereka saling memandang dan senyum.
" Nakal ya. Sudah kalian di hukum menulis Tidak akan Nakal lagi sebanyak 30 lembar HVS Legal. Ibu beri waktu 3 hari di mulai hari ini !!!".
" Yaaaaaaaaaa Ibu.. kam-".
#PAKKKKK
Aku melayangkan pukulan di atas meja ku mengunakan rotan panjang.
" Baik Bu. Kami laksanakan !!". Mereka pun permisi pada ku. Mereka bertiga di laporkan telah mencoba merokok di sekolah, jadi aku menasehati mereka agar jera .
Hari-hari kadang sering marah. Aku takut kulit ku keriput dan tua, supaya terlihat seram dan di takuti, aku menggunakan rotan tapi aku tidak mau menyakiti mereka takut di penjara juga sih !!.
Aku sudah bekerja di sekolah SMK ku dulu baru berjalan sekitar 6 bulan. Menggantikan Pak Daniel yang di mutasi ke daerah asalnya. Meskipun aku perempuan dan sering di goda oleh siswa-siswa ku tapi mereka tidak berani membantah ku. Tugasku di sekolah mengajar mereka tentang konseling dan memberantas anak-anak bandel. Tugas yang simple, tapi lumayan buat aku naik darah.
Jam mengajar ku sudah usai. Jam 3 aku sudah pulang ke rumah. Ibu ku masih mengajar dan Ayah masih bekerja di luar kota sedangkan Elli sekarang masih SMK di tempat aku mengajar. Dia mengambil jurusan Perbankan. Telepon ku pun berbunyi.
Aku: Halo
Ohta : Aku rinduuu. Jalan yuk mumpung aku sama Susi lagi off.
Aku: Ohta? Jam berapa jalannya Dok?
Ohta: Jam 8 Bu Guru.
Aku: Hahahaha. Ngejek !.
Ohta: Di tunggu ya.
Aku: Ketemuan di mana?
Ohta: Di Cafe biasa dulu.
Sebelum jalan malam Minggu, aku membantu Ibu di dapur bersama Elli. " Kak !".
" Iya Napa?". Sahutku santai.
" Naka buat masalah lagi kah?". Tanyanya.
" Iya tadi di sekolah sudah kakak hukum nulis 30 lembar sama Gery dan Agil".
" Pasti gara-gara berteman sama mereka berdua. Kan mereka anak Penjualan !!".
" Oya, Naka kan sekelas sama Ade ya?". Tanya ku.
" Iya kak !! ".
" Tenang, nanti kakak atasi. Oke ".
" Oke kak".
Jam setengah 8 malam aku bersiap-siap. Mengendarai mobil menuju Cafe yang kami janji kan.Tiba nya aku di Cafe 5 menit sebelum jam 8 malam. Aku duduk menunggu Ohta dan Susi datang. Namanya Cafe, malam Minggu hampir penuh. Untung saja aku sudah tiba kalau tidak bakalan nyari Cafe lain. Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba.
" Makin bening Ibu Dokter sama Bu Bidan ni?!". Sahutku menyapa mereka.
" Bu Guru kah ini, kok terlihat seperti anak SMA gitu? Babyface aja". Balas Ohta.
" Ngejek ni. Aku kerjaannya marah-marah di sekolah". Kata ku.
" Maaf telat dikit". Ucap Susi.
Malam Minggu bertiga, rindu banget rasanya. Kurang Eshi dan Era saja. Era lagi bertugas sedangkan Eshi lembur kerja. Nyari waktu yang pas kadang susah. Kami berbincang masalah jaman-jamannya kuliah dulu. Sambil minum-minum .
" Gimana kabar Heru? Apa sudah balik?". Tanya Susi.
" Aku gak tau. Terakhir aku di hubungi 3 minggu yang lalu". Kata ku
" Putra?". Ohta.
" Itu super sibuk. Gak ada kabar dan gak bisa di temui. Layaknya Pak Presiden".
" Hahahahah". Tawa Susi
" Oiya. Di umur segini pasti sudah punya calon ya....?". Goda ku menunjuk mereka berdua.
" Hehehehe. Kan aku sudah cerita". Ucap Susi.
Ohta dan Susi sama-sama menjalani hubungan dengan Pria yang berprofesi sebagai Tentara. Kalau Era juga demikian. Sedangkan Eshi lagi dekat sama teman bisnis nya. Enak ya mereka, menjalani hubungan sama cowok lancar saja. Aku sampai detik ini masih kosong.
