
Hari ini aku dan Aldo berada di ruang kerja ku di toko, kami berdua sedang sibuk membuat brosur untuk usaha baru Aldo.
Aldo tampak begitu bersemangat sekali bekerja, dia juga dengan sangat teliti membuat desain brosur itu agar terlihat semenarik mungkin.
"Aldo, jangan lupa lima belas menit lagi kamu harus menemui klien pertama kamu. Semangat." Kata ku sambil menepuk-nepuk pundaknya untuk mengalirkan energi semangat untuknya.
"Terimakasih, Talia. Kamu benar-benar sudah banyak membantu."
"Sama-sama, Aldo. Pokoknya kamu harus semangat, dan aku juga akan mempromosikan usaha kamu ini. Agar usaha kamu semakin berkembang dan sukses."
"Aku beruntung memiliki kamu." Mengusap tangan ku.
"Aku juga sangat beruntung memiliki kamu." Balas ku. "Yasudah, sekarang kamu temui dulu klien mu itu. Buat mereka terkesan."
"Iya, doakan aku."
"Pasti."
Sambil menunggu Aldo selesai menemui kliennya, aku akan melakukan promosi ke berbagai perusahaan untuk produk dari usaha Aldo ini.
Aku juga berniat untuk mempromosikan produk Aldo ini ke beberapa stasiun TV. Tapi pasti akan membutuhkan banyak biaya untuk itu, aku mulai berfikir keras.
"Bagaimana bisa mendapatkan uang untuk promosi produk dari usaha Aldo ini, sedangkan aku yakin Aldo belum memiliki banyak uang karena usaha yang dia lakukan baru berjalan." Pikir ku.
Tiba-tiba aku mendapatkan ide. "Bagaimana kalau ku jual saja dua toko elektronik ku yang ada di luar kota, dan juga aku akan meminjam uang ke beberapa bank."
Tapi aku pun kepikiran kalau nantinya pasti Aldo akan menolak bantuan ku ini. Hah, anak itu memang susah. "Baiklah, aku tidak akan memberitahu Aldo tentang penjualan dua toko elektronik ku dan peminjaman uang di bank."
Apa pun akan aku lakukan untuk mu Aldo, untuk masa depan mu. Dan besok aku akan keluar kota untuk mengurusi urusan penjualan dua toko elektronik ku itu.
***
Malam ini aku dan Aldo makam malam berdua untuk merayakan keberhasilan Aldo, karena dia telah berhasil meyakinkan beberapa klien untuk bekerja sama dengan dia.
"Aku ucapkan selamat ya, Aldo. Selamat atas pencapaian mu ini. Dan aku doakan semoga kedepannya usaha mu ini semakin berkembang dan sukses."
__ADS_1
"Aamiin. Terimakasih Talia sayang."
"Oh iya, Al. Aku besok akan berangkat ke luar kota untuk urusan pekerjaan, tidak akan lama hanya untuk beberapa hari saja."
Wajahnya langsung berubah sedih. "Aku pasti akan rindu padamu, Talia."
"Hanya untuk beberapa hari saja kok, tidak akan lama aku janji."
"Walau hanya beberapa hari tapi terasa beberapa tahun kalau jauh dari mu."
"Kamu ini." Aku tertawa mendengar gombalan dari Aldo.
Tiba-tiba Aldo memegang kedua tangan ku, lalu raut wajahnya berubah serius.
"Talia malam ini, ditempat ini, dibawah sinar rembulan yang bersinar indah ini. Aku berjanji pada mu. Bahwa aku akan selalu mencintai dan menyayangi diri mu. Aku akan selalu setia pada mu, tidak akan pernah aku mampu untuk mengkhianati diri mu. Walau badai menerjang dan rintangan menghadang, aku tetap tidak akan pernah meninggalkan mu. Tidak ada di dunia ini yang bisa memisahkan kita, kecuali Tuhan dan maut."
Lalu Aldo mengeluarkan sebuah kotak kecil, yang saat dibuka ternyata isinya adalah sebuah cincin emas yang indah. Kemudian memakaikannya di jari manis ku.
