Dilema (Antara Sahabat Dan Kasih)

Dilema (Antara Sahabat Dan Kasih)
Dinner


__ADS_3

Nak, tidak bisakah kamu menunda kepulangan mu ke kota. Ibu masih kangen sama kamu." Ujar Ibu saat mendengar aku pamit pergi ke kota pagi ini.


"Bu, sejujurnya Lia juga masih ingin berlama-lama disini. Banyak sekali pekerjaan di Kota yang harus segera Lia kerjakan, tapi Lia janji kalau ada waktu luang Lia akan datang menemui Ibu dan Bapak lagi."


Ku pegang tangan Ibu dengan maksud ingin menenangkannya. "Lia minta restu Ibu dan Bapak untuk kembali ke kota."


"Pergilah, nak. Bapak doakan semoga kamu selalu dalam keadaan sehat, bahagia, dan selamat." Kata Bapak sambil mengelus kepala ku.


"Terimakasih, pak."


Lalu ku tatap Ibu yang masih enggan untuk melepas ku berangkat lagi ke kota. Terlihat Bapak mengusap pundak Ibu.


"Biarkan dia, bu. Jangan kekang anak mu, biarkan dia bebas memilih jalan hidupnya. Agar dia tidak ketergantungan dengan orang lain, menjadi wanita yang mandiri. Biarlah dia memilih apa yang dia mau, asalkan masih berada di jalan yang benar." Kata Bapak sambil menepuk-nepuk pundak Ibu.


Ibu menatap ku dengan lembut, lalu mengusap kepala ku. "Ibu beri restu kamu kembali lagi ke kota. Tapi ingat pesan Ibu, jaga diri baik-baik. Jangan sombong dan tetap menjadi orang yang rendah hati, jaga etika dan sopan santun dimanapun berada. Hargailah orang lain apabila kamu juga ingin dihargai. Terkadang dalam hidup kita jangan hanya melihat keatas, tapi lihatlah juga kebawah, banyak orang-orang diluar sana yang masih serba kekurangan. Bantu dan rangkulah mereka, nak."


Aku mengangguk mendengar pesan berharga dari Ibu. "Bantulah mereka, nak. Manfaatkan posisi mu sekarang untuk memberikan lapangan kerja bagi mereka. Ibu yakin kamu bisa melakukan semua itu, dan menjadi inspirasi bagi semua orang."


Sungguh aku benar-benar sangat terenyuh dengan ucapan Ibu. Hati lembut dan tulus seorang Ibu memang sudah tidak dapat diragukan lagi. Ibu ku adalah inspirasi ku, cinta dan kasih sayang yang dia berikan begitu besar tak terbantahkan.


"Terimakasih banyak, bu. Sekarang Lia pamit ya." Setelah mencium tangan Ibu dan Bapak, aku langsung berjalan menuju ke mobil yang sudah terparkir didepan rumah.


Tapi tiba-tiba Ibu berlari menghampiri ku. "Lia." Panggilnya.


"Ada apa, bu?"


Ibu menyodorkan sebuah syal rajut berwarna hijau kepada ku, mata ku berkaca-kaca saat melihat syal itu.


Itu adalah syal rajut buatan Ibu, dulu waktu kecil aku sangat suka memakainya. Dan Ibu selalu memuji ku cantik saat memakai syal itu. Aku langsung memeluk Ibu dengan erat, hati ku jadi sedikit goyah untuk pergi ke kota. Masih belum siap rasanya untuk meninggalkan Ibu dan Bapak lagi.


Rindu ini masih belum terobati, tapi apa daya karena pekerjaan aku harus segera kembali ke kota. Aku menerima syal itu dengan senyum bahagia, ah syal kesayangan ku.


"Hati-hati, nak. Ibu sangat sayang pada mu."

__ADS_1


"Aku juga sangat sayang kepada Ibu."


Setelah aku masuk kedalam mobil, Aldo langsung melajukan mobil dengan perlahan. Membiarkan aku terus menatap Ibu dan Bapak didalam mobil, sampai mobil semakin menjauh, lalu Ibu dan Bapak tidak terlihat lagi.


Melihat ku menangis, Aldo megusap-usap pundak ku. "Aldo, ternyata sangat berat ya jauh dari orang tua. Kamu tau, perjalanan ku untuk mendapatkan semua yang aku miliki sekarang ini sangat sulit. Tapi karena dukungan dan doa dari orang tua ku, aku bisa mewujudkan apa yang aku ingin raih."


