
Hari sudah menunjukkan pukul lima sore. Kyla membuka mata, mengerjapkan kelopaknya beberapa kali sampai nyawa terkumpul utuh. Lima detik kemudian, gadis cantik itu terlonjak kaget sambil membungkam mulut.
Seperti habis dihipnotis oleh orang, Kyla benar-benar lupa pada apa yang dilakukannya di rumah besar ini. Ya, rumah Caesar, seniornya yang terbilang cukup mengerikan. Terlebih ketika ia melihat sosok Caesar yang ikut tertidur di sampingnya tadi.
Beranjaknya Kyla dari sofa membuat kepala Caesar yang sebelumnya tergeletak di bahu kiri Kyla harus berpindah paksa ke sofa. Benturan cukup kuat, hingga Caesar terbangun. Laki-laki itu menggeser tubuhnya, mencari-cari posisi nyaman agar leher yang pegal itu bisa pulih.
Lama-lama ambruk juga. Caesar yang tampak sangat mengantuk itu membuat kepalanya terantuk-antuk ke alas sofa. Kali ini Caesar benar-benar bangun.
Gawat. Kyla tidak tahu harus berekspresi seperti apa sekarang. Melihat kepolosan Caesar yang tengah mengucek mata, Kyla sempat terperangah sebentar. Tidak lama-lama. Hanya sampai Caesar membuka lebar matanya.
Gadis itu hanya menggigiti bibir bawah seraya berdiri di sofa single di seberang sofa yang diduduki Caesar sekarang. Antara takut, cemas, kaget, bercampur jadi satu rasa yang tidak Kyla ketahui apa namanya.
__ADS_1
"Kenapa berdiri di situ?" tanya Caesar tatkala melihat Kyla yang masih tegak terdiam seperti tiang listrik.
"Aku pulang, ya," cicit Kyla sangat pelan. Nyaris tidak terdengar oleh Caesar.
Namun, untungnya, telinya Caesar sungguh peka terhadap bisikan atau suara pelan seperti itu. Caesar mendengarnya, tetapi tidak akan mengizinkan Kyla pergi secepat itu dari rumah ini.
"Lupa kalau nanti malam ada dinner keluarga, hm?"
Caesar yang masih mengumpulkan puing-puing nyawanya yang terserak entah di mana itu pun sigap berdiri. Tubuhnya memang terhuyung-huyung. Keseimbangan dijaga penuh sampai ia berhasil menghampiri Kyla yang mematung.
Lagi, senyum yang Caesar kembangkan itu tidak pernah Kyla sukai. Seperti seringai takut, juga misterius kesannya. Kyla tidak berniat pergi, meskipun Caesar kian mendekat.
__ADS_1
Bukan apa-apa, gadis itu tahu persis apa yang akan terjadi pada Caesar. Lihat saja gaya bicaranya yang melantur di luar normal ini. Ah, tidak. Lebih tepatnya gumam.
Kalau begini, Caesar seperti orang yang sedang mabuk berat saja. Kyla terkunci di dekat sofa single, berdiri di sisi lengan sofa, menghadap Caesar.
"Pakaianmu ada di atas. Sudah disiapkan. Pakai untuk acara malam ini," kata Caesar sambil menguap lebar-lebar.
Ayolah, apa yang terjadi dengan lelaki itu sekarang? Bagaikan tidak tidur seminggu lebih. Kelopak matanya bahkan menutup sendiri beberapa kali. Ia berpegangan di lengan sofa, membuat Kyla dalam zona waspada.
Gawat. Kyla harus menjauh sebelum Caesar melakukan yang aneh-aneh. Melalui bawah lengan Caesar, Kyla menunduk. Dilewatinya ruang itu secepat kilat. Lalu, gadis itu pun berlari, menjejaki anak tangga satu per satu.
Ia bahkan tidak bertanya di mana kamar yang Caesar maksud tadi. Bisa jadi yang sebelah kiri dengan pintu kayu polos. Bisa jadi juga yang sebelah kanan dengan pintu bercorak stiker banyak ragam.
__ADS_1
Tidak. Kyla harus menyelamatkan diri sebelum Caesar kembali normal dan bertingkah macam-macam.