Dokter Cantik Milik Tuan Muda

Dokter Cantik Milik Tuan Muda
18


__ADS_3

Setelah beberapa jam melakukan operasi, Kirana langsung keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana keadaan ayah saya dok?" tanya keluarga pasien begitu Kirana keluar.


"Operasinya berjalan lancar, sekarang pasien akan dibawa ke kamar transisi agar kondisinya selalu di pantau." jawab Kirana sambil tersenyum hangat.


"Baik dokter, terima kasih."


Kirana menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan keluarga pasien itu.


Di lobby rumah sakit Kirana melihat Rezvan sedang berjalan bersama seorang wanita yang tidak lain adalah tunangannya.


Rezvan berjalan kearah lift, karena penasaran Kirana mengikutinya secara diam-diam.


Terlihat lift naik ke lantai yang paling atas, rooftop tempat dimana Kirana selalu menenangkan diri disana.


Gadis itu memencet tombol lift agar cepat terbuka dan akhirnya setelah butuh satu menit pintu lift pun terbuka dan Kirana langsung masuk kedalam lift tersebut.


Setelah sampai di lantai atas Kirana keluar dari lift dan langsung mencari keberadaan Rezvan dan juga tunangannya.


"Aku yakin sekali jika tadi dia naik ke rooftop." gumam Kirana sambil melihat kesekitar.


Betapa terkejutnya setelah ia menemukan Rezvan dan juga tunangannya, mereka berdua tengah berciuman.

__ADS_1


Mata Kirana berkaca kaca, ia memperhatikan mereka berdua dengan perasaan yang sulit ia jelaskan.


Karena tidak ingin ketahuan, Kirana pun langsung terburu-buru pergi dari sana.


"Brengsek." gumam Kirana sambil terisak.


Bagaimana tidak sedih, orang yang ia cari dan tunggu selama ini ternyata sudah mempunyai tunangan dan mungkin saja akan segera menikah.


Di dalam lift Kirana terus menangis, ia melepaskan cincin pemberian Rezvan dulu yang selalu ia pakai dan menyimpannya di saku jas putih miliknya.


Saat pintu lift terbuka Kirana dengan segera menghapus air matanya, terlihat Arthur dan tuan Kandaga memasuki lift.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya tuan Kandaga begitu melihat Kirana yang sepertinya sedang menangis.


"Ya, aku baik-baik saja."


"Orang tuaku?"


Tuan Kandaga menganggukan kepalanya. "Sepertinya mereka ingin sekali menemuimu."


"Baiklah, terima kasih telah memberitahuku."


Pintu lift terbuka di lantai satu, mereka bertigapun keluar. benar yang dikatakan oleh tuan Kandaga di lobby sudah ada mami Kala dan juga papah Reja yang sedang menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Itu kak Kiran." kata Reygan


Mami Kala dan juga Papah Reja langsung berlari kearah Kirana dan langsung memeluknya.


"Sayang, maafkan Mami." ucap Mami Kala sambil memeluk erat anak pertamanya itu.


Kirana membalas pelukan Mami Kala, ia kembali menangis. "Maafkan Mami, Kirana." ucap wanita yang masih terlihat muda itu.


"Maafkan Kirana juga, Mami."


"Untuk apa sayang?" tanya Papah Reja.


"Kirana masih belum dewasa, waktu itu Kirana langsung kabur dari rumah." jawab Kirana sambil terisak.


Disana ada beberapa dokter yang melihat pemandangan mengharukan ini.


Mami Kala melepaskan pelukannya, ia mengelus kepala Kirana dengan begitu lembut.


"Maafkan Mami karena telah merahasiakan ini darimu, Mami tidak ingin kamu terluka ataupun bersedih setelah mendengar kenyataan jika kau adalah anak..."


"Tidak apa-apa Mami, Kirana baik-baik saja, hanya saja Kirana butuh waktu."


"Sekali lagi maafkan Mami, sayang." ucapnya kembali memeluk tubuh putrinya itu.

__ADS_1


Reygan dan juga Chalandra ikut memeluk tubuh Mami dan juga Kakak perempuannya itu.


Mau bagaimana pun Kirana harus menghadapi kenyataan, dia tidak boleh egois dengan menjauhi orang tuanya, karena mau bagaimanapun mereka berdua sangat menyayangi Kirana begitupun sebaliknya.


__ADS_2