Pukul 9 malam kami pamit. Ohta dan Susi duluan pulang sedangkan aku masih mencari kunci mobil ku yang entah kemana. Aku kembali memasuki cafe dan menyusuri jalan yang ku lalui, tidak juga ketemu. Aku menanyakan nya pada pelayan di Cafe untuk membantu ku mencari. Sudah hampir 25 menit lebih aku masih saja tidak ketemu.
Aku pasrah keluar Cafe dan berjalan menunduk siapa tahu kunci nya muncul dengan sendirinya. Terus jalan menunduk tanpa melihat ke depan.
#BRUKKKKKK
Aku seperti nya menabrak seseorang. " Maaf saya gak sengaja". Ucapku lalu mengangkat kepalaku.
Saling memandang lama.
" Heru?".
" Ayu?".
" Kam-".
Heru memeluk ku." Aku kangen kamuuuu ...". Memeluk ku erat.
" Heru. Ini depan umum !!". Aku melepas pelukannya.
" Iya aku tahu. Loh, kok makin pendek?". Ejeknya padaku.
" Enak aja !!!". Aku memukul nya.
" Kamu dari mana. Malming ya sama pacar?".
" Gak ada pacar. Aku tadi nyari kunci mobil gak ketemu !".
__ADS_1
" Serius belum punya pacar?".
" Iya. Kenapa sih? Oh kamu mau kenalin aku sama teman jomblo mu kah. Mau dong". Kataku dengan pede.
" Gak bakal !! Oya, ini kah kunci mu?". Heru menunjukkan nya.
" Kok bisa?".
" Tadi Nemu di saku ku".
" Hah? Bagaimana bisa?". Aku berpikir sejenak.
" Gak tahu !! Uwekkkkk😝".
" Jangan-jangan.......ihhhh usil !!".
Setelah puas memukul Heru. Aku pun pulang karena ngantuk. Di lanjut esok Heru yang berencana mengajakku jalan-jalan.
*****
Lanjut, esok harinya jam 9 pagi sudah bersiap jalan bersama Heru Pramono Anwar. Terlihat dia sekarang berbeda, postur tubuh yang perfect dan wajah yang cakep. Hari ini entah dia membawa ku ke mana. Aku mengikuti nya saja.
" Kak, kata Ibu ada Heru !".
" Ya bentar". Aku keluar kamar.
" Wah.... Kakak mau kemana?". Tanya Elli.
" Jalan aja !".
" Cantik betul dandanan nya ".
" Kakak biasa begini dek. Sudah ah kita ke bawah aja yuk !". Ajakku membawa Elli menemui Heru. Tak lama sampailah di ruang tamu. Heru ada di sana duduk di temani Ibu.
" Kak Heru?". Tanya Elli.
" Iya. Masa gak kenal ".
" Kalau gini baru tipe adek kak". Melihatku.
" Hah?". Kaget ku.
" Kakak jadi pacar Elli aja ya?!". Merangkul Heru.
" Adeeeeee..... Ganjen !!". Ucapku.
" Adek jangan gitu. Katanya suka sama...?". Goda Ibu.
" Gak mau". Elli merengek.
" Elli itu cantik. Tapi kakak lebih milih Ayu aja ya". Heru melepaskan rangkulan tangan Elli
" Udah ah ayok Heru. Kita jalan".
Kami pamit pada Ibu dan masuk ke dalam mobil Heru. " Kamu kok gak ngasih tahu kalau balik?".
" Ngasih surprise aja !!".
" Surprise nyembunyiin kunci ku gitu?"
" Jadi hari ini libur?".
" Ingin refreshing aja. Pusing di udara mulu"
" Hah? Emang bisa?".
" Kalau aku jelasin ,belum tentu ngerti".
" Ya udah aku gak nanya-nanya lagi". Ucapku.
Aku dan Heru jalan-jalan. Sampai jam 2 siang aku di antar pulang. Malam ini aku di minta untuk mengantarkan dia kerja. Sebagai teman dan sahabat yang baik ya aku setuju saja.
Jam setengah 8 malam aku menjemput Heru. Sampai di rumahnya aku di sambut keluarga nya. Terlebih lagi sosok si kecil anak kak Yani. Imut dan cantik, namanya Azahra. Rambut keriting mata besar,pokonya imut rasanya ingin ku bawa pulang.
" Ayok yu. Nanti telat?". Sahut Heru yang baru tiba di ruang tamu.
Aku diam benggong melihat dia yang menggunakan seragamnya. Sungguh perfect lah.
" Aaaaa". Ucapku gagap.
" Kenapa?". Jawab Heru.