"Sekarang aku baru bisa membelikan cincin emas untuk mu, tapi nanti aku janji akan membelikan mu cincin berlian yang indah. Seindah wanita yang akan memakainya nanti." Ucapnya.
Aldo mencium tangan ku, lalu mengusapnya. "Aku pasti akan sangat merindukan mu saat kamu pergi selama beberapa hari keluar kota. Memangnya sangat penting sekali ya?"
"Ini sangat penting."
Tentu saja ini sangat penting Aldo, aku harus segera menjual dua toko elektronik ku yang ada di luar kota demi modal perkembangan usaha mu. Aku ingin melihat mu bahagia dan menjadi orang yang sukses.
Sungguh aku akan memberikan apa saja untuk mu Aldo, bahkan seluruh harta ku saja rela ku berikan untuk mu. Asalkan kamu tetap bersama ku selama-lamanya.
"Jangan pernah berpaling dari ku sedikitpun, Aldo. Karena aku akan sangat marah dan sakit hati." Kata ku.
"Aku berjanji pada mu, kalau kamulah yang akan menjadi penguasa hati ku ini satu-satunya. Aku sudah tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini selain kamu, Talia. Hanya kamu satu-satunya milik ku sekarang, akan ku jaga dan bahagiakan diri mu. Aku berjanji."
Aku berdiri dan langsung memeluk erat Aldo. Mendengarnya mengatakan semua itu saja sudah membuat aku bahagia, sungguh aku tulus mencintaimu Aldo. "Aku pegang janji mu Aldo, jangan pernah kamu mengecewakan ku."
"Iya, aku berjanji pada mu. Kalau hidup dan mati ku adalah dirimu, kamu adalah suka dan duka ku. Kamu adalah takdir ku."
__ADS_1
Aku percaya pada mu Aldo, sangat percaya. Aku yakin kamu dapat menepati semua janji-janji mu itu pada ku, aku sungguh sangat-sangat beruntung memiliki mu Aldo. Dan aku berjanji akan sekuat tenaga membantu mu.
Saat pertama aku bertemu dengan Aldo aku langsung bisa merasakan kalau Aldo adalah orang yang jujur dan baik hati, terlihat dari sikapnya yang yang ramah dan sopan santun. Juga terlihat begitu bersemangat dan telaten dalam bekerja.
Itu sebabnya aku merasa sangat kagum kepada Aldo, sampai aku mulai jatuh cinta padanya. Bahkan aku rela memberikan apapun untuknya.
Dia adalah cinta ku, laki-laki yang akan menjadi pasangan suka dan duka ku. Tawa dan tangis ku, juga hidup sampai mati ku.
Aldo, sungguh aku sangat-sangat mencintai mu.
***
Terik matahari rasanya begitu menyengat kulit ku, bahkan aku merasa mobil ku tidak bergerak ditengah kemacetan lalu lintas ini.
Kemacetan lalu lintas ini benar-benar menghambat waktu ku untuk pergi keluar kota, sudah hampir tiga jam aku terjebak macet seperti ini.
Aku mulai jenuh dan kepalaku begitu pusing rasanya. Ada apa sebenarnya didepan, kenapa sampai macet separah ini.
"Pak, maaf saya ingin bertanya. Ada apa ya didepan sampai menyebabkan macet separah ini?" Tanya ku kepada pengendara disebelah.
"Katanya sih ada mobil yang menabrak pembatas jalan, Bu." Jawabnya.
"Kira-kira berapa lama ya akan macet seperti ini?"
"Wah saya kurang tau, Bu. Tapi kalau dilihat dari kemacetan yang parah ini sepertinya akan lama."
"Terimakasih banyak, pak."
"Iya sama-sama."
Aku menghela nafas panjang. Aku sungguh lelah dan jenuh didalam mobil berjam-jam seperti ini, tenggorokan ku terasa kering. Aku sangat haus, aku lupa menyiapkan air minum saat akan berangkat waktu pagi. Aku takut mengalami dehidrasi, apalagi cuaca hari ini benar-benar sangat panas. Aku harus kuat dan sabar.
***
Jangan lupa dukungannya dengan cara like, komen, rate, vote dan Favorit ❤️ terimakasih
__ADS_1