
Sampai dirumah aku langsung saja menuju ke kamar mandi untuk berendam di air hangat.
Aku siapkan air hangat dan sabun wangi pada bathtub hingga mengeluarkan busa, lalu aku langsung saja berendam di air hangat itu.
Air hangat dan sabun wangi ini sedikit membuatku rileks. Hingga tidak sadar aku ketiduran.
Tapi belum sampai satu menit aku menutup mata, tiba-tiba seperti ada hembusan angin kencang melewati ku. Aku benar-benar sangat kaget dibuatnya.
Apa itu tadi? Benar-benar sangat aneh sekali. Mungkin ini hanya perasaan ku saja karena terlalu kecapean, akupun kembali menutup mata. Tapi tiba-tiba….
Tok…. Tok…. Tok….
Aku mendengar seperti ada ketukan dipintu kamar mandi ku, itu sangat aneh karena aku hanya tinggal sendiri di rumah ini.
"Mungkin itu hanya suara cicak." Aku mencoba untuk berpikir positif.
Tapi tak lama aku mendengar ada suara seperti mencakar-cakar pintu kamar mandi ku. Itu membuat ku bingung, mana mungkin cicak bisa mencakar pintu? Mungkin saja itu kucing.
"Hussss…. Hussss!" Seruku mencoba mengusir kucing yang mencakar-cakar pintu kamar mandiku.
Dan untungnya suara cakaran itu langsung menghilang. Sepertinya kucingnya sudah pergi.
"Hah, mengganggu saja."
Aku langsung turun dari bathtub dan mengenakan handuk, lalu berjalan menuju ke kamar. Tapi tiba-tiba aku melihat ada seseorang yang berlari di tangga menuju ke kamar atas, yaitu kamarku.
"Hey, siapa itu? Maling ya!" Teriakku.
Aku langsung berlari mengejar orang yang masuk ke kamar ku itu. Aku melihat pintu kamarku tertutup, dan aku pun membuka pintu kamarku itu.
Alangkah terkejutnya aku saat berhasil membuka pintu kamarku, dan melihat orang yang berada di dalam kamarku.
"Aldo, Kanaya? Ngapain kalian berdua ada di kamarku, hah!"
Aldo dan Kanaya langsung melihat ke arah ku dengan tatapan yang tajam, penuh dengan kemarahan. Lalu dengan perlahan mereka berdua berjalan menghampiriku.
Tiba-tiba aku melihat Kanaya mengeluarkan sebilah pisau, dan mengarahkannya ke arahku. Dengan cepat aku langsung berlari dengan, lalu aku mendengar kalau mereka berdua mengejar ku.
__ADS_1
Saat menuruni tangga, tiba-tiba aku terjatuh dan kakiku terkilir sehingga aku kesulitan untuk bangun. Sedangkan Aldo dan Kanaya sudah berada dibelakang ku.
"Apa-apaan kalian berdua, kalian berdua ingin menghabisi aku!"
Saat Kanaya akan menghujamkan pisau ke arahku, dengan cepat aku langsung menendang Kanaya sampai dia terjatuh. Kemudian aku bangkit dan berlari walau dengan sedikit terpincang-pincang.
Aku melihat Aldo mengejarku dibelakang. Aku semakin ketakutan, lalu aku mulai mempercepat laju lariku.
Aku berlari sekencang-kencangnya, tanpa memperhatikan sekitarku. Lalu aku berhenti saat dirasa Aldo sudah tidak mengejar. Kemudian aku duduk disebuah sofa besar karena kelelahan.
Sofa yang sangat nyaman. Aku langsung tersadar, dan melihat ke sekeliling. "Ini bukan sofaku, dan bukankah ini rumah…." Aku langsung tercekat saat mengetahui kalau ini ada rumah Aldo.
Kenapa tiba-tiba aku ada dirumah Aldo, bukankah tadi aku masih berada di rumahku.
Lalu entah datang dari mana, dari arah belakang Aldo menarik tubuhku. Kemudian menyeret ku di tangga menuju lantai atas rumahnya.
"Lepaskan aku brengsek!" Teriakku sambil memberontak melepaskan diri.
Aldo terus menarik tubuhku menuju lantai atas, dan saat sudah sampai di balkon dia menjambak rambutku. "Selamat tinggal!" Katanya, disusul dengan tawanya.
Kemudian tak berapa lama dia langsung menghempaskan tubuhku hingga terjatuh dari atas balkon.
Mimpi apa ini? Sungguh sangat aneh dan membuat aku takut.
Aku langsung cepat-cepat turun dari bathtub sambil menyambar handuk yang tergantung di dinding kamar mandi, dan aku langsung berjalan menuju kamar tidurku.
