
Seperti janjiku kepada Kanaya, sekarang pada jam makan siang aku menunggunya di caffe yang tidak jauh dari tokoku.
Aku menunggu Kanaya sudah hampir sepuluh menit, tapi anak itu belum kelihatan juga batang hidungnya.
Kalau sampai dalam lima menit dia belum datang juga, aku akan benar-benar membatalkan acara makan siangku bersamanya.
"Talia, sudah lama menunggu ya?" Seru Kanaya yang membuat aku sedikit terkejut.
Akhirnya anak itu datang juga, hampir saja aku membatalkan acara makan siang dengannya.
"Baru datang kamu, aku udah nunggu lama tau!"
"Maaf Talia, tadi tuh aku kejebak macet. Biasalah jalanan Ibu kota." Katanya sambil duduk di depanku.
Aku hanya duduk sambil mendengus sebal mendengar perkataannya. Dasar anak ini, memang dia tidak pernah berubah. Dia selalu datang telat kalau ada janji untuk bertemu.
"Kamu udah pesan makan belum?" Tanyanya.
"Belum, aku baru pesan minuman aja."
"Yaudah kalo gitu aku pesan makanan buat kita dulu, ya." Kanaya beranjak dari tempat duduknya, kemudian pergi memesan menu makan siang.
Sebenarnya aku tidak tega untuk mencueki Kanaya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi aku sudah terlanjur sakit hati. Karena dialah penyebab Aldo meninggalkan aku.
Tiba-tiba hpku yang aku letakkan di atas meja bergetar, dan ternyata ada pesan masuk dari Presdir Zukril.
Presdir Zukril: Kanaya sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju ke tokomu.
Aku terkejut, kenapa Presdir Zukril mau ke tokoku? Apakah ada hal yang penting, ataukah ini ada hubungannya dengan masalah pekerjaan. Dan tiba-tiba ada pesan masuk lagi dari Presdir Zukril.
Presdir Zukril: Aku disuruh nenek untuk memberikan bekal makan siang masakannya kepadamu, jadi kamu jangan makan dulu ya. Kita makan siang bersama di tokomu.
: Tapi aku sedang berada di caffe bersama dengan temanku.
Presdir Zukril: Kalau begitu aku akan menemuimu di caffe. Katakan, kamu sedang di caffe mana sekarang?
: Aku berada di caffe yang tidak jauh dari tokoku.
Presdir Zukril: Caffe yang mana?
: Hanya ada satu caffe didekat tokoku.
Presdir Zukril: Ok baiklah.
Presdir Zukril akan datang kemari untuk makan siang bersama denganku, nanti bagaimana kalau dia bertemu dengan Kanaya. Bisa-bisa dia juga jadi ikutan jatuh cinta kepada Kanaya, seperti Aldo sekarang ini.
__ADS_1
Aku akui kalau Kanaya adalah perempuan yang sangat cantik, bahkan lebih cantik dariku. Banyak laki-laki yang mengejarnya, bahkan laki-laki akan langsung tertarik hanya dengan melihatnya. Mungkin itu yang Aldo alami saat bertemu dengan Kanaya.
"Talia, aku sudah pesan makannya." Kata Kanaya saat sudah memesan makanan. Lalu dia duduk kembali. "Aku sudah pesankan makanan kesukaanmu, dan hari ini aku memesan makanan yang biasa Aldo pesan saat makan bersamaku. Spaghetti."
Sial! Makanan itu juga yang biasa Aldo pesan saat makan bersama denganku dulu. Rasanya masih tidak terima hati ini kalau Aldo meninggalkanku.
"Aku sangat beruntung memiliki kekasih seperti Aldo." Ujarnya.
"Aku juga memiliki kekasih yang tidak kalah baik seperti Aldo." Selaku.
"Benarkah?"
"Iya, dan sekarang dia sedang menuju ke sini." Kataku.
"Wah, bagus kalau begitu. Aku juga sangat ingin mengetahui seperti apa kekasihmu itu."
Mati aku, kenapa aku mengaku-ngaku kalau aku punya kekasih. Dan kenapa aku harus mengaku kalau Presdir Zukril adalah kekasihku.
Bagaimana kira-kira reaksi Presdir Zukril saat mengetahui kalau aku mengaku-ngaku sebagai kekasihnya, pasti dia akan sangat kecewa. Dan aku akan dipermalukan didepan Kanaya.
Tiba-tiba hpku berbunyi. Dan saat aku lihat, ternyata Presdir Zukril yang menelpon. Saat akan aku angkat, tiba-tiba Kanaya malah langsung merebut hpku itu. Lalu langsung diangkatnya panggilan dari Presdir Zukril.
