
Mami Kala dan juga Papah Reja kembali pulang setelah sekian lama berbicara dengan Kirana di ruangannya.
Kirana menghembuskan nafasnya merasa lega, ia menjadi penasaran siapa sebenarnya ayah kandungnya.
Terdengar suara ketukan pintu membuat perhatian Kirana teralihkan.
"Masuk." kata Kirana sedikit berteriak
Tak lama pintu terbuka dan terlihat Arthur memasuki ruangan kerjanya dengan membawa beberapa kertas.
"Apakah kau sibuk?" tanya Arthur.
"Tidak, ada apa memangnya?"
"Hanya saja aku ingin memberikan rekaman medis ini kepadamu." kata Arthur.
"Oh, kemarikan."
Arthur memberikan beberapa catatan rekaman medis itu kepada Kirana. Gadis itu pun langsung menyimpannya di meja.
"Terima kasih."
"Untuk?" tanya Arthur.
"Karena sudah mau membantuku untuk berpura-pura menjadi kekasihku." kata Kirana sambil tersenyum manis.
"Kapan aku mengatakan jika aku menyetujui ajakanmu itu?" tanya Arthur.
"Mau tidak mau kau harus tetap membantuku." kata Kirana semakin melebarkan senyumannya.
Athur tertawa tidak percaya mendengar perkataan wanita yang ada di hadapannya itu.
"Kau tertawa?" tanya Kirana begitu terkejut.
"Tidak."
"Baru kali ini aku melihatmu tertawa, apakah kau tahu semua perawat dan juga dokter wanita yang ada disini begitu menyukaimu. tapi apa yang mereka lihat darimu?" tanya Kirana.
__ADS_1
"Kau meremehkanku?" tanya Arthur.
"Tidak, hanya saja aku bingung."
Terdengar suara ketukan pintu lagi membuat perhatian mereka teralihkan.
"Silahkan, masuk." kata Kirana
Rezvan membuka pintu dan langsung masuk ke dalam ruang kerja Kirana, gadis itu terkejut dan langsung memeluk tubuh Arhur, hal itu membuat Arthur terkejut.
"Kenapa jantungku berdetak begitu cepat?" gumam Arthur dalam hati.
"Apakah aku mengganggu kalian?" tanya Rezvan.
"Ternyata kau, aku kira Vano." kata Kirana melepaskan pelukannya.
Arthur masih terpaku dengan tindakan Kirana yang secara tiba-tiba memeluknya.
"Sayang, apakah kau baik-baik saja?" tanya Kirana kepada Arthur.
"I-iya, jika begitu aku harus kembali ke ruanganku." jawab Arthur dengan terbata-bata.
"Elus-elus kepalaku." kata Kirana tidak bersuara.
Dengan gugup Arthur pun mulai mengelus-elus kepala Kirana dengan lembut, Rezvan yang melihatnya pun membuang muka.
"Astaga, kau sangat romantis sekali. baiklah jika begitu kau harus semangat."
Arthur menganggukan kepalanya dan berusaha untuk tersenyum secara natural, ia pun langsung keluar dari ruangan kerja Kirana.
Tersisa Kirana dan Rezvan di ruangan itu, Kirana dengan santai menyenderkan bokongnya di meja sambil membaca beberapa catatan rekaman medis yang tadi diberikan oleh Arthur.
"Begini..."
"Aku ingin mengajakmu ke Bali, nenek Sumi ingin bertemu denganmu lagi."
"Nenek Sumi? aku sangat merindukannya, kapan kita akan ke Bali?" tanya Kirana begitu bersemangat.
__ADS_1
Rezvan terdiam, laki-laki itu tersenyum samar-samar saat melihat jika Kirana begitu bersemangat.
"Ma-maksudku..." Kirana berusaha untuk terlihat cuek kembali di depan Rezvan.
"Minggu depan, aku harus menyelesaikan beberapa proposal di perusahaanku."
"Baiklah."
Rezvan menganggukan kepalanya dan hendak keluar dari ruangan Kirana, tapi ia tersadar sesuatu.
Rezvan pun membalikan badan dan kembali menghampiri Kirana, ia berdiri tepat di depan wanita itu jaraknya pun begitu dekat.
Kirana mengerutkan keningnya, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat, ia langsung menegakan badannya.
"Ad-Ada apa?" tanya Kirana.
Rezvan menarik tangan Kirana dan bisa melihat cincin pemberiannya saat kecil yang ternyata di pakai oleh wanita itu.
Kirana bisa melihat senyuman yang mengembang di wajah laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"Kau memakainya." ucap Rezvan
Kirana tidak bisa bernafas dengan jarak yang sedekat itu.
Rezvan kembali mengingat perkataan sahabatnya tadi siang.
Flashback on
"Aku rasa kau menyukai Kirana."
"Menyukai dia?" tanya Rezvan.
"Sejak saat kuliah kau selalu memintaku untuk mencarikan seorang wanita yang tidak lain adalah Kirana, aku juga bisa melihat begitu jelas jika kau sangat khawatir saat mendapati Kirana mabuk berat di rooftop rumah sakit."
"Itu hanya saja, karena dia adalah teman kecilku."
"Apakah yakin hanya karena dia teman kecilmu? sebaiknya kau mengungkapkan perasaanmu kepada Kirana sebelum terlambat."
__ADS_1
"Tidak, aku tidak menyukainya."
Flashback off