Dinikahi Senior Licik

Dinikahi Senior Licik
Chapter 16


__ADS_3

Mulut Kyla membentuk huruf O dengan sempurna. Jelas sekali raut terkejut terpampang di wajah mungilnya. Bagaimana tidak? Di sisi jendela kiri mobilnya, dapat Kyla lihat betapa megahnya gedung sepuluh lantai milik perusahaan terkenal di kota ini.


Ditambah lagi, aksen kilau dari pantulan kaca yang rata-rata dijadikan dinding bangunan menambah kesan elegan pada gedung tersebut. Juga jajaran mobil yang terparkir di depannya, itu mobil mewah. Mungkin milik para pegawai dan atasan di sini.


Hei, inilah Leogarda Company. Perusahaan yang tiap tahunnya pasti didatangi oleh ratusan pelamar kerja ini tidak pernah pudar namanya.


Seiring pintu masuk gedung yang terbuka dan tertutup, Kyla bahkan melihat para pemegang saham yang kebetulan serekan dengan ayahnya berlalu-lalang di sana. Ah, tidak bisa disangkal. Leogarda Company memang perusahaan hebat.


Nama Leogarda Company sudah terlalu sering berseliweran di telinga masyarakat. Hampir sama dengan perusahaan aliansinya, yaitu milik ayahnya Kyla Fizeta; Andrean Gabrelo.


Karena bersahabat, Leo dan Andrean sudah sepakat untuk menjodohkan anak mereka masing-masing. Tujuannya, agar perusahaan ini tetap jatuh ke tangan yang tepat. Penerus mereka harus memegang perusahaan ini dengan tetap mempertahankan ikatan persahabatan keduanya.


Maka dari itu, Kyla harus menjadi istri Caesar, walaupun terpaksa.


Ia harus menghormati keputusan ayahnya.


"Bagaimana? Apa yang membuatmu terkejut seperti ini, hmm?"

__ADS_1


Ucapan Caesar membuat Kyla tersentak dari lamunannya. Atensinya beralih pada pria menyebalkan yang kini menghentikan mobil persis di depan pintu masuk gedung. Seolah membiarkan Kyla mengagumi kemewahan bangunan ini.


"Aneh saja. Perusahaan ini terlalu keren. Isinya dipenuhi investor yang kukenal. Sayang sekali." Kyla menggantung omongannya.


"Sayang kenapa?"


"Ya, lucu saja. Perusahaan sekelas Leogarda Company ternyata memiliki pewaris tidak waras sepertimu."


Mendengar itu, Caesar langsung mengernyitkan dahinya. Aura Caesar kini mirip aura banteng yang siap mengamuk di arena. Jika bisa dilihat, mungkin hidungnya juga sudah mengeluarkan kepulan asap.


Kyla dapat mendengar napas Caesar yang memburu tak kenal tempo. Gadis itu memutar bola mata malasnya. Lagi-lagi Caesar begitu mudahnya emosi.


"Kamu itu siapa, hah? Sembarangan menuduh kelakuanku. Memangnya kamu sudah berapa lama mengenalku?" tanya Caesar dengan nada tinggi.


Bukannya takut, Kyla malah menyilangkan tangan di depan dada. Seolah menantang si banteng yang siap tempur. Kyla bahkan tidak takut lagi saat tatapan Caesar yang berapi-api serasa mau menerkamnya.


"Aku Kyla Fizeta. Anak dari Andrean Gabrelo, jika kamu ingin kuperjelas."

__ADS_1


Kyla menyodorkan satu tangannya ke hadapan Caesar yang kini melongo.


"Kamu pikir aku mengidap penyakit pikun apa?"


Jika seperti ini, Caesar tampak lucu sekali. Begitu mudah menggodanya. Emosinya memang terpancing, tapi Kyla bisa mengendalikannya.


"Hmm ... tidak juga. Penyakitmu adalah sombong, kasar, licik, dan tidak waras. Hanya itu saja," sindir Kyla seraya tersenyum.


Caesar mendengkus kesal. Ia mengempaskan tubuh di sandaran kursi seraya memukul kemudi mobil. Ia tidak habis pikir dengan yang dikatakan gadis polos ini. Belum ada gadis yang berani mengoloknya selama dua puluh dua tahun lebih ia hidup di dunia.


"Berhenti mengejekku, Kyla!"


"Aku tidak mengejek. Lihatlah dirimu yang sekarang," balas Kyla tak mau kalah.


Caesar diam. Tak menjawab. Hanya ada sedikit gerutu yang terdengar di telinga Kyla. Tak mau ambil pusing, Caesar akhirnya menjalankan kembali mobil tersebut hingga sampai di area parkir. Mobil itu pun berjajar dengan para pejabat perusahaan lainnya.


"Turun! Ikuti aku dan jangan membuat aku malu di sini!" titah Caesar seraya membuka paksa seatbelt yang melilit tubuh depan Kyla.

__ADS_1


"Baiklah, anak Om Leo yang sok tampan," goda Kyla iseng.


__ADS_2