
Cinta yang tulus tak akan pernah mengkhianati. Ia akan hadir secerah mentari, dengan rasa yang abadi. Tak akan pernah menyakiti hati.
Keretakan yang menggema, menghancurkan separuh jiwa. Menghilangkan goresan warna, menghadirkan kesedihan dalam bentuk air mata. Itu bukan cinta, itu hanya sebuah nafsu yang diatas namakan dalam cinta.
Lalu apa itu cinta? Banyak yang bertanya apa itu cinta, dan biar ku jawab dengan bahasaku sendiri. Cinta menurutku adalah sesuatu yang nyata, dan memang ada. Namun tak tampak oleh mata. Cinta terletak disudut hati dan banyak menguras energi. Cinta bisa membuat kita bahagia, bisa juga membuat luka. Semua itu tergantung bagaimana kita memperlakukan cinta.
Masa lalu begitu indah untuk dilupakan, masa depan begitu sulit untuk dibayangkan. Hidup adalah teka-teki. Kadang sesuatu yang kita anggap benar ternyata itu salah, dan yang kita anggap baik ternyata itu menghancurkan. Tapi yakinlah dengan hati, karena hati tak mungkin salah dan dusta.
"Sayang, sedang apa kok bengong aja."
Aku terkejut saat Presdir Zukril memelukku dari belakang. Aku berbalik dan menatap wajahnya, lihatlah senyum tulusnya itu. Janjiku padamu tak akan pernah aku ingkari, yaitu selalu mencintaimu sampai kematian menjemput ku.
"Aku mencintaimu." Kataku dengan spontan.
Presdir Zukril malah tergelak mendengar pernyataan itu, entah apa yang dia pikirkan. Membuat aku jadi malu saja.
Ia menatapku dengan lekat, tatapannya tajam namun ada kelembutan disana. Senyumnya yang indah belum juga pudar disana. Perlahan ia mengusap bibirku, dan....
Cup....
Lagi-lagi aku selalu dibuat terkejut oleh sikapnya yang selalu tiba-tiba itu. Kenapa tidak memberikan aba-aba, biar aku bisa mempersiapkan mental ku dulu.
"Teruslah katakan itu, dan jangan berhenti." Bisiknya.
"Aku mencintaimu...." Dan aku terus mengulangi kata-kata itu sampai dia membuatku berhenti dengan....
Cup....
Cup....
Cup....
Dia melakukan berulang ditempat yang sama. Wajah merona yang tidak bisa aku sembunyikan, dan tangan gemetar yang tidak tahu kondisi. Lagi dan lagi dia tergelak.
__ADS_1
"Mari, kita berangkat. Aku sudah tidak sabar ingin menemui calon mertua."
Presdir Zukril menarikku masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobil saat dirasa semua barang yang telah ia persiapkan untuk acara lamaran sudah siap semua.
Aku melihat senyum nenek yang tulus dari kaca mobil, nenek duduk dibagian belakang bersama para pelayan yang akan ikut dalam acara lamaran yang disiapkan secara mendadak ini.
Saat aku beritahu Ibu dan Bapak akan ada acara lamaran ini mereka langsung kaget, begitu mendadak katanya. Dapat aku bayangkan bagaimana paniknya Bapak dan Ibu dirumah yang sibuk untuk menyambut kami.
Sejak kejadian menyatakan cinta kemarin, Presdir Zukril mengatakan ingin segera melamar aku. Katanya takut aku berubah pikiran, mungkin mengingat betapa galaunya aku saat dikhianati oleh Aldo. Katanya dia takut kalau aku akan kabur dan mengejar Aldo kembali.
Hahaha.... Mana mungkin aku akan melakukan hal sebodoh itu. Aku sudah mendapatkan permata, lalu untuk apa aku mengejar batu kali.
"Lia."
Wah, sejak kapan Presdir Zukril memanggilku dengan nama panggilan ku itu, biasanya dia memanggilku dengan nama yang lengkap.
