Dinikahi Senior Licik

Dinikahi Senior Licik
Chapter 3


__ADS_3

Kaki Caesar mendekat ke arah gadis yang sedang menangis itu. Ya, tanpa larangan dari Arza tentunya. Arza mana berani melarang apa pun yang dilakukan mantan bosnya semasa SMA itu.


"Bro, ada apa ini?" tanya Caesar memecahkan kerumunan itu.


Lima laki-laki badung yang tengah mengolok-olok Kyla menoleh ke arah Caesar. Mereka hanya menyunggingkan senyum sinisnya. Tak tahu jika Caesar adalah mantan bos dari bos mereka; Arza.


"Siapa lo? Jangan sok jadi jagoan, ya!" ucap salah satu laki-laki yang di mulutnya terdapat sepuntung batangan tembakau.


Caesar membalas dengan senyum yang lebih sinis. Lucu saja, baru kali ini ada orang yang berani menentangnya. Sialan, jika Caesar sedang emosi, bisa saja ia memenggal kepala lelaki itu sekarang juga.


"Minggir, kalian! Dia Caesar, teman gue," ucap Arza menengahi.


"Lo kenal dia, Bos?" tanya salah satunya lagi.


"Iya. Dia sahabat gue di SMA. Jangan berani-berani menentang dia," ujar Arza sambil menepuk pundak Caesar.


Caesar yang mengerti akan isyarat dari Arza pun segera ambil tindakan, mengingat gadis di depannya kini masih sesenggukan tak berdaya.


"Biar gue yang mengurus dia." Caesar berbicara dengan dingin.


Mereka hanya diam, memberi jalan bagi Caesar untuk mendekati gadis itu.

__ADS_1


"Hei, berhenti menangis!" bentak Caesar karena kesal mendengar tangisannya.


"K-kamu siapa?" tanya gadis itu.


"Kyla Fizeta. Itu nama kamu, 'kan?"


"Iya."


"Cepat berdiri dan ikuti aku!"


Tanpa aba-aba, Caesar menarik paksa tangan Kyla agar gadis itu berdiri. Raut Kyla berubah meringis saat kuku tangan Caesar tak sengaja melukai lengannya. Ingin menolak, tapi kekuatannya jauh lebih lemah dibanding Caesar.


"Kita mau ke mana?" tanya Kyla saat Caesar membawanya keluar dari kerumunan orang-orang yang merundungnya.


Kyla menunduk dan langsung diam. Kakinya hanya bisa berjalan ke mana Caesar membawanya.


Mereka terus berjalan hingga sampai ke area parkir kampus. Mobil mewah keluaran terbaru menjadi objek yang akan mereka naiki. Pintunya terbuka, dan Caesar langsung mendorong Kyla masuk ke dalamnya. Ya, persis seperti penculik.


"Hei, kenapa aku harus ikut denganmu?" protes Kyla.


Ia mengurungkan niatnya untuk menutup pintu mobilnya saat Kyla protes dan agak memberontak.

__ADS_1


"Aku sudah menyelamatkan kamu dari orang-orang seperti mereka. Kamu berhutang budi padaku!"


"Lalu, kenapa aku harus masuk ke mobilmu?"


"Hmm ... kita akan bersenang-senang, Sayang," bisik Caesar tepat di telinga putih Kyla yang terbuka. Rambut panjang Kyla yang teracak kini dielus-elus dengan lembut oleh Caesar.


Jantung Kyla rasanya mau copot saat suara bas khas lelaki itu menyapu telinganya. Ditambah lagi, satu kecupan singkat yang Caesar berikan pada daun telinganya, membuat Kyla merinding dan berdesir. Caesar sialan.


Pintu mobil ditutup Caesar dengan kasar setelah menggoda Kyla sejenak. Kyla yang diperlakukan seperti itu jelas tersentak kaget. Perlakuan manis yang tiba-tiba berubah kasar, sungguh, Caesar mungkin sudah gila.


Kyla tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berdoa untuk keselamatan nyawanya sekarang. Pasalnya, kecepatan laju mobil Caesar sudah di luar batas kendalinya. Ia benar-benar takut.


"Pelan-pelan saja," peringat Kyla seraya memegang seatbelt-nya kencang.


"Kamu takut, Sayang?"


Ya, Kyla memang takut. Sangat takut. Namun, ia tak akan menunjukkan kelemahannya di depan laki-laki berbahaya semacam Caesar ini.


"Enggak!" elak Kyla.


"Kamu bohong, Sayang. Aku tahu kamu takut."

__ADS_1


Perempuan itu diam saja. Ia tak akan bisa melawan Caesar. Ia juga tidak ingin berdekatan dengan Caesae lagi. Sungguh.


__ADS_2