"Hallo, Talia kamu ada didalam kan?" Suara Presdir Zukril disebrang sana.
"Hallo, ini kekasihnya Talia ya. Sini aja, Talia ada didalam dengan meja nomor 02 ya. Hehehe." Kanaya langsung mematikan teleponnya.
"Aduh sakit Talia. Ya gak apa-apa dong, diakan kekasih kamu, ngapain malu." Ujarnya yang membuat aku semakin kesal kepadanya.
Tidak berapa lama aku melihat sosok Presdir Zukril yang semakin lama semakin mendekat. Aku langsung deg-degan, aduh nanti apa yang Presdir Zukril pikirkan tentang diriku.
Aku sangat takut dia malah jadi tidak suka kepadaku, menganggap aku memanfaatkan kebaikannya selama ini. Karena aku sudah mengaku-ngaku menjadi kekasihnya.
"Talia." Kata Presdir Zukril saat dia sudah berada di hadapanku.
"Zukril?" Seru Kanaya dengan raut wajah terkejut.
Begitu juga dengan Presdir Zukril yang tampak terkejut melihat Kanaya. "Kanaya?" Ujar Presdir Zukril.
Dan aku juga tidak kalah terkejut karena baru mengetahui kalau mereka saling mengenal.
"Ja-jadi Zukril kekasih kamu, Talia?" Tanya Kanaya.
Aku dapat menangkap dari nada suaranya kalau dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tapi aku jadi merasa malu karena Kanaya menanyakannya didepan Presdir Zukril, apa yang ada dipikiran Presdir Zukril kalau aku mengaku-ngaku sebagai kekasihnya.
__ADS_1
Aku harus jujur kalau aku berbohong, dan hanya mengaku-ngaku saja. "Iya, Talia adalah kekasihku." Ujar Presdir Zukril yang membuat aku terkejut, begitu juga dengan Kanaya.
Yang membuat aku tambah terkejut, bahkan sampai membuat aku susah bernafas yaitu saat tiba-tiba Presdir Zukril merangkul pundak ku dengan posesif.
Apa-apaan Presdir Zukril ini, aku jadi benar-benar gugup. Dan juga aku merasa tidak enak dengan Kanaya, dia terlihat sangat tidak nyaman melihat Presdir Zukril merangkulku seperti ini.
Presdir Zukril mengeluarkan sebuah kotak makan siang. "Ayo makan, sayang. Aku sudah membawa makanan buatan nenek, pasti kamu akan suka." Kata Presdir Zukril yang langsung duduk bersamaku.
Sayang? Dia bilang saya kepadaku….
Makanan pesanan aku dan Kanaya sudah datang, kamipun mulai makan bersama. Presdir Zukril lagi-lagi membuat aku terkejut dengan perlakuannya.
Dia tiba-tiba saja menyuapi aku, aku terkejut sekaligus senang sih. Aku dapat melihat raut wajah tidak suka dari Kanaya, hitung-hitung balas dendam karena dia telah merebut Aldo dariku, hehehe.
***
Acara makan siang kami sudah selesai, dan Kanaya sudah pamit pulang duluan. Katanya hari ini dia sedang banyak kerjaan.
Sekarang tinggalah aku berdua dengan Presdir Zukril, jujur aku sangat gugup. Apalagi setelah kejadian tadi.
"Zukril."
"Talia."
Kataku dengan Presdir Zukril secara bersamaan. Ah, aku jadi salah tingkah lagikan jadinya. Dapat aku lihat Presdir Zukril mengusap tekuknya.
"Zukril, kamu duluan." Kataku.
"Tidak, kamu saja yang duluan." Katanya.
Kenapa sepertinya dia ikut-ikutan gugup seperti itu sih? "Maafkan aku karena tadi telah mengaku-ngaku sebagai kekasih mu." Ujarku.
"Tidak apa-apa, aku senang kok."
Eh, apa-apaan dia ini. Kok malah senang sih? Bikin aku jadi baper saja.
"Dan tadi aku lihat, kamu dan temanku Kanaya sepertinya sudah saling mengenal."
"Iya, aku sudah lama mengenal Kanaya." Kata Presdir Zukril.
"Kapan kalian pertama kali saling mengenal?" Tanyaku penasaran.
"Saat aku sedang tugas di luar kota, saat itu aku bertemu dan berkenalan dengan Kanaya. Bahkan kami pernah menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih."
Deg ….
__ADS_1
Lagi-lagi aku harus dibuat terkejut dengan kenyataan yang ada, rupanya Kanaya adalah orang yang pernah dicintai oleh Presdir Zukril. Dan sekarang dia juga dicintai oleh Aldo, betapa beruntungnya dirimu Kanaya.