"Aku berjanji kepadamu akan selalu membahagiakan dirimu. Tak akan pernah aku membuatmu menangis karena tersakiti, yang ada hanya air mata bahagia. Aku akan selalu melindungi mu, tidak akan membiarkan kamu terluka dan tidak akan pernah mengkhianati kamu. Hukumlah aku apabila aku melanggarnya." Katanya sambil mengecup tanganku berulang-ulang.
"Aku percaya padamu."
Setiap waktu yang berdetak, udara yang berhembus, dan langit yang menjulang. Menjadi saksi akan cerita cinta kita yang tak akan pernah padam. Yang akan selalu hidup dan abadi dalam sebuah memori, dan hidup dalam setiap getaran jiwa dan hati.
***
Zukril POV....
Desiran cinta yang terdalam dihati, mendatangkan rasa tulus dan bahagia yang tidak mungkin terlewati.
Talia.... Gadis manis yang selalu membuat aku bahagia, rasa bahagia yang sulit untuk dirangkai oleh kata-kata.
Saat awal berjumpa yang tak terduga, yang ternyata mendatangkan rasa cinta. Gadis sederhana yang ku anggap sangat istimewa.
Menyembuhkan luka lama yang membatu, menghapus segala rasa haru. Yang ada hanya rasa bahagia saat setiap kali kita bertemu.
__ADS_1
Jangan pernah kau tinggalkan diriku Talia, karena kepadamu aku sudah terlanjur jatuh cinta. Cinta yang tak dapat aku lupa, yang akan selamanya aku rasa.
Terimakasih atas semua getaran cinta yang kau berikan, yang dulu hanyalah sebatas angan, namun sekarang berhasil aku dapatkan.
Kau adalah gadis sempurna di mataku, yang mampu membuat diri ini terpaku dengan sikapmu yang polos dan malu-malu itu.
Berhenti menangis karena cinta, karena itu membuat aku begitu terluka. Berbahagialah denganku selamanya. Aku akan memberikan apapun kepadamu. Cinta bahkan seluruh Jiwa.
Berdamailah dengan cinta, dan nikmati keindahan cinta dunia. Karena sesungguhnya cinta itu tidak buta, cinta itu tidak menyakiti. Hanya saja terkadang ada sedikit goresan luka, dan sayatan yang menggores hati.
Senyummu adalah keindahan bagiku, dan hidup bersamamu adalah cita-cita dalam hidupku. Mari kita lewati semua cobaan ini bersama, saling bergandeng tangan dan saling menguatkan.
Lupakan hal yang tidak berguna dalam hidup ini, karena tujuan hidupku bersamamu adalah untuk bahagia bersamamu di dunia dan akhirat.
Janji cinta yang aku katakan bukanlah sebuah kebohongan, semua itu aku ucapkan dengan ketulusan. Ketulusan yang berpusat dalam hati maupun jiwa. Maaf kalau cinta ini sedikit berlebihan, tapi inilah caraku menunjukkan rasa cintaku padamu.
"Lia. Kayaknya kita nyasar deh, aku lupa jalan pulang."
"Huaaa.... Terus bagaimana dong."
"Sabar ya aku puter balik dulu, hahaha...."
Tamat....
***
Puji syukur kehadirat Allah SWT. akhirnya aku dapat menyelesaikan novel ketiga ku ini. Banyak sekali hambatan dalam menulis novel ini, sehingga aku harus lama Hiatus. Tapi Alhamdulillah aku berhasil juga menyelesaikan novel ini.
Aku sangat mengucapkan banyak terimakasih kepada para pembaca yang setia membaca dan memberikan dukungan kepada karya-karya ku, karya yang jauh dari kata sempurna ini.
Terimakasih untuk kalian yang sudah mendukung aku untuk membuat karya di Noveltoon ini, hingga terciptalah karya ketiga ini.
Semoga kalian suka dengan karya yang telah aku buat ini, maaf apabila aku baru menyelesaikan karya ini. Dan entah bagaimana cara aku menyampaikan rasa terimakasih untuk kalian yang telah setia membaca dan mendukung karya ku ini. Karena sangking bingungnya kata terimakasih ini aku ucapkan berulang-ulang 😂
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih banyak, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Salam hangat dariku. Tarsiah....
Ig: @Tarsiah_n