" Ayok kita berangkat". Pamit pada Ayah dan Bunda. Aku yang menyetir mobil sedangkan Heru di sebelahku. Aku melirik dia memainkan handphone nya seperti lagi memfoto ku.
" Kamu fotoin aku?".
" Hehehe. Tapi gelap ".
" Baguslah , jadi gak kelihatan !!". Jawabku.
" Nanti di sana saja deh aku foto kamu !".
Sesampai nya di bandara. Aku di bawanya masuk ke dalam. Cukup ramai orang saat itu. Beberapa yang memandang ku berjalan bersama Heru. Mungkin pikir mereka aku ini adiknya, karena postur tubuh ku pendek. ( Memang pendek ).
" Duduk bentar aja di situ !". Perintah Heru padaku. Lalu duduk.
" Sudah. Ada apa sih?". Kata ku.
Heru pun berlutut dihadapan ku. " Kali ini aku serius. Aku ingin kamu jadi kekasih ku !".
" Hah? Kok mendadak gini?". Bisikku padanya.
" Surprise buat kamu. Mau kah?. Plis terima aku. Dari dulu aku sangat menyukai mu dan sayang sama kamu !".
" Heru aku akan jawab kalau kamu ada waktu sama aku. Boleh kan?".
" Oke aku tunggu". Heru berdiri.
" Dah. Hati-hati ya kerjanya !!!". Jawabku.
" Pasti nya biar bisa ketemu kamu yang imut ini". Heru mencubit hidungku lalu berjalan melambai padaku.
Beberapa hari berlalu aku menjalani aktivitas rutin ku. Tepatnya hari ini aku menagih kertas yang sudah tertulis oleh Naka dan temannya. Jam pelajaran dimulai aku mengajar di kelas Naka dan Elli.
__ADS_1
" Naka, apa sudah kamu tulis ya Ibu suruh?". Kataku di depan kelas.
" Sudah Bu !!". Naka membawa kertas itu ke depan kelas dan menyerahkannya pada ku. Lalu dia kembali duduk di kursinya.
" Jangan di ulang ya !". Ucapku.
" Baik Bu". Jawabnya.
Aku mengajar di depan kelas mereka sambil mendiktekan teks yang ku baca. Hari ini aku membahas tentang pemikiran seseorang, entah kenapa tiba-tiba pembahasan nya lari ke hati lalu cinta. Kalau masalah begini, mereka pasti semangat berlomba-lomba bertanya pada ku.
" Bu !!". Naka mengangkat tangannya.
" Ya, kenapa?".
" Ibu kan masih muda.. jadi apa Ibu punya pacar?".
" Loh. Kok nanya itu, emang nya kenapa Naka?".
" Kan saya bisa jadi pacar ibu". Ceplos Naka membuat semua heboh di kelas.
" Yaelah.. Ibu Guru mana mau sama kamu". Sahut anak cewek lain dikelas
" Ya gak bakalan lah. Masih bocah !!". Sahut cewek lainnya. Jadi, heboh di dalam kelas cewek vs cowok.
#PAKKKKKKK
Rotan ku bersuara membuat mereka berhenti berdebat." Jangan ribut !!. Naka pertanyaan mu bisa Ibu jawab tapi jangan ribut ! Mau hukuman mu bertambah?". Ucapku tegas.
" Gak buuuuu". Jawab Naka.
" Ya sudah. Yang tadi nanya tentang pacar ibu siapa selain Naka?" Kataku. Seluruh kelas mengangkat jari nya. Perasaan ku tadi hanya Naka yang kepo.
" Jawab Bu !!". Ucap Elli. Dasar si Ade malah ikut-ikutan.
" Ya sudah. Ibu jawab sekali jangan tanya-tanya lagi. Oke". Kataku.
" OKEEEE BUUUU !!!". Jawab mereka serempak.
" Hemmmm". Aku menghela nafasku " Gak Ada !!!". Jawabku membuat kepala mereka berbarengan jatuh di atas meja masing-masing.
" Apanya Bu?". Kata Naka.
" Gak ada !! Sudah lah jangan bahas itu".
1 jam berlalu, jam mengajar ku pun selesai di kelas Elli. Aku kembali ke kantor untuk istirahat sejenak di ruangan ku.
" Hatiku belum menjadi milik siapa-siapa. Alias jomblo". Ucapku sendiri nyengar-nyengir.
" Jadi jomblo juga gak sesedih itu kali". Ucap seseorang di ruangan ku.
" Ngolok !!!". Balasku.
" Kalau kesepian kan ada saya !".