"Iya, Talia. Kamu serta kedua orang tua mu memang hebat. Dan sekarang wanita ku yang hebat ini tidak boleh menangis lagi, ya." Mengusap air mata ku.


"Aldo."


"Hem?" Fokus menyetir.


"Bagaimana kalau nanti malam kita dinner? Dinner pertama kita sebagai sepasang kekasih."


"Baiklah, sesuai seperti apa yang tuan putri inginkan." Godanya.


"Hahaha…." Aku tertawa melihat tingkahnya.


***


Aku terkejut saat melihat jam menunjukkan pukul 8 malam, karena aku janji dinner dengan Aldo jam 9 malam.


"Aduh, kenapa pakaian ku tidak ada yang bagus."


Setelah hampir lima belas menit akhirnya aku mendapatkan pakaian yang cocok untuk ku pakai dinner malam ini, lalu aku mulai menggunakan make up natural untuk wajah ku ini.


Selesai bersiap aku langsung ke bagasi, dan mulai melajukan mobil ku. Aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Aldo malam ini. Pasti dia akan sangat tampan kan.


Mobil ku berhenti di depan sebuah restoran bertitle bintang lima, dengan sedikit tergesa aku masuk kedalam restoran itu karena aku tau kalau aku sudah terlambat.


Benar saja aku sudah melihat Aldo sedang duduk sambil mengaduk kopi di cangkir, aduh pasti dia sudah menunggu lama.


"Aldo, maaf ya pasti kamu sudah menunggu lama." Aku langsung duduk dihadapan Aldo.

__ADS_1


"Ah, tidak apa-apa. Aku akan tetap sabar walau harus bertahun-tahun lamanya menunggu mu." Godanya.


Waaaahhhh…. Sejak kapan Aldo menjadi pandai menggoda seperti itu, dia benar-benar membuat ku kesulitan bernafas.


"Loh, kenapa wajah mu menjadi merah seperti itu. Kamu baru aku goda loh, belum aku peluk."


"Sudahlah Aldo, jangan menggodaku terus. Lebih baik kamu pesankan makanan untuk kita."


"Baiklah tuan putri."


Aldo langsung memanggil pelayan yang memegang menu makanan, lalu aku dan Aldo mulai memilih makanan dan minuman. Setelah sepakat memilih makanan dan minuman, pelayan itu pun pergi untuk membuatkan pesanan.


"Aldo." Panggil ku.


"Iya, Talia?"


"Kamu kan sekarang sudah menjadi kekasih ku, dan tidak mungkin kamu akan terus menjadi pegawai ku. Jadi ini uang untuk kamu membuka bisnis yang kamu inginkan." Kata ku sambil memberikan uang sejumlah jutaan rupiah dalam amplop coklat.


Aldo tampak terkejut. "Ini maksudnya apa? Jadi kamu malu memiliki kekasih seorang pegawai toko."


Aku menggeleng kuat untuk menyangkal semua ucapan Aldo. "Bukan begitu, Aldo. Dengarkan aku baik-baik. Kamu adalah seorang laki-laki yang suatu saat pasti akan menjadi pemimpin rumah tangga, dan juga pasti yang akan memberikan nafkah kepada keluarga kecil mu. Jadi aku memberikan uang ini sebagai modal untuk mu membuka sebuah usaha, tolong kamu jangan salah paham dan merasa terhina dengan apa yang aku lakukan ini. Anggap saja ini adalah buah dari kesabaran, keihklasan, ketekunan, dan perjuangan mu selama ini. Aku mohon, kamu terima ya. Agar kita sukses bersama."


Aldo menatap ku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, itu membuat aku menjadi takut kalau Aldo akan salah paham padaku.


"Kamu sungguh baik sekali pada ku, Talia. Baiklah aku akan terima uang ini, tapi setelah aku sudah membangun usaha ku, aku akan segera menggantinya." Katanya sambil memegang kedua tangan ku.


Aku tersenyum mendengar ucapan Aldo, dia memang laki-laki yang bijak. Dia selalu membuat ku kagum.


"Dan aku berjanji kepada mu, aku akan menjadi pengusaha yang sukses. Aku tidak akan mengecewakan mu."


"Aku percaya pada mu, Aldo."


Semangat untuk mu Aldo, aku yakin dengan usaha dan kerja keras kamu akan mewujudkan apa yang kamu inginkan. Menjadi seorang pengusaha sukses. Ku doakan untuk kesuksesan dan kebahagiaan mu, selamat berjuang.

__ADS_1


***


Jangan lupa like, komen, rate, vote dan Favorit ❤️ Juga saran dan kritiknya 💞


__ADS_2