***
Pagi hari ini cuacanya cukup cerah, sehingga membuat aku bersemangat untuk ke toko. Hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan.
Untuk pagi ini aku membuat menu sarapan yang sederhana, sepiring nasi goreng dengan toping sosis dan beberapa butir telur puyuh.
Aku makan dengan lahap. Tapi tiba-tiba aku teringat mimpiku semalam, benar-benar sangat menakutkan. Apakah mimpi itu akan menjadi nyata?
Tapi aku cepat-cepat menepis pikiran negatif itu. Aku harus berpikir positif, mimpi hanyalah bunga tidur.
Sambil sarapan, aku membuka hpku untuk melihat jadwal hari ini. Tapi tiba-tiba aku mendapatkan sebuah pesan dari sahabatku Kanaya. Pesan itu berisi: Talia, kamu tidak apa-apakan? Aku sangat khawatir kepadamu, kenapa kamu tiba-tiba pergi dari butikku tanpa mengatakan apa-apa. Ada apa Talia, ceritakan padaku.
__ADS_1
Apa yang harus aku ceritakan kepadamu Kanaya? Apa aku harus menceritakan kalau kamu adalah orang yang telah merebut kekasihku Aldo?! Sungguh walau hatiku begitu sakit dan sangat kecewa, tapi aku tidak akan tega menyakiti sahabatku.
Tapi aku tau, kamu tidak salah Kanaya. Kamu sama sekali tidak tau masalah ini. Semua ini adalah salah si brengsek Aldo, dia begitu jahat dan tega mengkhianatiku.
Begitu buta dirimu sekarang Aldo, hingga kamu melupakan diriku yang telah banyak berjuang untukmu. Setelah apa yang kamu dapatkan sekarang, yang kamu raih sekarang, lalu kamu dengan teganya mencampakkan aku begitu saja. Aku sangat sakit hati dan kecewa kepadamu Aldo. Tapi walau begitu aku masih berharap kamu mengakui kesalahanmu dan mau kembali lagi kepadaku.
Aku membuka galeri dan melihat fotoku saat berdua dengan Kanaya.
Maaf Kanaya, Aldo adalah milikku dan akan selamanya begitu. Biarkan aku egois kali ini saja, aku benar-benar ingin kembali kepada Aldo. Relakanlah aku bersamanya.
Aku melihat jam tangan yang melingkar di tanganku, jam menunjukkan pukul 8 pagi. Aku Pun langsung bersiap-siap, setelah itu langsung mengeluarkan mobil dari bagasi dan melaju menuju ke toko.
Saat sampai di depan toko, aku terkejut saat melihat Kanaya sedang duduk di anak tangga depan tokoku. Sedang apa dia disana?
"Talia."
Kanaya berlari menghampiriku saat melihat aku keluar dari mobil. "Talia, bagaimana dengan kabarmu? Aku sangat mengkhawatirkan kamu sejak kemarin." Katanya.
Entahlah, apa yang harus aku lakukan sekarang. Antara senang dan sedih saat aku bertemu dengan Kanaya.
Disatu sisi aku senang karena dapat bertemu dengan sahabatku Kanaya yang telah lama tidak berjumpa, tapi disisi lain aku sedih karena Kanaya adalah wanita yang membuat Aldo berpaling dariku.
Aku sungguh sangat bingung, apa yang harus aku lakukan sekarang? "Aku baik." Dan hanya kata itu yang sanggup untuk aku ucapkan sekarang.
"Talia, kenapa aku merasa kamu seperti tidak senang bertemu denganku?" Tanya Kanaya dengan raut wajah sedih.
Aku menggeleng kuat. "Aku senang kok bertemu denganmu, hanya saja aku sedang sangat sibuk sekarang."
"Kamu sibuk, tapi bukan berarti sikapmu itu harus berubah kepadaku. Aku Kan jadi bingung." Katanya.
"Kanaya, aku masuk kedalam dulu ya. Nanti saja kita bertemu lagi pada saat jam makan siang."
Aku langsung masuk ke dalam toko meninggalkan Kanaya begitu saja, tanpa mendengarkan jawaban darinya.
*M*aafkan aku Kanaya, untuk sekarang ini aku ingin menjauhimu dulu. Aku masih belum sanggup bertemu denganmu maupun Aldo, karena rasa sakit yang telah Aldo toreh di hatiku begitu dalam. Begitu teganya dia mengkhianati aku, dan berpaling dariku dan menjalin kasih denganmu.
***
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, rate, vote dan Favorit terimakasih 🙏