" Gak mau Pak Raka !!". Balasku.
Raka Reifansyah, beliau adalah salah satu staf TU di sekolah tempat ku mengajar. Masih muda sama seperti ku. Ganteng, putih dan tinggi. Banyak siswi cewek yang mengagumi Beliau.
" Kalau gak mau berarti ada yang lagi dekat dong?". Ucapnya duduk di kursi depanku.
" Hah? Bukan dekat sih sudah dekat sejak jaman saya sekolah". Ucapku ceplos.
" Siapa?".
" Sudah ah. Pak Raka kembali kerja sana. Saya mau rehat bentar !!".
Haripun berlalu. Malam ini aku ingin berkunjung sebentar ke rumah Putra bertemu Maminya yang lagi kurang sehat. Ibu dan Elli sudah duluan berkunjung ke sana kemarin. Aku sudah bersiap-siap menggunakan mobil.
Sampai lah aku di depan gerbang rumah Putra lalu penjaga membukakan nya untukku, aku masuk hingga ke halaman rumahnya. Turun dari mobil menggunakan payung karena jaraknya cukup jauh dan memencet bel rumah. Seorang pelayan membuka pintu dan membawa ku masuk ke kamar Mami.
" Mami gimana keadaannya?". Tanyaku mencium tangan Beliau.
" Sudah lumayan". Beliau terbaring di kasur.
" Sudah makan kah?".
" Sudah sayang ".
" Mi cepat sembuh ya. Biar kita bisa jalan-jalan ".
" Iya pasti kok". Beliau tersenyum pada ku.
Setelah berbincang-bincang, Mami pun tertidur. Aku beranjak keluar kamar dengan hati-hati. Lalu berjalan menyusuri ruang demi ruang. Ku lihat hujan belum juga reda dan semakin deras. Aku menunggu hujan sedikit reda di teras luar. Beberapa menit, aku melihat mobil hitam mewah parkir di dekat mobilku. Turunlah seorang cowok berjas rapi memakai payung. Lalu berjalan ke sebelah membuka pintu. Dan turunlah wanita tadi.
" Pu-". Kataku terhenti melihat dia bersama wanita sexy nya minta ampun dengan baju super mini.
" Ayu. Sejak kapan di sini?". Ucapnya padaku.
" Dari tadi, jenguk mami". Balasku melihat mereka.
" Oya. Kenalin ini !".
" Reina Matsushima". Wanita itu menjabat tanganku
" Stella Ayu Wijaya". Balasku.
" Sia pacarku !!". Putra mengecup bibir nya di depanku.
Kembali lagi rasa itu tiba. Betapa Hati ku sakit mendengar kata itu. Apalagi mereka sengaja memperlihatkan kemesraan di depanku. Aku sudah menunggu mu untuk membalas cintaku, tapi malah jadi gini. Serasa hujan itu sudah menandakan hatiku akan menangis lagi kedua kali nya. Kenapa aku berharap padanya sampai saat ini? Kalau tahu akan begini? .
" Oh selamat ya". Ucapku senyum.
" Kami masuk ya". Putra pun masuk bersama wanita itu. Pintu masih terbuka belum tertutup rapat. Aku ingin membalikkan pandanganku.
Mataku terbelalak besar dan kaget bukan main. Melihat mereka berdua saling bercumbu, tangan Putra seolah ingin melepas tali baju wanita tadi. Aku lalu membalikkan tubuhku dan pergi dari rumah Putra. Menerobos hujan yang semakin deras sambil menangis di dalam mobil. Aku semakin tidak konsen membawa mobil. Ku hentikan mobil ku di pinggir jalan. Menangis dan teriak sepuasnya.
" AGGGHHHHH !!! AKU BENCI MU PUTRAAAAAA !!!! ".
Beberapa jam sudah puas. Aku kembali menyetir mobilku lalu sampai lah aku di rumahku. Aku keluar tanpa payung dan berjalan dibawah hujan pelan sangat pelan. Karena aku terus mengingat semua yang tadi terjadi di rumah Putra.
Aku berjalan tertunduk termenung menangis. Dan Ibu melihatku, aku di peluknya dan membawa ku ke kamar. Setelah keadaan ku kembali normal. Aku pun tertidur.
*****
__ADS_1
Pagi nya aku sakit demam mungkin karena hujan tadi malam. Aku istirahat di kamar dan sudah minta ijin dari sekolah. Kebetulan juga hari ini jam ku kosong. Ibu ikut ijin untuk merawat ku, seperti nya Ibu khawatir pada ku karena aku menangis tadi malam.