Dinikahi Senior Licik

Dinikahi Senior Licik
Chapter 23


__ADS_3

Kyla benar-benar bingung ketika berhadapan dengan dua pintu yang berbeda. Ruang yang berbeda. Bagaimanapun, ia tidak boleh sembarang masuk ke ruangan di rumah orang.


Di sisi lain, Caesar yang masih kelimpungan menahan kantuk pun segera ke kamar mandi yang berada di lantai satu. Dekat dapur, agak belakang lebih tepatnya. Rumah sebesar ini memang agak merepotkan. Antarruang terhitung jauh.


Sampai di kamar mandi, Caesar buru-buru membasuh wajah tampannya yang kelihatan lusuh seperti baju tidak disetrika. Ia menghadap ke cermin di wastafel setelah membasuh yang ketiga kalinya. Air mengalir berbulir-bulir di wajah Caesar tanpa permisi.


Setidaknya, kantuknya bisa hilang. Semua gara-gara skripsi sialan. Kalau saja Caesar tidak disuruh revisi dari awal, mungkin laki-laki itu bisa tidur pulas semalam tanpa perlu begadang.


"Keep calm, you can handle it," bisik Caesar pada sosok di cermin yang menampakkan pria berwajah tampan tersebut.


Tidak mau membuang-buang waktu, Caesar segera berbenah diri. Mulai dari mandi, berpakaian rapi, setelan jas mahal dipakai, serta rambutnya yang dibuat klimis. Tidak lupa parfum andalannya yang begitu beraroma maskulin.

__ADS_1


Malam ini adalah malam pertemuan dua keluarga. Tidak boleh ada cacat cela untuk keluarganya. Ayah Leo pasti sudah siap pulang ke rumah. Makanan pun sudah disiapkan oleh pembantu yang kata Kyla adalah asisten rumah tangga dadakan Caesar.


Semua sudah siap. Caesar dengan tampilan jas abunya, serta makanan yang sudah tertata rapi di meja. Ada yang kurang.


Kyla. Caesar bahkan baru menyadari itu ketika sudah duduk di meja makan. Gadis itu pasti masih berada di kamar.


"Gawat, lupa kasih tahu dia di mana kamarnya!"


Caesar buru-buru naik menyusuri anak tangga satu per satu dengan sangat cepat. Ia harus menyusul gadis itu sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Bagaimana kalau Kyla kabur dari jendela kamar tamu?


Sampai di atas, Caesar bingung. Dua pintu tertutup rapat. Satu kamar tamu, yang seharusnya Kyla masuki. Satu lagi kamar ayah Caesar yang dipenuhi harta benda serta surat-surat rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun kecuali penerus perusahaannya.

__ADS_1


Akhirnya, Caesar memilih untuk mengecek kamar ayahnya terlebih dulu. Pintu dibuka cepat, dan zonk. Tidak ada siapa pun di sini.


"Huh, syukurlah. Ke mana dia? Memangnya, perempuan berapa lama berdandan? Eh, lagi pula, dia kan enggak membawa tas, apalagi make up," celoteh Caesar sembari menghampiri pintu ruang yang satunya.


Pintu dibuka paksa. Cepat. Tanpa mengetuk sama sekali. Sial. Hasilnya zonk! Sama seperti kamar pertama.


"Shit! Where are you, Girl?" tanya Caesar keras.


Tidak ada jawaban. Hanya saja, gaun cantik yang sudah dipersiapkannya di atas kasur ini untuk Kyla pakai sudah tidak ada. Artinya, Kyla minggat dengan memakai gaun ini.


"Dia memang merepotkan! Apa yang akan terjadi jika orang tuanya datang nanti?" gerutu Caesar lagi.

__ADS_1


Laki-laki itu berjalan ke seisi ruang. Jendela menjadi tujuan utamanya kali ini. Ia penasaran dan ingin memeriksa, apakah gadis itu benar-benar nekat meloncat dari ketinggian ini atau tidak.


Sayang. Bukti yang ia dapatkan justru sebaliknya. Jendela tertutup rapat. Bahkan terkunci. Tidak mungkin Kyka kabur lewat sini, bukan?


__ADS_2